Mencintai Sugar Dadyku

Mencintai Sugar Dadyku
SS2-47..Dua pria Gentleman


__ADS_3

Siang hari.


Kian sengaja pulang lebih awal untuk menemui Gin dirumah.Ia tak ingin Gin tau dari orang lain soal pernikahan Icha dan Gio besok.


Mita yang sedang terlihat sibuk mempersiapkan dekorasi untuk acara besok nampak terkejut melihat kepulangan sang suami.Begitu pula dengan Kyra dan Sita.


"Apa ada masalah Kak?"tanya Mita sambil melepas jas Kian.


"Tidak Sayang,Aku hanya ingin berbicara dengan Gin!"jawab Kian sambil melipat lengan kemeja panjangnya hingga siku, memperlihatkan otot tangannya yang besar.


"Soal pernikahan besok?"


Kian mengangguk i ucapan Mita.


"Walau bagaimanapun aku tidak ingin Gin terluka,Aku kekamarnya dulu"


Gin yang sedari tadi malam tidak keluar kamar benar benar tidak mengetahui tentang acara pernikahan Icha yang diadakan besok dirumah itu.Karena memang keadaan rumah terlihat biasa saja,hanya Mita,Kyra dan Sita yang menyiapkan semuanya.


Gin yang sedang duduk bersandar di ranjang nya kaget dengan kehadiran bosnya disiang hari seperti itu.


"Tuan tidak kekantor?"tanya Gin bingung.


Kian duduk ditepi ranjang samping Gin"Aku sudah pulang Gin, Bagaimana keadaanmu?"


"Saya sudah lebih baik Tuan,Apa ada hal penting yang ingin tuan sampaikan?"ujar Gin yang sudah hafal betul sikap Kian yang terlihat aneh.


Kian menatap lekat Gin"Ini soal Icha Gin,Karena kejadian buruk kemarin,Dia mengalami trouma dan demi kesembuhan dan kesehatannya,Icha sangat membutuhkan kehadiran Gio disampingnya setiap saat.Icha butuh sosok yang bisa menenangkan dan melindunginya.Oleh karena itu Gio memutuskan untuk menikahi Icha secara agama besok pagi dirumah ini Gin!"


Deg..........


Gin tertegun dengan ucapan bosnya itu.Dia hanya bisa terdiam mematung.Sungguh tak dapat dipungkiri ini sangat mengejutkan Pria berusia 25 tahun itu.Hatinya terasa nyeri dan sakit.


Tapi ia menyadari jika Cinta Icha hanya untuk Gio,tak ada tempat dihati Icha untuknya.Apalagi ini untuk kebaikan Icha,Dengan sekuat hati Gin terseyum tipis kearah Kian.

__ADS_1


"Saya turut bahagia mendengar kabar baik ini Tuan"ujar Gin yang pintar menyembunyikan perasaannya yang terluka.


Dengan jelas Kian dapat melihat kesedihan di mata tangan kanannya itu mesti Gin terseyum padanya.


Kian mengusap pelan bahu Gin"Aku tahu ini berat untukmu Gin,Tapi aku yakin kau bisa melaluinya,Maaf aku tidak bisa membantumu mendapatkan cinta Icha"


"Jangan bicara seperti itu Tuan,Semua sudah menjadi takdir, jika Icha harus menikah dengan Tuan Gio,Maka saya akan ikut mendoakan dan Ikut berbahagia Tuan.Saya akan belajar melupakan perasaan ini dan mengikhlaskan nya."


Kian terseyum tipis melihat kelapangan hati Gin yang begitu besar.


"Aku yakin kau akan mendapatkan wanita yang dengan tulus mencintaimu Gin,Dan cobalah membuka hatimu untuk orang lain!"ujar Kian menasehati.


Gin hanya bisa mengangguk membalas ucapan Kian.


"Yasudah aku keluar dulu, Istirahat lah dulu dan jaga tubuhmu dengan baik Gin,Aku merasa kerepotan tidak ada dirimu dikantor"Ujar Kian bercanda lalu berdiri dan melangkah keluar kemar.


"Maafkan saya Tuan"ujar Gin yang hanya dijawab anggukan kepala Kian tanpa menoleh.


Selepas kepergian Kian,Gin menghela nafasnya panjang,Ia memejamkan matanya mencoba bersikap tenang,meredam segala perasaan sakit dihatinya.


Kian yang tau itu mendekati Sita yang berdiri terdiam"Saat ini Gin perlu waktu sendiri Sit,Tapi jika nanti dia sudah keluar kamar,hiburlah dia.Aku percaya kau bisa mengobati luka dihatinya!"


Kian lalu pergi berlalu menuju ruang kerjanya.Sementara Sita mencerna ucapan Kian barusan.


