
Mita berjalan cepat lalu menyenderkan tubuhnya didinding sebelum masuk ke kamar Kyra.
Mita menyentuh dadanya yang sedari tadi bergetar hebat karena ulah Kian.
"Aku tidak menyangka,ternyata dia begitu berani padaku.Akhhhhhh... bisa gila aku lama lama dekat Kepala batu itu." Gumam Mita lirih lalu masuk kekamar Kyra,Malam ini mita memang menginap dirumah Kyra karena besok adalah wekeend.
Keesokan harinya.
Kyra masih terlihat murung.Ia bahkan malas untuk keluar kamar apalagi bertemu Kian.
Icha dan Mita nampak bingung harus bagaimana.
Timbullah ide Mita untuk mengajak Kyra pergi makan siang diluar.Tapi Icha ragu apa Kian mengijinkannya.
"Mit kamu aja yang bilang Kak Kian,Aku gak berani!" Ujar Mita yang sedang meracik sayuran didapur bersama Mita.
Mita diam,Ia memikirkan kejadian semalam..
"Kenapa kau diam Mit,Atau jangan jangan terjadi sesuatu ya antara kau dan Kak Kia" Curiga Icha.
Mita seketika gugup.",Enggak kok Kak,gak.ada apa apa."sangkal Mita,Tapi Icha merasa tidak percaya apalagi melihat kegugupan Mita.
"Yakin gak ada apa apa?Kalau gitu kamu berani dong minta ijin sama Kak Kian?" pancing Icha.
Dengan terpaksa Mita mengangguk pelan.
"Sekarang aja kamu kekamar Kak Kian,Minta ijin dia"perintah Icha yang lebuh tua 2 tahun dari Mita.
Mita pun dengan ragu pergi menuju kamar Kian.
"Duh ni orang masih tidur apa udah bangun ya?" Gugup Mita saat sudah berada didepan kamar Kian.
Tok tok tok.
Tak lama pintu dibuka.Kian masih dengan muka bantalnya dan bertelanjang dada berdiri didepan mita yang mematung.
Seketika Kian menaikkan kedua alisnya.
"Mau apa lagi gadis kecil,mau menggodaku lagi?" ujar Kian datar.
Mita mencebikkan bibirnya.
"Isss jangan terlalu percaya diri Kak.Aku kesini mau minta ijin"
"Ijin apa?" Tanya Kian.
__ADS_1
"Hmmm Nanti aku dan Kak Icha ingin mengajak Kyra jalan jalan keluar,Kita mau nyalon,Nonton trus makan.Kasihan Kyra murung dari semalam,Mungkin dia butuh suasana baru" jelas Mita.
Kian memicingkan matanya.
"Kau ingin membantu bosmu itu ya menemui adikku?" Curiga Kian.
"Ck .......aku hanya ingin menghibur Kyra Kak.Apa kakak akan mengurung Kyra terus" sanggah Mita.
Kian nampak berfikir."Baiklah,Aku ijinkan Kyra keluar tapi kalian akan bersama dua pengawal yang selalu mengikuti kalian.Dan ingat jika aku tahu kau terbukti membantu Marvin,Aku akan memberimu hukuman"tegas Kian.
"Ck....jadi ceritanya ngancam nich!" Ucap Mita kesal.
"Seperti itu..."
"Terserah Kakak lah,Aku.capek ngomong sama kakak" mita hendak pergi meninggalkan Kian tapi tangan Kian mecekal lengan Mita.
"Apa lagi Kak?"tanya Mita.
" Tunggu dulu"Ujar Kian lalu masuk kekamarnya.
"Pakai ini untuk kalian belanja,Ini Kartu kredit ku.Kyra juga sudah memiliki black kard" ujar Kian dengan menyodorkan kartu kredit platinum pada Mita.
Mita menyerngitkan alianya.
"Aku tidak butuh kartu Kakak,Aku masih punya uang.Gajiku Di BR group lumayan besar kak jadi cukup untukku bersenang senang.Kakak jangan pernah anggap aku wanita yang gila uang seperti wanita diluar sana." Lugas Mita.
