
Sebelumnya Author mau minta maaf jika alur ceritanya tidak terfokus pada Kyra dan Marvin...karena sebenarnya kisah mereka sudah selesai waktu part 1 dan di part 2 ini Mereka masih menjadi tokoh utamanya tapi juga menceritakan kisah cinta tokoh tokoh lain...Harap dimaklumi ya...Matur swun... π
βοΈβοΈβοΈ
Hari berlalu.
Kesehatan Mama Siska berangsur pulih meski ia masih berada DiRumah sakit.Icha dengan sabar dan Tulus merawat mertuanya itu.Membuat Mama Siska semakin menyadari kesalahannya dan menyesalinya.
Hatinya kini benar benar sudah mau terbuka menerima Icha sebagai menantu nya.
Sedang duduk diSofa, Gio melihat senyuman diwajah sang mama pada sang istri.Seyum tulus yang muncul karena kebaikan dan ketulusan hati Icha.
Gio merasa begitu lega karena sang mama terlihat sudah benar benar mau menerima istrinya.
Dikantor AR group.
Cleo datang kekantor sang suami untuk makan siang seperti biasa,Namun baru saja sampai didepan ruang meeting, langkahnya terhenti.
Cleo melihat Erick sedang berbincang dengan seorang wanita cantik yg merupakan klien dari luar negri.
Keduanya terlihat begitu akrab dan Erick terlihat juga tersenyum pada wanita itu.
Senyuman itu seakan berbeda untuk Cleo,mengingat Sang suami yang jarang tersenyum pada orang lain.
Tatapan mata wanita itu juga terlihat berbeda pada suaminya.
Kali ini Cleo merasa cemburu melihat keduanya dan ia sekaligus merasa marah.Ia tak rela melihat sang suami dekat dengan wanita lain.Cleo benar benar sudah menyadari bahwa dirinya sudah mencintai Erick sepenuh hati.
Roy yang baru saja datang melihat Cleo yang berdiri terdiam didekat pintu masuk ruang meeting,Ia mengikuti arah pandang Cleo dan dengan cepat ia tahu apa yang ada di pikiran istri bos nya itu.
"Selamat siang Nona Cleo,Kenapa anda tidak langsung masuk saja!"Sapa Roy yang mengejutkan Cleo.
"Ekhmmm,Aku takut menganggu mereka!"jawab Cleo gugup.
Roy Terseyum tipis"Tuan tidak mungkin merasa terganggu dengan kehadiran anda.Tuan saat ini sedang bersama Nona Sindy Wang.Dia investor dari Cina yang sudah lama bekerja sama dengan AR Group"jelas Roy.
Cleo mengangguk"Mereka terlihat begitu akrab,Lebih baik aku menunggu diruangan suamiku saja,Permisi Kak!"Pamit Cleo lalu pergi keruangan sang suami.
Setelah Cleo berlalu,Roy segera masuk menghampiri Sang bos yang sedari tadi tidak mengetahui keberadaan sang istri diluar ruangan.
"Maaf Tuan,Sebaiknya anda segera keruangan anda karena Istri anda sudah menunggu Disana!"bisik Roy yg membuat Erick terkejut dan heran.
Ia menatap Roy dengan mengangkat satu alisnya,dan Roy paham dengan maksud tatapan bosnya.
"Sepertinya Istri anda sudah salah paham dan cemburu Tuan!"bisik Roy lagi membuat Sindy bingung.
Erick seketika terseyum simpul dan menatap Sindy."Sepertinya aku harus segera menemui istriku Nona Sindy,Tadi dia melihat kita dan kurasa dia sudah salah paham!"
Sindy yang baru mengetahui jika Erick sudah menikah sontak terkejut dan merasa kecewa karena ia menaruh hati pada CeO AR group tersebut"Jadi anda sudah menikah Tuan Erick,kenapa tidak mengudangku?"
"Maaf pernikahan ku hanya dilakukan secara sederhana dan dihadiri keluarga serta kerabat ku saja karena itu permintaan istriku.Dan Istriku sekarang sedang hamil!"
Penjelasan Erick semakin membuat Sindy tersadar bahwa ia harus memupus perasaan nya pada Erich"Wah selamat kalau begitu,kau akan menjadi ayah.Yasudah aku pergi dulu, Temui lah istrimu dulu.!"
Erick terseyum dan mengangguk "Terimakasih atas pengertianmu Nona Sindy"
Keduanya lalu berjabat tangan.
Setelah Sindy pergi,Erick segera berjalan cepat menuju ruangannya.
Saat masuk ia melihat sang istri sedang berdiri melamun didepan dinding kaca,menatap langit yang nampak cerah"Sedang memikirkan apa hmmm?"Tanya Erick yang dengan cepat memeluk tubuh Cleo dari belakang,mencium rambut panjang sang istri yang harum.
