
Dorrrrrr..........
Marvin,Kian dan Gio mematung terbelalak,,Mita menutup mata sedangkan Kyra yang menegang seolah tersadar saat tubuh tegap Erick jatuh mengenai tubuhnya.
"Kakakkkkkkkk........''Pekikkk Abel melihat darah mengalir deras karena pistolnya justru mengenai dada kanan sang Kakak.
"Kakk.....E...rick.." Lirih Kyra terbata...
Erick terseyum kearahnya sebelum kehilangan kesadaran dipangkuan Kyra.
"Cepat bawa Erick kerumah sakit" Titah Kian tegas.
Dengan Sigap Roy dibantu Gin Dika dan Tara mengangkat tubuh Erick menuju mobil.
Marvin segera mengangkat tubuh Kyra yang masih bergetar,Kian mengangkat tubuh Mita yang terluka sedangkan Gio menarik tangan Abel dengan paksa.
Semua segera menuju Rumah sakit terdekat
Setelah sampai,Erick.langsung masuk keruang ICU dan akan langsung dioprasi.
Kyra dan Mitta juga sudah ditangani Dokter.Sementara Abel duduk menunduk dan terus menangis.
Mamy Jia juga sudah datang bersama Icha kerumah sakit dengan wajah khawatirnya.
Wajah wajah tegang sangat nampak diruangan itu.
"Bagaimana Dok keadaan mereka berdua?" Tanya Kian diikuti Marvin saat satu dokter keluar.
"Untuk Nona Kyra hanya luka lebam diwajahnya tapi terlihat nona mengalami trauma spikis yang cukup membuat jiwanya terguncang.Sementara untuk nona Mita selain luka lebam diwajahnya ada luka dalam diperutnya karena pukulan keras,,tapi tenang saja mungkin beberapa hari mereka akan pulih kembali"
Marvin merasa sedikit lega mendengarnya meski ada kesedihan tapi setidaknya Kyra baik baik saja Sedangkan Kian merasa lega mendengar kabar Kyra tapi mengingat keadaan Mita membuatnya geram pada Abel.
"Terima kasih Dok", Ujar Marvin.
Sementara Kian langsung menghampiri Abel yang sedang duduk ditemani Roy didepan ruang oprasi Erick.
"Sekarang kau sadar dengan perbuatanmu Abel....Bukan hanya Mita yang terluka tapi sekarang lihat kakakmu sedang bertahan hidup didalam....Kalau tidak mengingat kebaikan adikku dan Erick aku pasti sudah meleyapkanmu!" Sarkas Kian dengan pandangan tajamnya.
Membuat Abel semakin menangis tanpa berani memandang Kian.
"Saya mohon tenangkan diri anda Tuan Kian,Nona Juga sedang terguncang" Ujar Roy agar Kian menjauhi adik bosnya.
Setelah dipindah keruang Inap,Marvin mendekat kearah Kyra yang sudah terlihat membaik.
"Sayang......Hiks hiks hiks...Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri jika terjadi apa apa pada Kak Erick....dia terluka karena ingin menolongku"
Lirih Kyra dipelukan Marvin dengan tubuh bergetar.
"Tenanglah....Dia akan baik baik saja Sayang...sekarang pikirkan keadaannmu saja"
"Aku ingin kesana Sayang,,,", Pinta Kyra.
__ADS_1
" Iya nanti jika oprasi Erick sudah selesai ya sayang"Marvin.
Ada rasa bersalah Marvin pada Erick karena dia sudah menuduh Erick yang menculik Kyra,dan bahkan Erick.sekarang bertarung nyawa demi kekasihnya.
Tak lama Mamy Jia datang menemui Kyra,diikuti Gio dan Icha.
Sementara diRuangan lain,Mita yang sudah sadar ditemani Kian.
Kian mengamati wajah Mita yang lebam juga pucat.
"Bagian mana Yang sakit Mit?"Tanya Kian pelan.
Mita mencoba terseyum meski perutnya masih terasa sakit.
"Mita gak papa Kak"
Kian mengusap lembut kepala Mita membuat gadis itu terdiam menatap pria itu.
"Jangan bersikap kuat didepanku..katakan jika kau merasa sakit.Dan terima kasih kau sudah menemani Kyra disaat sulitnya.Maaf tidak seharusnya kau terseret kedalam masalah ini" Ucap Kian yang merasa bersalah melihat keadaan Mita.
"Mita serius gak papa Kak,luka ini akan cepat pulih.Dan soal Kyra,sudah seharusnya aku membantu sahabatku kan kak.Kakak jangan meminta maaf padaku" Ujar Mita.
