
Dua hari berlalu,Erick terlihat sedang sarapan dengan Abel.
"Kakak sudah lihat gadis kampung itu?"Tanya Abel tiba tiba.
Erick yang sedang fokus makan menoleh seketika.
"Kakak bahkan sudah kenal dan bicara padanya"
"Lalu apa pendapat Kakak,dia gadis yang licik kan,dia hanya gadis ingusan Kak"Hina Abel.
Seketika Erick meletakkan sendoknya dan menatap adiknya datar.
"Jangan menghina nya Abel,Kakak lihat dia gadis yang baik dan dewasa diusianya yang masih muda"
Mata Abel membulat"Apa kakak bilang??Baik...Dewasa..."Abel tertawa sinis..
"Ingat Kak,Gara gara gadis kampung itu,Papa masuk penjara dan Marvin meninggalkanku" ujar Abel yang terlihat sangat membenci Kyra .
Erick menaikkan satu alisnya
"Kau terlalu membencinya Abel,,ingat Papa masuk penjara karena memang dia sudah membunuh kedua orang tua Kyra,Dulu kakak sudah memperingatkan pada Papa tapi kau tahu,papa memang ambisius dan keras kepala.Jadi ini tidak ada hubungannya dengan Kyra'',,,Jelas Erick.
Abel tercengang dengan ucapan sang Kakak.
" Kenapa kakak jadi membela gadis itu??"
"Kakak tidak membelanya Abel,itu memang Faktanya,Jika kamu jadi Kian,pasti kamu akan melakukan hal yang sama kan??" ujar Erick santai.
Abel mengepalkan satu tangannya diatas meja,dan itu bisa dilihat oleh Erick yang sangat paham dengan sifat adiknya itu.
"Abell...lupakan Marvin.Kau ini sangat Cantik,pasti kau bisa mendapatkan pria yang lebih baik dari dia.Jangan sampai rasa benci dan dendammu membuat hidupmu sendiri hancur.Kakak ingin kamu bahagia juga Bel Dan soal perusahaan papa,kau tenang saja,kakak tidak akan membiarkan Kian mengambilnya"Ujar Erick menasehati adiknya.
Abel menatap tajam kakaknya itu,"Aku mulai merasa curiga dengan Kakak,,Jangan jangan Kakak juga tertarik dengan gadis kampung itu ya????" Ujar Abel dengan nada tinggi.
Erick seketika menatap tajam Abel
"Jaga nada bicaramu Abel,,Aku ini Kakakmu.....Soal aku tertarik atau tidak itu adalah urusan Kakak,kau tidak perlu tahu"
Abel merasa sangat kesal dan langsung berdiri.ia semakin merasa dugaannya benar.
"Klo sampai Kakak benar benar suka dengan Kyra,Aku akan sangat membenci Kakak.Itu artinya Kakak tidak menyanyangi aku dan papa" Ujar Abel lalu pergi dari meja makan.
"Abel...tunggu.Kakak belum selesai bicara" Teriak Erick namun tidak diperdulikan Abel.
"Sialan....apa sebenarnya kelebihan gadis kampung itu.Aku tidak akan membiarkan dia bahagia,apalagi sampai bersama kakakku" Umpat Abel yang sudah berada didalam kamarnya.
Sementara Erick menutup matanya sesaat.Ia bingung harus bagaimana menghadapi sikap manja,egois dan ambisius adiknya itu.
Erick juga bingung dengan perasaannya sendiri.Diusianya yang sudah matang,ini pertama kalinya ada sesuatu yang aneh yang ia rasakan dihati saat berada didekat seorang wanita,yaitu Kyra.
Begitu banyak wanita yang mendekatinya diThailand dengan wajah wajah cantik dan tubuh tubuh yang begitu sexi tapi tidak ada yang mampu membuatnya merasakan keanehan itu.Justru sosok gadis kecil,Cantik natural dan memiliki sikap yang hangat,Murah seyum,sederhana dan rendah hati mampu memikatnya.
Kini Erick berada dalam dilema.
Dan tanpa sadar ia membuka ponselnya dan ia segera mengirim pesan pada Kyra untuk meminta bertemu dengan gadis itu.
__ADS_1
Diluar dugaan Kyra membalas pesannya dan gadis itu mau untuk bertemu dengannya nanti sore pulang kerja.
Seyum simpulpun muncul dibibir Erick.
Sementara itu dikediaman Wiratama.
Kyra yang sedang sarapan bersama Kian dan Icha dikejutkan dengan notifikasi ponselnya.
Dengan sikap tenang agar kakaknya tidak curiga,Kyra membalas pesan itu.
Tidak ada salahnya menurut Kyra untuk berteman dengan sosok Erick yang baik.Kyra sedikitpun tidak membenci atau dendam pada Erick,baginya yang bersalah itu adalah Pak Martin.
Kyra justru memiliki niat untuk bisa mengakrabkan sosok Erick dengan kakak dan kekasihnya,agar tidak ada lagi permusuhan dan persaingan diantara mereka.Kyra ingin hidup tenang dan damai.
Ini memang sulit tapi Kyra akan berusaha mewujudkannya,dan salah satunya dengan cara berteman baik dengan Erick,meski Kyra tahu resikonya sangat besar.Jika sampai kakak dan kekasihnya tahu pasti mereka akan marah besar.
"Kita berangkat sekarang"Ajak Kian pada Icha dan Kyra tanpa ada rasa curiga.
" Iya Kak,Ayo..."Jawab Kyra.