"Terima kasih Kak.Simpan saja kartu itu Kak" Ujar Mita lalu pergi dari hadapan Kian.
Kian terseyum simpul melihat sikap tegas Mita dan harga diri mita yang begitu tinggi.
Setelah sarapan,Icha dan Mita mencoba membujuk Kyra yang masih bergulung diatas kasur empuknya dengan mata sembab.
Pukul 10.pagi.
Akhirnya Ketiga gadis itu sudah terlihat cantik dan rapi.Kyra sudah nampak fres dan bersemangat.
Kian lebih memilih menghabiskan wekeend dirumah dengan bersantai saja.
"Awasi mereka jangan sampai lengah" perintah Kian lewat aerphone nya sambil membaca buku diruang kerjanya pada para pengawal yang menjaga adiknya.
Mereka sampai disebuah mall terbesar dikota itu,pertama mereka masuk kesalon untuk memanjakan diri lalu kebioskop.Setelah itu mereka berbelanja pakaian dan terakhir mereka makan didalam cafe yang berada dikawasan Mall itu.
Tanpa mereka sadari Orang suruhan yang diperintah Marvin,mengabari bosnya itu tentang keberadaan Kyra.
Secepat Kilat Marvin sampai dan langsung masuk kecafe tersebut.Ia duduk dengan jarak yang cukup jauh dari Kyra.Marvin sadar betul banyak pengawal suruhan Kian yang selalu mengawasi Kyra.
__ADS_1
Marvin segera menyuruh Seorang pelayan untuk mengirim pesannya pada secarik kertas kemeja Kyra.
Saat Kyra sedang asyik bercanda dengan Icha dan Mita seorang pelayan datang mendekat."Maaf ada seseorang yang mengirim ini untuk anda"
Kyra nampak bingung.Lalu segera membacanya pelan agar para pengawalnya tidak curiga.
Aku ada didekatmu,Sayang......
I love you...Marvin.
Kyra terseyum setelah membaca isi pesan itu.Icha dan Mita merasa heran.
Kyra mencoba mencari cari keberadaan Marvin dengan tetap bersikap tenang.
Akhinya Kyra melihat Marvin duduk disudut Cafe sambil menatapnya.Kyra terseyum sekilas pada Marvin meskipun jarak mereka ckup jauh tapi Mereka masih bisa dengan jelas saling menatap.
Keduanya sudah merasa bahagia meskipun hanya berjumpa dari jarak jauh.
Kyra bergegas Ketoilet agar tidak membuat pengawalnya curiga.
Kira meminta tolong pada seorang pelayan untuk memberikan pesannya pada Marvin.
Dengan imbalan besar,pelayan itu menghampiri Marvin.Pria bertato segera membuka kertas itu.
Aku sangat merindukanmu Marvin...
Jika kau benar mencintaiku,Datang dan temui aku.....
Marvin terseyum simpul setelah membaca pesan dari Kyra itu.
Saat Kyra kembali dari Toilet,Sekilas ia melihat Marvin saat melewatinya.Kyra terseyum simpul sambil menatap Marvin lekat.
Marvin merasa lega melihat gadisnya terseyum hangat padanya.
Setelah puas bersenang senang Ketiga gadis itu pulang.
Malam harinya.
Saat makan malam Kyra masih diam didepan Kian membuat Pria itu merasa bersalah.
"Maafkan Kakak Kyra,Kakak hanya ingin yang terbaik untukmu"
Cup.......Kian mengecup kening Kyra lalu pergi kekamarnya.
Sebenarnya Kyra merasa sedih harus mendiamkan Kakaknya,tapi dadanya juga merasa sesak mengingat sikap keras Kian padanya.
__ADS_1
Icha melihat itu merasa prihatin,Ia tak ingin hubungan kakak adik itu merenggang.
Mita juga sama ia merasa harus secepatnya menyadarkan Kian agar tidak bersikap keras kepala pada adiknya sendiri.Meskipun Mita sadar apa resikonya jika terlalu lama berada didekat Kian.