
Satu minggu berlalu.
Berita tentang insiden yang menimpa Kyra sudah tersebar luas dinBR Group,WIN group,Exel Group juga perusahan lainnya.
Kyra masih dalam keadaan koma diRumah sakit.Sejak kebenaran Kyra terungkap,Marvin semakin dalam mencintai Kyra.Marvin dengan setia selalu berada disisi Kyra.Tak sedetikpun Marvin meninggalkan Kyra.Dan selama seminggu ini Marvin tidak pergi kekantor dan menyerahkan semua urusan pekerjaan pada Dika asistennya.
Kian juga sama masih setia menemani adiknya meski sesekali dia kekantor atau kekantor polisi untuk mengurus kasus Kyra.
Semua bergantian datang menjenguk Kyra,Ibu Panti juga belum kembali kepanti,Ia belum bisa tenang meninggalkan Kyra.
Mamy Jya juga rutin datang dengan membawa masakannya dan baju ganti untuk Marvin.
Sedangkan Icha dan Mita sepulang Kantor pasti langsung kerumah sakit.
Icha,Mita,ibu panti bergantian mengelap tubuh Kyra setiap hari atas permintaan Marvin.
Malam hari Marvin sedang berada dikamar inap Kyra sendiri.Marvin memandang lekat wajah Kyra yang pucat dan semakin kurus.
Marvin mencium lembut Keniing Kyra lalu menggenggam tangannya Kuat.
"Sampai kapan kau akan tertidur Sayang...Bangunlah...."
"Aku merindukanmu Sayang,,Kau bilang ingin segera menikah dengan ku kan? Dan menjadi nyonya Marvin.Jadi cepat bangunlah Sayang."
"Jangan membuatku takut.Aku begitu mencintaimu.Aku tidak bisa hidup tanpamu rubah kecil.Kumohon bangunlah"
Begitulah ucapan ucapan Marvin yang sering ia bisikkan ditelinga Kyra setiap hari.
Sorot mata Pria maskulin itu nampak sayu.Sedih dan lelah bercampur jadi satu.
Kian masuk memghampiri Marvin sambil mengusap lembut kepala adik tersayangnya.
"Terima kasih" Ujar Kian yang seakan sulit untuk mengucapkannya selama ini.
Marviin menyerngit heran."Untuk??"
"Karena dulu kau sudah menyelamatkan nyawa Kyra dan sekarang kau selalu setia disampingnya" ujar Kian yang masih berdiri.
Kian mencoba membuang segala ego dan tembok keangkuhannya selama ini pada Marvin demi Kebahagiaan Adiknya.Kini Ia rela dan bisa melepas Kyra pada Marvin.
Marvin hanya mengangguk menatap Kian.
"Aku sudah merelakan adikku untukmu.Dan aku tidak keberatan lagi dengan hubungan kalian.Bagiku kebahagiaan Kyra adalah nomer satu."
Marvin terseyum simpul kearah Kian,"Terima kasih untuk restumu"
Tanpa mereka sadari Kyra mendengar pembicaraan mereka.Air matanya mengalir dari sudut matanya dan jatuh kebantal.
Marvin dan Kian yang mengetahui itu merasa terkejut.
"Kau menangis Sayang?Apa kau mendengar kami berbicara?" ujar antusias Marvin.
Kian juga mendekat kewajah Kyra.
"Bangunlah Adikku Sayang,Kakak sudah merestui hubungan kalian." bisik Kian tepat didepan telinga Kyra.
Tak lama Icha,Mita dan Gio datang lalu disusul ibu Panti dan Mamy Jia.
"Ada apa?" Tanya Mitta yang melihat Seyum simpul diwajah Kian.
__ADS_1
"Kyra menangis" jawab Kian.
Sontak semua ikut senang,Itu artinya Kyra mulai merespon dan menerima rangsangan suara dari sekitarnya.
"Benarkah.....Ayo Kyra bangunlah,Kami merindukanmu" ujar Mita disamping wajah Kyra.
Pukul 23.00.
Ibu Panti dan Mamy Jia sudah pulang.Sedangkan Icha dan Mita tidur diranjang kosong samping Kyra,sedangkan Kian dan Gio tidur disofa.
Sementara Marvin tidur sambil duduk disamping tubuh Kyra,Menyenderkan kepalanya ditepi ranjang sambil menggenggam erat jemari Kyra.
Jemari Kyra mulai bergerak dan Kedua matanya mulai mengerjap menyesuaikan cahaya lampu.
Kyra merasa tubuhnya sangat lemas dan sakit semua hingga tak bisa digerakkan.
Ia mencoba sedikit menunduk dan Kyra seketika terseyum melihat Marvin tidur disisinya.
Wajah tampan itu terlihat lelah.
Perlahan Kyra mengusap lembut kepala Marvin,sontak Marvin terkejut.
