
Doorrrrrrr,.........Bunyi Senjata api itu menggema di seluruh ruangan Kafe......
Mengejutkan semua orang yang berada diruangan itu,Menghentikan pertarungan yang dilakukan oleh para pria.
Sesosok tubuh wanita jatuh tersungkur keLantai dengan bersimbah darah karena peluru mengenai bahunya.
"Claraaaaa....."Pekik Fabian yang langsung berlari mendekati Clara yang sudah pingsan.
"Mamaaaa...."Pekik Leo yang melihat sang Mama terjatuh,bocah itu terlihat sangat ketakutan.
Tadi saat Nadine mengeluarkan senjatanya dari dalam tas dan langsung mengarahkan ke Fabian,Clara segera berlari untuk menghadangnya hingga tembakan Nadine mengenai dada atas Sebelah kanan Clara.
"Kau gila Nadinnn"Teriak Fabian yang sangat marah dengan memeluk Tubuh Clara yang sudah tidak berdaya.
Dengan cepat Nadine menarik lengan Kyra dan mengarahkan pistol nya pada kepala Leo yang berada digendongan Kyra.Membuat Marvin dan yang lain tercekat.
"Hahahaha....Dasar wanita bodoh.....aku senang justru kau yang tertembak....."Ujar Nadine dengan gelak tawa"Aku memang gila Fabian,Dan aku lebih bisa gila lagi dari ini........Ayo nyonya Marvin ikut aku"Perintah tegas Nadine yang membuat Kyra takut.
Nadine memberi kode pada anak buahnya yang masih tersisa untuk melindunginya"Menyingkir kalian atau aku akan menembak anak ini"Perintah Nadine keras.
Marvin dan yang lainnya pun tak mau mengambil resiko,mereka pun memberi jalan pada Nadine yang menyeret Kyra dan Leo yang ada di dekapan Kyra.
Sungguh suasana semakin menegang dan Marvin begitu cemas melihat sang istri.
Nadine segera keluar dari Restoran itu dan segera masuk kedalam mobil dengan membawa Kyra dan Leo.
"Cepat jalannnm"Teriak Nadine pada anak buahnya.
Setelah menyuruh Dika mengantar Clara kerumah sakit ditemani Icha dan Mita,,Marvin segera menyusul mobil Nadine diikuti yang lain.Untunglah keadaan mereka masih baik baik saja setelah pertarungan sengit yang mereka lalui tadi hanya penampilan mereka yang terlihat berantakan.
Marvin yang cukup handal mengemudikan mobil berusaha mengejar Mobil Nadine dengan Kian disisinya sementara mobil dibelakang ada Gin yang juga handal dalam balap mobil bersama Gio dan Fabian.Satu lagi mobil yang lain berisi Tama dan body guard yang masih tersisa mencoba menghadang mobil.Nadine dengan arah yang berbeda.
Kejar kejaran tak bisa dihindari,Suasana begitu menegangkan.Semua berpacu dalam kecepatan tinggi.membuat kendaraan disekitar mau tak mau menyingkir.
__ADS_1
"Cepatlah Marvin...kita bisa kehilangan jejaknya"Ujar Kian yang merasa sangat khawatir dengan keadaan sang Adik.
"Diamlah Kian.....aku lebih khawatir dibanding dirimu....disana ada istri dan putraku"pekik Marvin dengan masih fokus mengendarai mobil dengan kecepatan Tinggi.
"Cepatttt.........dan cari jalan pintas untuk mengecoh mereka"teriak Nadine pada anak buahnya sambil menodongkan pistolnya kearah Kyra yang duduk disampingnya.
Leo semakin terisak dan gemetar.
Disaat Nadine sedang mengamati jalan,Kyra dengan cepat melepas Jam tangan yang ada di tangan Leo dan memasukkannya kedalam gaunnya lewat dada.Kyra ingat bahwa didalam jam tangan itu sudah dipasang alat GPS oleh sang suami.untuk menjaga keselamatan Leo.
Kyra merasa begitu takut,Mobil yang ia tumpangi beberapa kali hampir menabrak mobil didepannya.
Saat hampir saja mobil Marvin berhasil menyusul mobil Nadine,Tiba tiba ada mobil besar yang menghadang mereka.
Chitttttttttttt,.....Marvin spontan mengerem diikuti mobil Gin dibelakang.Untung saja mereka tidak saling bertabrakan.
