
Seperti apa yang sudah Papa Gerald duga,Setelah Mama Siska sadar dan mengetahui keadaan tubuhnya yang sebenarnya wanita itu menangis dan meraung keras.Wanita paruh baya itu juga tak henti hentinya memukul mukul Kedua kakinya .Sungguh ia tak percaya dengan keadaan nya sekarang.
Meskipun kesal tetap saja Papa Gerald tak bisa melihat kesedihan istri nya.
Apalagi setelah Papa Gerald memberi tahukan bahwa Ichalah yang sudah menyelamatkan nyawa Mama Siska,wanita itu semakin terpukul dan merasa tidak percaya.
Sungguh tak dapat wanita itu sangka sekarang ia harus menerima balasan yang setimpal atas segala perbuatan jahatnya ditambah lagi ia sekarang merasa malu pada Icha dan takut pada putranya sendiri.
Siska takut Jika Gio akan sangat membencinya setelah tahu perbuatan jahatnya.
Namun Gio tetap lah anak yang baik,Sebenci apapun dirinya pada sang mama ia mencoba menekan rasa itu dan tetap mendekati sang mama meski itu terasa sangat berat.
Keangkuhan dan Keegoisan Siska selama ini sudah benar benar hancur terganti dengan penyesalan dan rasa malu.
Siska mematung saat melihat Gio dan Icha masuk keruangannya.
Tatapan mata Gio terasa berbeda padanya meski ia tahu sang putra masih mengkhawatirkan nya.
Begitu pula dengan Icha yang mendekat dengan wajah ayu nan teduhnya,membuat Siska semakin merasa rendah.
"Bagaimana keadaan Mama ?"Tanya Gio dengan tatapan datarnya.
Siska yang merasa sedih dengan raut wajah sang putra merasa gugup"Mama pantas mendapatkan ini Gio"
"Jujur Gio sangat kecewa Ma,tapi Gio tidak ingin menjadi anak durhaka.Gio juga tidak ingin membalas perbuatan Mama yang sudah sangat keterlaluan pada Icha. Semoga Mama bisa iklhas menerima semua ini dan Semoga dengan kejadian ini bisa membuat Mama menjadi pribadi yang lebih baik lagi!"Ujar Gio menasehati sang Mama.Gio berusaha sekuat tenaga menekan rasa kesal dan amarah nya pada sang Mama.
Siska begitu tersentil dengan perkataan putranya itu,Air matanya sudah menetes begitu saja.Ia bingung harus berkata apa.
"Apa kau tidak ingin mengatakan sesuatu.
pada putra dan menantumu Siska?"Ujar Papa Gerald.
Mama Siska menelan salivanya dengan linangan air mata dipipinya"Gio maafkan Mama,Mama menyesal sudah melakukan semuanya"lirih Mama Siska menatap lekat sang putra yang berwajah datar.
Pandangan Wanita itu beralih pada Icha yang terlihat gugup"Maaf kan Segala sikap buruk dan kejahatan Mama nak Icha.Maaf jika selama ini membuat hatimu terluka dan hampir membuatmu celaka.Mama benar benar menyesal.Mama juga berterima kasih karena kau mau menolong mama!"Ujar Siska dengan tatapan nanarnya.
Icha yang merasa tak percaya dengan perkataan Mama Siska yg menyebut dirinya sendiri adalah mamanya dan mau meminta maaf padanya pun mendekst dan menggenggam tangan ibu mertuanya itu."Sudah kewajiban Icha menolong Mama,Dan Icha juga sudah memaafkan semua kesalahan Mama.Kita lupakan semua yang terjadi kemarin dan mari kita buka lembaran baru ya Ma.Icha juga mengucap Terimakasih karena Mama sudah mau menganggap Icha sebagai menantu Mama.Doakan pernikahan kami ya Ma.Karena Restu Mama sangat berarti untuk kami"Ujar Icha lembut membuat Siska semakin menangis.Sedangkan Gio menatap Sang Istri dengan lekat.Gio merasa beruntung memiliki Istri sebaik Icha.Ia juga merasa malu karena tidak bisa memaafkan kesalahan mamanya sendiri.
Dengan linangan air mata, Mama Siska mengangguk pelan"Mama sudah merestui kalian,Semoga kalian selalu bahagia"
Icha ikut menangis ,Sungguh suasana terasa begitu haru."Terimakasih Ma,Icha akan berusaha menjadi istri yang baik untuk Kak Gio"
__ADS_1
Gio yang merasa kasihan pada sang Mama,Menggenggam erat tangan wanita yang sudah melahirkannya itu"Maafkan Gio ya Ma,Karena Gio sempat marah pada Mama,Gio juga mengungkapkan terima kasih, Akhirnya Mama mau merestui pernikahan kami."
