
Semakin hari Keadaan Kyra sudah lebih baik.Ia sudah tidak menggunakan kursi roda lagi tapi Marvin dengan tegas selalu mengingatkan untuk pelan berjalan dan tidak melakukan kegiatan berat apapun.
Kesediaan Icha sudah banyak berkurang dengan Kehadiran Gio yang setiap hari selalu menyemangatinya.
Icha yang sudah masuk kerja,Sore itu menunggu jemputan Gio yang seperti nya agak terlambat datang.
Gadis pendiam itu tak menyadari jika sedari tadi ia sudah diawasi oleh beberapa pria yang mengenakan kacamata hitam dan jaket.
Menjelang malam Gio belum datang juga karena meeting pentingnya belum usai,Icha pun memilih untuk memesan taksi online.
Namun sebelum mobil taxi pesenannya datang,Sebuah mobil Van hitam mendekati Icha.
Icha yang awalnya bingung seketika terkejut saat dua orang pria berkacamata hitam turun dan ingin menangkap ya.
Icha yang tau itu segera berlari sebelum orang orang itu berhasil menyentuh nya.
Gadis manis itu berlari sangat kencang dengan nafas yang memburu dan keringat yang sudah bercucuran.
Kedua orang itu masih mengejar dan memburu icha.
Gadis itu terus berlari dan berlari.
Icha yang sudah lelah memilih bersembunyi digang sempit dan masuk di sebuah bekas gudang yang sudah tidak terpakai.
Tubuh Icha yang berjongkok balik tong besar begitu gemetar ,Air mata nya sudah mengalir deras.Ia begitu takut.Ia ingin menghubungi Gio tapi sial ponselnya lowbet.
"Bersembunyi dimana kau gadis cantik,Jangan lari kami hanya ingin bermain denganmu"Ujar Satu orang preman itu yang sudah berhasil mengejar Icha.
Pria tinggi besar itu mengeliling melihat setiap sudut ruangan kotor,remang dan usang itu.Dan tak lama satu orang rekannya datang.
Icha yang hampir menangis sesegukan dengan cepat menutup mulutnya.Rasa takutnya semakin besar,Ia tak bisa berbuat apa apa.Ia hanya mengharap satu keajaiban untuk menolong nya.
Suasana semakin mencekam.
Naas salah satu perman itu pun mengetahui keberadaan Icha dibalik tong besar.
"Mau lari kemana lagi kau gadis cantik"Ujar salah satu preman itu,sontak membuat Icha berteriak karena pundaknya tersentuh.
"Ka..kalian siapa...ap mau kalian?ujar Icha terbata karena gugup dan rasa takut yang begitu besar.Icha berjalan mundur pelan hingga menabrak dinding gudang tersebut.
Kedua preman itu terseyum licik dan saling menatap.
"Kau tak perlu tau siapa kami gadis cantik,yang jelas kami hanya ingin bermain denganmu,Menurutlah dan kau akan merasakan nikmat yang tak pernah kau rasakan"ujar Seorang preman dengan tubuh penuh tatto nya.
Icha menggeleng cepat"Jangan berani menyentuh ku atau kalian akan menyesal"Air matanya semakin deras mengalir.
Namun dengan cepat seorang preman menarik lengan Icha hingga gadis itu terjatuh dan merasakan nyeri disiku tangannya yang berdarah karena terbentur lantai.
Icha yang mau berdiri tapi ternyata tangannya sudah dipegang oleh preman itu.
Dan seorang lagi mulai mencoba membuka dan menarik pakaian Icha.
Icha yang menangis mencoba berontak sekuat tenaga tapi tenaganya sungguh jauh dibawah para preman itu.
"Jangan kumohon jangan lakukan itu"teriak Icha yang sangat ketakutan.
Ia tak pernah menyangka sebelumnya jika nasibnya akan setragis ini.Mahkota yang ia jaga selama ini akan direnggut paksa oleh penjahat berhati iblis seperti mereka.
Sregggggg.......
__ADS_1
Baju Icha pun sobek karena tarikan yang kuat dan memperlihatkan baju dalam Icha disertai kulit putih mulus Icha yang semakin menggoda para preman itu.
