Mencintai Sugar Dadyku

Mencintai Sugar Dadyku
Kau????


__ADS_3

Keesokkan Harinya.


Kyra yang sudah pulang bekerja sore tadi dan kini sudah terlihat cantik dan rapi dengan mengenakan dres simple pemberian Jia.


Setelah berpamitan pada Icha Kyra segera naik kedalam mobil jemputan suruhan Jia.


Kyra nampak terperangah sangat mobil yang ia naiki memasuki halaman sebuah rumah yang begitu besar dan mewah.Rumah bergaya eropa dengan warna cat putih dan kream yang mendominasi membuat Kyra begitu mengaguminya meski hari sudah malam tapi tak mengurangi keindahan rumah itu.


"Silahkan masuk Neng,Nyonya Jia sudah menunggu didalam" Ujar sang Supir setelah membuka pintu mobil untuk Kyra.


Kyra terseyum sambil turun dari mobil lalu berjalan masuk.


"Akhirnya kamu datang kerumah Mamy,Kyra" Sambut Jia yang sudah menanti didepan ruang tamu.


Kyra terseyum lebar lalu memeluk Jia erat.


"Terima kasih mamy karena sudah mengundang Kyra untuk datang kerumah Mamy.Rumah Mamy sungguh besar" Ujar polos Kyra.


Jia terseyum mendengar pujian Kyra.


Kyra nampak melihat kesekeliling ruangan.


"Kok Sepi My?" Dimana Suami dan putra mamy?"Kyra yang belum mengetajui jika suami Jia telah tiada bertanya.


"Suami Mamy sudah meninggal Kyra sejak 13 tahun yang lalu dan putra Many masih dikantor,Sebentar lagi pasti pulang."


Seketika Kyra merasa tidak enak pada Jia.


"Maaf My,Kyra membuatmu Mamy sedih"


",Tidak apa apa cantik,Ayo kita kedapur" Ajak Jia pada Kyra.


Jia dengan cepat menarik tangan Kyra dan sengaja mengalihkan perhatian Kyra agar tidak melihat bingkai foto besar yang terpasang didinding ruang tengah.Karena difoto itu ada wajah Marvin.


Jia ingin Kyra tidak tahu dulu jika ini rumah Marvin,Jia ingin mereka saling terkejut saat pertama bertemu.


Kyra pun mulai memasak dibantu Jia.Dengan lincah tangan Kyra mulai menyiapkan bahan,meracik bumbu dan segera mengolahnya.


Jia kagum melihat ketrampilan Kyra dalam memasak"Kamu suka memasak ya Cantik?"


"Iya My,Sejak dipanti asuhan dulu,Kyra sering memasak untuk adik adik panti"


Jia nampak manggut manggut pelan.


"Ibu panti juga bilang,seorang wanita itu harus bisa memasak.Agar bisa melayani suami dan kekuarganya kelak dengan baik.kata Beliau Dari perut bisa naik keHati....hahaha" tawa kecil Kyra sambil memasak.


"Sepertinya ibu Panti sudah mendidikmu dengan sangat baik Sayang"


"Benar My,Beliau sangat menyanyangi ku seperti putri kandungnya sendiri."


Tak lama masakanpun sudah siap semua.


Kyra membantu Jia membawa dan menata dimeja makan.


Saat Kyra sedang fokus menata hidangan dimeja,Dari arah belakang Marvin muncul.


Marvin tertegun melihat sosok wanita yang membelakanginya.Sosok wanita yang memakai dres cantik.


"Ekhemmm,Permisi anda siapa?"Tanya Marvin yang sudah maju beberapa langkah.


Deg.......

__ADS_1


Kedua mata Kyra melebar,Kyra sangat mengenali suara itu.


Kyra terdiam sesaat lalu dengan ragu menoleh.


Seketika Keduanya sama sama terkejut dan seakan mematung ditempat.


Apalagi Marvin yang begitu terkejut sekaligus kagum dengan penampilan Kyra yang nampak cantik dan anggun.


"Pak Marvin...kenapa kau bisa ada disini?" Tanya Kyra gugup.


"Harusnya aku yang bertanya,Sedang apa kau dirumahku rubah kecil?"


Kyra semakin terperangah.


"Rumah mu???"


"Iya ini rumahku.......Kenapa?"


"Jad....jadi kau putranya Mamy Jia?" ucap Kyra semakin lemas.


"Iya,Tunggu kau memanggil Mamy pada Mamaku?" Heran Marvin.


Sungguh Kyra sangat terkejut dan tak menyangka,Ternyata Orang yang selama ini sudah begitu baik padanya,menganggapnya sebagai putri kandung sendiri dan menjadi tempatnya mencurahkan perasaannya justru adalah ibu dari pria yang selama ini ia cintai dan kejar kejar.


Kyra merasa seakan takdir sedang mempermainkannya.


Kyra menjadi Khawatir jika sampai Jia tahu bahwa yang selama ini dia bawakan bekal adalah putra Jia sendiri.Kyra juga takut Jika Jia memberitahu Marvin bahwa ia berasal dari panti asuhan kasih ibu.


