
Pagi pukul 6.00,Kyra bersama Icha sudah bersiap untuk jogiing lari pagi disekitaran komplek mewahnya.
Dua gadis itu memang kerap berolah raga pagi sebelum memasak.
Begitu pula dengan Eric yang sudah siap dengan baju olah raganya.
"Kakak mau joging dimana?"Tanya Abel saat menuruni tangga.
" Kakak ingin joging dengan teman lama kakak didaerah stadion,apa kau ingin ikut?"ujar Erick beralasan.
"tidak Kak,Aku ingin treatmill dirumah saja" Abel.
"oke,Kakak pergi dulu"
Erick pun masuk kedalam mobil yang sudah ada Roy didalamnya.
Tak lama mobil sampai diarea biasa dimana Kyra joging pagi.
Roy mengamati setiap orang yang sedang lari.
"Itu Tuan,Yang bernama nona Kyra,Yang memakai baju merah muda" ujar Roy sambil menunjuk kearah Kyra yang sedang lari bersama Icha.
Erick segera keluar dari mobil,Ia mencoba mengamati Kyra dari kejauhan.
"Roy,Kau tunggu aku disini!" Titah Erick lalu berlari.
"Apa sebenarnya rencana tuan muda", Gumam Roy melihat bosnya pergi.
Erick mencoba menjaga jarak dari Kyra yang terlihat sedang bercanda.
Erick masih belum jelas melihat wajah Kyra.
Kyra dan Icha yang sedang asyik becanda dan berlari tidak menyadari ada motor yang tiba tiba lewat dan terlihat ingin menyrempet Kyra.
" Arkkkkkk......"
Dengan gerak kilat,Erick menarik lengan Kyra dengan kuat hingga Kyra jatuh bersama Erick.Icha yang terkejut hanya diam mematung.
"Kau tidak apa apa Nona?", Tanya Erick pada Kyra yang jatuh diatas tubuhnya.
Dengan jelas Erick bisa melihat wajah cantik kyra yang polos tanpa make up.
"Cantik...jadi ini gadis yang membuat marvin bertekuk lutut.. Gumam Erick dalam hati.
Kyra perlahan membuka matanya"Ma..Af...Tuan"Ujar Kyra lalu berusaha bangun.
"Auwww..." Pekik Kyra saat merasa lututnya sakit.
"Kau terluka Nona",Erick.
"Kyra lututmu terluka " Ujar Icha yang sudah mendekat.
"Ah tidak apa apa kak,Ini hanya luka kecil" Ujar Kyra lalu berusaha bangun dibantu Icha.
"Terima kasih tuan,Karena sudah menolong Saya,",,Ujar Kyra dengan seyum indahnya.
"Sama sama Nona,Lain kali hati hatinya."
__ADS_1
"Iya Tuan,Emm kalau boleh saya tahu siapa nama tuan?Saya Kyra dan ini Kak Icha"
Kyra mengulurkan tangannya lalu disambut oleh Erick dengan seyum ramahnya.
"Erick nona,"
"emm sebagai ucapan terima kasih saya,Saya akan mentratik tuan makan siang bagaimana?" Tawar Kyra sopan.
"Anda tidak perlu repot nona"Ujar Erick yang berpura pura menolak.
",Anggap saja ini sebagai ucapan terima kasih saya Tuan".
Erick pun mengangguk pelan." Baiklah jika nona memaksa"
Kyra terseyum lega lalu mengambil ponsel disaku celananya."Apa boleh saya tahu nomer Tuan?'Tanya sopan Kyra.
Erick terseyum kecil,ia merasa Kyra sudah masuk kedalam permainannya.
Pria tampan itu segera mengetik nomernya diponsel Kyra.
"Oke,Nanti saya kabari jam dan tempatnya ya Tuan,Saya pulang dulu,Sampai jumpa lagi Tuan" Ucap Kyra dengan seyum indahnya
"Silahkah Nona.." Ujar Erick mempersilahkan Kyra pergi.
Seyum Smrik muncul diwajah tampan itu"Sepertinya dia gadis yang masih polos"
Sampai rumah Icha membantu mengobati luka Kyra.
"Kenapa kau harus meminta nomernya Ky?" Tanya heran Icha.
",Iya kak Icha ngerti.Tapi ingat ya kau akan menikah,jangan sampai Pak Marvin marah karena tahu kau menghubungi pria lain" Saran Icha.
