
Terima kasih ya yg sudah baca novelku....maaf byak typonya...
Tetap dukung dengan Like dan Komen kalian ya....
Jangan lupa baca juga novelku yang lain.
-Hati Putri dan Sang Pengawal.
-Bukan Om tapi kekasihku
-Terpesona Duda keren.
-Mencintai Hot Mamy.
Dan yang lainnya....
@@@
Hari ini hari pertama kali Kyra masuk bekerja diBR Group.Semua sudah Kyra persiapkan dengan matang.
Kyra yang sudah nampak rapi dan cantik dengan Kemeja merah muda bermotif bunga kecil dengan rok putih span selutut dan sepatu hig hils dan tas kecil berwarna senada juga dengan rambut panjang yang ia kucir kuda berjalan dengan anggun bersama Kian memasuki gedung pencakar langit WIN Group.
Meski ini kedua kalinya ia datang,Tapi semua direksi dan karyawan nampak menyambutnya.
Seyum indah selalu ia tunjukkan pada semua orang dan itu membuat semua orang semakin kagum padanya,Bukan hanya cantik dengan tubuh indah tapi sikap rendah hati dan murah seyumnya yang membuatnya semakin tenar.Apalagi sekarang banyak pengusaha muda yang mulai meliriknya.
"Selamat berabung Di WIN Group Nona Kyra." Sapa ramah Seorang pria bernama Arka yang merupakan wakil CEO.
"Terima kasih Pak Arka,Mohon bimbingannya"Ujar Kyra dengan seyum Indahnya.
Setelah menyapa semua dewan direksi,Kian segera mengantar Kyra keruangannya.
Ruangan luas nan mewah yang sengaja Kian atur agar masih satu lantai dengan ruangannya.
"Wah Kak apa ini tidak terlalu berlebihan?Tanya Kyra yang takjub melihat ruangannya.
" Tidak.....jangan lupa Kyra,kau juga pemegam saham 20 % diperusahaan ini.Jadi wajar saja ruangan mewah ini untuk mu"Jawab Kian.
Tak lama Gin yang merupakan asisten pribadi sekaligus tangan kanan dan juga bodyguard Kian menghadap.Pria muda bertubuh tegap berotot itu memberi hormat sekilas pada Kian.
"Tuan,Della sudah ada diluar ruangan!"Ujar Gin.
"Hm suruh dia masuk" Titah Kian.
"Eh tunggu.Kak Gin...mohon bimbingannya ya...", Seru Kyra pada Gin dengan seyumannya,Juga sebagai caranya untuk lebih akrab dengan orang kepercayaan kakaknya itu.
Gin yang mau melangkah keluar menoleh dan terseyum tipis pada Kyra.
" Tentu Nona Kyra"
Gin lalu keluar dan tak lama kembali masuk dengan seorang wanita muda,manis dan bertubuh tinggi dengan penampilan yang rapi.
Kyra menatap kearah wanita itu dengan wajah datarnya.
"Kyra,Dia Adella.Dia yang akan menjadi asistenmu.Dia sudah lama bekerja diperusahaan ini.Jadi kau bisa belajar banyak pada nya"Jelas Kian.
" Hallo Della,Mohon bimbingannya ya.Semoga kau betah bersama denganku!"Ujar Kyra ramah.
"Dengan senang hati Nona.Apapun bisa nona tanyakan dan suruh pada Saya"Ujar Wanita berusia 24tahun itu dengan menunduk hormat sekilas.
"Kalau begitu Kakak tinggal dulu ya,," Ujar Kian lalu pergi bersama Gin.
Kyra lalu duduk dikursi Kebesarannya.
",Huftttt.....Kita mulai..." Ujar Kyra menyemangati dirinya sendiri.
Adel lalu memberi beberapa berkas pada Kyra untuk mulai ia pelajari.
__ADS_1
"Adel berapa usiamu dan apa kau sudah menikah?" Tanya Kyra penasaran sambil membaca berkas ditangannga.
"24 tahun Nona dan saya belum menikah" Jawab Abel.
Kyra nampak terkejut ternyata usia Abel jauh diatasnya.
"Aku masih 18/tahun harusnya aku memanggilmu Kakak dong"
Della juga nampak terkejut,ternyata atasan barunya itu masih sangat belia.
"Tidak perlu Nona.Panggil saya Della saja"
"Berapa lama kau bekerja diperusahaan ini?"
"4 tahun Nona"
"Wah lama juga Ya....Aku sangat senang kau menjadi asiatenku.Maaf jika nanti aku banyak merepotkanmu"
Lagi lagi Dila terkejut dengan ucapan atasan barunya itu yang ternyata sangat rendah hati.
Dilla Kira,Gadis Kaya seperti Kyra akan memiliki sikap yang angkuh dan sombong.
"Tidak apa apa Nona Kyra,itu sudah menjadi tugas saya.Saya juga senang bisa bekerja dengan anda"
Kyra mengangguk pelan.
"Lalu apa kau mengenal Kak Gin?Aku tidak terlalu mengenalnya.Aku sedikit takut padanya,Wajah dinginnya sedikit membuatku canggung" Jujur Kyra yang juga penasaran dengan asisten Kakaknya yang baru dua kali ia temui itu.
"Saya juga tidak terlalu mengenalnya Nona.Tapi Pak Gin sangat terkenal dengan sikap dinginnya hampir sama dengan Kakak Nona,Pak Kian.Hanya Saja Pak Kian selain dingin beliau juga sangat tegas dan tempramen"
Kyra terseyum mendengar pandangan Adel pada Kakaknya.
"Benarkah begitu,,Tapi jika dirumah dia akan berbeda 180 derajat hehehe"kekeh Kyra.
