Mencintai Sugar Dadyku

Mencintai Sugar Dadyku
Manis..


__ADS_3

Terima kasih yang masih menunggu novelku..Dukung karya author dengan Like dan Komen kalian ya....


Sore harinya,,


Sepulang kerja Icha terlihat duduk sendiri disebuah trotoar jalan dekat Kantor BR Group.Icha biasanya akan pulang bersama Mita atau Kyra.


Tapi melihat Mita tadi sudah pulang bersama Kian dan Icha juga tidak mau menganggu Kyra yang baru saja berbaikan dengan Marvin,akhinya Icha memutuskan untuk pulang sendiri.


Pikirannya menerawang jauh,diusianya yang Ke22 tahun ini,Icha masih betah dengan kesendiriannya.Seketika ia merindukan Sosok Gio yang berada diluar negri.


Masih ingat Gio kan??Sahabat dekat Kian yang merupakan Ceo Exel Group.


Setelah kunjungan mereka bersama sama kepanti Asuhan waktu itu,Gio pergi keluar negri untuk urusan pekerjaan.Dan sudah hampir 3 minggu Icha tidak melihat pria berlesung pipi itu.Meskipun belum ada hubungan apa apa antara mereka berdua,tapi entah kenapa Icha begitu merindukan sosok itu.


Hujan rintik mulai turun,Bukannya membuat Icha pergi justru gadis manis itu lebih memilih menikmatinya,baginya hujan bisa menghibur kesepian dihatinya.


Sebuah mobil sport mewah berwarna putih tiba tiba berhenti didepan Icha yang sedang menikmati rintikan hujan.


Icha yang merasa heran hanya terdiam.


Sampai pintu mobil itu terbuka keatas memperlihatkan seorang pria yang sudah sangat ia rindukan terseyum padanya.


Icha mematung ditempat,ia sungguh tak percaya Gio ada dihadapannya.


" Ayo Masuk Cha....."Perintah Gio.


Lamunan Icha tersadar dan perlahan ia masuk kedalam mobil mewah itu.


Jantung Icha terasa berpompa lebih cepat,Icha merasa lega karena Gio baik baik saja.


Icha yang sangat gugup berusaha bersikap tenang.


"Kamu kenapa hujan hujannan Cha?" Tanya Gio yang sudah menjalankan mobilnya lagi.


"Aku hanya menikmati hujan Kak,Ehmm Kakak kapan pulang dari luar negri?" Tanya Icha ragu.


"Tadi pagi,,Tadi aku mampir ke WIN group tapi Kian tidak ada lalu aku BR Group menemui Marvin.Aku sungguh terkejut dengan fakta mengenai Papanya Abel" jelas Gio yang memang sudah diberi tahu oleh Marvin.


Gio melirik sekilas kearah Icha yang terdiam.Bagi Gio,Icha memang wanita yang paling pendiam diantara Kyra dan Mita.


"Bagaimana kabar kamu Cha?" Tanya Gio yang membuat Icha menoleh padanya.


"Baik Kak,Kakak sendiri?"Ujarnya lembut


" Aku juga baik,dan pekerjaanku disana sudah selesai..Oh ya ada sesuatu untukmu,"Ujar Gio lalu meletakkan Satu tas kecil dipangkuan Icha.


Icha merasa terkejut",Ini apa Kak?Harusnya Kakak tidak perlu repot repot"


"Tidak repot,Anggap saja itu oleh oleh dari sana..Semoga kamu suka.Ayo dibuka Cha..."


ICha merasa terharu Gio mau membelikan oleh oleh dari sana untuknya.

__ADS_1


Kedua mata Icha membulat melihat sebuah jam tangan indah mewah yang terdapat didalam box kecil yang ia buka.


"Kak......ini cantik sekali..ini pasti sangat mahal.Maaf Icha tidak bisa menerimanya" Ujar Icha lalu menutup kembali box itu.


"Jika kau menolaknya aku akan marah padamu Cha,,Itu hanya sebuah Jam tangan Cha.Aku lihat kamu suka memakai jam tangan,makanya saat aku lewat ditoko jam disana aku tiba tiba mengingatmu"


Icha semakin tertegun dengan ucapan Gio yang mengingatnya saat disana dan Icha hanya bisa terdiam meski hatinya merasa sangat bahagia.


"Kamu pakai ya jam tangan itu" Pinta Gio.


