
**Terima kasih untuk Komen kalian ya.....disini Author hanya sekedar ingin menghibur dengan fantasi Author...Maaf jika alurnya tidak sesuai harapan kalian....
Tapi jangan bosen buat Like dan Komen ya....
Hapy Readiy gaessss....@@@
Dikediaman Wiratama**
Kyra yang sedari tadi bolak balik berjalan membuat Icha mendengus...
"Jangan mondar mandir gitu dong Ky" Protes Icha.
Kyra yang sedari tadi memikirkan jalan keluar untuk masalah Kakaknya seketika berhenti"Kak....Kyra akan coba bujuk Tante Manda buat batalin pernikahan Mita..Dan aku juga akan menemui Kak Tio..Aku curiga kenapa tiba tiba Kak Tio ngotot pengen nikah sama Mita..Kenapa gak dari dulu Kak..Kan aneh....!"Ujar Kyra menduga.
"Kakak juga merasa begitu Ky....kakak gak yakin perasaan pria itu pada Mita..."ujar Icha yang juga merasa aneh.
" Makanya besok Kyra mau temui dia"
"Kakak temani....Kakak gak mau kamu kenapa napa....ingat Ky,Kamu mau nikah." Ujar Icha mengingatkan.
"Iya Kak,tenang aja.Semoga caraku ini bisa membantu menyelesaikan masalah Mita" jawab Kyra.
"Jangan lupa bilang pada Pak.Marvin ya Ky....biar dia gak marah"Icha.
" Okey Kak"Jawab Kyra.
Sementara Kian yang sudah merasa lebih tenang setelah membuat berantakan isi ruang kerjanya terlihat sedang duduk dikursi kebesarannya sambil memegang gelas kecil Vodka.
Kian yang jika merasa marah atau emosi pasti akan menyalurkannya lewat minuman beralkohol itu.
Pandangan Kian tajam kedepan dengan pikirannya yang terasa kacau.
Gin yang mengerti akan suasana hati sang bos yang sedang buruk tetap setia menemani.
"Cari tahu semua tentang pria itu secepatnya Gin,Aku merasa ada yang tidak beres. Titah Tegas Kian lalu menyesap gelas wine ditangannya.
"Baik Bos"jawab patuh Gin.
Satu jam berlalu,Pikiran Kian masih belum tenang.Dan Gin masih menemaninya.
Kian yang masih sadar sepenuhnya tiba tiba berdiri" Antar aku kerumah Mita sekarang Gin"Titah Kian yang membuat Gin terkejut.
"Tapi ini sudah hampir tengah malam bos"Protes Gin.
"Aku tidak perduli Gin..." Sarkas Kian.
Gin menghela nafasnya,Mana mungkin dia berani membantah perintah Kian.
Segera Kian menuju mobil diikuti Gin dan beberapa pengawal Kian.
Mobil Mobil mewah itu membelah jalanan kota yang sudah terlihat sepi karena waktu sudah sangat larut.
Melihat kecemasan diwajah Gin lewat kaca Spion membuat Kian berujar.
"Tenanglah Gin,Aku tidak akan membuat keributan disana,Aku hanya ingin bicara dengannya Dan kau tahu bukan aku punya cara sendiri untuk diam diam bisa masuk kedalam kamarnya." Jelas Kian yang membuat Gin merasa lega.
Tak lama mobil mobil itu sampai dijalanan tak jauh dari rumah Mita.
Dengan beraninya Kian mengendap ngendap masuk kedalam rumah Mita.Langkahnya begitu pelan dan tak bersuara.
Tentu dengan anak buah Kian yang berjaga disekeliling rumah Mita.Dan Gin yang selalu memantau keadaan sekitar.
Pintu Kamar Mita yang ternyata tidak dikunci memudahkan Kian untuk masuk kedalam.
Mita yang sedari kepulangan Kian tadi sore terus menangis membuat matanya terlihat sangat sembab.
__ADS_1
Ia baru bisa terlelap beberapa menit yang lalu sebelum Kian masuk.
Kian perlahan mendekat dan menatap wajah sembab itu dari jarak dekat.Ada perasaan sedih saat melihat wajah mita yang sendu.
Dan tangannya tanpa sadar sudah mengusap lembut pipi Mita yang masih basah membuat gadis itu terjingkat karena merasa terkejut.
Mita membulatkan kedua matanya melihat siapa yang ada didepan matanya."Kak Kian...."Ujarnya lalu menutup bibirnya cepat.
Mita sontak terbangun"Kakak kenapa bisa ada disini"Ujar Mita bingung.
"Aku ingin menemuimu" ujar Kian menatap lekat Mita.
"Tapi Kak ini sudah malam,Pulanglah...Jika ibu tahu bisa jadi masalah besar Kak" Bujuk Mita.
" Aku tidak perduli........Apa kau menangis dari tadi?"Tanya Kian yang membuat Mita reflek mengusap pipinya.
Mita lalu berusaha berdiri dan mendorong tubuh Kian."Kak,Mita mohon.Kakak cepat pergi dari sini"
Bukannya melangkah,Kian justru mendorong tubuh Mita jatuh keatas ranjang dan tubuh Kian menindihnya.
"Kak....."Lirih Mita tercekat saat ia berada dibawah kungkungan tubuh kekar Kian.
