
Jia diantar Dika keapartemen Marvin,setelah tadi Kian berhasil menghubunginya.
"Jadi kamu melihat perkelahian antara Marvin dan Erik,dika???", Tanya Jia pada Dika yang fokus menyetir.
" Iya Nyoya"Dika.
Jia menghela nafasnya",Hmmmm Kyra benar benar gadis yang polos"gumamnya.
Tak lama mereka sampai,Jia dan Dika segera menuju lantai apartemen Marvin.
Dika yang sudah tahu No pin nya langsung bisa masuk.
Jia sangat terkejut melihat Marvin terkapar disofa dengan gelas dan botol minuman yang berserakan.
"Bangun Marvin....."PekikJia sambil menepuk nepuk Pipi Marvin.
Marvin yang merasa pusing perlahan bangun.
" Mamy....."
"Bangun anak bodoh dan cepat mandi.Kyra sakit sekarang" Ujar Jia keras.
Marvin yang memegang kepalanya merasa terkejut tapi egonya terlalu tinggi,ia lebih memilih diam saja.
"Heee kenapa kau masih diam Marvin,,Ayo cepat kau mandi sana" Pekik Jia.
"Mami saja yang kesana....Marvin nanti saja" Ujar Marvin yang membuat Jia dan Dika terkejut.
"Marvin dengarkan Mamy......Kalian akan menikah,Seharusnya kalian harus saling lebih percaya satu sama lainnnya.Mamy yakin Kyra menemui Erick karena memiliki alasan tersendiri.Kau tau sendiri kan bagaimana sifat Calon istrimu itu.Harusnya kau yang lebih dewasa umurnya harus lebih tenang menghadapi ini.Apa kau tidak khawatir jika Kyra akan merasa takut padamu????" Ucap Mamy Jia yang membuat hati Marvin tercubit.
Marvin terdiam mencerna ucapan mamanya.
",Yasudah terserah kau saja,,Mamy akan kesana menemui calon menantu mama yang sakit" Ujar Jia lalu pergi begitu saja.
Marvin merasa bersalah sekarang.
Sementara itu Kyra yang sudah tersadar membuat Kian,Icha,Gin dan Mita baru saja datang merasa lega.
"Akhirnya kamu sadar juga Ky,Kamu membuat kakak dan kami semua khawatir",,Ujar Kian lembut sambil mengusap kening Kyra.
"Kyra gak papa Kok Kak,Maaf Kyra sudah merepotkan semuanya" lirih Kyra dengan mata nanarnya.
Icha dan Mita yang melihat itu segera mendekat.
"Sudah sudah jangan bersedih lagi Ky,Ayo kamu makan dulu lalu minum obatnya"Icha.
"Iya ,Ayo kamu makan dulu Ky,Jangan membuat tubuhmu lebih tersiksa lagi"Timpal Mita lalu membantu Kyra bangun dan bersandar dikepala ranjang.
Dengan perlahan Icha menyuapi bubur Kyra.Wajah pucat Kyra begitu terlihat.
Kyra memaksakan diri untuk menguyah dan menelan bubur yang terasa pahit itu.
" Sudah Kak"Ucap Kyra lirih setelah suapan keempat.
Icha lalu memberi obat dan Minum untuk Kyra.
"Sekarang minum obatnya ya Ky" Pinta Icha.
Kian terseyum tipis melihat Kyra mau meminum obatnya.
",Kyra.....," Panggil Mamy Jia saat memasuki kamar Kyra dan langsung memeluk hangat Gadis itu.
__ADS_1
Kyra yang terkejut seketika menangis lagi"Sudah jangan menangis lagi...Kau harus cepat sembuh sayang"
"Maafin Kyra My.....Marvin marah besar pada Kyra My...Kyra takut hiks hiks hiks"Ujar Kyra lirih yang masih bisa didengar oleh semuanya.
Kian pun keluar dari kamar bersama Gin dan Dika.
"Bagaimana keadaan Marvin?" Tanya Kian pada Dika selaku asisten Marvin"
"Semalaman Tuan Marvin mabuk,Tuan Kian..Dan dia masih enggan untuk datang kesini meski tadi nyonya besar sudah membujuknya" Jelas Dika.
Kian mengangguk"Aku bisa mengerti perasaan Marvin.Sekarang lebih baik kau temani dia dan cegah dia jika dia ingin mabuk lagi.Tante Jia biar aku yang urus"Titah Kian.
"Baik Tuan Kian,Saya permisi"Pamit Dika lalu pergi meninggalkan rumah mewah itu.
Kian lalu duduk diruang tamu dikuti Gin.
"Urusan kantor kau handle dari sini saja Gin" Titah Kian.
"Baik Bos" Jawab Gin sambil mengangguk.
Dikamar Kyra masih menangis didalam pelukan Jia.
"Jangan menangis lagii ya cantik ,biarkan Marvin berpikir tenang dulu...Mamy Yakin dia segera akan datang menemuimu" ujar Mami Jia sambil mengusap lembut punggung Kyra.
"Kyra takut My...," Ujar Lirih Kyra.
Jia sangat memahami ketakutan Kyra saat ini.
",Sudah,Mamy minta kamu istirahat ya....biar kamu cepat sembuh"pinta lembut Mamy Jia.
Kyra pun menurut dan membaringkan tubuhnya,Tak lama karena efek obat dan tubuhnya yang masih lemah Kyra sudah tertidur pulas.
" Kasihan Kyra tante,Sepertinya dia begitu takut jika Pak marvin terus marah padanya"Ujar Mita.