Icha mengangguk pelan."Maksih banyak Kak,Icha akan merawat jam tangan indah ini sebaik mungkin"


Gio terseyum"Oke,Aku antar kamu pulang"


Icha mengangguk dengan seyum manisnya.Icha sungguh bahagia menikmati momen manis ini bersama Gio.


Mobil pun melaju menuju rumah Kian.


Sedangkan Diruang Kerjanya.


Marvin terlihat sudah selesai mengerjakan pekerjaan nya,sedang kan Kyra yang setelah kepergian Gio tadi lebih memilih menunggu Marvin dengan tidur dikamar pribadi kekasihnya itu.


"Sayang Bangun....Aku sudah selesai"Ujar Marvin lembut sambil mengusap pipi Kyra yang masih terpejam diatas ranjang.


Perlahan Kyra membuka matanya


" Jam berapa ini?"


Kyra perlahan bangun lalu memeluk erat tubuh Kekar Marvin.membuat pria bertatto itu terseyum simpul.


"Kenapa hmmm?" tanya Marvin melihat Kyra terdiam dipelukannya.


"Aku takut Abel akan merusak rencana pernikahan kita yang kurang dua minggu lagi" Ujar Khawatir Kyra.


Marvin lalu mengapit wajah Kyra dengan kedua tangan besarnya.


Menatap lekat kedua bola mata kekasihnya itu.


"Kau tidak perlu takut atau khawatir Sayang.....Aku dan Kakakmu akan selalu mengawasi wanita licik itu.Kau harus percaya padaku,,Oky"


Kyra mengangguk pelan dengan seyum indahnya"Aku percaya padamu.Aku mencintaimu Marvin"


Marvin terseyum"Aku lebih mencintaimu Sayang....Ayo kita pulang.Aku dengar tadi Kian membawa Mita pulang"


Kyra mengerutkan keningnya"Apa ada sesuatu yang terjadi dan dari mana kau tahu?"


"Tadi ada anak buahku yang melihat,Sepertinya tadi Kian sempat bersitegang dengan Mantan Kekasih Mita.."


"Benarkah...apa Kak Tio ya??Yasudah ayo kita pulang" Kyra.


"Ayo Sayang" Ajak Marvin lalu menggandeng tangan Kyra.

__ADS_1


Sementara dikediaman Kian.


Mita perlahan membuka matanya.Dilihatnya Kian masih memelukknya erat.


Mita terpaksa membangunkan pria tampan itu"Kak....bangun...ini sudah sore"ujarnya lembut sambil menggoyangkan bahu Kian.


Kian perlahan terbangun lalu menatap Mita.


"Sudah lebih tenang kan?"


Mita mengangguk,memang benar setelah tidur ia merasa lebih enak.


"Kamu bikinin aku makanan ya Mit,Aku lapar"


"Kakak mau makan apa?"


"Terserah kamu yang penting enak dan kamu Yang memasaknya.." Ujar Kian yang masih berbaring.


Mita yang sudah duduk perlahan ingin bangun tapi melihat tangan Kian yang masih merengkuh pinggangnya seketika ia terdiam."Lepasin tangan nya dulu Kak"


Bukannya menjawab Kian justru terseyum jail sambil menunjuk pipi kanannya.


Mita yang tidak mengerti maksud Kian,mengerutkan keningnnya"Apa kak?"


Kian berdecak",Ck.....Cium pipi aku Mit"


Mita membulatkan matanya.


"Anggap saja ini imbalanku karen sudah menolongmu dari mantan gilamu itu" Ujar Kian.


"Imbalannya bisa diganti yang lain kaK?"nego.Mita.


Kian menggeleng lalu menunjuk pipinya lagi", Ayo cepat Mit" Suruh Kian.


Mau tidak mau Mita mendekatkan bibirnya pada wajah Kian yang berbaring miring.


Cup....


Namun saat bibir Mita mendekat Kian sengaja menoleh dan akhirnya bibir mereka bertemu untuk beberapa saat.


Mitta terdiam terpaku dengan posisi duduk nya yang sedikit membungkuk,merasa sangat gugup.


"Masak yang enak ya,Aku akan mandi dulu" Bisik Kian disamping telinga Mita.


Mita dengan cepat tersadar lalu beranjak dari ranjang.


"Setelah memasak,Mandilah Mit.Aku sudah menyiapkan baju untukmu" Perintah Kian.


Mita yang masih merasa gugup hanya mengangguk membelakangi Kian lalu berlalu cepat keluar kamar Kian.


Kian tertawa ringan melihat tingkah Mita yang terlihat lucu dan manis.

__ADS_1


__ADS_2