
Sore hari nampak Kyra sibuk Didapur bersama kamu Jia dan beberapa maind.
Tak lama Mita dan Icha yang sudah pulang pulang bekerja datang untuk membantu karena malam ini akan ada acara makan malam bersama dan Marvin mengundang Clara.
"Aunty Mita ,Aunty Icha"Pekik Leo yang berlari melihat Kedatangan keduanya.
Mita dan Icha tersenyum lalu mencium pipi Leo bergantian.
"Hay tampan.....Apa kau senang tinggal disini?"tanya Mita sambil mengusap lembut kepala Leo.
"Tentu aunty...Oma sangat sayang padaku"Jawab Leo polos.
Mita terseyum menatap lekat Leo ''Momy dimana tampan?"
"Didapur bersama Oma"Jawab Leo.
"Yasudah aunty Mita dan Aunty Icha kedapur dulu ya...kamu main lagi sama suster!"Ujar Mita yang melihat Leo sudah memiliki suster penjaga.
"Okey Aunty"
Leo berlari menuju taman belakang.
Mita dan Icha segera membantu Kyra dan Many Jia Didapur.
Pukul 7 malam semua makanan sudah siap tertata dimeja makan.
Marvin juga sudah pulang kantor bersama Kian dan Gio.
Mita dan Icha yang masih membantu Jia menoleh saat melihat kedatangan Clara yang disambut oleh Marvin.
"Akhirnya kau sampai juga Clara dirumahku"Ujar ramah Marvin.
Clara yang melangkah mendekat terseyum"Terima kasih atas undangannya ya..aku senang bisa datang kerumahnya"
"Sama sama Cla"
Clara nampak menyalami Kian dan Gio.
"Hai Clara lama kita tidak berjumpa?"Sapa Gio yang memang mengenal Clara.
Clara terseyum "Hai juga Gio....senang bisa bertemu denganmu lagi.
Mamy Jia mendekat diikuti Mita dan Icha dibelakangnya dengan senyumnya,"Halo Clara,kita bertemu lagi"sapa ramah mamy Jia yang memang sudah lama mengenal Clara dari waktu Marfin kuliah.
Clara langsung memeluk wanita paruh baya itu.yang membuat Mita dan Icha terkejut,mereka baru mengetahui jika mamy jia sudah mengenal Clara dekat.
"Bagaimana kabar tante,Clara senang bisa bertemu Tante lagi dan Tante masih terlihat cantik"Puji Clara setelah melepas pelukannya
"kamu bisa Aja Cla...kabar Tante baik,Tante bahagia apalagi setelah Marvin menikah"
Clara terseyum sambil melihat Icha dan Mita dengan ekor matanya.
Melhat lirikan Clara,Kian segera mendekat Mita dan Icha.
"Perkenalkan Cla,Dia Icha,kakak angkat adikku saat masih di panti..."
Clara segera mengulurkan tangannya yang langsung dibalas Icha ramah.
"Clara,"
"Icha."
"Dan ini Mita,Calon istriku Cla,"ujar Kian mantap,seketika Mita menoleh menatapnya.
Jujur hati Clara terasa sakit mendengar ucapan Kian,tapi ia berusaha bersikap tenang.
Clara terseyum sambil mengulurkan tangannya pada Mita.
Dengan ragu Mita Membalas uluran Clara,Kali ini Mita bisa melihat dengan jelas sosok Clara yang begitu cantik menurutnya.
"Clara"
"Mita"
"Akhirnya aku bisa bertemu denganmu Mita,,Maaf jika tempo hari membuat mu salah paham pada Kian..Aku dan calon suamimu ini sudah lama bersahabat.Jadi aku mohon kau jangan salah paham lagi ya"Jelas Clara yang membuat Mita terseyum canggung karena merasa tidak enak.
"Iya Maafkan aku juga Kak,karena sudah salah paham"ujar Mita dengan senyum manisnya.
