
Kian yang masih menahan amarahnya melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi membuat Mita yang duduk disebelahnya merasa sangat takut.
Mitta sama sekali tidak berani melihat kearah Kian,Ia lebih memilih menunduk atau melihat kearah luar jendela.
Tak lama mobil yang mereka tumpangi sampai dirumah mewah Kian.
Kian dengan cepat turun dari mobil lalu membuka pintu Mita dan langsung menarik kuat tangan Mita.
"Kak lepasin Mitta Kak,kenapa Kakak membawa Mita kerumah kakak Mita kan harus bekerja" Protes Mitta yang akhirnya berani mengeluarkan suaranya.
Kian masih diam sambil terus menarik tangan Mita menuju kamarnya dilantai dua.
Mitta semakin takut dengan hawa dingin diwajah Kian.Sedangkan semua pelayan dan Bodyguard yang melihat sikap bosnya itu hanya bisa diam.
Sampai dikamarnya Kian segera mengunci pintu dan menyuruh Mitta duduk disofa dengan kasar.
Kian segera melepas jas dan dasinya lalu ia buang kesembarang tempat juga melepas sepatunya lalu menggulung kedua lengannya sampai siku sehingga memperlihatkan lengan berototnya.
Mitta menelan ludah kasar saat Kian duduk disampingnya dengan tatapan penuh intimidasi.
"Jadi itu alasannya kau menjauhi ku akhir akhir ini??" Ucap Kian dengan suara dinginnya.
Mitta hanya bisa menunduk,Ia tak berani melihat sorot mata Kian.
"Tatap mataku Mita jika aku sedang berbicara denganmu!"pinta Kian lugas.
Perlahan Mitta mengangkat wajahnya dan melihat kearah Kian.Tatapan keduanya begitu lekat.
" Aku tanya sekali lagi padamu Mit...Jadi itu alasannya kau menjauhiku?"Tanya Kian pelan.
"Iya Kak....Mit ..mita malu Kak,Mita bukan gadis baik baik Mitta kotor Kak" Ujar Gugup Mita dengan mata yang mulai berkaca kaca.
Kian sedikit tertawa reyah
"Apa kau pikir aku ini pria baik baik??"
Mitta merasa bingung dengan ucapan ambigu Kian.
"Maksud Kakak apa?Tanya Mitta lirih.
"Dulu aku juga seorang Casanova saat diluar negri,sama seperti Marvin.Semua tipe dan model wanita pernah menghangatkan ranjangku.Tapi setelah disini aku mulai menghilangkan kebiasaanku dan fokus mencari Kyra dan memimpin WIN Group.Jadi kita sama sama punya keburukan Mit,Bukan Kau saja"
Mitta sedikit terkejut karena Kian mau membuka rahasianya sendiri padanya.
"Tapi tetap saja Kak,Kita berbeda.Mita seorang perempuan yang sudah tidak memiliki sesuatu yang berharga sebagai seorang perempuan.Mita gagal untuk menjaganya dan Mita merasa sangat rendah.Tidak ada lagi yang bisa Mitta banggakan didepan suami Mita kelak Kak" Ucap.Mitta dengan air mata yang sudah menetes.
Kian tahu betul perasaan Mita saat ini dan Kian bisa melihat rasa penyesalan yang besar didiri Mita.
"Sudah kukatakan Mita kita sama sama memiliki keburukan dan kekurangan jadi apa salahnya jika kita saling menerimanya dan berusaha untuk saling mengerti satu sama lain.Bukankah aku pernah bilang ,Kita jalani dulu saja hubungan ini"
Deg......
Mita seakan tak percaya Kian masih bisa berbicara seperti itu padanya.Meskipun tak bisa dipungkiri hati nya merasa bahagia tapi dibenaknya Mitta semakin merasa minder dan rendah didepan Kian.
Mita spontan menggelengkan kepalanya cepat.