"Mama paham Nak,Mama yg sudah keterlaluan dan sekarang maka sudah mendapatkan balasan yang setimpal.Kalian berbahagialah dan cepat berikan Mama cucu ya,agar rumah tidak sepi lagi!"
Semuanya terseyum mendengar ucapan Mama Siska.
"Sudah sudah jangan bersedih lagi,Kita lupakan semua yang terjadi kemarin kita buka lembaran baru.Kita hidup rukun dan saling menyanyangi.Kalian mau kan tinggal bersama Papa dan Mama?"ujar Papa Gerald menatap lekat Kedua sejoli itu.
Gio menatap Icha yang terseyum simpul lalu mengangguk pelan,Gio lega Icha mau tinggal bersama nya dikediaman nya.
"Baik Pa,Ma,kami akan segera pindah kerumah nanti setelah Mama keluar dari rumah sakit!"
Papa Gerald dan Mama Siska pun merasa lega dan bahagian mendengar nya.
Kini usai lah sudah perselisihan antara Mama Siska dan Icha.Papa Gerald berharap sang Istri benar benar bisa berubah dan menerima Icha sepenuh hati begitu pula dengan Gio.
Sementara dikediaman Kian.
Sudah Lima hari Gin bersikap dingin,Acuh dan menghindari Sita.
Membuat Gadis 17 tahun merasa tersiksa dan menyesali keberanian nya tempo hari.
Malam itu Sita yang sudah tidak sanggup melihat sikap Gin memberanikan diri mendekat i Gin di ruang Fitnes dihalaman belakang.
Sita tertegun saat melihat otot otot besar Gin yang terpampang jelas dihadapannya karena Gin tidak memakai atasan.Sungguh Gin terlihat begitu tampan dan keren.Rasanya Sita ingin menyentuh otot otot besar itu.
Gin yang terkejut melihat kedatangan Sita menghentikan kegiatannya"Ada perlu apa kau kemari Sita?"
Dengan segala keberanian nya Sita mendekat dan berdiri dihadapan Gin"Sita kesini karena Sita ingin meminta maaf atas sikap Sita yang sudah terlalu berani pada Kakak,Maaf jika itu membuat Kakak tidak nyaman tapi tolong jangan menghindari Sita Kak,Itu membuat Sita merasa bersalah dan sedih"
Gin menatap wajah Sita yang terlihat murang"Saya tidak menghindari kamu Sita,Saya memang sedang Sibuk.Saya juga sudah melupakan sikap mu yang kemarin.Saya harap kamu tidak bersikap seperti itu lagi.Ingat kamu perempuan yang harus bisa menjaga kehormatan mu sendiri!"ujar Gin datar,Jujur Sita merasa tercubit,Sungguh ia merasa rendah dihadapan Gin dan tidak secara sengaja itu melukai hatinya.Sekarang Sita benar benar sudah pasrah,Gin benar benar begitu sulit untuk ia dapatkan.
Sita terseyum tipis seakan menertawakan dirinya sendiri,dan Gin seketika merasa bersalah dengan ucapannya.
"Sekali lagi Maaf kak,Sita pergi dulu"Ujar Sita sekuat hati,Ia sudah tidak tahan lagi berada dihadapan Gin.
Gin yang tertegun hanya bisa melihat kepergian Sita,Namun baru beberapa detik,Sita yang membalikan badannya menatapnya lekat dengan mama yang sudah berair."Apa salah jika aku memiliki perasaan pada Kakak??Maaf jika perasaan Sita ini justru membuat Kakak merasa tidak nyaman.Sita akan berusaha membuangnya jauh Kak.Dan terima kasih untuk semua kebaikan kakak.Selamat malam"
Deg........
Perkataan Sita kali ini justru mencubit hati Gin,Seolah Sita merasa begitu kecewa dan terluka karenanya.Namun Gin tak bisa berbuat apa apa,Ia bingung harus bagaimana.
__ADS_1
Sita menangis terisak didapur,ia tak sanggup melanjutkan langkahnya menuju kamar.Ia merosot Kedinding dibalik meja bartender dapur yang besar.Ia menutup mulutnya yang terisak.Sungguh hatinya begitu terluka dengan perkataan Gin yang seolah merendahkan nya,padahal ia hanya ingin bersikap apa adanya.Sita seakan sudah lelah dan merasa sudah tidak ada harapan lagi.Sita benar benar tak sanggup jika harus melupakan cinta pertama nya ini.
Dio yang melihat kejadian sedari tadi merasa prihatin dan ikut merasa sedih.
