
Hari berganti.
Setelah kejadian kemarin Icha terlihat semakin diam dan murung.Rasa mindernya semakin besar.
Kyra, Mita dan Sita terus mencoba untuk menghibur Icha,Termasuk Kiral yang juga sangat menyayangi Icha.
Malam hari terlihat semua sudah berkumpul dimeja makan.
Kian dan Marvin pulang lebih awal bersama Dika dan Gin.Sementara Icha lebih memilih untuk ijin dulu.
"Apa masalah dikantor kak?"Tanya Kyra yang melihat sang Kakak diam sehari tadi"
"Tidak ada apa apa,Hanya saja aku tadi bertemu Luky saat direstoran!"ujar Kian yang membuat Marvin terkejut.
Tadi saat Kian meeting disebuah restoran ia tak sengaja bertemu Luky.Dengan berani Luky meminta maaf pada Kian dan meminta ijin untuk bertemu Kyra,Tapi Kian tidak mengijinkan itu.
"Apa yang dia katakan?"ujar Marvin datar.
"Dia meminta maaf soal kejadian kemarin dan meminta ijin padaku untuk bertemu dengan Kyra!"ujar Kian santai.
"Jangan harap aku membiarkan Breng..k itu bertemu istriku..Apa kau akan membiarkan nya bertemu istriku?"ujar Marvin yang nampak kesal.
"Tentu tidak...Tapi itu tergantung Kyra.Dia yang harus bisa menghindari Luky.Tapi aku lihat dia sangat menyesal dengan kejadian kemarin"Ujar Kian yang sengaja memancing menggoda amarah Marvin.
Marvin menatap tajam kearah Kian"Sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan istriku bertemu dengan pria itu!"ujar Marvin lalu beralih menatap Kyra "Kau mengerti kan Sayang!"
"Iya sayang aku mengerti maksudmu!"ujar Kyra yang masih duduk di kursi roda.
"Bilang saja kau cemburu jika Kyra bersama luky!"sarkas Kian yang membuat Marvin kesal.
"Kak ...jangan menggoda Suamiku..Kalian seperti anak kecil saja,tidak pernah akur!"ujar Kyra yang heran dengan sikap sang kakak dan sang suami.Tapi dengan jelas Kyra bisa melihat jika sang suami memang sangat cemburu dengan sosok Luky .
"Dady jangan memberi contoh yang buruk padaku!"protes Kiral yang membuat Marvin senang.
"Ok Son,Dady hanya ingin melihat kekesalan diwajah Uncle mu ini saja!"membuat Mita menggelengkan kepalanya melihat Sikap suaminya yang suka memancing kemarahan Marvin.
Melihat Icha yang masih diam Kian menyodorkan piring berisi lauk kehadapan gadis itu."Makan yang banyak Cha,Jangan memikirkan hal kemarin lagi.Jaga kesehatan mu dengan baik"
Icha mengangguk"Iya Kak.."
"Dimana Gio,tumben dia tidak kesini?"heran Marvin.
"Ada meeting penting yang harus dia hadiri dengan investor asing"
"Investor dari China itu?"tanya Marvin lagi yang diangguki Kian.
"Kudengar Dia perempuan cantik"ujar Marvin yang seketika mendapatkan cubitan dari Kyra."Sakit sayang"lirih Marvin.
Sontak membuat Icha menatapnya.
"Tenang Cha,Dia hanya investor asing yang suka berbisnis disini.Dia wanita yang tegas dan aku sangat mengenalnya dengan baik"sambung Marvin yang membuat Icha lega.Jujur saja Icha merasa khawatir sekaligus cemburu jika Gio bersama wanita cantik diluar sana.
Setelah makan malam,Icha memilih menyendiri dipinggir kolam renang.
"Apa kau ingin sesuatu Cha?"Tanya Gin yang tiba tiba datang dan duduk disamping Icha.
Icha menggeleng"Tidak kak"
"Jaga kesehatan mu Cha,jangan sampai masalahmu membuat dirimu sakit!"ujar Gin dengan tatapan dalamnya.