"Okey Kak Icha yang cantik.Kakak tenang saja"
"Lutut kamu kenapa Ky?" Tanya Kian yang baru muncul dari tangga.
"Tadi Kyra hampir kesrempet motor Kak,Untung ada yang nolongin" Jelas
Icha yang sontak membuat Kian terkejut.
"Apa..Kesrempet...Kok bisa?"
"Gak tahu Kak,tiba tiba ada motor yang ngebut gitu aja...Tapi untung Kyra ditolong Orang,Udah gak papa kok..Ini cuma luka kecil" Ujar Kyra dengan seyum lebarnya.
"Ck..kamu ini.Lain kali hati hati,Okey"Kian.
" Okey Kakakku yang tampan tapi masih jomblo hehehe...",Goda Kyra.
"Apa kamu bilang ,berani ya ledekin Kakak",Ujar Kian yang merasa gemas pada Kyra lalu mencubit pipi adiknya itu.
"Auwwwww sakitttt Kak.....aku bilangin Marvin lho Kak" ujar Kyra menahan sakit.
"Bilang saja padanya,Kakak gak takut.Kapan lagi kakak bisa nyubit pipi kamu.Nanti kalau kau sudah menikah,Kakak akan susah menyentuhmu...Si playboy itu pasti melarang Kakak.",, Ucap Kian yang tanpa sengaja mengutarakan kekhawatirannya.
Kyra terseyum lalu memeluk erat tubuh Kian.
" Sampai kapanpun aku tetap adik, Kakak.Meskipun aku nanti sudah menikah,kedekatan kita tidak akan berubah Kak,Aku sangat menyanyangimu Kak"Ujar Kyra yang bersandar didada bidang Kian.
__ADS_1
"Iya Kakak harap hubungan kita tidak ada jarak meski kau sudah menikah...Cup...", Ujar Kian lalu mencium kening kyra lembut."Kakak juga sangat menyanyangi kamu Ky,Semoga kau selalu bahagia Adikku sayang"
Icha terseyum melihat kedekatan kakak beradik itu.Ia ikut bahagia melihat Kyra bisa bersama Kakaknya.
"Terima kasih Kakakku sayang"
Marvin yang ternyata sedari tadi berdiri didepan pintu memasang raut wajah kesalnya.
"Berani ya kau mencium calon istriku?'" Ujar lantang Marvin yang tiba tiba muncul didepan Kyra dan Kian.
Kyra reflek melepaskan pelukan Kian
",Sayang sejak kapan kau datang?"
Kyra melihat wajah kesal kekasihnya itu.
Sementara Kian sengaja tertawa reyah untuk menggoda Marvin.
"Aku ini Kakaknya Marvin,Jadi aku lebih berhak atas adikku.Kau tidak bisa melarangku!"
Marvin berdecak kesal
"Awas saja jika Kyra sudah menjadi Istriku,jangan harap kau bisa menyentuhnya"
Kyra membulatkan kedua matanya mendengar ucapan Marvin.
"Marvin.....kau tidak boleh begitu" Protes Kyra.
"Sayang kau ingin membantahku! Marvin.
"Ck ...menyebalkan"
"Eh tunggu Sayang,Lututmu kenapa?" Tanya Marvin yang terlihat khawatir setelah melihat lutut Kyra.
"Kyra tadi hampir kesrempet motor,untung ada yang menolongnya"Kian.
"Apa?''Ujar Marvin yang kaget.
Marvin lalu berjongkok didepan Kyra memperhatikan luka calon istrinya itu.
" Udah ah,Aku tidak apa apa,Ini hanya luka kecil"Kyra.
"Jika masih sakit sebaiknya kau tidak perlu kekantor" Titah Marvin.
",,Ck....Sayang jangan berlebihan.ini akan cepat sembuh.Yasudah aku mau mandi dulu" ujat Kyra yang hendak berdiri tapi dengan Cepat Marvin menggendong tubuh Kyra.
"Sayang apa yang kau lakukan?"pekik Kyra
" Sudah diamlah Sayang....Kau harus menurut padaku kali ini"
Kian menggeleng pelan melihat sikap Marvin pada Kyra,sedangkan Icha hanya terseyum melihat kebucinan Marvin.
@@
Ini Visual Erick pratama..Maaf ya agak telat.
__ADS_1