Kian mengangguk pelan,Saat Icha dan Gio datang,Kian pamit untuk melihat operasi Erick.Marvin juga ikut setelah meninggalkan Kyra bersama mamynya.
Terlihat perawat baru saja keluar dari ruangan oprasi.
"Apa ada yang memiliki golongan darah Ab+?Pasien memerlukan pasokan darah" Tanya sang perawat.
"Terima kasih Tuan Marvin.", Ucap tulus Roy.
"Sama sama Roy,Anggap ini balas budiku pada Erick karena sudah menolong Kekasihku" Ujar Marvin lalu pergi untuk mengambil darahnya.
Abek semakin tersadar akan kesalahan besarnya,Kini hanya ada rasa penyesalan dibenaknya.
2 Jam berlalu.
Operasi selesai dan beberapa dokter keluar dari ruangan itu.
"Bagaimana Dok operasinya?" Tanya Kian.
Dokter menghela nafasnya.
"Syukur Oprasinya berjalan lancar,Lukanya memang cukup dalam dan mengenai pembuluh darahnya tapi untung saja Paru parunya masih bisa berfungsi dengan normal.Kita tinggal menunggu pasien sadar saja"
Abel merasa sangat lega begitu juga dengan Roy.Kian dan Marvin juga ikut lega dan tenang.
Keesokan harinya.
Kyra terus memaksa Marvin untuk bisa menemui Erick diruangan inapnya.
Marvin memapah tubuh Kyra berjalan pelan sambil membawa tiang infus menuju kamar rawat Erick.
__ADS_1
Erick yang sudah tersadar dan sedang bersama Abel menoleh kearah Kyra dan Marvin yang baru saja masuk.
Kyra terseyum lembut kearah Erick.
",Bagaimana Keadaan Kak Erick?"
"Aku sudah lebih baik Kyra,kau sendiri?"Jawab lirih Erick.
",Aku baik baik saja Kak..Terima kasih ya Kak,karena sudah menyelamatkanku"ujar Kyra terseyum manis.
Erick merasa bahagia melihat Kyra terseyum.
"Aku senang melihatmu baik baik saja Kyra,Aku juga ingin meminta maaf padamu Kyra atas semua kesalahan Abel"
Abel menunduk tak berani menatap Kyra.
Kyra mengangguk pelan"Kyra sudah memaafkan Abel Kak"
"Marvin,terima kasih karena kau mau mendonorkan darahmu untukku" Ujar Erick menatap marvin yang berdiri dibelakang Kyra.
Kyra merasa terkejut mendengarnya ia baru tahu jika Marvin mendonorkan darahnya.
"Sama sama Rick...aku berhutang budi padamu"
Erick terseyum simpul lalu memandang Abel.
",Abel apa kau tidak ingin mengatakan sesuatu pada mereka!"
Abel yang gugup seketika menatap Kyra"Ma ..af kan aku Kyra dan Marvin"Ujar Tulus Abel.
Kyra bisa melihat rasa penyesalan dimata Abel.
"Aku sudah memaafkanmu Abel,Lupakan yang lalu kita buka lembaran baru.Semoga setelah ini tidak ada lagi rasa benci dan dendam diantara kita ya" ujar Kyra bijak.
Abel terseyum,Kini ia mengerti kenapa Marvin dan kakaknya bisa jatuh hati pada sosok gadis kecil itu.
"Setelah aku sembuh,Aku akan membawa Abel KeThailand bersamaku.Kami akan memulai hidup baru disana.Dan soal perusahaan papaku disini biar Kian yang mengurusnya.''Ujar Erick yang membuat Kyra dan Marvin terkejut.
"Kak apa boleh aku meminta sesuatu padamu?"Tanya Kyra.
Kening Erick mengerut.
"Katakanlah.Kyra"
"Bisakah kau pergi KeThailand setelah kami menikah?aku ingin kau hadir dimomen bahagia kami" pinta Kyra dengan wajah memohon.
Jujur itu adalah hal yang sulit untuk Erick,Karena harus melihat wanita yang ia cintai harus bersanding dengan orang lain.Tapi ia harus menerima kenyataan pahit ini.Dan demi Kyra ia akan menahan kesakitannya sendiri.
Erick mengangguk pelan"Baiklah jika itu maumu"
"Terima kasih ya Kak Erick" Ujar senang Kyra hingga tak sadar memegang tangan Erick membuat pria itu tertegun.
__ADS_1
Sedangkan Marvin yang melihat itu mencoba menekan sekuat tenaga rasa cemburunya.