
Dua hari berlalu.
Kyra sudah lumayan membaik dan sudah diperbolehkan pulang.
Entah kenapa Kyra lebih memilih tinggal bersama Kian,Dan itu bisa dimengerti oleh Many Jia dan Marvin yang mengijinkan. Sementara BuRani sudah kembali ke Panti sendirian.
Maklum saja Kyra dan Kian belum lama bertemu dan bersama,jadi tak heran bila Kyra masih ingin berada didekat sang kakak yang begitu menyanyangi nya.
Untuk sementara Kyra tidak boleh berjalan dulu dan harus menggunakan kursi roda dan dengan sepenuh hati,Dio dan Sita mengurus Kyra.
Dua hari pula,Sita sering berada bersama Gin dikamar rawat Kyra,meski mereka jarang berkomunikasi.Sikap Gin masih dingin dan datar padanya.
Untuk mensyukuri kepulangan Kyra, Mamy Jia dan Kian sepakat untuk mengundang semua kerabat makan malam dikediaman Kian.
Termasuk papa Clara,Tuan Calvin.Orang tua Gio,Papa Gerald dan Mama Siska serta Tuan Danil yang merupakan mantan pengacara BR Group serta Tuan Andre Wijaya yang merupakan papa Luky Wijaya dan Laura Wijaya.Mengingat hubungan kerja samanya dengan Marvin yang begitu baik.Meski Putra nya sudah membuat Marvin jengkel tapi ia tak ingin merusak hubungannya dengan pria paruh baya itu.
Bukan hanya sekedar makan malam tapi acara itu untuk mempererat hubungan kekeluargaan Mamy Jia dengam sahabat sahabatnya.Tentu Mamy Jia merasa senang dengan momen langka ini.
Sedari Siang Mamy Jia, Mita dan Icha dibantu para pelayan terlihat sibuk di dapur mempersiapkan hidangan untuk makan malam nanti.Sedangkan Kyra hanya bisa berbaring atau duduk di kursi roda jika ia jenuh dikamar.Sita masih setia menemaninya.
Dio lebih memilih menemani belajar dan bermain Kiral serta Leo yang sudah merasa dekat dengannya.
Suasana begitu ramai dirumah itu.
Menjelang malam semua makanan sudah tertata rapi dan semua orang sudah terlihat rapi.Para kerabat sudah mulai berdatangan membawa buah tangan untuk Kyra agar segera pulih kembali.
Para pelayan sudah sibuk membuatkan minuman dan menyiapkan hidangan pembuka untuk para tamu,Termasuk Sita yang tak ingin tinggal diam.
Situasi yang hangat berubah menjadi canggung saat Mama Siska datang bersama Papa Gerald,Raut wajah wanita paruh baya itu terlihat tidak menyukai keberadaan Icha ditempat itu.
Dan Mamy Jia bisa dengan jelas melihat itu.
Sementara Icha hanya bisa diam dan berbicara secukupnya dengan yang lain termasuk dengan Gio,ia merasa tidak enak dengan tatapan yang dilemparkan Mama Siska padanya.
Kyra yang mengerti itu berusaha mencairkan suasana dan mencoba mendekati Mama Siska.
Para Orang tua duduk berdekatan dan terlihat sejak berbincang sebelum makan malam.
"Sekali lagi terimakasih ya paman paman dan Tante,sudah menyempatkan waktu untuk datang kemari serta sudah repot repot membawa bingkisan untuk Kyra!"ujar Kyra dengan senyum ramahnya.
"Sama Sama Nak Kyra,Kau sudah begitu baik pada cucuku,aku belum bisa membalas kebaikanmu!"ujar Tuan Cakvin.
"Iya Kyra,Kami berdoa semoga kau lekas pulih,Kami senang datang kesini sekalian berkumpul bersama mamamu ini"sambung Papa Gerald lalu menatap Mamy Jia sambil tersenyum,membuat Mama Siska mulai kesal.
"Saya juga senang bisa Kesini Nyonya Marvin,sudah lama saya dan Pak Marvin tidak berjumpa.Saya juga berharap anda bisa segera sehat kembali!"ujar Pak Danil yang terakhir bertemu mereka saat tragedi Nadine yang menculik Kyra dan Leo waktu itu.
"Apalagi Paman,Nak Kyra.Paman merasa bersalah karena Putra paman,kau menjadi seperti ini.Paman mohon maaf dan paman berharap kau segera pulih"ucap Tuan Andrey yang merasa bersalah mengingat kelakuan sang putra.