"Tidak perlu Kak.....Mita tidak pantas untuk Kakak,,Kakak bisa mendapatkan wanita yang lebih sempurna dari Mita.." Mita mencoba berdiri tapi tangan Kian dengan cepat menarik pinggangnya.
"Mau kemana kamu?Aku belum selesai bicara Mit"Ujar Kian dengan wajah datar.
__ADS_1
" Mit Mita harus pergi Kak....Pembicaraan kita sudah selesai Kak"ujar Gugup Mita.
Kian sudah menatapnya tajam.
"Kamu tetap disini...Aku tidak akan membiarkanmu menghindari aku lagi Mit"
"Kak,Mita mohon,Biarin Mitta pergi.Jangan membuat Posisi Mita semakin sulit.Justru ini akan membuat Mita sulit melupakan Kakak.Mulailah mencari wanita yang pantas untuk Kakak.Jangan peduli lagi pada Mita Kak" ujar Mita penuh permohonan karena ia sadar betul akan keadaannya.
Kian tergelak"Jadi Setelah kau dengan lancangnya mengganggu hidupku dan memperlihatkan perasaanmu padaku,Sekarang kau mau pergi begitu saja Mit...Berani sekali Kau...Jangan harap aku melepaskanmu!"Ujar Kian tegas dengan sorot mata Tajam.
Kian lalu berdiri menarik tangan Mita menuju ranjangnya.Mita yang terkejut hanya diam tanpa bisa melawan.
"Temani aku tidur Siang"Titah Kian yang tak bisa dibantah.
Kian lalu berbaring diRanjangnya"Tidurlah disini" Ujarnya Sambil menepuk nepuk sisi ranjangnya.
Mitta yang sudah duduk ditepi ranjang merasakan hatinya semakin berdebar dan gugup.
"Mitta gak mau Kak''Tolak halus Mita.
"Aku hanya ingin kau temani tidur siang Mit.Aku tidak akan melakukan hal diluar batas."ujar Kian.
Kian yang gemas karena Mita masih duduk diam segera menarik tubuh Mitta hingga berbaring disampingnya.
Mita yang gugup memiringkan tubuhnya membelakangi Kian dan dengan cepat Kian memeluk Mitta dari belakang.
"Kak.....Jangan seperti ini"Ujar Mitta berusaha menggerakkan tubuhnya yang sudah dalam pelukan erat Kian.
" Hmm.....Tidurlah..."ucap Kian lirih,Kepala Kian sudah berada dibelakang kepala Mita.
"Kak...." Panggil Mita lagi.
"Hmmm Apa??Oh ya katakan padaku sudah berapa lama brengsek itu mengancammu?" Tanya Kian sambil menghirup wangi rambut Mita.
"Kak,Tidak seharusnya Kakak begini pada Mita"
"Kenapa memang?Kita sama sama single bukan...Kau masih mencintaiku kan Mit?"
Deg pertanyaan yang sensitif ditanyakan Kian dengan entengnya.
Mitta terdiam,ia sangat malu jika harus mengakuinya.
"Masih Kan???" Tanya Kian lagi.
Melihat Mita terdiam membuat Kian terseyum dan merasa yakin jika gadis muda itu masih memiliki perasaan padanya.
"Asal kau tau Mitt,Aku tipe pria yang susah untuk jatuh cinta dan bagiku wanita bukan dilihat dari seberapa dia sexi atau kaya.Tapi hatinya yang tulus yang bisa membuat hatiku bergetar atau tidak." Ucap Lirih Kian yang didengar seksama oleh Mita.
"Dan kau mampu membuat hatiku bergetar Mit....." Sambung Kian.
Mitta tertegun dengan ucapan Kian.Apa itu artinya Kian juga mencintainya.
"Sekarang tidurlah dan tenangkan hatimu...aku juga sudah lelah" perintah Kian.
Keduanya sama sama diam,Kian sudah menutup matanya sambil memeluk erat tubuh Mita,Aroma bunga ditubuh Mitta memenangkan pikiran Kian yang terasa lelah.
