
Author ucapkan terimakasih banyak untuk semua readers yang masih setia dengan novel ini..Maaf sekali jika Author lama tidak Up karena kesibukan harian yang lumayan padat dan maaf jika alurnya lambat karena tokohnya juga byak....Author akan berusaha keras menyelesaikan novel ini.Jangan lupa Like,Vote dan komen kalian ya..Matur swun....💓💓
🌹🌹🌹
Pagi Dikediaman Dimika.
Nampak Gio sedang sarapan bersama kedua orang tuanya, Sekesal kesalnya Gio pada Sang Mama ia masih mau makan bersama dan ia masih sangat menghormati sang papa.Meskipum suasana makan sudah tidak hangat,dan Gio lebih memilih untuk diam.
"Gio apa yang kau katakan pada Paman Andre hingga ia memarahi Mama Laura?"Ujar Mama Siska saat Gio sudah selesai makan.
"Jangan mulai lagi Ma"Hardik Papa Gerald.
"Gio benar benar sudah kelewatan Pa,Dia sudah membuat Mama malu pada Andre,,Gio..tarik ucapanmu untuk membatalkan perjodohan ini"ujar Mama Siska yang masih keras kepala.
Gio menatap lekat kedua mata sang Mama"Sudah Gio bilang Ma,Sampai kapanpun hanya Icha yang akan Gio nikahi.Apa Mama tidak lelah terus memaksa Gio?Apa Mama tidak memikirkan perasaan Laura,dia akan semakin terluka jika Mama tetap keras kepala seperti ini"
"Kau sudah benar benar buta Gio,, Seperti nya Mama harus memberi pelajaran pada gadis kampung itu!"ujar Mama Siska dengan sorot mata tajam.
Gio seketika berdiri"Sedikit saja Mama menyentuh Icha,Gio tidak akan mau lagi bertemu Mama"
"Giooooo"Teriak Mama Siska.
"Cukupppp Siska.....Kali ini kau benar benar keterlaluan,Kau mengancam putra kandungmu lagi......Papa tegaskan Ma,Biarkan Gio menikah dengan pilihan nya dan jika Mama mengganggu Icha,Mama akan berhadapan dengan Papa...Pergilah Gio"ujar Tegas Papa Gerald lalu berdiri pergi bersama Gio.
Siska merasa prustasi dan mengumpat kasar.
"Terima kasih Pa"
"Jaga Icha baik baik,Urusan Mama,Biar Papa yang menangani"
Gio mengangguk lalu pergi menuju garasi.
Sementara dikantor BR Group,Kyra yang sedang menemani sang suami dikejutkan dengan kedatangan Keyla yang asing baginya,bagitu pula Marvin yang tidak menyangka akan kedatangan relasi bisnis yang ternyata juniornya dulu.
"Hallo Kayla,,Aku tidak menyangka kita bisa bertemu lagi dan terlibat dalam urusan pekerjaan"Ujar Marvin sambil menyalami wanita berpenampilan sangat seksi itu.
Kayla terseyum sambil sekilas melirik kearah Kyra yang masih duduk.
Dengan percaya dirinya Keyla mencium pipi kiri dan Kanan Marvin,tanpa memperdulikan ekspresi wajah Kyra yang tertegun kaget.
"Aku merindukan mu Marvin,, bagaimanapun kabarmu?"ujar Keyla manja.
Marvin yang merasa tidak enak pada Kyra terseyum kecut"Kabarku baik,ohhh ya... Perkenalkan ini Istriku Key,namanya Kyra,dan dia sedang hamil anak kami"
Keyla yang mendengar itu berpura pura terkejut dan terseyum kearah Kyra"oh maaf aku tidak tahu jika dia istrimu Marfin"Kayla mendekat kearah Kyra sambil mengulurkan tangannya"Hallo Kyra,senang berjumpa denganmu.Aku Keyla junior suamimu dulu"
Kyra yang merasa tidak nyaman dengan senyuman dan sikap Keyla tetap berusaha tersenyum"Hallo juga Keyla.Senang berjumpa denganmu"
Ketiga lantas duduk bersama dan dengan tak tahu malunya Kayla menyilangkan kedua kakinya hingga memperlihatkan kedua pahanya yang mulus membuat Marfin merasa canggung didepan sang istri.
Kyra yang melihat itu semakin merasa kesal.
"Bisa kita mulai meeting nya Marvin?"Tanya Keyla percaya dirinya seakan menyuruh Kyra untuk pergi.