"Jangan bicara seperti itu Paman,Jangan sampai masalah ini membuat hubungan kita menjadi tidak baik!"ujar Marvin yang membuat Andrey lega.
"Ayo kita mulai makan!"ajak Mamy Jia.
Makan malam itu pun berlanjut.
Semua terlihat hangat dengan pasangannya masing masing dan para orang tua senang melihat itu kecuali Mama Siska yang semakin kesal melihat Kedekatan Sang Putra dan Icha apalagi saat baru datang hingga acara itu dimulai,Gio tidak menyapanya.Agaknya sang putra benar benar kesal padanya.
Pandangan Siska sering tertuju pada Gio dan Icha saat makan,Dan ia masih bisa menahan kekesalan nya demi kehormatan sang suami.
Setelah acara makan malam selesai,semua terlihat berbincang bincang bersama.Kian sebagai tuan rumah merasa senang dengan kedatangan orang orang hebat itu dan ia bisa mengakrabkan diri.
Hingga saatnya para tamu ingin pulang,Mama Siska berusaha mendekati Sang putra.
"Gio ayo ikut pulang bersama Papa Mama!"ajak Mama Siska yang mendekati Gio saat berdiri disebelah Kian.
"Maaf Ma,Gio masih ingin tinggal diApartemen!"ujar Gio pelan.
__ADS_1
"Mama mohon Gio,Apa kau tidak merindukan Mama,Apa kau tidak kasihan pada kami,kau putra satu satunya kami,harusnya kau tinggal bersama kami!"ujar Mama Siska memaksa.
"Maaf Ma,Ini sudah keputusan Gio.!"ujar Gio yang membuat Mana Siska merasa kesal.
"Kenapa kau lebih memilih gadis kampung itu dibanding orang tuamu sendiri Gio,Apa hebat nya gadis itu?"ucapan Siska kali ini membuat semua terkejut termasuk Gio yang seketika merasa kesal.
"Ma cukup Ma,Jangan mempermalukan diri Mama sendiri.Mama sudah tau alasannya jadi sebaiknya mama pulang dengan papa!"ujar Gio pelan yang masih menghormati Mamy Jia.
Siska tertawa reyah"Ternyata pengaruh mu sudah begitu besar pada putraku gadis kampung,apa kau memakai jimat atau kau sudah merayu putraku dengan tubuhmu?"Sarkas Siska membuat Gio murka dan yang lain ikut kesal.
Sementara Icha lebih memilih menunduk dan sudah menangis disamping Mita.
"Cukup Siska!Kita pulang!jangan membuat aku malu disini!"Ujar tegas Papa Gerald.
"Ucapan Mama sungguh keterlaluan,Mama memang belum berubah!"ujar Gio yang merasa begitu kesal sekaligus sedih.
"Kenapa kau terus membelanya Gio?"Apa yang sudah kau dapat darinya,Sampai kapanpun Mama tidak akan merestui hubunganmu dengan gadis kampung dan matre itu!"sorot mata Siska begitu tajam pada Gio dan Icha.
"Cukup Tante,Icha bukan wanita seperti itu.Dia wanita baik dan pendiam.Saya rasa Gio dan Icha sama sama memiliki perasaan yang tulus satu sama lain.Jadi jika Tante masih menghina Icha yang sudah saya anggap seperti adik saya sendiri ,maaf Tante saya tidak bisa tinggal diam!"ujar Kian dengan sorot mata yang tajam,Ia sungguh merasa kesal dengan perkataan Mama Gio kali ini.
"Kak Kian benar Tante,Saya dan Kak Icha dari kecil sudah tinggal bersama.Kak Icha wanita baik,lembut dan keibuan.Dia juga tulus mencintai kak Gio,bukan karena materi.Jadi anggapan Tante sudah salah pada Kak Icha!"sambung Kyra.
"Oh jadi kalian sudah bersengkongkol membela gadis kampung ini ya....Wahhhh beruntung sekali kau gadis kampung."Mama Siska menatap Icha dengan raut wajah merendahkan.
"Tapi aku tidak akan tertipu dengan wajah lugu dan sok polos mu itu,Hanya Laura yang pantas bersanding dengan Gio.Bukan gadis kampung dan munafik seperti dirimu!"ucapan Mama Siska membuat hati Icha merasa begitu sakit sementara Tuan Andrey merasa tidak enak dengan suasana ini.
