
Sesuai permintaan Uncle Marvin,Kiral Menggandeng tangan Kyra menuju kamar Mita.
"Aunty tidak menyangka kau sudah besar dan sangat tampan Kiral....Aunty jamin kau akan betah disini"ujar Kyra dengan senyuman.
Kiral hanya mengulum senyumnya mendengar ucapan sang bibi.
"Calon Mamymu adalah sahabat Aunty....dia wanita sederhana dan baik,Aunty minta kau bisa menerima nya ya Kiral...."Ujar Kyra penuh harap.
Kiral hanya mengangguk dan sampailah mereka didepan pintu kamar Mita.
tok tok tok "Mit buka pintunya"Kyra.
Mita perlahan membukanya.
Ia tertegun melihat seorang anak tampan berdiri disamping sahabatnya.
Sedangkan Kiral menatap datar kearah Mita yang baginya terlihat manis dan mungil.ia salah mengira,ia pikir Calon istri sang papa adalah wanita yang bertubuh tinggi bak model dan berdandan tebal, Mengingat sang Dady adalah pengusaha sukses.
Kyra segera menarik tangan Kiral masuk.
"Mit kamu pasti sudah tahu siapa dia!"ujar Kyra yang membuat mata Mita membulat.
"Kiral......??"ujar Mita membuat Kyra terkejut.
"Jadi.kamu sudah tahu namanya?"tanya Kyra.
Mita mengangguk"Sebenarnya Beberapa hari yang lalu Kak.Kian bercerita jika nama putranya adalah Kiral dan ia mengatakan jika ingin membawa pulang Kiral, Tapi aku tak menyangka jika Kiral pulang sekarang"Jelas Mita pada Kyra .
Kyra mengerti sekarang lalu ia menatap Kiral yang masih terdiam.
"Kiral,Apa kau tidak ingin menyapa calon Mamy mu ini?"
Kiral menatap Mita yang nampak canggung dan gugup.
"Hallo calon Mamy,Senang bertemu denganmu"
Mita terseyum"Namaku Mita...Jika kau belum nyaman memanggil ku Mamy,Kau bisa memanggil ku Kakak atau Tante."ujar Mita yang semakin canggung.Pasalnya ia tak mengira jika putra sambungnya ini ternyata sudah besar dan terlihat lebih dewasa juga memiliki sikap yang dingin,Mita seakan bingung harus bersikap bagaimana.
"Apa kau sangat menyayangi Dadyku?"tanya Kiral tiba tiba yang membuat Mita dan Kyra terkejut.
Mita mengangguk pelan."Tentu aku sangat menyayangi Dadyku,Kiral"
"Apa karena ayahku pria yang tampan dan kaya ??"tanya Kiral menohok.
Kyra tak menyangka sang keponakan begitu berani menanyakan hal itu.
Mita terseyum simpul"Karena Dadymu Tampan itu benar,siapa yang tidak akan terpikat dengan ketampanan Dadymu tapi kalau tentang Kaya itu tidak benar Kiral.Lebih dari itu,Aku merasa kan nyaman dan hangat jika berada didekat nya,,Aku tulus menyanyanginya.
Maaf jika aku tak seperti yang kamu harapkan tapi aku berjanji akan terus berada disisi Dadymu dalam suka dan duka.Aku juga akan berusaha menjadi ibu sambung yang baik untukmu."Ijarita sepenuh hati.
Kiral melihat kesungguhan dibalik mata Mita yang mulai berkaca kaca.
"Sebenarnya aku merasa minder dan tidak pantas mendampingi Dadymu,tapi dengan kesungguhan nya bisa menyakinkan diriku dan membuang semua keraguan dihatiku"Jelas Mita lagi.
"Aku minta Jaga dan sayangi Dady ku sepenuh hatimu Mamy Mita.Karena bagiku dia adalah Dady terbaik dan orang yang paling berharga di mataku selain mamaku"
__ADS_1
Mita tertegun mendengar Kiral mau memanggilnya Mamy begitu pula dengan Kyra.
Mita terseyum dengan mata berair."Aku akan sepenuh hati menjaga dan menyayangi Dadymu Kiral ... Terima kasih kau sudah mau menerimaku,,,Apa aku boleh memeluk mu?"
Kiral mengangguk perlahan.
Mita lalu memeluk erat"Sekali lagi terimakasih Kiral"
Kyra begitu terharu melihatnya.
"yasudah kami kebawah dulu ya Mit...Kau istirahat lah ..persiapkan dirimu sebaik mungkin untuk hari penting mu besok, Biar nanti pelayan mengirim mu makanan"ujar Kyra.
Mita terseyum"Iya..... terima kasih ya Ky"
Setelah Kyra dan Kiral berlalu,Mita memegang dadanya ia merasa begitu lega akhirnya sudah bertemu dengan Kiral.Walau bagaimana pun anak tampan itu adalah bagian dari diri calon suaminya,Mita harus bisa menerima nya sepenuh hati.Mita juga berjanji pada dirinya sendiri untuk menyanyangi.dan membesarkan Kiral seperti putra kandungnya.
Ketika ia sedang termenung terdengar bunyi notif pesan diponselnya dan ia segera membukanya.
Ia tersenyum simpul membaca pesan dari Kian.
**Maaf jika kedatangan Kiral mengejutkan mu Mit.....Maaf jika dia bersikap Dingin padamu..Cepat tidur ya....Aku sangat menyanyangi Mit,Good Night"**
Tempo hari Mita sudah berucap pada Kian jika ia akan menerima dan menyanyangi Kiral sepenuh hatinya.
