
Tak terasa sudah hampir tiga bulan hidup Marvin tak tenang karena kehadiran sosok Kyra.
Tapi beberapa hari ini Hubungan Kyra dan Marvin agak merenggang sejak Marvin melihat kedekatan Kyra dengan Gio.Entah apa yang dipikirkannya,Ia seakan ingin menghindar dulu dari Gadis muda itu,Sementara Kyra masih bisa bersikap biasa dan terseyum didepannya saat bertemu sekilas meskipun hatinya terasa nyeri melihat Marvin seakan mengacuhkannya.
Marvin sebenarnya sudah mulai mencintai Kyra tapi masih merasa ragu dan belum yakin sepenuhnya.
Kebetulan karena ada suatu proyek besar yang menyangkut banyak perusahaan,Hari ini Marvin akan bertemu dengan Kean,Rivalnya sejak dulu.Pertemuan itu juga dengan beberapa pimpinan perusahaan lain dan tentunya dilakukan diBR Group.
Pukul 10.
Kean sudah sampai Di BR Group bersama asisten dan beberapa pengawalnya.Dengan langkah tegas dan berwibawannya Kean menuju keruang meeting.Sudah sangat lama Kean tidak masuk keperusahaan rivalnya ini.Sebenarnya ia malas bertemu Marvin tapi demi jiwa profesionalnya ia akhinya mau datang sekalian melihat keadaan perusahaan tempat adiknya bekerja.
Tak lama Gio datang juga dengan beberapa pimpinan perusahaan lain.
Didalam ruangan itu juga ada beberapa pimpinan devisi di BR group,Termasuk Icha yang menjadi wakil dari teamnya diDevisi Perencanaan.Juga ada Bu Lina dari Devisi keuangan.
Kean dan Gio tidak menyadari ada Icha diruangan itu.Sedangkan Icha merasa terkejut dengan kehadiran Kean dan Gio.
Icha merasa akan ada hal buruk yang terjadi kali ini.
Tak lama yang ditunggu datang.
Marvin berjalan dengan tegas memasuki ruangan Meeting,Pandangan dinginnya menyapu kesemua tamunya.Tangannya mengepal kuat saat pandangannya menangkap sosok Kean dan Gio.Mereka saling menatap dengan tatapan dingin meski hanya sekilas.Tapi itu bisa dilihat jelas oleh Icha.
Marvin seketika merasa sangat kesal setelah melihat mereka.Tapi ia berusaha untuk bersikap tenang.
"Terima kasih untuk kehadiran semua tamu tamu terhormat saya diperusahaan BR Group.Kita bisa mulai meetingnya sekarang" Ujar tegas Marvin sebagai tuan rumah.
Meeting yang membahas tentang proyek raksasa itu pun dimulai.ini adalah tander yang sangat besar dan melibatkan banyak pihak.
Masing masing perusahaan mulai menunjukkan dan membeberkan hasil rancangan mereka didepan para hadirin.Mata Kean dan Gio membulat saat Icha maju mempresentasikan hasil rancangannya.
Meskipun gugup,Icha berhasil menjalankan tugasnya dengan baik.
Gio terseyum simpul melihat kepintaran dan keberanian Icha.Ada rasa kekaguman saat melihat Icha dengan seyum manisnya tampil didepan banyak orang.
Dua jam berlalu,Meeting pun usai.
Saat Kean dan Gio hendak meninggalkan Ruangan itu,Marvin sengaja mendekat.
Marvin mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Kean dan juga Gio.
Tatapan tajam mereka bertemu,Seketika aura dingin menyelimuti ruangan itu.Semua orang sudah sangat paham bagaimana hubungan persaingan antara Marvin dan Kean dari dulu.
Icha yang melihat itu langsung menghubungi Kyra.
Bunyi Ponsel Kyra mengejutkannya saat masih fokus dengan pekerjaannya.
__ADS_1
Mata Kyra membulat saat Icha memberitahunya tentang keberadaan Kean dan Gio diruangan meeting dengan suasana panas.
Kyra berfikir sudah saatnya Kean dan Marvin tahu tentang dirinya.Kyra tidak ingin Marvin dan Kean terus bermusuhan.
Dengan langkah cepat dan tanpa memperdulikan teman temannya,Kyra segera berlari menuju ruang meeting.
Mita yang merasa khawatir segera mengikuti Kyra.
"Terima kasih sudah mau datang keperusahaanku Tuan Kiano" Ujar Marvin dengan tatapan dinginnya.
"Dan satu hal lagi,Jangan pernah dekati Kyra lagi!" Kini Marvin sudah tidak bisa menahan emosinya
Kean Dan Gio mengerutkan keningnya,Mereka heran Kenapa Marvin bisa mengenali Kyra yang hanya karyawan biasa diBR group.
"Kenapa kau melarangku Tuan Marvin,Memang kau ini siapanya??" Ujar Kean dengan seyum smriknya.