" Iya Tante mengerti,Ya anggap saja ini pelajaran buat mereka berdua sebelum menikah....Yasudah ayo kita keluar,biarkan dia istirahat"Ucap Jia lalu berdiri dan keluar kamar diikuti Mita dan Icha.
"Maksih ya Tante,Tante sudah sangat menyanyangi Kyra" Ujar Kian saat Jia sudah duduk.
Jia terseyum lembut."Ingat Kian,Orang tua kalian adalah sahabat tante dan papi Marvin,Jadi sudah seharusnya Tante menganggap kau dan Kyra seperti anak Tante sendiri"Ujar Jia sambi mengusap lembut bahu kekar Kian.
Kian merasakan kehadiran sosok ibu didalam diri mamy Jia.
Satu jam berlalu,Marvin yang datang setelah dibujuk Dika mengejutkan semuanya.
Kian segera berdiri menghampiri Marvin yang masih berwajah datar.
"Maafkan Adikku,Kau tahu sendiri kan bagaimana sikapnya!"
Marvin mengangguk pelan"Aku lihat dulu dia"Ujar Marvin lalu melangkah kekamar Kyra.
Semua merasa lega melihat Marvin sudah bisa bersikap tenang.
Perlahan Marvin memasuki kamar Kyra,Dilhatnya wajah cantik Kyra yang pucat sedang terlelap tidur.
Untuk beberapa saat Marvin terdiam menatap wajah Kyra yang tertidur tenang meski matanya terlihat masih sembab,bisa dipastikan semalaman gadisnya itu menangis.
Ada rasa tak tega,sakit dan merasa bersalah melihat kondisi Kyra.
Setelah melepas Jas dan sepatunya,perlahan Marvin naik keatas ranjang,Direngkuhnya dengan pelan tubuh sexi kekasihnya itu lalu dipelukknya erat dengan penuh kasih sayang.
Marvin menatap dari jarak yang begitu dekat wajah Kyra lalu tanpa sadar mengusap pipi Kyra lembut.
__ADS_1
Kyra yang merasa ada yang menyentuh dan memeluknya perlahan membuka matanya.
Ia sangat terkejut melihat siapa yang sudah.menatapnya intens.
",Hiks Hiks Hiks....Maaf kan Ku..."Lirih Kyra lalu menyembunyikan wajahnya didada bidang Marvin,membuat kemeja pria itu basah.
"Syuuuuttttt,,,Diamlah dan tidurlah....Aku tidak ingin kau sakit" Ujar Marvin sambil mengusap lembut kepala Kyra.
"Jangan Marah lagi ,Hiks hiks hiks...Aku takut...." lirih Kyra lagi.
Marvin terseyum tipis.
"Iya Sayang,Aku sudah tidak marah"
"Sudah memaafkan aku?"tanya Kyra.
"Sudah,Asal kau tidak mengulanginya lagi dan kau harus selalu menurut padaku" Pinta Marvin.
Kyra mengangguk pelan,"Iya aku berjanji"
Marvin semakin mengeratkan pelukannya agar panas tubuh Kyra tersalur padanya.
"Apa kau sangat takut padaku?" Tanya Marvin.
",Iya....Tapi aku lebih takut kehilanganmu."Jawab Kyra.
"Apa kau benar benar sangat mencintaiku?" Marvin.
Kyra lalu mendongak menatap lekat kedua mata Marvin.
"Apa aku perlu mati agar kau tidak meragukan perasaanku?" ujar Berani Kyra.
Marvin yang tidak suka mendengar ucapan Kyra segera mengecup bibir gadisnya itu.
"Aku tidak suka mendengar kau berbicara seperti itu.Aku tidak akan bisa hidup tanpa kau ada disisiku."
Kyra terseyum'',Tapi jangan marah seperti semalam ya! Aku benar benar takut"Ujar Kyra lalu bersembuyi dibalik dada bidang Marvin lagi.
Marvin semakin gemas pada Kyra.
"Makanya jangan membangunkan singa yang lapar ya Sayang"Goda Marvin.
Marvin terus menghujani kecupan ditelinga,Leher dan kepala Kyra membuat gadis itu terseyum bahagia sekaligus risi
" Hentikan Sayang.....Tubuhku masih lemas"Pekik Kyra mencoba menggeliat.
"Okey okey...Tidurlah......", Ujar Marvin yang sudah diam.
"Jangan pernah tinggalkan aku" Ujar Kyra lalu memejamkan matanya yang masih mengantuk.
Marvin terseyum bahagia sambil mengusap lembut kepala Kyra
"Aku hanya takut kehilangammu Sayang,Aku sangat mencintaimu", Bisik Marvin tepat didepan telinga Kyra.
Kyra yang belum sepenuhnya tidur terseyum kecil lalu mengeratkan pelukannya pada tubuh Marvin,Seakan tubuh kekar berotot dan bertatto itu sudah menjadi candumu.
" Love you to,Sayang"Lirih Kyra yang masih bisa didengar Marvin sebelum dirinya benar benar tertidur.
Marvin menghujan kecupan lagi dikepala Kyra"Bagaimana bisa aku meninggalkanmu sayang,jika tingkahmu semakin menggemaskan begini"Gumam Marvin.
Marvin lalu ikut memejamkan matanya,seakan keduanya saling menyakurkan kehangatan masing masing.
__ADS_1
Jia yang mengintip merasa lega melihat keduanya sudah berbaikan lagi.
Hapy New Years....2021...