Kyra pun fokus pada kegiatannya bersama Dela yang setia berdiri disampingnya.
Diruangannya Marvin sedang berbicara serius dengan Dika asistennya.
" Pak ini adalah bukti daftar kerjasama dengan perusahaan lain sebelum tuan Besar meninggal.Saya menemukan beberapa hal yang mencurigakan disini.Saya menemukan ini diruang arsip perusahaan."Ujar Dika sambil memberikan sebuah Map yang terlihat usang pada Marvin.
"Lalu ada informasi apa dari orang suruhan yang aku suruh menyelidiki ini?"
"Dia memberitahu bahwa ini semua ada sangkut pautnya dengan pak Suryo"
Marvin mengerutkan keningnya.
"Pak suryo???" Marvin mencoba mengingat ngingat.
"Iya Pak Suryo dulu adalah orang kepercayaan Tuan besar Mario,Dan setelah bos besar meninggal,Pria itu langsung keluar dari BR Group dan bergabung dengan diperusahaan Pak Martin.Dan langsung menduduki jabatan penting diperusahaan itu.Saya mengira pasti Pak Martin ada hubungan nya juga dengan kejadian dulu pak" Jelas Dika.
Marvin sedikit terkejut,Ia dengan jelas tau siapa Martino Artama yang tak lain adalah ayah dari Abel,Teman kencannya dulu.
Marvin merasa ini seperti sesuatu yang saling berhubungan.
"Apa kau merasa aneh dengan hal ini?"
"Iya Pak saya juga merasa aneh"
"Kita cari tahu saja lewat suryo,apa yang sebenarnya terjadi dulu.Kita buat dia agar membuka mulutnya"
"Baik Pak,Meski ini akan sedikit sulit pak.Tapi saya tahu kelemahan Suryo." Ujar Dika.
"Apa?" Tanya Marvin penasaran.
"Dia pria tua yang serakah Pak,Kalau kita memberinya uang pasti dia akan buka mulut pak"saran Dika.
"Oke.....atur waktu agar aku bisa berbicara dengannya.Sekarang kita keWIN Group.Aku ingin membicarakan ini dengan Kian.Aku juga ingin menemui kekasihku"
__ADS_1
Marvin yang tahu jika hari ini hari pertama Kyra masuk kerja ingin memberi kejutan pada Kekasihnya itu.
"Baik Pak"
"Tapi kita mampir beli coklat dan bunga dulu" Marvin memang tahu jika Kyra menyukai Bunga dan Coklat.
Marvin dan Dika segera pergi menuju keperusahaan WIN Group.
Tak lama mobil mewah yang ditumpangi Marvin dan Dika juga seorang bodyguard yang merangkap sebagai driver sampai didepan lobi WIN group.
Pria tampan bertatto itu masuk dengan langkah tegap dan berwibawanya.
Sudah cukup lama dirinya tak datang kekantor mantan Rivalnya itu.
Semua mata karyawan tertuju padanya.Banyak yang terkejut sekaligus terpesona dengan kedatangannya.Siapa yang tidak mengenalnya,Track record nya sebagai rival Kian dari dulu dan sekarang justru menjadi calon adik ipar Kian,membuatnya semakin dikenal orang.
Setelah bertanya dimana Ruangan Kian pada resepsionis.Marvin yang dikuti Dika segera menuju kelantai 30.
Gin yang melihat kedatangan Marvin dan Dika mendekat.
"Selamat datang di WIN Group Pak Marvin" Sapa Gin hormat dengan wajah datarnya.
"Hmm,Aku ingin menemui bosmu?"Marvin yang sudah lama mengenal Gin pun menjawab.
" Silahkan Pak"
Gin langsung membuka Pintu ruangan Kian.
Ceklek......Marvin dan Dika masuk keruangan Kian.
Kian yang sudah berdiri menatap datar kearah Marvin.
"Ada angin apa sehingga membuat calon adik iparku datang kekantorku?" Sapa Kian yang sudag berdiri dihadapan Marvin dengan tatapan yang saling beradu.
Jika dulu tatapan itu berarti permusuhan maka lain halnya sekarang tatapan itu lebih terasa bersahabat.
"Hahhh Jangan berbasa basi.Aku kesini ingin membicarakan hal penting" ujar Marvin dingin.
Keduanya lalu duduk berhadapan sedangkan Dika dan Gin berdiri disisi bosnya masing masing.
"Katakan ada apa,Aku tidak punya banyak waktu" Sarkas Kian.
"Cihhhhhh,Jika bukan karena Kyra aku tidak mau datang kesini..Aku kesini ingin membicarakan tentang kejadian 13 tahun padamu.Ada sedikit titik terang yang membuat hubungan orang tua kita dulu menjadi hancur"jelas Marvin.
Kian mendengarkan dengan seksama.
"Titik terang kau bilang,apa itu?"
Marvin pun menjelaskan semuanya dengan detail.
"Kita temui suryo bersama,Aku pernah bertemu dengannya beberapa kali.Jadi aku tahu karakternya." ujar Kian setelah mendengar penjelasan Marvin.
"Oke kita berdua temui pria tua itu"
"Lalu berapa uang yang akan kau tawarkan padanya?" tanya Kian.
" Satu Milyar mungkin atau lebih"Jawab enteng Marvin.
"Hahhhh.. aku akan membantumu dengan uangku" Sarkas Kian.
"Tidak perlu kau cukup menamaniku saja"
"Cihhhh sombong sekali kau" Gumam Kian.
Dika dan Gin hanya saling memandang mendengar kedua CEO itu berbicara.
Bagi mereka perubahan hubungan antara Marvin dan Kian membuat mereka merasa lega.
__ADS_1