Begitu bahagiannya dirinya melihat gadis pujaan hatinya sudah tersadar dari Koma.
"Kau sudah bangun Sayang.Cup cup cup...Aku sangat bahagia." ujar Marvin lalu mencium kening,pipi dan Bibir Kyra kilat.
Kyra terseyum lembut kerah Marvin yang matanya sudah berkaca.
Marvin segera memencet tombol yang berada diatas ranjang Kyra dan tak lama seorang dokter datang bersama seorang perawat.
Mengejutkan Mita,Icha, Kian dan Gio yang sedang tertidur.Mereka terkejut dan merasa lega serta bahagia melihat Kyra sudah terseyum kearah mereka.
Mita dan Icha segera memeluk Kyra menyalurkan kebahagiaan mereka.
"Selamat datang lagi sahabatku....aku merindukanmu" Ujar Mita.
"Kak Icha senang Ky kamu sudah sadar" Ujar Icha.
Kian mendekat dan mencium kening Kyra lama."Terima kasih ya adikku sayang kamu sudah kembali lagi."
Kyra terseyum lembut.
"Memang sudah berapa lama aku tidur?" Tanya polos Kyra.
"Satu minggu Sayang" Jawab Marvin yang sudah menggenggam erat tangan Kyra lalu memeluknya erat.
Kyra nampak tercengang ternyata dirinya cukup lama tak sadarkan diri.
Setelah berbincang sebentar mereka pun kembali tidur lagi ketempat masing masing.
Kali ini Marvin tidur diranjang Kyra,posisi tubuh Marvin menyamping memeluk erat tubuh kekasihnya itu.
"Tubuhku bau Marvin sudah lama tidak mandi" Ujar Kyra yang merasa risi didekat marvin.
"Meski kau bau aku tetap cinta mati padamu Sayang"
"Gomball...."ujar Kyra mengerucutkan bibirnya.
" Mana yang sakit Sayang?"
__ADS_1
"Tubuhku terasa pegal dan lemas semua.Perutku juga terasa nyeri"
"Itu wajar Sayang,Bekas operasinya belum sepenuhnya kering." Ujar Marvin sambil mengusap usap luka diperut Kyra.
Kyra merasa hangat dan nyaman.
"Sejak kapan kau mencintaiku?"tanya Marvin tiba tiba.
" Maksudmu?"Kyra heran.
"Ibu Panti sudah menceritakan semuanya"
Kyra seketika tertegun lalu menatap Marvin.
"Hahhhh"
"Sejak usia berapa kau mengagumiku Hmmmm???"
Kyra merasa malu,Marvin sudah mengetahui kebenarannya.
"Sejak Usiaku 13 tahun"
"Berarti diusia remaja kau sudah mengagumi om om ini dong" Goda Marvin.
"Iya Om Om yang berjasa besar dalam hidupku.Om om yang membiayai sekolahku dan Om om yang terlihat begitu tampan dan menawan." jujur Kyra.
Marvin tertawa reyah.
"Lalu kenapa dulu saat aku datang kePanti tidak pernah melihatmu?tanyanya penasaran.
" Setiap tahun sekali kau datang kepanti dan saat itu aku pasti sedang berada disekolah.Dan terakhir aku melihatmu diusiaku 13 tahun.Aku melihatmu berbincang dengan Bu Rani."
"Dan semenjak itu Kau mengagumi ku?begitu....." ujar Marvin.
Kyra mengangguk pelan.
Marvin mencium kilat bibir Kyra lalu memeluknya erat.
"Terima kasih ya Sayang Kau sudah mencintaiku dengan tulus Bahkan sampai lima tahun kau setia menjaga hatimu demi pria sebejat dan seburuk diriku."
"Iya Tuan Marvin,Terima kasih juga karena sudah menerima gadis biasa sepertiku"
"Kau bukan gadis biasa Sayang.Kau spesial.
Aku masih tidak menyangka gadis kecil yang aku tolong dan gendong dulu kini tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik dan baik" Ujar Marvin sambil menatap wajah cantik Kyra.
"Apa kau masih melihat ku sebagai gadis kecil itu??"Tanya Kyra.
Marvin menggeleng pelan.
" Aku melihatmu sebagai wanita dewasa cantik yang akan menjadi ibu dari anak anakku kelak.Jadi jangan pernah menyesal mencintai aku.Dan jangan pernah pergi meninggalkan pria tua sepertiku"ujar Pelan Marvin.
Kyra mencium kilat bibir Marvin.
"Aku berjanji tidak akan pernah menyesal mencintaimu atau bahkan meninggalkanmu"
Marvin Terseyum bahagia.
"Terima kasih Calon istriku,Aku sangat mencintaimu...Sekarang tidurlah.Aku akan menjagamu"
__ADS_1
Kyra lalu terlelap kedalam pelukan hangat Marvin.Kyra seakan tak ingin momen indah ini berakhir begitu cepat.