Mencintai Sugar Dadyku

Mencintai Sugar Dadyku
Bukan kebetulan.


__ADS_3

Hari terlihat cukup cerah,semua sibuk dengan urusan masing masing..


Siang ini Icha menemani manager nya pergi kesebuah kantor Firma hukum untuk mengurus suatu hal.


"Sudah pernah bertemu pengacara itu pak Dimas?"Tanya Icha yang datang bersama manager Divisinya bernama Dimas.


"Udah satu kali Cha,beliau pengacara senior yang dari dulu mengurus jika BR group mengalami masalah hukum."


Merekapun sampai diruang resepsionis.


"Selamat Siang kami dari BR group,ingin menemui Pak Daniel."ujar Dimas.


"Silahkan langsung saja keruangannya,anda sudah ditunggu beliau"ujar sang resepsionis.


Icha dan Dimas pun segera menuju Ruangan Pak Daniel.


Setelah mengetuk pintu,keduanya segera masuk.Dan langsung saling bersalaman.


Terlihat pria paruh baya yang masih nampak bugar dan berwajah indo terseyum ramah.


"Selamat Siang pak Daniel,Saya Dimas,dan dia rekan saya Icha.Kami datang untuk membicarakan soal sengketa lahan yang dialami Perusahaan Kami"


"Saya sudah menghubungi langsung Pak Dika asisten Pak Marvin mengenai masalah ini.Saya sudah menyiapkan semua berkas berkasnya.karena saya akan pergi ke luar negri selama sebulan maka kasus ini akan ditangani oleh anak didik saya,Dia pengacara yang cukup hebat meskipun usianya masih muda.Dia salah satu pengacara terbaik di Firma hukum saya"Jelas Pak Daniel.


Icha Dan Dimas yang paham hanya mengangguk.


Tak lama terdengar suara ketukan pintu dan masuk lah sosok Pria tampan,bertubuh tinggi tegap,berkulit putih berambut hitam legam dan berpakain formal.


Spontan Dimas dan Icha menoleh.


Deg.......


Kedua mata Icha membulat sempurna melihat pria yang baru saja muncul.


"Nah ini orang nya,Perkenalkan dia,Fabian Garindra.Dia pengacara andalan diFirma hukum saya"ujar Pak Daniel mengenalkan.


Dengan rasa terkejut yang masih menguasai dirinya,Icha mengulurkan tangannya dengan ragu untuk bersalaman.


Matanya seakan tak bisa berkedip membuat Dimas merasa heran.


Sedangkan Fabian merasa canggung dengan tatapan Icha padanya.


"Cha kamu kenapa kok aneh gitu??"bisik Dimas pada Icha yang masih menatap Fabian tak berkedip.


Seketika Icha tersadar dan merasa sangat gugup"Ma..af Pak..Saya gak papa"


Pak Daniel menaikkan alisnya melihat sikap gugup Icha"Pengacara saya ini memang tampan,pantas jika nona Icha terpesona"


Icha membulatkan matanya merasa sangat malu"Anda Salah paham Pak Daniel...Saya hanya merasa Pak.Fabian ini mirip dengan seseorang yang saya kenal"Ujar Icha yang membuat Fabian menatapnya penuh tanda tanya.


"Yasudah mari kita bahas kasus nya"ujar Pak Daniel.


Meeting pun dimulai....


Setelah Dua jam,pembicaraan mereka selesai dan semuanya saling berjabat tangan.


Saat meeting berlangsung,Icha tak bisa fokus dan sesekali melirik kearah Fabian yang terlihat serius berbicara.


Sebenarnya Fabian merasa diperhatikan Icha,tapi ia mencoba biasa.


Fabian mengantar kedua sampai depan meja resepsionis.

__ADS_1


"Senang bisa bekerja sama dengan anda Tuan Fabian"ujar Dimas.


"Sama sama Pak,Semoga saya tidak mengecewakan BR group"Ujar Fabian ramah.


"Kalau begitu kami pamit dulu"


Dimas dan Icha bergegas pergi dari kantor Firman hukum itu.


Namun sebelum menjauh,Icha sempat menoleh kearah Fabian yang melihat nya dengan wajah datar.


"Manis tapi aneh..."Monolog Fabian.


Setelah sampai diBR Group,Icha menghubungi Gio untuk mencari tahu tentang Fabian.Sebenarnya Gio bingung tapi demi Icha dia rela melakukannya.