Icha terseyum"Terimakasih ya Kak"
__ADS_1
Keduanya terdiam bersama sambil menikmati suasana malam yang begitu menenangkan.
"Apa aku boleh tau apa ada seseorang dihati Kakak?"tanya Icha yang tiba tiba penasaran dengan sosok Gin yang selalu sibuk dengan pekerjaannya.
Gin menatap Icha lekat sesaat lalu beralih menatap lurus ke depan.
"Ada tapi hatinya sudah dimiliki orang lain"
Deg......
Jawaban dari Gin membuat Icha gusar,pasalnya ia merasa sikap Gin terkadang aneh padanya.Dan karena itu Icha merasa Gin memiliki perasaan padanya.
"Lalu apa yang akan kakak lakukan?Menunggunya atau bagaimana?"tanya Icha yang membuat Gin lagi lagi menatapnya.
"Entahlah Cha ...biar waktu yang menjawabnya"jawab Gin tanpa ekspresi.
"Kakak harus mencari kebahagiaan kakak sendiri ya...Icha ikut bahagia jika Kakak bahagia"
Gin mengangguk"Terimakasih Cha"
Tanpa mereka sadari ada Sita yang mengamati dari ruang dapur.
Sungguh tak bisa dipungkiri Sita merasa cemburu.Yang dibilang Kyra ternyata benar,jika Gin memiliki perasaan pada Icha.Gin yang sulit ia dekati justru dengan suka rela mendekati Icha.
"Jangan dilihat jika itu membuatmu sakit Sit"ujar Mita yang mengejutkan Sita yang sedang melamun.
Sita dengan cepat merubah raut wajahnya,ia harus bisa terseyum seburuk apapun suasana hatinya.
"Sita harus terbiasa kak...Dan Sita tidak akan mundur begitu saja.Bukankah cinta Harus diperjuangkan kak?"ujar Sita terseyum.
Mita terseyum,ia salut dengan keberanian dan tekad kuat Sita yang tak pantang menyerah.
"Aku kembali kekamar dulu ya Sit,sudah malam.Tidurlah!"pamit Mita lalu beranjak pergi.
"Kamu sedang apa Sit didapur?ini sudah malam.Tudurlah!"
Belum sempat menjawab Gin muncul dan menatap keduanya membuat Sita menjadi salah tinggal dan menatap Gin dengan raut wajah yang sudah dijelaskan.
"Kamu baik baik saja kan Sit?"Heran Icha yang belum mengetahui perasaan Sita pada Gin.
"Iya Kak,Aku baik baik saja.Aku hanya haus saja.Aku pergi kekamar dulu kak.Permisi!"Ujar Sita yang tidak bisa menahan kegugupannya lagi dihadapan Gin dan pergi kekamar nya.Saat Sita melewati tubuh tinggi Gin, Keduanya hanya Saling bertatapan.Gin sama sekali tak berucap pada Sita dan masih dengan wajah datarnya.
Sita yang gugup bersembunyi dibalik dinding.
"Tidurlah Cha....Ini sudah malam.Dan jangan memikirkan hal kemarin lagi"ujar Gin yang diangguki Icha dan masih bisa didengar Sita.
Sita mengintip Icha yang kembali kekamar dan Gin yang terdiam menatap kepergian Icha lalu pergi kepost securyty depan.
"Sedalam apa kak Perasaanmu pada Kak Icha?"gumam Sita melihat Gin keluar rumah.
Sementara Itu Disebuah taman.
Erick dan Cleo sedang menikmati makanan atas permintaan Cleo.
Demi sang Istri,Erick yang tidak pernah makan diruang terbuka mau makan ditempat Ramai seperti itu.
Sejak kedatangan keduanya sudah menjadi bahan tontonan karena mobil yang dikendarai keduanya juga tampilan Erick yang begitu tampan dan terlihat berwibawa.
