
Hari berlalu dengan cepat,Semenjak kejadian diClub waktu itu,Kyra semakin menyukai Marvin dan semakin bersemangat untuk mendapatkan cinta pria tampan itu.
Hari ini Kyra sudah membawa bekal untuk ia makan bersama Marvin.
Dengan langkah ceria Kyra berjalan keruangan Marvin.Tanpa mengetuk pintu dulu Kyra langsung masuk.
Deg.......
Kedua bola mata Kyra membulat sempurna,tubuh dan kakinya seketika terasa
lemas.
Pemandangan yang seharusnya tidak ia lihat terpampang sangat jelas dihadapannya.
Marvin sedang bercumbu dengan seorang wanita cantik dan.sexi yang berada diatas pangkuannya.Tentu wanita yang berbeda dengan waktu diClub kemarin.
Hati Kyra terasa sangat sakit,dadanya begitu sesak dan matanya sudah mulai berkaca.Meskipun bukan yang pertama bagi Kyra melihat Marvin bercumbu tapi kali ini lebih parah dan membuat Kyra marasa sangat shock.Bagaimana tidak wanita itu hampir setengah telanjang dan itu jelas ulah Marvin.
Keduanya seketika menoleh kearah Kyra.
Wanita itu nampak gugup dan segera turun dari pangkuan Marvin lalu merapikan bajunya.
",Apa kau tidak punya etika?Masuk tanpa mengetuk dulu.Berani sekali kau mengganggu kami."ujar wanita bernama Abel.
Kyra masih diam mematung memandang kearah Marvin yang seakan tak menghiraukan keberadaan Kyra
"Kenapa masih diam disitu,Kau mau apa datang kemari?" Tanya Abel dengan suara tinggi.
Lamunan Kyra pun buyar,ia mampak sangat gugup.
"Saya hanya ingin mengantar ini untuk Pak Marvin."Ucap Kyra yang sedang menahan tangis.
Abel menyeringai melihat kotak bekal yang dibawa Kyra.
"Kekasihku tidak makan makanan seperti itu.Kami akan kerestoran.Jadi bawa kembali itu dan cepat keluar dari sini!" Bentak Abel.
Kyra yang sudah tidak sanggup berdebat memutuskan untuk segera keluar dari ruangan itu dengan langkah pelan.
Kyra melihat Marvin yang hanya sekilas menatapnya,Marvin juga tidak membelanya.
"Sayang apa dia karyawan spesialmu,Kenapa berani datang keruanganmu?" tanya Abel dengan suara manja
"Tidak,Dia hanya karyawan biasa" Jawab Marvin yang masih bisa didengar Kyra saat akan keluar ruangan.
Marvin merasa hatinya terasa sesak saat melihat wajah sedih Kyra dan kedua mata Kyra yang sudah berair.Tapi dia tak bisa mendekati Kyra,ia hanya ingin Kyra membencinya dan berhenti mengejak ngejarnya.Marvin tidak ingin Kyra lebih sakit hati karenanya.
Kyra berjalan pelan dengan air mata yang sudah deras mengalir dipipinya.
Kyra yang sudah tidak kuat memilih menyenderkan tubuhnya kedinding yang tersembunyi.
"Kenapa dia tega sekali padaku?"
"Kenapa dia tidak berubah?"
"Apa aku tidak ada artinya dimatanya?"
__ADS_1
.
"Hiks hiks hiks......." Kyra menangis sejadinya.
Kali ini hatinya terasa sangat sakit.
Setelah cukup lama menangis,Kyra segera mengusap air mata diwajahnya lalu segera kembali keruangannya.
Mata Kyra terlihat sembab dan wajah murung membuat Mita curiga.
"Ky,kau kenapa?Apa dia menyakitimu?'
Kyra masih terlihat diam.
Mita segera mendekat kearah Kyra dan langsung memeluk sahabatnya itu erat.
Kyra tanpa sadar sudah menangis sesegukan dibahu Mita.
" Menangislah Ky,jika itu membuatmu merasa lega"ujar Mita sambil mengusap lembut punggung Kyra.
Untung saat itu suasana sedang sepi,banyak karyawan satu team dengan mereka masih berada dikantin.
Setelah Puas mengangis Kyra melepas pelukan Mita.
"Cerita Ky sama aku,Jangan kau pendam sendiri.Kita kan sahabat." Ujar Mita tulus.
"Aku melihatnya bercumbu dengan wanita lain Mit''Jawab Kyra lirih.
Mita nampak terkejut.
" Apa.....?Jadi pria yang kau suka itu beneran bener player ya Ky?"
"Kau masih membelanya Ky?Sadar Ky dia bukan pria yang baik untukmu"ujar Mita penuh penekanan.
" Cintaku sudah terlalu besar untuknya Mit"
Mita menggeleng kepalanya,Ia tak habis pikir dengan jalan pikiran Sahabatnya.
.