Kian terseyum merasa lega melihat Mita dan Clara sudah saling mengenal.
Semuanya teralihkan saat melihat Kyra yang sedang menuruni tangga dengan menggandeng tangan Leo.
Deg......
Mata Clara membulat melihat sosok Leo yang wajahnya mirip dengan seseorang.
Clara yang penasaran menoleh kearah Mamy Jia.
"Apa Marvin sudah punya Putra Tan?Tanya Clara pada Mamy Jia.
"Dia Leo,Cla.Putra angkat Kyra dan Marvin..Kyra sangat menyayangi anak itu karena sejak bayi Kyra lah yang mengurus anak itu saat masih di panti dulu.,Jadi mereka berdua memutuskan untuk mengadopsi Leo"
__ADS_1
Clara nampak terkejut dengan penjelasan Mamy Jia.
"Panti Tan ...?Ujar Clara yang masih bingung.
"Kau bisa tanyakan sendiri pada Kyra,Cla"Ujar Mamy Jia yang mengerti kebingungan Clara dan lebih memilih diam karena melihat Kyra dan Leo yang sudah mendekat.
"Hay Kak Clara...Aku senang kau bisa datang ke rumahku"Sapa ramah Kyra lalu memeluk Clara.
"Aku juga senang bisa kesini Ky"Ujar Clara lalu menatap sekilas Leo yang masih diam.
Kyra sedikit membungkukkan badannya pada Leo"Ayo Sayang,Sapa dulu Tante Clara,Dia sahabat Dady kamu"
Leo maju mendekat pada Clara sambil mengulurkan tangannya dengan senyum lebar yang membuat hati Clara seakan terhenyak.
"Hallo Tante Clara....Aku Leo..senang bertemu Tante"
Clara spontan berjongkok untuk menyamakan tinggi Leo.
"Hay tampan...Tante senang bisa berjumpa denganmu....Jadi putra Dady Marviin dan Mamy Kyra yang baik ya jangan nakal"
Clara memeluk sekilas Leo yang membuat hatinya menghangat.
"Iya Tante,Leo akan selalu nulut sama Momy dan Dady"jawab Cedal Leo.
"Anak pintar"Clara terseyum sambil mengusap kepala Leo.
"Yasudah,Ayo kita langsung makan"Ajak Mamy Jia.
"Ayo Dady gendong"Ujar Marvin lalu mengangkat tubuh Leo menuju Meja makan diikuti yang lain.
Semua sudah duduk di kursi masing masing dan berpasangan.
Mamy Jia dengan senang hati melayani Clara yang datang sebagai tamu dimalam ini.
"Ayo dimakan Cla,Jangan sungkan"
"Iya Tan,Terima kasih"Clara.
Mata Clara masih menatap leo lekat,Ia semakin penasaran dengan bocah tampan itu.
Kyra nampak melayani Marvin yang sedang memangku Leo.
"Sayang suapi aku"pinta manja Marvin yang membuat semua menatapnya.
"Momy aku juga ingin disuapi"Pinta Leo juga.
Kian menggeleng melihat sikap ayah dan anak itu.
Marvin menata datar Kakak iparnya itu.
"Kenapa memang....wajar bila aku meminta Istriku memanjakanku,Kau iri ya....?"
"Cihhh aku sama sekali tidak iri,aku hanya malas melihat sikap mu itu"Jawab Kian.
"Sudah sudah Jangan bertengkar,,,Okey Momy akan menyuapi kalian"Ujar Kyra yang membuat Marvin terseyum kemenangan dan Kian merasa jengah.
"Apa Leo mau disuapi Auty Mita?"Tawar Mita yang juga sangat menyayangi Leo membuat Clara tahu Jika Kita juga dekat dengan Leo.
"Tidak Aunty...Aku ingin disuapi Mom...Aunty mita suapi Uncle Kian saja"Ujar Leo spontan yang membuat mata Mita melebar.