Gio sudah mengepalkan tangannya kuat"Dengan atau tanpa restu dari Mama,Gio tetap akan menikahi Icha Ma,"
Plakkkkkkk.....
Satu tamparan keras dipipi Gio dari mama Siska yang murka.Membuat semua terkejut bukan main termasuk Icha yang langsung mendekati Gio.
"Jangan harap kau bisa menikahi Gadis kampung itu Gio,Langkah i dulu manyat Mama jika kau ingin menikahinya!"ujar Tajam Mama Siska.
"Cukup Siska!Kau sudah keterlaluan!"Ujar Papa Gerald lalu menarik keras tangan Istrinya.
Icha hanya bisa menangis di pelukan Gio yang juga menahan perih dipipinya.
"Siska tidak pernah berubah,sikapnya masih kasar seperti dulu!"Ujar Calvin pada Mama Jia.
"Aku sungguh prihatin dengan hal ini,dan aku juga tidak bisa tinggal diam Vin!"jawab Mamy Jia.
"Maaf kan atas sikap Mama tadi ya Paman,Tante!"ujar Gio yang merasa sungkan.
Tuan Calvin mengusap lembut Lengan Gio"Kau harus lebih sabar lagi Gio,menghadapi mamamu!"
Gio hanya mengangguk menatap Calvin.
"Maaf Nak Gio,Paman tidak bisa membelamu tadi,tapi paman sudah menegaskan jika perjodohanmu dengan putri paman sudah tidak bisa dilanjutkan lagi.Lagi pula Laura sudah mendapatkan kekasih.Jadi kau tenang saja,Paman akan coba memberi tahukan hal ini pada mamamu!"sambung Tuan Andrey.
"Terimakasih paman,kami permisi dulu!"Gio lalu membawa Icha ketaman belakang untuk menenangkan diri.
Kejadian tadi juga tak luput dari penglihatan para tangan kanan para CEO itu yang sedang berkumpul diarea Kolam renang belakang,Termasuk Gin yang mendengar keributan tadi langsung masuk keruang tengah.
Gin juga merasa kesal melihat Icha dipermalukan lagi seperti tadi.
Dan saat Icha dan Gio sedang ditaman belakang ,Gin sempat menatap keduanya dengan pandangan yang tak bisa terbaca.Sita yang tak sengaja mencari keberadaan Gin,Merasa aneh dengan tatapan Gin kearah Gio dan Icha hatinya merasa ada sesuatu yang mengganjal dan ia lalu lebih memilih untuk kembali didekat Kyra.
Setelah semua tamu pulang tinggal menyisakan anak anak muda itu.
"Aku tidak menyangka Tante Siska bisa berbicara seperti itu tadi!"ujar Kian pada Marvin."
"Aku juga,Aku bisa melihat kebenciannya pada Icha tadi!"jawab Marvin yang masih tak percaya dengan kejadian tadi.
"Kasihan Icha,dia pasti sangat terpukul!"ujar Fabian yang merasa kasihan pada Icha, mengingat jasa Icha yang mempertemukan dirinya dengan Leo sang putra dan Clara.
__ADS_1
"Tenanglah Sayang, Selama ada Gio disisinya ,Icha akan baik baik saja!"timpal Clara disamping Fabian.
"Kita harus selalu mendukung Gio, Permasalahannya lebih berat dari kita"ujar Erick yang ikut prihatin.
"Iya Kak,Yang dibutuhkan Kak Gio dan Kak Icha saat ini hanya dukungan dari kita!"jawab Kyra yang diangguki semuanya.
Kyra lalu pamit untuk beristirahat dikamar dibantu Sita.
Sementara semua kerabat satu persatu kerabat untuk pulang.
"Kak,Apa boleh aku bertanya sesuatu?"tanya Sita saat sudah berada dikamar Kyra.
"Ada apa Sit? katakan saja!"
"hmmm,Tadi aku melihat pandangan Kak Gin pada Kak Gio dan Kak Icha terlihat aneh,Apa terjadi sesuatu pada mereka kak!"
Kyra yang awalnya terkejut bingung harus bagaimana menjelaskan pada Sita,Ia tak ingin adiknya itu merasa sakit hati sebelum berjuang tapi ia juga tak bisa menyembunyikan kebenaran nya yang justru akan membuat Sita lebih sakit lagi.