"Jangannnnnn"Teriak Icha saat mereka berhasil menarik celana panjangnya.
Sekarang terpampang jelas tubuh mulus Icha yang hanya tinggal mengenakan dalaman saja.
Kedua mata preman itu tentu saja semakin berbinar.
Icha semakin memberontak saat salah satu dari mereka mulai mencumbui tengkuk dan dadanya.
Icha yang sudah lelah terus berusaha untuk memberontak,Namun disisi lain ia pun sudah pasrah.
"Wah dia sangat **** bos"ujar Seorang preman yang memegang kaki Icha.
"Kau benar,Aku tidak sabar menikmati nya"jawab pria bertato itu.
Icha menggeleng cepat melihat pria itu mulai menarik bra-nya.
"Jangannnn...aku mohonnnn"jerit Icha.
Namun mereka tak mendengar jeritan
Icha,dan tetap saja mencoba mencumbui Icha dengan bringas.
Brakkkkkk........Suara pintu gudang itu terbuka lebar menampakkan sosok Gin yang sudah terluka di bagian tangannya dengan sorot mata yang sangat menakutkan.
Gin yang melewati BR group tadi tidak sengaja melihat Icha berlari kencang.Dengan sigap ia memerintahkan anak buahnya untuk membantu mengejar Icha dan mengabari Kian.Gin berlari kencang dan sempat kehilangan jejak Icha.Dengan dibantu satu orang anak buahnya ia mengitari satu persatu tempat sepi itu dan barulah mereka menemukan sebuah gudang kosong yang ternyata diluar ada satu orang preman yang menjaganya.
Gin sempat menghajar satu preman tadi hingga tangannya terluka.
"Lepaskan gadis itu Breng...k!"Teriak Gin yang membuat kedua preman itu menoleh dan terkejut.Sedangkan Icha akhirnya merasa lega,masih ada keajaiban untuknya meski jujur ia sangat malu melihat tubuhnya sekarang yang hampir telanjang dihadapan Gin.
"Sepertinya kau sudah salah memilih lawan,,Cepat lepaskan gadis itu!"teriak Gin yang sudah bersiap menyerang.
"Jangan bermimpi,Tinggal sedikit aku bisa menikmati gadis cantik ini.Lihatlah dia begitu **** kan..hahaha!"Tawa bos preman itu sambil mencengkram kan lengannya di leher Icha.
"Lepaskan dia atau aku akan membunuh kalian !"Ujar Gin geram.
"Coba saja hadapi kami dulu!"ujar preman itu dengan mengeluarkan sebuah senjata tajam.
Satu preman mulai memukul Gin,sementara sang bos masih mencengkeram leher Icha yang merasa takut jika Gin terluka.
Dengan gerakan gesit dan lincah,Gin mulai bertarung dengan preman itu.tubuh nya yang atletis dan memiliki ilmu beladiri yang handal membuat Gin dengan mudah mengalahkan anak buah preman itu.
Melihat anak buahnya tumbah,sang bos preman tak tinggal diam.Ia menyerahkan Icha yang terlihat lemas pada anak buahnya lalu menghadapi Gin sendiri.
Adu pertarungan sengit pun dimulai,Sang Bos preman yang juga memiliki ilmu beladiri yang hebat cukup mampu mengimbangi perlawanan Gin yang sudah terbakar amarah.
Icha hanya bisa menangis dan berdoa,semoga Gin tidak terluka.
Icha kini dengan jelas bisa melihat begitu besarnya pengorbanan Gin untuknya.Perasaan yang selama ini Gin pendam kini terlihat dengan jelas.
Srettttttt,......
Kak Ginnnnn.......
Icha berteriak saat pisau tajam sang preman mengenai lengan kanan Gin cukup dalam.Membuat darah segar mengalir deras ditangan pria berotot itu.
Namun Gin semakin menggila,ia tak menghiraukan rasa nyeri dilengannya.
__ADS_1
Kedua masih terlibat duel sengit yang membuat Icha benar benar merasa bersalah pada Gin dan begitu khawatir.
Dorrrrrrrr.......