Dio dengan sigap memeluk tubuh Sita yang bergetar karena menangis hebat.Dio merasa ikut terluka melihat Sita yang sudah seperti saudaranya sendiri menangis seperti itu.
"Sudah kukatakan bukan,Perasaanmu itu justru akan membuat mu terluka Sit,,Lupakan Dia dan cari orang lain yang mau tulus mencintaimu.!"ujar Dio yang berjongkok memeluk Sita.
Sita menggeleng pelan didada Dio"Itu akan sulit Di,Aku sudah terlanjur dalam mencintai nya.Aku tidak sanggup untuk melupakannya!"
"Tapi aku tidak mau kau dipandang rendah olehnya,Ingat Sita kau adalah gadis cantik dan baik,masih banyak pria yang menyukaimu diluar sana,bahkan teman teman sekolahmu banyak yang menyukai mu.Aku tidak ingin melihatmu semakin terluka Sit"Ujar Dio menatap Sita yang masih menangis.
Dio perlahan mengusap air mata Sita"Sudah hapus air matamu,Sebaiknya kita secepatnya kembali kePanti Sit,kita sudah lama berada disini,Pasti Bu Rani membutuhkan kita untuk membantu mengurus adik"panti,Kau mau kan Sit?"tawar Dio yang membuat Hati Sita semakin sakit.
Sita kembali menangis dipelukan Dio,dan Dio hanya bisa diam mengusap lembut kepala Sita.
"Jika kembali kePanti adalah keputusan mu maka aku akan menurutinya.Mungkin berlama lama tinggal disini akan semakin membuat ku terluka Di!"lirih Sita.
Dio merasa lega mendengar perkataan Sita.
Setelah puas menangis,Hingga membuat Mata Sita bengkak.Dio pun mengantar Sita kekamarnya.Dan didalam Kamar Sita kembali menangis terisak.
Dio rasanya ingin memukul wajah Gin yang menyebalkan itu tapi ia sadar cinta memang tidak bisa dipaksakan.
Seumur hidup tinggal bersama Sita,Dio baru kali ini melihat saudaranya itu terlihat begitu terpukul dan bersedih.Sudah banyak suka dan duka yang Dio dan Sita lalui,membuat ikatan persaudaraan mereka semakin kuat.Dan Dio merasa tidak terima dengan perlakuan Gin pada Sita.Ia merasa kesal dengan sikap Gin yang begitu dingin.Ia memutuskan untuk segera berbicara pada Kyra tentang rencana kepulangan nya kePanti Kasih Ibu.
Sementara diruang Gim,Gin seketika merasa kesal pada dirinya sendiri.Dengan membabi buta ia memukul mukul karung tinju yang menggantung.Gin merasa ucapannya sudah melukai hati Sita.
Mata Sita yang biasanya jernih terlihat berair saat menatap nya tadi,Dan itu berputar diotak Gin.
Gin sungguh bingung harus bagaimana,Ia juga bingung kenapa setiap berada didekat gadis itu ia bersikap dingin dan angkuh.Seperti seakan dia membangun tembok untuk dirinya sendiri.Gin ingin melupakan Icha tapi justru ia membuat orang lain terluka karena sikapnya.
Gin termenung melihat kelangit malam yang cerah,Tak dapat dipungkiri sosok Sita sudah mengalihkan perhatian nya akhir akhir ini.Namun Gin merasa belum memiliki perasaan apa apa pada gadis remaja itu.Apalagi mengingat Sita yang masih sekolah.
Gin lalu memutuskan untuk kembali kekamar nya.Dan saat melewati kamar Sita,Gin terdiam sesaat.Ia bingung haruskah mengetuk pintu kamar Sita dan meminta maaf pada gadis itu?Namun Gin memilih untuk meneruskan langkahnya.
Ia tidak mau memberi harapan apapun dulu pada sita.Walaupun sebenarnya tanpa ia sadari Sita sudah mulai masuk dihati dan pikirannya,Namun Gin masih belum menyadari hal itu.
🍀🍀🍀
Duh Author nangis nulis part ini...Seakan merasakan cinta Sita yang begitu dalam pada Gin.❤️❤️❤️
__ADS_1
Sebenarnya Author pengen misah in kisah Sita dan Gin dinovel lain tapi takut mengurangi kemistrynya...jadi tetap Author tulis disini dicampur dengan kisah yang lain...Tulis ya kalian suka kisah pasangan yg mana????pilih yang bikin kalian baperrrr🤭
Oh ya jangan lupa baca Novel"Author yang lain ya...banyak yang udah Tamat kok, sambil nunggu novel ini Up ... Terima kasih.🙏🙏