Sedangkan Icha tidak mau mengatakan apapun dulu pada Kian atau Marvin sebelum ia memiliki bukti dan keterangan yang jelas.


Keesokan harinya,saat pulang kerja.Icha sudah duduk bersama Gio disebuah restoran.


"Cha bukankah dia mirip dengan....."Ujar Gio yang sudah melihat foto dan semua keterangan tentang Fabian"


"Iya Kak dia mirip Leo...maka dari itu aku meminta bantuan Kakak untuk mencari tahu tentang dirinya,Ini bukan kebetulan kan Kak ..kemarin aku bertemu dengannya.."ujar Icha.


Gio mengangguk pelan.


"Dia masih single Cha tapi dia sudah memiliki tunangan dan tunangannya itu adalah putri pak Daniel.Dan aku dengar Pak Daniel sendiri yang menjodohkan putrinya.Kebetulan aku sudah mengenal beliau lama.Dan menurut informasi pria itu sudah 4 tahun bekerja di Firma hukum itu."Jelas Gio yang membuat Icha sedikit terkejut.


Icha merasa ini akan rumit jika benar Leo adalah putranya.


"Aku sudah mengajaknya bertemu,Mungkin sebentar lagi dia akan datang"Ujar Gio yang membuat Icha terkejut lagi.


Disaat Icha masih terdiam karena terkejut,Fabian sudah muncul dihadapan mereka.


Fabian dan Icha saling memandang karena merasa sama sama kaget.


Gio terseyum"Maaf jika menganggu waktu anda Tuan Fabian,Saya hanya ingin bertanya sesuatu pada anda"


"Silahkan Tuan Gio"ujar Fabian.


"Maaf jika ini menyangkut hal pribadi tapi ini sangat penting untuk kami dan menyangkut banyak orang termasuk Dua sahabat saya,CEO BR group dan CEO WIN Group."Ujar Gio yang membuat Kening Fabian mengerut.


"Maksud anda Tuan Marvin dan Tuan Kiano?.. Langsung saja Tuan,Jangan membuat saya bingung"


Icha dan Gio saling berpandangan sesaat.


"Apa anda mengenal Nona Clara Putri tuan Calvin,Pemilik Diamond Corb??"Tanya Icha langsung.


Seketika Fabian tertegun ia merasa terkejut sekaligus heran.


"Maaf saya rasa,Saya tidak perlu menjawab pertanyaan anda nona Icha"jawab Fabian yang sudah berwajah Dingin.


"Tolong ini sangat penting untuk kami"ujar Icha.


Melihat Fabian masih diam,Icha segera mengeluarkan ponselnya.


"Lihat baik baik foto ini tuan Fabian "Ujar Icha sambil menyodorkan foto Leo dengan Kyra diponsel pintarnya.


Mata Fabian membulat sempurna melihat Leo yang begitu mirip dengannya.


"Ini....."


"Dia Leo.....putra angkat Pak Marvin berusia 4tahun.Dan wanita cantik itu Kyra,Istri Pak Marvin sekaligus sahabat dan adik saya waktu dipanti....Jadi apa sekarang tuan Fabian mau menjawab Pertanyaan saya?Jelas Icha.

__ADS_1


"Dan ternyata Leo adalah putra kandung Clara sahabat Marvin"Timpal Gio.


Fabian dibuat terkejut setengah mati,Ingatannya berputar pada kejadian yang sudah hampir 5 tahun berlalu.


Fabian menutup matanya,Ada rasa getir yang ia rasakan saat ingin berkata jujur.


"Saya mengenal Clara,Bahkan saya sangat mencintainya sejak kami SMA...Dan kami pernah berhubungan satu malam"


Gio menghela nafasnya"Jadi benar Leo itu memang putra anda"


"Fabian menatap dalam Icha dan Gio bergantian.


"Bahkan aku tak tahu jika Clara Hamil


..Ia menghilang begitu saja setelah malam itu.Dulu aku hanya pria biasa belum seperti sekarang,Jadi usahaku mencarinya hanya terbatas"ujar Lirih Fabian yang membuat hati Icha juga ikut sedih.


"Clara juga baru tahu jika putranya masih hidup,Ini karena Marvin melakukan Tes DNA baru baru ini....anda tahu...semua ini karena papa Clara yang membuang bayi Clara diPanti asuhan.Dan Kyra yang juga dulu tinggal dipanti,merawat Leo sedari bayi dan menyayanginya seperti putra kandungnya sendiri...Hingga setelah menikah,Marvin dan Kyra membawa pulang Leo dan menjadikan putra mereka."