Cleo merasa kan kehangatan dan Kenyamanan saat berada dipelukan Erick tapi ia masih merasa kesal dengan pemandangan tadi.
"Kenapa diam?"heran Erick yang tak mendengar Jawaban Sang Istri.
Erick yang gemas mulai menciumi tengkuk leher Cleo yang putih membuat Cleo mulai risi"Erick hentikan..!"
"Kenapa?Cemburu?"tanya Erick yang semakin mengeratkan pelukannya sambil mengusap perut Cleo yang sudah membuncit diusia kehamilan yang mau menginjak lima bulan.
__ADS_1
"Begini ya resikonya memiliki suami seorang CEO,yg setiap saat bertemu dengan wanita wanita cantik dan seksi.Apa kau menikmati nya?"tanya Cleo yg membuat Erick terseyum.
"Sayang jangan berpikiran macam macam,Sudah aku katakan,mereka hanya relasi Bisnisku saja tidak lebih.Secantik apapun mereka,hati dan pikiran ku hanya untukmu dan baby kita.Jadi kumohon hilangkan semua ketakutan dan pikiran burukmu.Percalah padaku, oke!"ujar Erick yang sudah membalikkan tubuh Cleo,menatap lekat kedua manik mata Cleo yang berwarna coklat.
"Apa diantara mereka tidak ada yang menarik perhatianmu?wajah cantik dan tubuh indah mereka bukankah godaan yang besar untukmu?"tanya Cleo mengalihkan pandangannya.
Jujur ia masih malu dan gugup jika harus berlama lama menatap mata Erick.
Erick begitu suka jika Cleo bersikap seperti ini padanya.
Cup .....satu kecupan kilat dibibir Cleo
"Aku lebih tergoda dengan ini"tunjuk Erick kebibir Cleo.
Tentu saja itu membuat Cleo merasa senang dan sekaligus malu,Pipinya merona dan itu bisa dilihat jelas oleh Erick.
"Ck..Mulai cium cium lagi!"decak Cleo.
"Kenapa memang,Apa kau tidak suka?Jujur saja bibirmu ini canduku!"ucap Erick apa adanya.
"Jangan gombal Erick,Ayo makan,aku sudah lapar!"Ucap Cleo yang hendak melangkah tapi ia terhenti saat Erick menyentuk kedua bahunya agar mereka bisa saling menatap.
"Kau harus percaya padaku Cleo, Dimana pun aku berada,hatiku sudah menjadi milikmu!"
Cleo melihat kesungguhan Dimata Erick yang berkata begitu serius.
Cupppp,...Erick mencium kening Cleo lembut dan lama.
"Aku mencintaimu Cleora Gamilla,Apa kau juga mencintai ku?"
Seketika Cleo merasa gugup,Meski sudah hidup bersama Erick selama empat bulan,belum sekalipun ia menyatakan perasaannya pada Erick dan itu membuatnya malu untuk berkata jujur.
Erick masih menunggu Jawaban Cleo yang terdiam.
Hingga saat Cleo mengangguk pelan ,saat itu juga Erick terseyum lebar dan merasa lega.Erick memeluk erat Cleo"Aku akan berusaha untuk membahagiakanmu dan anak kita,jadi mulai sekarang kau harus percaya sepenuhnya padaku!"
"Okey aku janji!"
"Ayo makan aku sudah lapar!"ajak Cleo melerai pekukan Erick.
"Ayo ..Semakin gemuk dirimu semakin aku suka!"Ujar Erick spontan membuat Cleo melirik nya tajam.
"Kenapa,Kau suka melihatku gendut ya?lalu kau bisa bersama wanita wanita seksi diluar sana!"ketus Cleo.
Erick tertawa reyah"Bukan itu.."Erick mendekat kan bibirnya ketelinga Cleo."Karena kau akan semakin empuk saat diranjang"
Buhggg.....Spontan Cleo yang malu memukul bahu Sang suami.
"Hilangkan pikiran mesuummu itu,ini kantor!"
Erick semakin ingin menggoda Cleo yang masih saja bersikap malu dan ketus."Jadi jika dirumah aku bebas kannn??"
"Erick......."Ujar Cleo kesal.
Erick yang gemas mengacak rambut sang istri"Kau semakin membuatku gemasss sayang"
"Mau makan atau mau bicara terus?"tanya Cleo menatap Erick tajam.
"Suapi oke!"pinta manja Erick.
Akhirnya Cleo pun menyuapi sang suami.
"Sayang"panggil pria itu sambil mengunyah.
Cleo menatap Erick lekat"Apa?"
"Nanti malam berapa ronde?"konyol Erick .
Cleo yang kesal reflek mencubit paha Erick keras"Bisa diam tidak!"
__ADS_1
"Auwww auww sayang Sakittt,ok ok aku akan diam!"ujar Erick kesakitan.