"Sebelumnya Kakak minta padamu,Jangan bersedih setelah kakak mengatakan yang sebenarnya ya!"Sita hanya mengangguk pelan.
"Sebenarnya Kak Gin itu memiliki perasaan pada Kak Icha tapi Kak Icha dari dulu sudah mencintai Kak Gio,Sit.Dan kakak harap setelah kau mendengar ini,kau jangan bersedih."
Deg ....
Sita begitu terkejut mendengar hal ini,ia tak pernah menyangka sebelumnya.
Jujur ia merasa sakit hati dan merasa putus asa,pasalnya ia masih terlalu jauh jika dibandingkan dengan Icha yang sudah seperti kakaknya sendiri sejak masih berada dipanti bersama.
Namun Sita bisa menyembunyikan perasaan hatinya didepan Kyra,ia masih bisa tersenyum."Jadi begitu ya Kak...tapi tidak apa apa,Sita harus belajar menerima ini dan Sita akan tetap berjuang.Sita ingin seperti Kak Kyra,yang teguh mengejar cinta Kak Marvin sampai kak Marvin jatuh cinta pada Kakak.Kata orang bukankah sebelum janur melengkung kita tidak boleh berputus asa kak!"
Kyra terseyum mendengar ucapan Sita,adiknya ini benar benar meniru dirinya."Kak Kyra senang kau tidak bersedih dan tidak putus asa Sit,Kau harus lebih bersabar ya...Kakak percaya ketulusan hatimu yang akan membuat Kak Gin bisa mencintaimu!Tapi kakak juga minta jika suatu saat kau sudah lelah mengejar cintanya,Berhentilah dan coba berdamai dengan hatimu.Kakak tidak mau kau sampai terluka Sit.Kakak sangat menyanyangi mu!"Ujar Kyra lalu memeluk erat Sita.
"Terima kasih ya Kak...Sita juga sayang banget sama kakak,Sita janji kok,Suatu saat kalau Sita sudah lelah mengejar Cinta Kak Gin,Sita akan mundur dan iklhas melepaskan nya.Tapi untuk saat ini Sita mau berjuang dulu kak!"
"Semangattt!"ujar Kyra sambil mengepalkan satu tangannya keatas.
"Yasudah kakak istirahat ya!"pamit Sita lalu menyelimuti Kyra.
"Kamu juga Ya Sit!"
Sita lalu turun menuju pinggir kolam renang dan Disana sudah ada Dio yang juga belum tidur.
"Kok sedih?"Heran Dio melihat raut wajah Sita.
"Kak Gin ternyata suka sama Kak Icha,Yo"
Dio terkejut mendengar nya lalu menarik nafasnya dalam."Lalu apa keputusan mu?tetap mengejar nya atau mundur?"
Sita menatap Dio yang sudah seperti sahabatnya"Tentu aku akan tetap mengejarnya Yo,Tidak ada yang tidak mungkin didunia ini,Contohnya Kak Kyra yang akhirnya bisa bersama cinta sejatinya!"
Dio mengusap lembut bahu Sita"Tapi aku tidak ingin kau terluka karena nya Sit,Dan kurasa jalanmu tidak mudah.Kak Gin itu pria yang sangat dingin dan pendiam."
Sita tertawa kecil"Tenanglah aku akan baik baik saja.Dan aku akan membuat beruang kutub itu mencintai ku juga.Bagiku dia seperti kotak Pandora yang menyimpan sejuta misteri"
"Baiklah jika itu sudah menjadi tekadmu.Aku hanya bisa mendukungmu.Kau harus lebih sabar lagi dan jangan lupa prioritas kita adalah belajar"ujar Dio mengingat kan.
"Iya aku mengerti"
"Yasudah aku tidur dulu!"ujar Dio lalu pergi.
Sita termenung memikirkan ucapan Kyra dan Dio tadi,Tak dapat dipungkiri hatinya merasa takut dan bingung.Tapi setiap mengingat Gin yang sampai saat ini belum mau terseyum padanya,membuat jiwa nya bersemangat lagi.
"Aku ingin lihat sedingin apa dirimu Kak Gin, Semoga aku mampu meruntuhkan keangkuhan mu dan mencairkan hatimu yang keras itu!"gumam Sita sambil menatap bintang di langit malam yang cerah.
πΊπΊπΊ
__ADS_1
Fighting.... Sita....πͺπͺπͺ