Fabian semakin terperangah"Saya tak menyangka Pak Calvin begitu tega hanya karena saya hanya pria biasa,Saya harus menemui putra saya dan berterima kasih pada Nona kyra"


"Anda Tahu Kyra adalah Adik kandung Kiano yang dulu sempat menghilang dan tinggal dipanti bersama Leo dan Icha ini...Dan masalahnya sekarang adalah,Clara ingin membawa Leo pergi dari Kyra setelah tahu Leo itu putranya.Ia ingin hidup tenang dan jauh dari papanya.Tapi itu akan menyakitkan untuk Kyra .."


"Apa??Saya juga berhak atas Leo,dia tidak boleh membawa pergi putra saya"


Gio terseyum tipis dengan ucapan Fabian."Yang menjadikan rumit disini adalah,Clara akan mengurungkan niatnya jika diantara Kian atau Marvin mau menikahinya...bukankah itu permintaan yang konyol....bahkan Clara tahu jika Kian akan menikah sebentar lagi"


"Apa??ujar Fabian kaget lagi.


"Jadi yang bisa membantu kami adalah anda Tuan Fabian... Tolong hentikan niat konyol Clara..Atau mungkin anda bisa menikahinya,..Tapi saya mohon jangan pernah menjauhkan Leo dari Kyra"Ujar Gio.


Kini Fabian dirundung dilema,Ia benar benar terkejut dengan fakta dan situasi ini."Untuk mempertahankan Leo akan saya lakukan tapi disini saya sudah memiliki tunangan,meskipun tidak bisa saya pungkiri saya masih mencintai Clara."


Gio juga ikut bingung dan prihatin dengan keadaan Fabian yang serba salah.


"Sebenarnya saya tidak menginginkan pertunangan ini,tapi saya sudah terlalu banyak berhutang Budi pada pak Daniel,,beliau yang menolong saya saat saya terpuruk dulu...."


Icha tertegun dengan pernyataan Fabian,sungguh sulit posisi Fabian sekarang.


"Sebaiknya kita bicarakan ini baik baik dengan pak Daniel dan putrinya nanti,setelah anda menemui Leo dan melakulan Tes DNA dengannya...Setelah ada bukti kita akan mempertemukan anda dengan Clara dan semuanya."ujar Gio.


"Lalu kapan saya bisa berjumpa dengan putra saya?"Fabian.


"Besok saya akan mengajak Leo dan Kyra ditaman hiburan,anda bisa menemui kami disana"Ujar Icha.


Fabian mengangguk dengan senyum simpulnya"Terima kasih untuk kebaikan kalian,Jika anda anda ini tidak memberitahu saya,mungkin seumur hidup saya tidak akan tahu jika saya memiliki seorang putra yang sangat tampan."


"Jadi pertemuan kita dikantor anda kemarin bukan kebetulan semata kan tuan Bian"Ujar Icha menghibur.


Fabian terseyum tipis"Melihat tatapan anda kemarin pada saya hampir membuat saya salah paham..Saya kira anda..... Maaf"Ujar Fabian yang menjadi canggung.


Gio melirik tajam kearah Icha yang juga gugup"Memang kamu melihat nya seperti apa Cha?"


Icha semakin salah tingkah"Ah ...itu ..Kak ...hanya .....kaget saja"


melihat ada kilatan api cemburu Dimata Gio pada Icha membuat Fabian mengerti jika kedua orang didepannya ini memiliki rasa lebih dari sekedar pertemanan.


"Jangan cemburu Tuan Gio ....Mungkin nona Icha hanya penasaran melihat saya"sela Fabian.


Icha hanya berani menunduk tanpa berani melihat kearah Gio.


Sedangkan Gio mencoba bersikap tenang"Sudah tidak ada yang bicarakan lagi,kalau begitu kami pergi dulu.Biar Icha nanti menghubungi waktu bertemu untuk besok,Tuan Fabian."Ujar Gio yang sudah berdiri.

__ADS_1


"Baik Tuan Gio,Nona Icha,sekali lagi terima kasih"Ujar Fabian lalu sedikit menunduk.


Fabian terseyum simpul melihat Gio dan Icha yang berlalu.masing masing Terlihat canggung dan malu.


__ADS_2