Mita segera membalas pesan dari Calon suaminya itu.
**Tidak apa apa Kak,justru Aku merasa senang dan lega bisa bertemu dengan nya.....Kakak juga cepat tidur ya......Miss you**
Kian yang sedang berkumpul terseyum simpul melihat pesan balasan dari Mita.
Sementara dibawah semua sudah berkumpul dimeja makan.
Kian menatap sang putra yang masih nampak canggung dengan wajah datarnya sungguh putranya itu adalah cerminan dirinya.
Kyra yang bisa merasa Sang keponakan masih belum terbiasa segera mengambilkan makanan untuknya."Makan ya tampan....Mulai sekarang kau bisa bercerita apapun pada Aunty"ujar Kyra yang duduk disamping Kiral.
Kiral mengangguk pelan menjawab perkataan sang Bibi.
"Kau harus terbiasa dengan menu makanan Indonesia Son"Ujar Kian yang terdengar tegas.
"Iya Dad,diInggris terkadang aku belajar memakan makanan Indonesia"jawab Kiral.
Kian dan yang lain senang mendengar jawaban Kiral.
Setelah selesai makan Kian segera mengantar sang putra kekamar mewah yang sudah ia siapkan sebelum nya.Ia tahu sang putra pasti merasa sangat lelah.
Setelah berbincang sebentar semua kembali ketempat masing-masing.
Kyra yang memang belum sehat sepenuhnya segera membaringkan tubuhnya menyangping.
Setelah mengunci pintu dan berganti pakaian Marvin segera menyusul sang Istri keatas ranjang lalu memeluk ya erat dari belakang"Kau senang bisa bertemu keponakanmu hmm?"tanya Marvin tepat disamping telinga Kyra.
Kyra Mengangguk"Tentu....dia ternyata sudah besar dan sangat tampan"
"Kau benar,,,aku sungguh Iri pada Kian,Diusianya yang baru 30 tahun dia sudah memiliki putra sebesar itu..."ujar Marvin lalu mencium tengkuk leher sang Istri yang selalu menggodanya lalu mengendus ngendusnya.
__ADS_1
Ada gelagar kuat setiap kali sang suami mencumbui tengkuknya.Apalagi saat tangannya yang sudah mulai bermain di daerah favoritnya membuat Kyra menggigit bibirnya untuk menekan gairahnya sendiri yang mulai bangkit.
"Sayang...."bisik Marvin disela kenakalannya.
"Hmmmm..."
"Aku sudah tidak sabar memiliki anak dari rahimmu Sayang"Ujar Marvin.
Mendengar itu Kyra terseyum dan segera membalikkan tubuhnya menghadap sang suami lalu meraba rahang tegas sang suami yang sedang menatap nya intens.
"Kau ingin memiliki anak berapa Sayang?"tanya Kyra.
"Banyak......agar rumah kita ramai"jawab Marvin dengan cepa
Kyra mengerucutkan bibirnya"Kalau begitu kau saja yang melahirkan...."
Marvin terkekeh....."Yasudah tiga saja sudah cukup untukku"ujar Marvin membuat Kyra terseyum lagi.
Cup..Kyra mencium kilat bibir Marvin.
"Semoga aku bisa mewujudkan keinginan suamiku ini"
Marvin terseyum sambil menatap lekat Mata Kyra dan mengusap bibir tipisnya yang seakan menjadi candunya.
Kabut gairah mulai nampak Dimata Marvin namun ia berusaha menahannya mengingat Kyra masih belum sehat betul tapi Kyra bisa melihat itu dan merasa tidak tega.Sebagai seorang istri yang baik ia harus melayani suaminya apapun keadaannya.
Kyra mengecup sekali lagi bibir Sang suami untuk menggodanya.
"Lakukan apa yang sudah menjadi haknya Sayang"ujar Kyra lembut.
"Tapi kau belum pulih Sayang"
Kyra meraba tato didada Marvin seakan ingin memancing sang suami,Dengan cepat Marvin menangkap tangan itu.
"Jangan menggodaku Sayang........Kau tahu aku sudah berusaha menahan nya"
"Aku akan baik baik saja jika kau melakukannya dengan lembut"Ujar Kyra yang membuat Marvin terseyum cerah.
Marvin segera menindih tubuh Kyra hingga dibawah kungkungan tubuh kekar berotot nya.
"Kau yang sudah menggodaku Sayang....kalau begitu aku akan melakukan nya dengan lembut,Kau diam dan nikmati saja kenakalanku Sayang"
Tanpa menunggu lagi Marvin langsung menempelkan bibirnya pada bibir tipis Kyra,Memanggut,Menyesap dan memainkannya dengan lembut.
Ciuman itu semakin lama semakin. menuntun lebih,Kyra memasrahkan tubuhnya sepenuhnya pada sang suami.
Kegiatan panas itu pun terjadi diatas ranjang mereka.Hawa dingin pun berubah menjadi panas karena kegiatan mereka,Marvin benar benar melakukan ya dengan lembut membuat Kyra semakin terbuai.
Satu jam berlalu,Marvin memilih menyudahi aksinya,ia tak ingin istrinya semakin lelah.
Cup.....tidurlah Istri kecilku...Love you"ujar Marvin lalu mendekap erat tubuh polos Kyra.
Kyra terseyum mendengarnya,dan ia yang sudah merasa lelah memejamkan mata nya sambil terus mendusel kedada bidang suami nya.
Keduanya pun perlahan terlelap tidur.8
__ADS_1