Cleo membrekut melihat ada beberapa wanita seksi yang curi curi pandang oadaY sang suami.Cleo akui semakin ia mengenal Erick semakin tampan pula suaminya itu.
"Kenapa wajahmu ditekuk?apa makanannya tidak enak?"heran Erick.
__ADS_1
Keduanya sedang menikmati makan nasi goreng kesukaan Cleo.
Cleo menggeleng"Bukan makanannya,Tapi itu!"ujar Cleo sambil menunjuk beberapa kumpulan Wanita yang sedang membicarakan suaminya dengan isyarat dagunya.
Seketika Erick mengikuti arah pandang Sang Istri dan Terseyum simpul"Kenapa mereka?"
Cleo membuang muka"Pura pura tidak tahu....Kau senangkan menjadi bahan tontonan dan pujian?"cibir Cleo.
Cup......satu kecupan dipipi Cleo membuat wanita hamil itu terkejut.
"Bilang saja kalau kau cemburu..!"ujar Erick bangga.
"Jangan suka sembarangan menciumiku.ini tempat umum!"ujar Cleo mendelik.
"Suka suka aku lah!"ujar Erick menggoda.
Tapi jujur didalam hati Cleo merasa senang.
"Lain kali kita jangan naik mobil mewah seperti itu,naik motor saja"ucap Cleo sambil mengunyah makanan.
"Aku tidak akan mengajakmu naik motor,apalagi kau sedang hamil begini!"ujar tegas Erick.
"Mobilmu itu terlalu bagus untuk datang ketempat seperti ini.Dan juga penampilan mu itu...terlalu mencolok!"ujar Cleo kesal.
Erick seketika melihat dirinya sendiri,ia merasa penampilan nya biasa saja.Dia hanya mengenakan kaos putih dengan jaket kulit hitam dan celana jins.
"Bukan penampilan ku tapi memang aku nya yang tampan!"ujar Erick percaya diri.
Cleo berdecak"Sudah ah,Aku malas berdebat denganmu...bilang saja jika kau suka menjadi perhatian wanita wanita itu,Aku akui aku memang kalah jauh dari mereka"
Erik suka ekspresi wajah Cleo yang terlihat menggemaskan.
Erick seketika memeluk gemas Cleo yang membuat para wanita yang melihat mereka bersorak.
Sementara Cleo membulatkan kedua matanya"Sudah kubilang ini tempat umum!"kesal Cleo.
"Jadi aku harus bagaimana menghadapi bumil yang sedang ngambek ini?"
"Terserah!"ucap Cleo tanpa menatap Erick yang terseyum nakal padanya .
"Aku suka jika kau cemburu begini sayang..Sudah habiskan makananmu lalu kita pulang.Aku ingin segera tidur memelukmu!"goda Erick yang menatap intens Cleo yang mulai salah tingkah.
"Erickkk...bisa diam tidak!"kesal Cleo yang mendelik.
"Apa Sayang?minta cium,peluk atau yang lain hmmmm?"goda Erick lagi.
Cleo menggeleng "Kenapa bisa aku menikah denganmu?"
"Karena kau mencintaiku dan aku mencintaimu...!"jawab Erick keras yang membuat semua orang memperhatikan mereka membuat Cleo semakin malu .
Cleo langsung berdiri dan hendak melangkah namun dengan cepat Erick menarik tangannya"tunggu dulu,jangan terburu buru.ingat Sayang kau sedang hamil!"
"Ayo....Aku malu!"bisik Cleo yang menunduk.
Erick suka Cleo jika begini.Dengan santainya Erick berjalan sambil memeluk Cleo dari samping.Ia sekalian ingin memperlihatkan pada wanita wanita tadi jika ia sudah beristri yang sangat ia sayangi.
Cleo terseyum kecil melihat tingkah laku sang suami yang begitu manis menurut nya.
πΊπΊπΊπΊ
Ihhhh.....Bang Erick gemessss bangettt sich kalo lagi bucin......ππ
__ADS_1
Habis ini ada yang tegang tegang ya.......