"Kak..."Panggil Mita yang tidak bisa tidur.
" Hmmm...apa??"lirih Kian.
__ADS_1
"Apa Kakak tidak merasa jijik padaku?" Pertanyaan Yang sedari tadi ditahan oleh Mita akhirnya keluar juga.
Kian terseyum tipis dibalik ceruk leher Mita yang harum.
"Kalau Aku merasa Jijik aku tidak akan memelukmu seeerat ini Mit"
"Apa Kakak tidak membenciku atau kesal padaku?" Tanya Mitta lagi.
Kian mengangkat sedikit wajahnya agar bisa menatap kedua mata Mitta.
Keduanya pun beradu dengan jarak yang sangat dekat.
"Kenapa aku harus membencimu atau kesal padamu.?Lebih baik aku tahu sekarang dari pada nanti nanti"
"Ha.......?????" Ujar Mita membuka bibirnya merasa bingung.
"Sudah jangan menggodaku dengan bibir terbukamu itu Atau aku akan memakanmu"
"Kak......" Ujar Mita mendelik.
Kian kembali menyusupkan kepalanya diceruk leher Mita.
"Sudah ...tidurlah!Jangan berpikiran macam macam.Untuk sementa kau tinggal disini,agar pria bregsk itu tidak bisa mengganggumu lagi."
",Tapi Kak...", Protes Mita.
" Aku akan bilang pada ibumu dan Soal urusan Pekerjaan,aku akan bicara pada Marvin."ujar Lugas Kian.
Mita menghela nafasnya,percuma juga ia melawan.
Setelah beberapa saat Kian yang merasa Mita belum juga tidur dari hembusan nafasnnya spontan membalikkan tubuh Mita lalu mendekapnya erat.
"Tidur Mit...Oke...."
"Kalau kamu gak tidur,akan Kakak tidurin kamu,Mau???" Goda Kian.
Mita yang merasa takut dan gugup langsung memejamkan matanya.
Kian terseyum puas melihat Mita akhirnya menurut padanya.
Kian meletakkan kepala Mita didada bidangnya dan memeluk tubuh itu dengan erat.
Sungguh ini pengalaman pertama Mitta bisa tidur seranjang dengan Kian,ditambah lagi mendapat pelukan hangat dari pria tampan itu.
Hati Mita merasa sangat bahagia,Sejenak ia bisa melupakan rasa kecewanya pada dirinya sendiri.
Ada rasa nyaman dan damai yang tak bisa ia pungkiri.Meski pikiran dan perasaannya seakan bertolak belakang.
Mitta seakan meminta agar waktu berhenti agar momen indah ini tak bisa berakhir.
Kian yang merasa nafas Mita sudah teratur dan itu tandanya Mita sudah tertidur pulas,Semakin mengeratkan pelukannya.
"Entah kenapa aku tidak bisa marah atau membencimu Mit,Aku terkanjur nyaman berada didekatmu" Gumam Kian lalu menundukkan wajahnya mendekati wajah Mita.
Cupp....satu kecupan dikening Mita lembut.
"Tidurlah dan mimpi indah my litle girls"
Ucap lirih Kian lalu ikut terlelap dalam alam bawah sadar.
__ADS_1
Tak bisa dipungkiri Kian memang baru merasa nyaman dan tenang jika berada didekat Mita.Dan Kian seakan tak bisa jauh dari gadis 19 tahun itu.Apalagi melihat sorot mata Mita yang seakan begitu tulus padanya membuat Kian semakin tidak bisa membenci Mita apalagi melupakan gadis itu.Apa dia sudah terkena virus cinta...Entahlah....!
Yang jelas saat ini dibenak Kian,hanya ingin menjalani semuanya dengan perlahan..Jika benar ada Cinta dihatinya biarkan itu yang akan menuntunnya untuk lebih dekat dengan Mita.