"Tentu Key kita mulai"Ucap Marvin yang masih duduk menggenggam tangan Kyra lalu berdiri mengambil File dimejanya.
Merasa tidak ada urusan lagi dikantor sang suami dan tidak mau dianggap terlalu posesif,Kyra memutuskan untuk pulang.
"Sayang sebaiknya aku pulang!"ujar Kyra berdiri membuat Kayla terseyum tipis.
Marvin yang mendengar itu langsung
__ADS_1
mendekat dan merengkuh pinggang sang istri,Keyla yang melihat itu mengeratkan genggaman tangannya karena kesal.Ia muak dengan adegan romantis yang ada didepan matanya itu.
"Aku antar sampai depan ya!"ujar Marvin yang diangguki Kyra.
"Aku pulang dulu Keyla"Pamit Kyra pada Kayla.
"Hati hati Kyra"ucap Keyla dengan seyum palsunya.
Marvin mengantar Kyra sampai dekat Lift.
"Sayang ingat Jaga matamu dan hatimu,entah kenapa aku merasa Keyla bukan orang yang baik"ujar Kyra menatap lekat sang suami.
Marvin terseyum simpul"Tentu...Dia hanya juniorku dan rekan bisnis, tidak lebih.Kau harus percaya padaku Sayang.Jaga dirimu baik baik dan jangan berpikiran macam macam"
Cup.....
satu kecupan hangat di kening Kyra sebelum Marvin melepas lilitan tangannya di pinggang sang Istri.
Kyra segera masuk Lift"Cepat pulang ya Dady Marfin"ujar Kyra manja sambil mengusap perutnya.
"Iya Sayang....hati hati"jawab Mafin dengan seyumnya.
Liftpun tertutup dan Marvin kembali ke ruangannya.
Ia juga merasa sikap Keyla sekarang berbeda dengan dulu yang lebih pemalu.
Marfin mencoba untuk mengalihkan pandangannya kearah tubuh Keyla dan mencoba menjaga jarak.Ia benar benar ingin menjaga hati Kyra.
Sementara Kyra yang berjalan diloby Kantor berpapasan dengan Dika,asisten pribadi sang suami.
"Kak Dika,dari mana?"
Kyra menggeleng pelan"Bisa aku minta tolong pada Kakak?"
Dika mengerutkan kening nya"Ada apa Kyra?"
"Tolong jaga Suamiku,Sekarang diruangannya sedang ada rekan bisnisnya sekaligus juniornya dulu.Seorang wanita cantik dan seksi.Tapi entah kenapa aku merasa dia bukan orang yang baik kak,Kakak tahu maksudku kan?"ujar Kyra serius.
Dika yang mendengar itu mengulum senyumnya,Ia merasa ini hanya karena hormon kehamilan Kyra yang membuatnya semakin posesif pada atasannya.
"Kau tenang saja Kyra,aku akan mengawasi mereka.hati hati ya dijalan"
"Iya kak,terima kasih.Aku pulang dulu."
Kyra melambaikan tangannya lalu menuju basemen.
Dika yang penasaran langsung menuju ruangan Marvin.Ia sempat terkejut melihat penampilan Kayla yang terlalu terbuka,pantas bila Kyra cemburu dan merasa tidak nyaman.
Sementara Kyra sepulang dari BR Group ditelpon oleh sang keponakan tersayang yang ingin ditemani membeli buku.Siapa lagi kalau bukan Kiral.Karena siang itu Mita sedang tidak bisa menemani sang putra.
Mereka berdua pergi kesebuah pusat perbelanjaan yang besar dengan ditemani dua bodyguard yang sengaja disuruh oleh Kian.
Namun Kyra benar benar tidak menyadari jika selama beberapa hari ini semua kegiatan nya diawasi oleh seseorang.
"Kiral kau ingin mencari buku apa?"Tanya Kyra saat mereka sudah sampai di toko buku.
"Aku ingin membeli buku tentang otomotif Aunty"jawab Kiral.
Kyra terseyum karena ternyata Kiral selain cerdas juga begitu mendalami hobinya dibidang otomotif,selain hoby balapan diarea Gokard Kiral juga suka hal hal yang berbau reparasi dan modifikasi mobil.
"Ayo Auty temani"ujar Kyra lalu berjalan kearah rak rak buku diikuti Kiral.
__ADS_1
Saat itu pengunjung toko buku cukup ramai.