Hingga suara tembakan diudara membuat semua tertegun.
"Cepat kalian menyerah atau saat ini juga akan kutembak kalian!"Teriak Kian dengan suara lantangnya.
Api amarah juga terlihat jelas diwajah Kian yang sangat terkejut mendengar kabar dari anak buahnya tentang Icha dan Gin yang mencoba menyelamatkan gadis itu.Setelah mendengar kabar tadi,Mantan mafia itu segera bergegas menuju lokasi dimana Icha mencoba untuk dilecehkan.
Sementara Gio juga tak kalah menggila,tanpa pamit pada Klien pentingnya ia langsung pergi begitu saja,Setelah mendengar kabar yang begitu mengejutkannya itu.Gio pun segera menyusul Kian menuju lokasi.
Sampai ditempat itu,Gio sangat terpulul melihat kondisi sang kekasih yang hampir telanjang.Ia begitu marah dan emosi.Ia yang ingin mendekati Icha di tahan oleh Kian karena situasi yang sangat membahayakan untuk Icha.
Icha semakin malu dan lemas melihat pantulan dirinya dihadapan Gio dan Kian Tapi ia merasa bersyukur karena ada pertolongan yang datang untuk dirinya dan Gin.
Melihat dirinya dalam situasi tertekan,dengan kilat sang bos preman mengambil alih Icha dan meletakkan Pisau tajamnya keleher Icha yang begitu ketakutan.
"Tembak saja aku,Tapi sebelum kau menembakku aku akan membunuh gadis ini.Jadi kami akan mati bersama" ujar sang preman.
"Lepaskan Kekasihku,Sebelum habis kesabaranku Breng..k!"Teriak Gio yang baru kali terlihat begitu menakutkan.
Preman itu terseyum licik."Biarkan aku pergi dan aku akan melepaskan gadis ini.Bagaimana apa kalian setuju!"ujar Sang preman yang memang ingin melarikan diri.
"Jangan harap kau bisa pergi dari sini!"teriak Gin yang redam oleh Kian.
Kian lebih mempertimbangkan keadaan Icha saat ini yang sudah terlihat lemas dan begitu ketakutan.Kian merasa keselamatan Icha lebih penting saat ini.
Dengan isyaratnya,Kian menyuruh Gin dan Gio untuk membiarkan penjahat itu pergi dulu.
Gin dan Gio pun menurut.
Dengan masih menjadikan Icha sebagai tawanan nya,Preman itu segera berjalan keluar gudang dan masuk kedalam mobil yang ia kendarai tadi.
Setelah menyalakan mesin nya,Dengan kasar preman itu mendorong tubuh Icha ketanah dan meninggalkan begitu saja anak buahnya yang sudah tidak sadarkan diri.
Dengan sigap Gio menolong tubuh Icha dan menyelimutinya dengan jas yang ia pakai.
Gio segera menggendong tubuh Icha yang hampir pingsan menuju rumah sakit.
Sedangkan Gin hanya bisa mematung melihatnya.
"Kenapa tuan membiarkan penjahat itu lolos!"tanya Gin heran sambil menahan nyeri dilengannya.
"Keselamatan Icha lebih utama Gin,Dan aku ingin memancing siapa pelaku utamanya.Kau tau bukan maksudku?"Ujar Kian penuh makna.
"Sekarang obati dulu lukamu..Dan Gin, Terimakasih karena kau sudah menyelamatkan Icha!"ujar Kian sambil menepuk bahu Gin pelan.
Gin hanya mengangguk dan masuk kedalam mobil menuju rumah sakit.
Ia merasa begitu lega,Icha bisa selamat dari peristiwa mengerikan tadi meskipun dirinya harus terluka.
Sementara sebelum pergi Kian menyuruh anak buahnya untuk mengurung anak buah preman tadi,Tentu saja Kian tak tinggal diam.Ia akan mencari tau siapa sebenarnya dalang dibalik kejahatan ini.
🌺🌺🌺
Gmn kurang tegang gak????....
Habis ini ada yang sakit tapi tidak berdarah ya.....❤️❤️❤️ pokok nya author pengen nangisss aja....
__ADS_1