Kyra belum siap jika Marvin mengetahui siapa dirinya.


Belum sempat Kyra menjawab Jia muncul.


"Ahhh kau sudah pulang Marvin?"


Jia berpura pura nampak terkejut.


"Rubah kecil....Kyra maksud Kamu?Apa kalian sudah saling mengenal?"


"Dia bekerja diperusahaan Marvin My"


"Bagus kalian sudah saling mengenal" Ujar Jia.


"Katakan pada Marvin,Kenapa Mamy bisa mengenalnya?"Tanya marvin yang masih berdiri dan melihat Kyra sekilas.


"Kyra ini yang menolong Mamy saat sakit Asma Mamy kambuh dijalan Marvin"


Kyra yang merasa canggung berniat untuk segera pulang.


"Maaf Mamy,Sebaiknya Kyra Pulang...."


"Eh kenapa pulang,Ayo kita makan dulu" Ajak Jia.


"Tapi Mamy,Kyra ada urusan mendadak.Maaf" Kyra segera melangkah pergi.


Tapi baru selangkah berjalan Suara bariiton menghentikan langkahnya.Marvin merasa Kyra masih ingin menghindar darinya.


"Siapa yang mengijinkanmu untuk pergi?" Ujar sarkas Marvin.


Kyra merasa tercekat dan hanya mematung.


"Duduk" perintah Marvin tanpa menoleh kearah Kyra.

__ADS_1


Jia terseyum tipis melihat sikap putranya,Ini yang ia harapkan.


Dengan ragu Kyra duduk disamping Jia menghadap Marvin.Entah kenapa keberaniannya selama ini yang ia tunjukkan didepan Marvin hilang begitu saja.


"Ayo kita mulai makan,Marvin ini semua Kyra yang memasaknya" Ujar Jia.


Mereka pun mulai menyantap makanan mereka masing masing,Marvin yang sudah berhari hari tidak merasakan masakan Kyra terlihat lahap saat makan.Sesekali ia melirik kearah Kyra yang sedikit menunduk.Jujur Marvin sebenarnya sangat kagum dengan kecantikan Kyra malam ini.


"Marvin kata Kyra,Dari perut bisa naik kehati Lho....." Ujar Jia santai.


Uhuk uhuk uhuk......


Keduanya tersedak secara bersamaan.


"Kalian kompak sekali.Mamy merasa kalian sangat lucu." Goda Jia.


Bluss.....Rona merah terlihat dipipi Kyra.Gadis itu berusaha menutupinya.


Setelah selesai makan Marvin segera Naik kekamarnya untuk mandi.


Sedangkan Jia mengajak Kyra ke ruang tengah untuk berbincang.


Mata Kyra tak bisa teralihkan saat melihat Marvin muncul menuruni tangga,Marvin yang terihat fres dan tampan setelah mandi dan memamai baju casual yang belum pernah Kyra lihat sebelumnya.


Marvin menatap Kyta dengan seyum simpulnya,Ia tahu Kyra masih sangat menyukainya.Hanya saja saat ini Kyra seakan menjauhinya.


Marvin lalu duduk disamping Kyra membuat Kyra semakin gugup..


"Marvin ini sudah malam kamu antar Kyra pulang ya" perintah Jia.


"Ehhh gak usah Mamy,Kyra bisa pulang sendiri kok,Pak Marvin pasti capek My" tolak halus Kyra.


"Enggak Kok,Marvin masih bisa mengantar kamu"ucap Jia.


"Kyra tidak mau merepotkan bos Kyra My" tolak Kyra lagi.


Marvin yang sedari tadi diam kini bergerak mendekat ketelinga Kyra lalu berbisik.


"Jika kamu menolak lagi,Aku akan menceritakan pada Mamy,Apa yang sudah aku lakukan padamu diapartemen malam itu''


Kyra menelan ludahnya kasar mendengar bisikan Marvin.


Sedangkan Jia hanya bisa mengulum seyum melihat kedekatan dua anak muda didepannya.


" Iya My,Kyra mau dianter pak Marvin."Ujar Kyra lirih.


"Nah gitu dong"


Kyra memeluk erat Jia membuat perasaan Marvin seakan menghangat.


"Makasih ya Mamy Jia,Kyra pulang dulu"


."Iya Cantik,Lain kali datang kesini lagi ya Anggap ini seperti rumahmu sendiri"


Kyta terseyum lembut sambil mengangguk.


Sebelum Marvin pergi,Jia mendekat dan berbisik.


"Jaga baik baik calon menantu Mamy, Marvin.Dan kamu dengar Marvin tidak ada yang bisa menjadi menantu Mamy selain Kyra''Wajah Jia begitu terlihat tegas melihat Marvin.


Marvin melebarkan matanya menatap Jia,

__ADS_1


Lalu pergi mengantar Kyra.


" Mamy akan membantumu Kyra"gumam Jia melihat keduanya berlalu.


__ADS_2