"Apa Aunty ingin membeli buku juga?"tawar Kiral.
Beberapa saat Kyra berfikir "Kau disini dulu ya sayang, Aunty akan melihat lihat buku Novel dulu"
"Okey Aunty"
Kyra yang sedang fokus melihat lihat dan memilih novel yang bagus tak menyadari sudah ada Luky disampingnya.Luky sengaja memakai topi dan baju casual untuk bisa menghindari bodyguard Kyra.
"Ternyata kau menyukai novel ya?"ujar Luky yang mengejutkan Kyra.
"Kak Luky....kenapa ada disini?"ujar Kyra dengan kedua matanya yang melebar.
Luky terseyum tipis"Aku sengaja ingin menemuimu.Aku sangat merindukanmu Kyra,dan kau begitu sulit untuk kutemui"
Kyra seketika gugup dan bingung harus bagaimana.
"Tidak seharusnya Kakak begini,,maaf aku harus pergi"Ujar Kyra yang mencoba pergi.
Saat itu mereka berada di lorong Rak buku yang cukup ramai pengunjung.
Namun dengan cepat Luky menahan lengan Kyra membuat wanita hamil itu terkejut.
"Tunggu Kyra,jangan pergi dulu.Ku mohon.Aku hanya ingin sebentar saja bersamamu itu sudah lebih dari cukup"ujar Luky memohon dengan tatapan lembutnya.
Posisi mereka cukup dekat,Luky bisa melihat jelas wajah cantik Kyra yang mulai cuby.
Sementara Kyra semakin tidak nyaman dengan tatapan hangat Luky padanya dan Kyra merasa terperangkap tak bisa berbuat apa apa,berteriak pun itu akan membuat kegaduhan di toko buku itu.
"Kak....Kyra mohon,biarkan Kyra pergi.Kakak pria yang baik.Kyra yakin kakak akan mendapatkan wanita yang baik dan tulus menyayangi kakak."
Luky terseyum simpul mendengar ucapan Kyra,baginya tidak ada wanita lain yang menarik selain Wanita yang ada dihadapannya ini.
"Apa kau begitu takut padaku...?Aku hanya ingin sebentar bersamamu Kyra.."
"Tapi kak ini tidak benar,Kyra sudah bersuami dan sedang hamil sekarang.Kyra mohon lupakan Kyra dan Carilah wanita yang lebih baik dari Kyra"pinta Kyra dengan nada pelan.
Lagi lagi Luky hanya tersenyum simpul dan dengan berani mengusap kepala Kyra lembut."Harusnya aku yang bertemu dulu denganmu bukan Marvin.Jadi aku yang akan menjadi suamimu bukan dia.Aku bisa lebih baik dari suamimu itu.Apa perlu aku merebutmu darinya atau aku harus melukai Marvin?"
Kyra menggeleng cepat mendengar ucapan Luky"Kyra mohon kak jangan ganggu kami apalagi melukai Marvin..Kakak mungkin hanya terobsesi pada Kyra.ini bukan Cinta.Jadi sadarlah kak,Biarkah Kyra bahagia dengan keluaga Kyra."
Luky tertawa renyah"Tidak semudah itu aku melupakan atau melepasmu Kyra.Peraaaanku sudah terlalu dalam.Dan Maaf jika aku harus terpaksa bermain pintar untuk mendapatkanmu"
Kyra semakin dibuat takut dan khawatir dengan ucapan Luky hingga kemunculan Kiral membuat Kyra bisa bernafas lega.
Melihat kemunculan Kiral,Luky dengan cepat melangkah pergi,namun sebelum melangkah Luky mengusap pipi Kyra lembut"Jaga dirimu baik baik Kyra,aku pergi dulu"
Luky tahu betul siapa Kiral ia tidak ingin anak itu mengadu pada sang ayah dan membuat situasi akan semakin sulit untuknya.Karena Luky merasa belum waktunya ia berhadapan dengan Kian.
Kyra menghela nafasnya panjang,merasa sangat lega.
"Apa pria tadi menganggu Aunty?"tanya Kiral penasaran.
Kyra menggeleng pelan"Tidak Sayang,Ayo Kita pulang"
Kyra hanya tidak ingin sang kakak atau suaminya semakin khawatir padanya.Jika tahu Luky semakin berani menemuinya.
Kyra dan Kiral pun segera pulang karena hari sudah sore.
Dan Luky masih setia menyuruh orang orangnya untuk mengikuti Kyra.
__ADS_1