" Diamlah...Aku hanya ingin bersamamu dulu"Ujar Kian dengan pandangan lekatnya.
Mita seakan terbius oleh pandangan mata Kian dan semakin lama wajah Kian mendekat tanpa Mita sadari.
Kian perlahan mendaratkan bibirnya tepat dibibir tipis Mita.
Kedua mata Mita membulat,tubuhnya menegang dan seakan lemas tak bisa melawan.
Kian mulai menciumi bibir Mita lembut,menyesap dan ********** hingga ciuman itu semakin dalam.
Kian menyatukan jari jemarinya dengan tangan Mita.Keduanya seakan terbius oleh api asmara yang selama ini mereka simpan.
Mita seakan terbawa oleh arus gelora asmara ciuman Kian.
Kian yang sudah puas melepas pagutannya dan tatapan lekatnya mengunci pandangan Mita.
"Aku Mencintaimu Mit"lirih Kian.
Deg..........
Satu ucapan yang tak pernah Mita duga.
Jantung Mita berdetak cepat,Hatinya berdesir kuat.
Tidak dapat dipungkiri ia sangat senang mendengarnya tapi seketika ia berkaca pada dirinya.
"Kak....Apa yang kakak katakan....Mita tidak pantas untuk Kakak.Kakak bisa dapetin wanita yang lebih baik dari Mita Kak.'',Ujar Mita yang masih berada dibawah tubuh Kian.
Cup....satu kecupan kilat dibibir Mita membuat gadis itu terdiam.
",Siapa bilang kau tidak pantas untukku??Apa kau pikir aku ini pria baik?" Ujar Kian ambigu.
"Apa maksud Kakak?" Bingung Mita.
Kian terseyum lembut lalu mengusap pipi Mita.
"Kau dengar aku juga pria brengsek Mit....Akan kukatakan rahasia ku padamu.Bahkan Kyra saja tidak tahu hal ini" Ujar Kian.
Mita mencoba mendengar pengakuan Kian.
"Aku pernah menghamili seseorang Mit...Dan anak itu tumbuh besar sekarang dan tinggal di Inggris..Dia laki laki dan Usianya sudah 7 tahun.Dan itu adalah kesalahan masa laluku Mit."
Deg...,.....
__ADS_1
Sebuah rahasia besar yang baru saja Kian akui.....
Mita seakan tercekat tak pernah ia duga jika Kian sudah memiliki seorang putra.
"Jadi aku bukanlah pria baik Mit.....Kita sama sama punya kekurangan." Ujar Kian.
",Tapi Kak...." Ujar Mita terpotong.
"Apa kau sudah tidak mencintaiku lagi Mit??"Tanya Kian dengan pandangan lekatnya.
Seketika air mata Mita mengalir,Ia tak mampu menjawab.
Kian menciumi kedua mata Mita bergantian dengan penuh perasaan.
"Aku sudah tahu jawabanmu Sayang.."
Mita terkejut mendengar Kian memanggilnya Sayang.
"Kak....ini tidak akan mudah" Lirih Mita.
"Kau percaya padaku kan???"
Mita terdiam.
"Kau dengar,,Aku akan melakukan apapun untuk membatalkan pernikahanmu.Aku punya cara sendiri untuk menangani pria itu...Jika tidak aku akan segera menikahimu"
Mita meggeleng pelan.
''Kenapa hmmmm....Apa kau tidak mau menjadi istriku???"Tanya Kian.
Mita tak bisa menjawab lagi.
Dan Kian tahu ada rasa kekhawatiran dimata Mita.
"Aku akan berusaha keras menyakinkan ibumu..Kau cukup percaya padaku....." Ujar mantap Kian.
"Kakak yakin?" Tanya Mita bimbang.
"Kau meragukan perasaanku Sayang?" tanya Kian mengangkat kedua alisnya.
Melihat Mita terdiam saja membuat Kian gemas lalu mencium kilat bibir tipis itu lagi.
"Kak..kok jadi cium cium gini sich....." protez Mita.
Kian tertawa ringan"Aku ketagihan Sayang..Sudah ayo kita tidur."
Kian lalu merebahkan tubuhnya disamping Mita lalu memeluk tubuh Mita dari belakang dengan erat.
"Kak.....pulanglah...Nanti ibu tahu.."suruh Mita.
" Ada Gin yang berjaga....Tidurlah...Aku akan pergi jika kau sudah tidur"Ucap Kian mencium puncak kepala Mita lalu memeluknya erat.
Mita hanya bisa menurut.Kenyamanan yang Kian berikan membuatnya tenang dan terlelap.
Kian terseyum tipis mematap wajah ayu itu yang sudah terlelap.
Cup......Satu kecupan dikening Mita.
Kian lalu merapikan selimut Mita.
"Selamat tidur sayang...Aku pergi dulu" Ujar Kian lalu segera beranjak dari kamar itu.
Kian menghela nafasnya saat sudah berada didalam mobil.
Ia sudah memikirkan cara untuk menghadapi mantan Mita dan ibu Mita besok.
__ADS_1
Kian juga merasa lega,Mita menurut padanya dan akhirnya ia bisa membuka rahasia yang selama ini ia tutup rapat dihadapan wanita yang ia cintai.