Keduanya masing saling bersalaman dengan tatapan tajam dan aura yang begitu dingin.
Lalu Marvin yang semakin emosi menarik kerah kemeja Kean kuat
"Kakak,,,Marvin....Hentikan.Kalian sedang apa?"
Suara Keras Kyra mengejutkan Marvin dan Kean dan semua tamu yang masih berada diruangan itu.
Kyra mendekat dan melepaskan cengkraman tangan Marvin dikerah baju Kean.
Kyra lalu menoleh kearah Kean dan menggenggam tangannya.
"Kak Demi Kyra jangan berdebat lagi" ucap Lembut Kyra yang membuat Marvin tertegun.
"Kakak???" tanya Marvin bingung,Ia masih mengira Kyra hanya menganggap Kean sebagai seorang Kakak seperti kakak kandungnya bukan sedekat ini.
"Iya Kenapa?Apa kau tidak tahu dia adalah Kyra Queensa adik kandungku yang selama ini menghilang" Ujar Kean tegas.
Deg..........
Marvin mematung seketika.Ia tak pernah menyangka Gadis yang mulai menarik hatinya ternyata adik dari musuh besarnya.
Marvin memandang lekat kearah Kyra dengan wajah terkejutnya.
Semua yang hadir sangat terkejut,Ternasuk Dika dan Bu Lina.Wanita paruh baya itu tidak menyangka gadis sederhana dan polos yang berada didevisinya itu adalah Princes nya WIN group yang selama ini menghilang.
"Ayo Kyra kira pergi dari sini" Ujar tegas Kean yang sudah menggenggam tangan Kyra.
Baru selangkah,Marvin sudah menghadang jalan Kean..
"Tunggu,Aku tidak akan membiarkanmu membawa Kekasihku!" Ujar lugas Marvin.
__ADS_1
Kini giliran Kean dan Gio yang terkejut.Juga semua para tamu.
Icha dan Mita hanya bisa melihat perdebatan itu,Mereka tak berani untuk ikut campur.
"Apa yang dikatakannya Kyra?,Apa benar dia kekasihmu?" Tanya Kean seakan tak percaya dengan semua yang ia dengar.
Kyra mengangguk pelan.
"Iya Kak,Marvin adalah kekasihku."
Deg..........
Kean seakan terpukul.Mana mungkin adiknya bisa bersama dengan musuh nya.
Tak beda dengan Kean,Gio juga sangat terkejut,Kini ia tahu siapa orang yang ada dihati Kyra.
"Jadi ini alasanmu Kyra tetap bertahan diperusahaan ini dan tidak mau masuk ke WIN Group??Mulai sekarang kau keluar dari BR group.Kakak tidak akan pernah membiarkan dirimu bersama pria breng...k ini?Ayo ikut Kakak" Titah Tegas Kean yang sudah sangat emosi.
Kyra berusaha melepas genggaman tangan Kean.
"Kak,Kyra mohon lepaskan Kyra."
Marvin dengan cepat menarik tangan Kyra yang satunya.
"Jangan pernah membawa pergi Kekasihku!"Ujar Marvin dengan sorot tajamnya.
Dika semakin takut melihat emosi dimata Bosnya itu.
Kean terseyum tipis kearah Marvin yang menatapnya.
" Dia adalah adik kandungku,Aku berhak melindungi dan menjaganya apalagi dari pria sepertimu!Dan satu hal lagi,Mulai sekarang jangan harap kau bisa menemui adikku ini"Ujar Kean begitu tegas lalu segera berjalan tegas sambil menarik Kyra meninggalkan Ruangan itu diikuti Gio dibelakangnya.
Marvin seakan tertegun dan tak bisa berbuat apa apa,Ia tahu siapa sosok Kean yang juga sama hebatnya sperti dirinya.
Kyra sempat menoleh kearah Marvin,Kyra berusaha terseyum pada Marvin sebelum ia menghilang dari pandangan kekasihnya itu.
Marvin seakan merasa lemas melihat seyum dan Tatapan Sendu Kyra padanya.
Ia merutuki kebodohannya sendiri karena beberapa hari ini,ia dengan sengaja menghindari Kyra dan bersikap datar pada Gadis itu.Ini semua hanyalah kesalah pahamannya saja.Sungguh kini ia menyesal.
Sekarang ia baru menyadari perasaannya,Marvin tersadar kedepannya jalannya akan terasa sulit dan berat untuk mendapatkan Kyra.
"Shitttttt........kenapa jadi serumit ini.." Umpatnya kasar yang masih bisa didengar oleh semua orang.
Marvin yang merasa frustasi langsung berjalan dengan langkah cepat menuju ruangannya.
"Cari tahu dimana alamat Keano Sultan Wiratama,CEO WIN gruop itu!" Perintah tegas Marvin pada Dika saat sudah berada diruangannya.
__ADS_1
"Aku akan mendapatkanmu lagi rubah kecil,meskipun harus melawan Kakakmu itu" Gumamnya