"Sialllllll ......Akhhhhrrr..........mereka hilang"Umpat Marvin saat melihat mobil Nadine hilang dari pandangan matanya.
"Hahaha haha.... akhirnya mereka tak bisa mengejarku...."Tawa Nadine senang saat mobil Marvin tak terlihat lagi.
"Bagaimana ini?Aku takut wanita gila itu melukai adikku dan Leo"Ujar Kian meremas tangannya.
Marvin mencoba berfikir lalu ia ingat sesuatu"Aku baru ingat,aku sudah memasang alat pelacak dijam tangan Leo, semoga saja Istriku bisa menyimpan jam itu agar Nadine tak mengetahui nya....
Kita coba lacak lewat itu"
"Sebaiknya kita mencari dulu"Pinta Kian yang belum mau menyerah yang dianguki Marvin.
"Tenanglah Fabian....Kyra gadis yang kuat,Aku yakin dia bisa melindungi Leo"Ujar Gio pada Fabian yang terlihat begitu takut dan cemas.Fabian juga cemas memikirkan Clara yang tertembak.Rasanya ia ingin menangis dengan keadaan ini.Tapi ia harus kuat menghadapi semua ujian ini.
"Kau belum tahu seperti apa Nadine itu,, Gio"Ujar Fabian menatap Lekat Gio lalu Gin yang masih fokus mengemudi.
Sementara diRumah sakit,Semua wanita nampak cemas dan hanya bisa berdoa untuk keselamatan semuanya.
__ADS_1
"Semoga semuanya selamat ya Kak"ujar Mita Yang memeluk Icha didepan ruang operasi Clara.
"Kita hanya bisa berdoa Mit"jawab Icha.
Tiga Jam berlalu.
Satu dokter keluar dari ruangan operasi.
"Bagaimana dok?"Tanya keduanya mendekat.
"Kami.sudah berhasil mengeluarkan pelurunya tapi pasien masih kritis karena kehilangan banyak darah.Kita masih harus menunggu sampai malam ini"ujar sang Dokter lalu pergi,bertepatan dengan para pria yang sudah datang.Mereka memutuskan untuk kembali kerumah sakit untuk melihat kondisi Clara dan Menyiapkan strategi untuk menemukan Nadine.
Hati Fabian semakin kacau mendengar Sang Istri masih dalam keadaan kritis,,Ia juga memikirkan nasib sang putra yang belum kembali.Sungguh ini sangat berat untuk Fabian.
"Bagaimana kak keadaan Kyra dan Leo?"Tanya Mita yang sangat khawatir pada Kian
"Kami masih melacaknya,,, Kita berdoa saja...Kami akan mencarinya lagi"ujar Kian dengan wajah serius nya.
Icha dah Mita sungguh mengkhawatirkan keadaan Kyra dan Leo yang masih ditawan Nadine.
Marvin duduk dengan tertunduk lemas,ia begitu takut dengan keadaan Istri dan putranya,,Ia merasa sangat geram dengan keadaan ini.
Semua benar benar dalam keadaan kacau saat ini....
Sementara diujung belahan bumi lain,Pak Daniel yang mendengar kabar tentang kegilaan putrinya segera menyuruh anak buahnya untuk memesan tiket pulang ke Indonesia secepat mungkin.Ia tak menyangka penyakit putrinya akan kambuh kembali.Sungguh ia menyesal tak bisa mengurung Putrinya dari kemarin.
Sedangkan Ditempat lain,seorang pria paruh baya terduduk lemas saat mendengar kabar jika putrinya tertembak dan dalam keadaan kritis sekarang.
Siapa lagi kalau bukan Calvin Sanjaya,ayah dari Clara.
Calvin sebenarnya sudah mengetahui Pernikahan sang putri, Sebenarnya ia masih belum sepenuhnya nya merestui pernikahan itu tapi Melihat sang putri bahagia dan melihat Fabian sekarang sudah menjadi Pengacara yang hebat Membuat nya perlahan menerima pernikahan itu,Apalagi putrinya dilindungi oleh Marvin dan Kian yang merupakan orang orang hebat yang membuat nya sedikit segan untuk menentang pernikahan itu.Calvin juga sudah melihat foto Leo yang membuatnya semakin menyesali perbuatannya di masa lalu.
"Kenapa semuanya jadi begini.....??Maafkan papa,Clara.yang tak bisa melindungimu,,,,"
__ADS_1
Jangan lupa Like dan Komen nya ya......sarangeo.....