Sedangkan Kian terseyum senang"Anak pintar....Benar lebih baik,Aunty Mita suapi Uncle ya Boy"ujar Kian pada Leo.
Mita melirik tajam Kian yang justru terseyum lebat membuat Hati Clara sedikit perih melihat kedekatan mereka.
"Cihhh...Tadi bilangnya tidak iri tapi ternyata juga ingin disuapi"Sindir Marvin.
"Sudah Sayang jangan bertengkar lagi,tidak enak kan ada Kak Clara"ujar Kyra mengingatkan suaminya.
"Tidak apa apa Ky..Justru ini momen yang aku rindukan,bukankah dari dulu memang suami dan Kakakmu ini tidak pernah akur....mereka selalu bersaing...Aku lega karena Kau yang membuat mereka akur.Awalnya aku terkejut karena Marfin menikahi adik musuhnya tapi mungkin ini semua sudah takdir dan aku ikut bahagia melihat Marvin dan Kian sekarang menjadi keluarga."Ujar Clara.
"Kau benar Cla, jika tidak ada Kyra,,mungkin mereka berdua sampai saat ini masih menjadi musuh besar,Kau tau sendiri kan bagaimana sikap mereka dari dulu"Ujar Gio yang sedari tadi diam.
Clara mengangguk menanggapi ucapan Gio yang memang benar.
"Aku juga tidak menyangka Cla,Kalau Marvin akan menjadi suami dari adik ku sendiri,Melihat adikku yang begitu besar mencintai Marvin dan begitu juga sebaliknya membuat aku merestui hubungan mereka"ujar Kian.
"Semoga kalian bahagia selalu ya"ujar Clara tulus pada Kyra dan Marvin.
Kyra terseyum"Terima kasih kak,,Semoga Kak Clara juga bahagia ya.."Ujarbalik Kyra .
Clara melihat begitu tlatennya Kyra mengurus Suami dan Putranya.Wanita itu ikut bahagia melihat sahabatnya sudah bahagia hidup bersama keluarga kecilnya.
Dan Dengan jelas Clara bisa melihat,Kyra begitu menyayangi Leo seperti putra kandungnya sendiri.
Ada rasa iri terbesit dihati Clara,Ia juga ingin mempunyai keluarga kecil dan bahagia seperti sahabatnya Marvin.
Setelah selesai Makan,Nampak mereka semua berkumpul diruang tengah.
Terlihat Leo sedang bermain Game dengan Gio dan Kian dikarpet.sedangkan yang lain duduk di sofa.
Kian sengaja memberi waktu pada Mita untuk lebih mengenal Clara.
__ADS_1
"Ky apa aku boleh betanya sesuatu?"Tanya Clara pada Kyra.
"Tentu Kak,Silahkan"Kyra.
"Apa benar kau yang merawat Leo dari Bayi?"tanya Clara.
"Iya Kak,Saat itu aku masih diTinggal di panti bersama Kak Icha juga dan usiaku masih14 tahun.Aku menemukan Bayi mungil didepan pintu Panti,dan saat itu aku menamainya Leo dan merawatnya dengan sepenuh hatiku."jelas Kyra yang membuat Clara terkejut.
"Jadi Leo itu ditinggal begitu saja dipanti?"
"Iya Kak,Dan aku tidak tahu siapa yang tega membuang bayi semungil itu"Ujar Kyra sendu.
"Apa selama ini tidak ada orang yang mencari Leo?"Tanya Clara lagi sambil melihat Leo yang sedang bercanda dengan Kian dan Gio.
Sedangkan,Mita dan Icha masih terdiam.Sementara Marvin bergelayut manja dibahu Kyra.
Kyra menggeleng"Tidak ada Kak...."