Mereka bertiga pun menuju Kantor bersama tentu bersama Gin yang setia menemani tuannya.
Siang hari DiBR group.
Seperti biasa Kyra datang untuk menemani sang kekasih makan siang.
"Sayang....." Panggil Kyra saat membuka pintu ruangan Marvin.
Pria bertatto yang sedang fokus didepan lap topnya seketika menoleh dan langsung berdiri.menghampiri Kyra lalu merengkuh pinggangnya.
"Ck ..gombal.....Ayo kita makan,aku sudah memasak untukmu" Ujar Kyra sambil terseyum.
"Aku serius Sayang,Apa kau tidak merindukanku hmmm...???"Marvin menggenggam tangan Kyra untuk duduk disofa.
" Iya aku percaya,Aku juga sangat meridukanmu mr, Kevin Marfino Baskara"
Kyra berucap sambil membuka kotak bekal makanannya.
Marvin terseyum"Suapin ya!"
"Issss manjanya calon suamiku ini...Buka mulutmu..." ujar Kyra sambil menyodorkan sesendok nasi beserta lauk ya.
Marvin segera membuka mulutnya menerima suapan sang kekasih"Kau juga makan sayang"
Kyra mengangguk..
Kyra lalu mengamati Marvin yang terlihat sedang memikirkan sesuatu.
"Sayang apa yang mengganggu pikiranmu?"
Marvin menatap Lekat kyra membuat Kyra bingung.
"Ada apa?jangan membuatku bingung?" Kyra.
Marvin terseyum lembut lalu semakin menggenggam tangan Kyra erat.
__ADS_1
"Aku takut Erick mengganggumu,,aku bisa melihat dari tatapannya padamu Sayang...dia menyukaimu." Ujar Marvin yang jujur.
Kyra terseyum lembut"Apa kau begitu takut kehilanganku?"
"Aku bisa gila jika kau pergi dari hidupku Sayang...Ketakutanku bukannya tanpa alasan.Kau harus tahu,Erick adalah pengusaha yang sukses ,dia pesaing terberatku.Perusahaannya diThailand sangat besar dan membuatnya masuk kedalam jajaran orang terkaya dan berpengaruh.Dia bisa saja merebutmu dariku dengan segala caranya" Jelas Marvin dengan wajah seriusnya.
Cup.......Kyra mencium pipi Marvin lembut.
"Apa kau tidak percaya padaku.....Apa penantianku selama 5 ini tidak berarti untukmu??Sayang....hatiku cuma untuk dirimu...mau sesukses dan sehebat apa pun pria lain yang coba mendekatiku,tetap saja kau yang terbaik dimataku....jadi hilangkan rasa ketakutanmu itu.Kita kan sebentar lagi menikah..."
Marvin merasa sedikit lega mendengar ucapan Kyra lalu memeluk erat tubuh gadisnya itu.
"Terima kasih kau sudah mencintaiku...Aku percaya padamu..Emmm sebenarnya aku ingin......" Ucap marvin menggantung.
Kyra melepas pelukan marvin lalu menatapnya lekat"Ingin apa?"
Marvin terlihat bingung dan canggung mengatakannya membuat Kyra seketika paham dengan maksud calon suaminya itu.
Kyra terseyum sambil menyentuh pipi Marvin lembut"Aku tau maksudmu...Tapi kau harus sabar ya Sayang..sebentar lagi okey....Aku pastikan kau yang pertama menyentuhku.Aku tahu kau sangat ketakutan tentang hal itu.Tapi tetap saja,aku ingin melakukannya setelah kita resmi menjadi suami istri.Kau paham kan?"
Marvin mengerucutkan Bibirnya,membuat Kyra segera menciumnya kilat.
Cupp......
"Sabar ya" ujar Kyra pelan membuat Marvin mengangguk lemas.
Kyra tahu betul pria sejati dan gagah seperti Marvin yang sudah lama menahan hasratnya pasti sudah merasa tidak sabar lagi untuk melakukan hubungan intim.Apalagi mengingat dulu Marvin adalah pria yang sering bergonta ganti pasangan diranjang.Kyra kagum dengan sosok calon suaminya itu yang sampai saat ini masih bisa menahan untuk tidak menyentuhnya dulu.
"Kau boleh meminta apapun asal jangan itu" Ujar Kyra yang membuat seyum cerah diwajah marvin muncul.
"Okey...kalau begitu aku ingin kau menemaniku tidur siang setiap hari.hanya tidur sayang....kau mau kan?"
"Iya...tapi hanya tidur siang,Okey....." Pinta Kyra.
"Iya Sayang .." jawab Marvin senang.
"Yasudah habiskan dulu makanannya" Ucap Kyra lalu menyuapi Marvin lagi.
"Tapi Sayang setelah ini aku belum bisa menemanimu,ada pekerjaan yang belum aku selesaikan" Ujar Kyra lagi.
"Okey,Kau bisa menemaniku tidur siang mulai besok..Oh ya nanti sore aku ada meeting dengan Clien dari singapure.Maaf aku tidak bisa menjemputmu"
Kebetulan sekali,nanti sore Kyra akan menemui Erick disalah satu restoran.
"emm tidak apa apa Sayang"Ujar Kyra yang tidak mungkin bilang jujur pada Marvin.
"Ingat jangan menemui Erick lagi" ujar Marvin tegas.
Glek....Kyra menjadi gugup.
Terpaksa dia berbohong kali ini.
"Iya" Jawab Lirih Kyra yang mencoba tenang.
Kyra pun melanjutkan makan lagi bersama Marvin.
__ADS_1