
**Hallo semua sehat kan???Maaf ya lama gak Up..mohon dimaklumi,kesibukan author begitu banyak dan menguras waktu.....maklum ibu ibu.hehehe.Jangan bosen kasih Like dan Komen kalian ya...Matur suwun.....
🌹🌹🌹🌹
Hari berlalu,
Setelah pertemuan Marvin dengan Luky dua hari yang lalu.Marvin semakin dibuat waspada dan resah.Ucapan dan sikap rival nya itu sepertinya tidak main main,Apalagi mengingat nasehat Clara padanya jika ia harus lebih berhati hati pada Putra rekan bisnisnya itu.Ia tak ingin hubungan baik yang terjalin dengan Andre Wijaya rusak karena perilaku Luky Wijaya pada sang Istri,Kyra.
Alhasil sekarang Marvin lebih protektif lagi untuk mengawasi Sang Istri kemanapun pergi.
Begitu pula dengan Fabian yang menilai sikap Luky seakan ingin menyulut api permusuhan dengan Marvin menjadi khawatir.Fabian pun menceritakan kejadian dikantor pada sang Istri.Clara yang tahu betul bagaimana sifat Luky tak bisa tinggal diam.Ia tak ingin sikap Luky menjadi jadi.Dan Clara merasa ia harus segera mengatakan ini pada sang Paman.Mengingat sang Paman sangat menghormati Marvin.
🌺🌺
Pagi hari Dikediaman Andre Wijaya.
Pria paruh baya yang juga mengenal Mamy Jia,Pak Daniel, dan Tuan Gerald juga sepupu tuan Calvin itu sedang menikmati sarapan bersama kedua anak dan istrinya.
Pagi tadi saat Joging,Andre Wijaya bertemu Clara yang juga sedang Lari pagi.Mereka berbincang beberapa saat dan saat itu lah Clara menceritakan semua pada sang Paman tentang sikap putra nya yang tertarik pada Istri seorang Marvin.
Tentu Ini membuat Andre Wijaya terkejut dan geram.Bagaimana bisa Putranya melakukan tindakan yang konyol dengan menyukai istri orang,apalagi istri Marvin.Bisa hancur semuanya.
Melihat semua sudah selesai makan,Andre Wijaya angkat bicara.
"Luky,,hentikan tindakan koyolmu itu terhadap istri Marvin''Ujar Andre tegas.
Kening Sang Istri dan putrinya,Laura mengerut.Bingung dengan ucapan pria paruh baya itu.
Luky yang sedang mengelap sudut bibirnya dengan serbet terseyum miring.
"Jadi papa sudah tahu,Pasti Suami Clara yang bilang pada Papa atau justru Clara sendiri?"
''Tidak penting dari mana Papa tahu Luky,Yang jelas Papa kecewa padamu.Apa kau bodoh,Kau pria yang tampan dan mapan kenapa harus menyukai istri orang,Apalagi itu Istri Marvin.Kau bisa mendapatkan gadis yang kau mau diluar sana."Ujar Andre yang nadanya mulai meninggi.
Sontak sang istri dan putrinya Laura terkejut mendengar nya.Bagaimana Bisa Sang Kakak yang dikenal playboy suka dengan istri orang.
"Itu bukan Urusan Papa,Itu urusan pribadi Luky dan Papa tidak bisa mengatur Luky"ujar Luky dengan pandangan dinginnya.
"Luky....Papa peringatan kan padamu.Jangan mencari masalah dengan Marvin..Papa tahu dia orang yang seperti apa,Apalagi istrinya sedang hamil sekarang.Marvin sangat mencintai istrinya..Jangan sampai kau merusak hubungan baik antara Papa dan Marvin...''
Luky tertawa reyah,ia tahu maksud sang Papa"Apa papa takut merugi?? Perlu Papa dengar yang namanya perasaan tidak dapat diatur atau dicegah Pa,Lagi pula Luky tidak takut pada Marvin.kami sama sama kuat..Bagi Luky,Kyra memang wanita yang menarik dan berbeda dengan wanita lain.Dan wajar jika Luky menyukainya.''