Erick masih saja bisa tersenyum melihat wajah Cleo yang terlihat malu dan kesal.Pria yang masuk dalam jajaran pembisnis hebat di Thailand itu merasa senang jika melihat ekspresi wajah sang Istri jika cemburu atau kesal.
Di tempat lain,Di WIN group.
Siang itu Kiral datang Kekantor sang Dady ditemani Sita,Bocah tampan itu ingin melihat kesibukan sang Dady dan tentu saja Mita mengijinkannya,lalu meminta Sita untuk menemani sang putra.
Sebenarnya Sita ingin menolak karena ia tak ingin bertemu Gin dulu,Namun ia tidak enak jika menolaknya.
Karena sejak kejadian malam itu Sita berusaha untuk menghindari Gin,Ia tak ingin bertemu Gin dulu sampai ia merasa lebih baik.
Sedangkan Kiral memang suka pergi kekantor sang Dady hanya untuk sekedar melihat sang Dady bekerja.
Dengan diantar supir pribadi dan bodyguard keduanya sampai diloby dan langsung menuju lantai 30 tempat dimana ruangan Kian berada.
Sita yang baru saja keluar dari Lift bersama Kiral menghentikan langkahnya saat melihat Gin sedang berbicara dengan seorang karyawan wanita.
Gin terlihat serius dan tegas dengan staff wanita itu, Membuat aura kepempimpinan Gin semakin terlihat.Dan itu membuat Sita semakin merasa kagum dengan sosok Gin tapi hatinya kembali berdenyut jika mengingat perkataan Gin malam itu.
Pandangan Mata Sita semakin lekat saat datang seorang manager Wanita yang menghampiri Gin dan membuat pria itu sekilas terseyum tipis.
Sita tidak tahu jika wanita itu adalah tangan kiri Kian jika dikantor selain sosok Gin yang menjadi tangan kanannya.Hingga membuat mereka dekat.
Namun senyuman itu membuat hati Sita menangis,Seyum yang tidak pernah ia lihat sebelumnya,bahkan sejak berada Dikediaman Wiratama,Sita belum pernah melihat Gin terseyum.Apalagi melihat kedekatan mereka berdua Sungguh Sita merasa sakit dan cemburu melihat Gin bersama wanita itu.
Sita semakin merasa sedih setelah ia menyadari,ia bukanlah wanita yang bisa membuat Gin terseyum.Dengan sekuat hati ia berusaha menahan air matanya untuk keluar.
Kiral yang paham itu,menatap Sita dengan pandan iba,Meskipun usianya masih kecil tapi ia termasuk anak yang sensitif dan perasa.
"Kak jangan dilihat,Ayo kita lanjut jalan!"Ajak Kiral menggandeng tangan Sita yang lamunannya buyar.
Gin yang baru menyadari kedatangan Kiral bersama Sita terkejut lalu segera menghampiri.
Tentu saja itu membuat Sita merasa gugup.
"Tuan muda mohon tunggu 10 menit lagi ya,Dady Tuan muda sedang meeting"Ujar Gin menatap Kiral lalu menatap Sita sekilas.
Kiral menganguk pelan"Ok Uncle aku akan menunggu diruangan Dady!"
"Apa tuan Muda ingin saya pesankan makanan?"Tawar Gin.
"Tidak Uncle,Nanti saja.Ayo Kak Sita kita keruangan Dady!"Ajak Kiral langsung menggandeng jemari Sita.
Sita yang tidak mampu menatap Gin berusaha mengalihkan pandangannya dan menurut saja saat Kiral menarik tangannya.
Tanpa berucap sedikit pun Sita menatap Gin sekilas sambil mengangguk lalu pergi bersama Kiral keruangan Kian.
Kiral tahu jika Sita merasa tidak nyaman berada didekat Gin.
Sedangkan Gin hanya terdiam,Ia semakin merasa Perkataannya pada Sita malam itu sudah keterlaluan.Melihat Sikap Sita yang berubah menjadi pendiam dan seakan tak mau menatapnya membuat Gin merasa bersalah dan bingung harus bagaimana.
Ingin meminta maaf tapi rasa angkuh nya terlalu besar dan ia tidak ingin melukai hati Sita terlalu dalam lagi.
Sementara Sita didalam ruangan Kian terlihat hanya diam melamun.
Bertemu dengan Gin lagi membuat hatimu semakin tak karuan.Pasalnya selama beberapa hari ini sekuat tenaga Sita mencoba untuk menghindari sosok Gin,Namun justru hari ini ia harus bertemu lagi dengan pria dingin yang membuat hatinya sakit.
πΊπΊπΊ
Uftttt panjang bgt....
Diantar untuk yg kangen sama Erick dan Cleo ya ..
Trus Author tuh pengen bikin kisah Gin dan Sita sampai kalian baperr,mewek dan emosi....
Gak tau ya Tiap nulis part Sita,Author tuh rasanya sedih.
Maaf ya jika ada kekurangannya...π
__ADS_1