
Siang ini Kyra akan pergi keButik untuk memasan gaun pernikahannya.
Didalam mobil Kyra sudah duduk bersama Mamy Jia.
Sampailah mereka didepan sebuah gedung butik yang terlihat mewah berlantai tiga.
Kedua wanita cantik berbeda generasi itu langsung disambut oleh palayan butik saat memasuki butik.
"" Selamat datang di butik Gold beauty Nyonya dan Nona"
"Dimana Ivan aku sudah ada janji temu dengannya" Ujar Jia yang memang sudah mengenal sang desainer pemilik butik.
Mata Kyra sedari tadi dibuat takjub dengan jejeran Gaun pengantin yang indah indah tergantung disudut sudut butik.
"Mari saya antar,Tuan Ivan ada dilantai dua"
Jia dan Kyra mengikuti langkah pelayan itu kelantai dua.
Seorang laki laki berubuh tinggi subur dengan gaya lentiknya sudah terseyum kearan Jia dan Kyra.
"Hallo Mam's Jia...makin cantik aja" sapa Ivan sang desainer lalu memeluk tubuh Jia.
"Hallo Juga Ivan,Kamu bisa aja"
Ivan melepas pelukannya lalu melirik kearah Kyra yang terseyum manis padanya.
"Siapa gadis cantik dan imut ini mam's?"tanya Ivan dengan gaya centilnya.
",Dia calon menantuku Ivan" Ujar Jia.
Ivan spontan menutup mulutnya.
"Opsss jadi ini calon istri Marvin.......beruntung sekali pria tua itu mendapat gadis belia cantik seperti ini" Ujar Ivan yang memang sudah mengenal Marvin.
Kyra terseyum melihat Ivan menghina Marvin.
"Meski dia tua,Tapi bagiku dia sangat tampan Kak" Ujar Kyra.
"Ck.....Sepertinya kau ini sudah cinta mati ya sama pria tua itu.Ngomong ngomong siapa namamu cantik?"
"Namaku Kyra Kak"
"Hmm nama yang cantik."
"Ivan mana koleksi gaun pengantin terbarumu?Pinta Jia.
" Okey Mam's Mari aku tunjukkan"Ivan lalu mengajak Jia dan Kyra kesebuah ruangan yang luas dengan banyak elatase lemari yang berisi banyak gaun pengantin dengan harga fantastis tentunya.
"Cantik kau pilih saja yang mana seleramu,Yang kau suka tentunya.Ini semua gaun terbaruku" Ujar Ivan sambil menunjukkan satu lemari besar kearah Kyra.
Kyra mengamati dan melihat satu persatu gaun gaun itu.
Setelah beberapa saat memilih milih,Akhirnya pilihan Kyra jatuh pada sebuah gaun putih dengan potongan dada yang tidak terlalu rendah dengan lengan tranpasaran diatas siku,Dengan bagian tubuh yang ketat sedangkan dari pinggul kebawah menjuntai lebar.Gaun itu nampak indah dan mewah dengan taburan hiasan batu swaroski berwana merah hijau dan biru yang kecil kecil dibagian dada dan perutnya.
"Kau pintar memilih Cantik" Puji Ivan.
"Iya ini sangat Cantik Sayang" timpal Jia.
Dengan bantuan para Pelayan,Kyra diajak kesebuah ruangan untuk mencoba gaun mewah itu.
"Maaf My,Marvin baru datang.Dimana Kyra?" Tanya Marvin yang baru saja datang.
Para Karyawan seakan terpesona dengan sosok Marvin yang tampan,cool dan berkarisma.
"Dia sedang mencoba gaun pilihannya Sayang" Jawab Jia.
"Hehh Pria tua pakai jimat apa dirimu sampai bisa mendapatkan calon istri semuda itu.Bukan hanya muda,dia cantik dan imut sekali" Sindir Ivan pada Marvin.
__ADS_1
Marvin teryaw renyah.
"Tutup mulutmu...aku tidak pernah memakai jimat,Hanya saja aku beruntung,Dia itu sangar mencintaiku.Aku kan sangat tampan."
Sarkas Marvin.
"Cihhhhh ..percaya diri sekali kau pria tua"Ujar Ivan kesal.
" Berhenti mengataiku pria Tua,Banci..."Ujar Sarkas Marvin lagi.
Srettttttttt......
Perdebatan mereka terhenti saat Kyra muncul dari balik tirai.
Glek......
Semua mata tertegun melihat Kyra,Apalagi Marvin yang seakan tak bisa berkedip dan susah untuk menelan salivanya.
Marvin begitu terpesona dengan Kyra yang terlihat sangat cantik,Anggun,sexi dan menawan.Sungguh Marvin merasa sangat beruntung bisa memperistri seorang Kyra,Gadis muda yang baru berusia 18 thun.
**Apa dia sungguh gadis kecil yang kutolong dulu??**Gumam Marvin dalam hati.
Jia terseyum melihat ekspresi Marvin yang sangat terpesona dengan Kyra.
"Beautiful......" Pekik Ivan yang membuat lamunan Marvin buyar.
"Kenapa kau melihatku seperti itu?Apa ini terlalu berlebihan?" Tanya Kyra saat susah berjalan pelan dan berdiri didepan Marvin.
"Kau sangat sangat Cantik Sayang....Sempurna.Aku tidak sabar untuk segera menikahimu"
"Ck...Gombal...."
"Sayang kau begitu cantik mengenakan gaun ini.Mamy rasa hanya tinggal memolesnya sedikit" Ujar Jia.