Laura tercengang dengan ucapan sang kakak.
__ADS_1
"Jangan Gila Luky......Sudah cukup kau bermusuhan dengan Erick,Jangan kau tambah lagi"Peringat Andre pada Sang Putra.
"Aku tahu mereka bersahabat,Mungkin aku juga akan memusuhi Gio jika Laura terus disakitinya.Dan Luky Tidak takut dengan mereka"Ujar Luky angkuh.
"Kak tapi Laura,baik baik saja"sanggah Laura yang tak ingin sang Kakak semakin menggila.
"Jangan kau tutupi kesedihanmu Laura,,Kakak yang paling tahu sifatmu..Jika Gio merendahkan mu maka Kakak tidak akan tinggal diam."
"Cukup Luky....."Hardik Andre Wijaya dengan Wajah memerah"Ingat Dibalik Marvin ada Kian Wiratama.Dia Kakak Kyra,Dia tidak akan tinggal diam jika adiknya disentuh..Kau harus tahu mereka berlima sekarang berteman dan menjadi kan perusahaan mereka semakin kuat.Jika kau ingin menyaingi mereka bersainglah dengan sehat dan dengan taktik yang cerdik bukan dengan cara yang koyol"
Luky yang geram langsung berdiri"Terserah apa yang Papa pikiran,,Tapi Luky akan melakukan apa yang Luky inginkan.Entah itu Marvin,Kian,Erick,Fabian ataupun Gio,Luky tidak akan takut''Ujar Luky lalu pergi begitu saja.
Andre menghela nafas panjangnya"Anak itu memang keras kepala dan susah diatur.....Aku tidak bisa membiarkan putraku terperosok ke jurang kehancuran"
sang Istri mengusap lembut lengannya."Biar Mama yang bicara pada Luky Pa,,"
"Lalu bagaimana perjodohan Laura dan Gio Ma...?Tanya Andre lalu menatap sang putri yang menunduk.
"Laura minta perjodohan ini dibatalkan Pa,Tapi Siska yang masih bersikeras Pa,"jawab Sang Istri.
"Tapi Papa tidak ingin Laura kecewa dan terlihat mengemis cinta pada anak muda itu.Laura......Apa kau benar bisa melepaskan Gio?"Tanya Andre pada sang putri.
Laura sebenarnya begitu berat melakukannya,tapi ia tak bisa berbuat apa apa,karena hati tidak bisa dipaksakan.
begitu sakit dan kecewa Tapi Laura tidak bisa berbuat apa apa dan harus belajar menerima semuanya"jawab Lirih Laura.
Andre bisa merasakan kesedihan sang Putri,Ia sungguh tak menyangka jika Gio terang terangan menolak sang Putri yang cantik dan bergelar dokter hanya demi gadis biasa.
"Maka kau harus bilang pada tante Siska ,Laura.Jika kau menolak perjodohan ini.Papa Yakin putri Papa yang cantik dan pintar ini akan mendapatkan seseorang yang lebih baik dari Gio....Sini nak peluk Papa"
Laura yang sudah menahan air matanya segera berdiri dan memeluk sang Papa lalu menangis sesenggukan didada sang Papa.
"Laura sungguh sangat mencintai Gio Pa.....ini sangat sulit untuk Laura....."
Andre mengusap lembut punggung sang putri"Percayakan semua pada sang pembuat takdir ya Sayang....Papa juga ingin kau bahagia..Tapi Papa tak ingin. bertindak diluar batas,Apalagi hubungan papa Dan Om.Gerald sangat baik"
Laura hanya bisa mengangguk dan pasrah Tetang kisah percintaan nya karena sang Papa tidak seperti sang Kakak yang lebih ambisius dan melakukan segala cara untuk mencapai tujuan dan keinginannya.
Melihat kesedihan diwajah sang Putri,Membuat sang Mama merasa sedih sekaligus marah pada sosok Gio.Ia justru bertekad akan terus melanjutkan perjodohan ini dengan sang Sahabat.