"Mau sampai kapan kau bertahan Ky,mau sampai kapan kau terluka seperti ini?" Tanya Mita yang merasa kasihan pada Kyra.
"Entah lah Mit,Yang jelas Aku sangat mencintainya."
"Okey aku mengeti kau sangat mencintainya tapi kali ini aku mohon Ky,Menjauhlan dulu darinya Ky,Buat dia merasa kehilangan agar dia lebih menghargai dirimu"
Kyra nampak mencerna ucapan Mita,Memang benar ada saat nya ia harus berhenti sesaat untuk mengejar Marvin.Dan memberi ruang untuk Marvin.
Kyra pun mengangguk kearah Mita.
"Good... itu baru sahabatku.Tarik ulur dikit lah biar dia gak diatas angin terus Ky" ujat Mita sambil terseyum lebar.
Keduanya pun melanjutkan pekerjaan mereka.
Kyra sengaja mengambil lembur untuk menyibukkan dirinya sendiri.
__ADS_1
Pukul 6.30 Kyra bersiap untuk pulang.Kali ini mita menemani Kyra lembur karena mengkhawatirkan keadaan sahabatnya itu.
Saat mereka sampai diLobi,Kyra melihat Marvin yang hendak menaiki mobilnya.
Marvin menoleh kearah Kyra.Tatapan mereka beradu untuk beberapa saat.Dengan jelas Marvin bisa melihat sorot mata sendu Kyra padanya.
Mita yang merasa curiga ikut melihat kearah pandangan Kyra.Seketika mita melebarkan matanya.
Kyra yang sudah tidak tahan memilih pergi berlalu dan pergi meninggalkan Marvin yang masih mamatung.
Tak lama Marvin masuk kedalam mobil dan mobil yang ia tumpangi melewati Kyra yang sedang berjalan bersama Mita.
Marvin menatap lurus kedapan tanpa menoleh kesamping.Sedangkan Kyra melirik Marvin yang berada didalam mobil dengan ekor matanya.
Setelah melihat mobil Marvin berlalu hilang dari pandangan.Kyra menangis seketika sambil terduduk lemas dilantai koridor jalan.
Mita yang terkejut langsung memeluk tubuh Kyra sambil berjongkok.
"Ky jujur sama aku,Apa pria yang kau cintai itu pak Marvin?" Tanya Mita yang sudah sangat curiga.
Mendengar nama Marvin,Tangisan Kyra semakin keras hingga membuat tubuhnya bergetar hebat.
Mita seketika menutup mulutnya,Tanpa Kyra menjawab ia sudah tahu jika benar bahwa Marvin adalah pria yang selama ini dicintai sahabatnya itu.
Mita sungguh tak percaya,Bagaimana bisa sahabatnya memiliki perasaan yang begitu dalam dan memiliki kisah masa lalu yang pelik dengan CeO mereka.
Kyra terus menangis hingga membuat Myta merasa khawatir.
"Tenangkan dirimu Ky,Jangan menyiksa dirimu seperti ini'' Ujar Mita.
"Mit.......Apa sesakit ini mencintainya??" lirih Kyra sambil terus menangis.
"Udah Ky,,,Percaya pada takdir.Jika dia memang jodohmu dia pasti akan mendekat"
"Tapi jika tidak Mit?" Tanya sendu Kyra.
"Maka akan ada rencana indah dari tuhan untukmu Ky" Ucap Mita menyakinkan Kyra.
Akhirnya setekah cukup lama duduk,Kyra pun berdiri.
"Aku udah gak papa kok Mit,kau pulang saja,Aku masih ingin menikmati suasana malam ini" Ujar Kyra.
"Kamu yakin gak papa aku tinggal?" Tanya Mita meyakinkan.
"Iya Aku sudah baikan."
Mita pun meninggalkan Kyra Ia tahu saat ini Kyra mungkin butuh waktu sendiri dulu.
Kyra pun berjalan ketaman.Ia lalu duduk dikursi kayu.Suasana ditaman cukup sepi waktu itu membuat kyra lebih tenang dan Nyaman.
Lagi lagi Kyra menangis dalam diam.Ia memikirkan kisah cintanya yang sungguh berat.
Meskipun Kyra tahu rasa cintanya pada Marvin lebih besar dari rasa Bencinya tapi tetap saja saat ini ia merasa sangat sedih dan kecewa.
Dari jarak yang tidak terlalu jauh,ternyata Marvin sedang memperhatikannya dari dalam mobil.
__ADS_1
Saat Marvin berlalu tadi ia sempat melihat Kyra terduduk lemas dikoridor jalan dari kaca spionnya dan segera menyuruh supirnya untuk menunggu Kyra dulu dan mengikutnya.
Apa yang dirasakan Marvin sekarang tak bisa ia mengerti,Dilain sisi ia ingin Kyra menjauh darinya.Tapi disisi lain ia juga merasa khawatir dengan keadaan Kyra yang terlihat rapuh karenanya.