'Iya Cantik.Jika kau sudah mantab memilih inj,Aku akan merapikan dan.memoles beberapa bagian,agar lebih pas kau pakai"ucap Ivan.
"Bagaimana apa ini sudah cocok untukku?Tanya Kyra pada Marvin.
Marvin memandang Kyra dengan tatapan lekatnya,Membuat Jia dan Ivan merasakan aura cinta sangat pekat menguar.
"Sekarang giliran Kau Marvin untuk mencoba tuxedo mu" perintah Jia.
Marvin menurut untuk mencoba jas pernikahannya.
Tak lama Marvin muncul.
Kini.giliran Kyra yang dibuat tertegun oleh calon suaminya itu.
Marvin terihat sangat tampan,Cool,Keren,berwibawa serta sangat gagah dengan balutan Jas mahal putih bergaris hitam yang pas melekat ditubuh Atletisnya.
"Sudah puas belum melihat ketampananku?" goda Marvin pada Kyra yang masih menatapnya.
Kyra yang gugup seketika membuang wajahnya.
"Jangan menggoda Kyra,Marvin" Seru Jia.
"Bagaimana apa aku cocok dengan jas ini" Tanya Marvin pada Kyra.
"Hmmm ini sangat cocok untukmu.Kau terlihat sangat manly" puji Kyra.
Marvin terseyum sambil mengusap lembut kepala Kyra.
Tak lama Mereka keluar dari butik itu.
Jia pulang sendirian karena Marvin ingin mengajak Kyra kesuatu tempat.
Marvin mengajak Kyra untuk makan dulu,mengingat dirinya sedari siang belum makan.
__ADS_1
"Jadi kau belum makan?" Tanya Kyra yang terkejut saat Marvin jujur padanya jika ia tadi bellum sempat makan.
"Tadi ada urusan yang harua aku urus Sayang."
"Ck..........kebiasaan.Kau boleh sibuk Tapi jangan lupa jaga kesehatanmu juga" Nasehat Kyra.
Baru sebentar duduk,Ada seorang wanita cantik yang mendekat dan langsung mencium pipi Marvin dan menggandeng lengan kokoh Marvin.
"Marvin......aku merindukanmu"
Marvin tersentak sementara Kyra hanya diam dengan kedua matanya yang membulat.
"Keysa.......sedang apa kau disini?" Tanya marvin yang merasakan pandangan Kyra begitu tajam padanya.
"Aku sedang Makan bersama temanku"
Belum sempat Marvin menjawab Kyta sudah menghempaskan pelan tangan Keyla di lengannya.
"Maaf,Sebaiknya tangan anda dikondisikan ya?" ujar Kyra datar.
Marvin tertegun dengan sikap Kyra.
Keyla menatap sinis kearah Kyra.
"Siapa gadis muda ini Marvin" tanya Keyla bingung.
"Aku Kyra,Calon istri Marvin Kak." Ujar tegas Kyra.
Kali ini marvin terseyum tipis melihat sikap posesif Kyra.
Keyla nampak terkejut lalu.menatap Marvin.
"Iya Keyla, Dia Kyra calon istriku.Sebulan lagi kami akan menikah" Tegas Marvin.
"Kau tidak bercanda kan Marvin?Kau tertarik padanya dan ingin menikahi gadis kecil ini?"tanya Keyla yang membuat Kyra gemas.
"Usiaku sudah 18/tahun Kak.Jadi wajar aku menikah dengan Marvin,Aku masih muda dan segar jadi tidak salah kalau Marvin tertarik padaku" Sindir Kyra.
Keyla seketika marah dan langsung kembali ketempat duduknya.
"Ayo pergi dari sini,Aku sudah tidak nafsu makan disini!" Kesal Kyra lalu menarik lengan Marvin.
Saat melewati tempat duduk Keyla,Kyra meliriknya tajam dan sengaja memeluk erat lengan Marvin untuk memunjukan pada wankta kecentilan itu bahwa Marvin hanya menjadi miliknya.
Marvin terseyum simpul melihat sikap Kyra. yang sangat pencemburu dan Posesif.Pria bertatto itu merasa bahagia bisa dicintai begitu besar oleh Kyra.
Sampai mobil Kyra menghempaskan lengan Marvin kasar.
Marvin yang tahu jika Kyra sedang kesal padanya langsung memeluk tubuh Kyra.
"Maaf ya Sayang"
"Dia mantan teman kencanmu dulu kan?" tanya Kyra sinis.
"Iya...Jangan marahnya...Itu kan hanya masa lalu Sayang"
"Sebenarnya ada berapa banyak sich mantan teman kencanmu??"
Marvin terdiam,Baginya sama saja jika ia menjawab.
"Untung nya aku tuh gadis sabar,Kalau enggak udah aku tinju tuh cewek tadi" Kesal Kyra.
Marvin terseyum lalu menarik tubuh Kyra menempel pada tubuhnya.
"Terima kasih ya Sayang atas pengertianmu.Maaf jika manyakitimu.Tapi aku tidak menyangka,Gadis kecilku ini bisa tumbuh menjadi wanita yang tegas,pemberani dan sangat posesif padaku.Aku sangat bahagia bisa bersamamu.Sudah ya jangan marah...Kita kemana sekarang??" Rayu Marvin.
"Terserah,,,Yang penting kau segera makan"ujar Kyra yang sudah tidak kesal.
__ADS_1
"Okey Honey.."
Keduanya segera menuju kesebuah restoran disudut kota yang terlihat sepi dan tenang.