Sementara dikediaman Kian suasana dimeja makan Terlihat lebih ramai karena semalam Kyra dan Marvin menginap dirumah itu.
Kyra dengan sabar menyuapi sang suami yang lebih manja sejak ia hamil.
__ADS_1
Dan Marvin tak henti mengusap lembut perut Kyra yang sudah mulai membesar.
"Ingat pesanku Sayang,Jangan dekat dekat dengan Luky!Ujar Marvin setelah selesai makan.
Kyra mengangguk''Iya aku mengerti"
"Bilang pada Kakak jika dia berani menyentuh mu Ky"Ujar Kian yang sudah mendengar ceritanya dari Marvin dan Fabian.
Marvin berdecak"Aku masih bisa melindungi Istriku sendiri"Sarkas Marvin membuat Kian tergelak.
Kyra menggeleng pelan,"Kalian terlalu overprotektif padaku.....Aku rasa Tuan Luky tidak serius.Mana mungkin dia naksir padaku...Lihat...perutku saja sudah mulai membuncit.Apa kelebihanku sampai dia tertarik padaku?"Ujar Kyra sambil menujuk perutnya.
"Kau tidak boleh meremehkannya Ky,Aku bisa melihat tatapannya padamu memang berbeda"Sela Mita yang duduk ditengah antara Kiral dan Kian.
"Sayang dengar,Kau hanya boleh pergi ditemani Mita dan yang lain,Jangan pernah berani keluar rumah sendiri...Dan jangan membantahku"Ujar Marvin tegas.
"Iya Aunty,,Nanti Kiral juga akan nemenin Kemana Aunty ingin pergi"Timpal Kiral yang begitu menyanyangi Sang bibi.
Bibir Kyra mengerucut"Iya iya.....Aku akan patuh"
Marvin terseyum sambil mengusap kepala sang Istri"Good...Aku berangkat kekantor Dulu....Dady pergi kekantor dulu ya sayang"
Pamit Marvin pada Kyra dan bayinya yang ada diperut Kyra.
Cup....Cup....Marvin mencium kening Kyra lalu perut sang Istri"Baik baik diRumah ya nak,,Jangan menyusahkan Mamymu"Bisik Marvin diperut Kyra.
Lalu Marvin beranjak pergi disusul Kian yang sudah mencium Kiral dan Mita bergantian.
Dika dan Gin sudah menunggu bos mereka disisi dua mobil yang berbeda.
"Aku memang tidak mengenal Luky,tapi aku dengar dia cukup nekad,,,ingat Marvin,Jika ini menyangkut Kyra,Aku tidak bisa tinggal diam."Ujar Kian saat keduanya berjalan bersama menuju halaman rumah.
"Aku tahu dan kau tak perlu khawatir...Justru aku merasa kasihan pada Gio jika harus berurusan dengan Luky..."
Kian menganguk"Kau benar,,Jalan Gio dan Icha memang cukup sulit.. Kita hanya perlu mendukung mereka...Oh ya Aku juga akan membatu Erick untuk menghadapi Luky.Mereka sekarang sudah terlibat perang dingin."
"Hubungi aku jika Erick butuh bantuan"Ujar Marvin lalu segera menuju mobilnya.
"Kurasa dia lebih hebat darimu"Pekik Kian Memancing kekesalan Marvin.
Marvin yang hendak masuk mobil melihat tajam kearah Kian yang tertawa renyah.Marvin memang kesal jika kakak ipar nya itu membandingkan dirinya dengan Erick yang memang sama hebatnya dengan dirinya.Apalagi mengingat Erick begitu terkenal diThailand.
Walau bagaimanapun mereka dulu pernah menjadi rival dan sampai sekarang masih terasa ada kekakuan diantara mereka.Namun Marvin dan Erick mencoba perlahan menepis perasaan itu.Karena mereka sekarang sudah memiliki kehidupan dan istri masing masing.
__ADS_1