Sore hari dikediaman Wiranata.


Semua merasa bersyukur karena Icha sudah pulang dalam kondisi yang cukup baik.


Gin yang melihat Icha dari kejauhan merasa lega melihat wanita pendiam itu sudah membaik meski masih terlihat pucat.Icha juga nampak lebih banyak diam dan itu bisa dimaklumi oleh semuanya.


Dengan sabar Gio merawat,menghibur dan menemani Icha sampai kekasihnya itu tertidur.


Setelah memastikan Icha benar benar tidur,Gio menemui para pria yang berkumpul di ruang tengah.Malam itu suasana cukup ramai dirumah Kian.

__ADS_1


Hingga Pembicaraan Kian pada Marvin secara tidak sengaja didengar oleh Gio.


Gio yang selama ini tidak mengetahui tentang perasaan Gin pada kekasihnya sungguh merasa terkejut.Ada rasa bersalah dibenak Gio pada Gin yang sudah ia anggap sebagai saudara sendiri.


"Kenapa kalian tidak bilang soal perasaan Gin padaku!"Ucap Gio yang muncul mengejutkan Marvin dan Kian.


"Aku hanya tidak ingin membuat jarak diantara kalian yang akan menjadikan kalian merasa tidak nyaman satu sama lain Gi"jelas Kian.


"Tapi tetap saja aku harus tahu,Gin itu juga sudah kuanggap sebagai saudaraku sendiri.Sekarang aku merasa benar benar tidak enak sudah membuatnya terluka!"ujar Gio.


"Gin sudah mengikhlaskan Icha bersama mu Gi,jadi doakan saja supaya Gin segera menemukan tambatan hatinya,Aku percaya Gin bisa bersikap dewasa mengahadapi perasaan nya sendiri"jawab Kian.


Gio menghela nafasnya dalam"Aku tetap akan menemui Gin dulu,Aku harus meminta maaf padanya dan meminta restunya juga,agar aku lebih tenang dan mantap untuk menikahi Icha besok!"Ujar Gio lalu pergi menuju kamar Gin.


Marvin dan Kian hanya bisa terdiam membiarkan Gin menyelesaikan masalahnya.


Dikamar,Gin merasa terkejut dengan kedatangan Gio"Bagaimana keadaanmu Gin?"tanya Gio.


"Saya sudah lebih baik Tuan,Ada perlu apa tuan sampai datang kekamar saya?"tanya Gin bingung.


Gio menatap dalam Gin"Maaf aku baru mengetahui perasaan mu pada Icha.Maafkan aku juga karena dengan menikahi Icha besok,membuat hatimu kecewa Gin.Aku tidak bermaksud melukaiku.Selali lagi maafkan aku!"Ujar Gio bersungguh sungguh.


Gin cukup terkejut dengan perkataan Gio,Ia tak menyangka jika Gio sudah mengetahui perasaan nya dan juga CEO sehebat Gio mau merendah dan meminta maaf padanya.


"Tuan tidak perlu merasa bersalah pada Saya,justru saya yang meminta maaf karena telah lancang memiliki perasaan pada Icha.jika Icha menikah dengan tuan,itu artinya Icha memang jodoh untuk Tuan,itu sudah menjadi takdir,Tuan.Dan saya akan dengan tulus mendoakan kebahagiaan Tuan dan Icha.Saya ikut bahagia jika Icha bahagia Tuan."


Gio terseyum lalu memeluk erat Gin"Terima kasih Gin,Kini aku sudah lega dan semakin mantap menikahi Icha.Sekali lagi maaf kan aku Gin dan terimakasih karena Restumu sangat berarti untuk pernikahan kami"


"Saya sudah berjanji pada diri saya sendiri untuk membuang perasaan ini tuan,Dan belajar untuk membuka hati saya.Dan saya juga minta pada Tuan,Tolong jaga Icha dengan baik, Bahagiakan dia seumur hidup Tuan,Doa terbaik dari saya untuk pernikahan tuan dan Icha"


"Pasti Gin, Membahagiakan Icha adalah tujuan hidupku."Jawab Gio mantap.


"Istirahat lah aku keluar dulu,Sekali lali terima kasih Gin!"sambung Gio lalu beranjak pergi.

__ADS_1


Setelah Gio pergi,Gin termenung menatap langit malam. Perasaannya bercampur aduk.Kini ia harus benar benar belajar melupakan Icha.Meskipun itu cukup sulit untuk nya.Namun ia cukup lega karena Icha mendapatkan sosok pria yang baik seperti Gio.Gin berharap dimasa depan mereka masih bisa berhubungan dekat tanpa ada jarak diantara mereka.


__ADS_2