Clara semakin penasaran dengan Leo
"Aku kagum pada kalian, sudah sangat menyayangi Leo yang tidak memiliki hubungan darah dengan kalian"
"Aku sudah menganggap Leo seperti putra kandungku Cla....Aku ingin dia menjadi penjaga untuk adik adiknya kelak"Ujar Marvin yang langsung dihadiahi kecupan di kepalanya oleh Kyra.
Clara terseyum melihat keromantisan keduanya begitu pula dengan Icha dan Mita.
"Apa Boleh aku sering datang untuk mengunjungi Leo?"tanya Clara.
"Tentu Kak,aku justru senang.kakak jangan sungkan ya."Jawab Kyra.
Clara senang mendengar jawaban Kyra lalu beralih menatap Mita.
"Kapan kalian menikah Mit?"Tanya Clara.
Mita nampak terkejut mendengar Pertanyaan Clara.
"Sebulan lagi Kak"Jawab Ragu Mita.
"Wow...kabar yang mengejutkan...semoga semua lancar ya"
"Terima kasih Kak...kuharap kakak bisa datang!"Ujar Mita dengan senyumnya.
"Tentu aku akan datang...tapi ngomong ngomong sudah berapa lama kalian pacaran?"
Mita nampak bingung pasalnya ia tidak tahu sejak kapan dia dekat dengan Kian.
"Sejak Kyra dekat dengan Marvin,Saat itu juga aku mulai dekat dengan Mita"Jawab Kian tiba tiba dan langsung duduk disamping Mita.
Membuat Mita menatapnya lekat.
Clara terseyum melihat keduanya,Hingga suara Tangisan Leo membuyarkan lamunannya.
Leo mendekati Kyra dan langsung memeluknya"Hiks Hiks Momy,Uncle Gio nakal...dia tidak mau mengalah...Uncle Gio menang tlussss"Celoteh Leo yang membuat semua terseyum.
Kyra memeluk Leo lalu mengusap air mata Anak tampan itu lembut.
"Nanti biar Momy yang mencubit Uncle Gio,Okey....Jangan nangis lagi"
"Dady pernah bilang kan,Leo gak boleh cengeng,Sini Dady pangku...!"Ujar Marvin lalu mengangkat tubuh mungil Leo dari pangkuan Kyra
Leo menatap Marvin lekat sambil mengusap matanya"Maaf Dady,,,Leo gak akan nangis lagi"
Marvin tersenyum lalu mengecup kepala Leo"Good...itu baru putra Dady Marfin"
"Tapi Dady harus mengalahkan Uncle Gio"pinta Leo yang membuat semuanya tertawa.
"Okey Boy,Dady akan mengalahkan Uncle Gio....."ujar Marvin lalu berdiri dan duduk bersila di karpet bersama Gio didepan layar Tv sambil memangku Leo.
Gio terkekeh"Leo Kau lihatlah,,,Dady mu ini pasti akan kalah juga dengan Uncle...karena Dady mu ini tidak pernah main game..."
Marvin berdecak"Ck ...Ayo kita mulai saja"
Kian menggeleng melihat tingkah Marvin dan Gio yang seperti anakku kecil.
"Kau tidak ingin menyusul mereka main Kak??"Tanya Kyra.
"Tidak,Aku bukan anak kecil seperti mereka lebih baik aku bersama calon istriku ini"ujar Kian.lalu bergelayut manja dengan kepalanya ia sandarkan dibahu Mita membuat Mita merasa tidak enak pada Clara.
Clara sudah bisa menerima semuanya dan bersikap biasa.
"Dasar CEO Bucin..."ledek Icha...yang sedari tadi diam.
"Ck...Kau juga Bucin kan Cha pada Gio.,.Bilang saja jangan malu malu"Ujar spontan Kian.
Icha reflek mencubit lengan Kekar Kian"Kak Kian tuh kalo ngomong jangan asallll....."
"Auww sakit Cha...iya iya maaf"
Icha mendelik kearah Kian yang kesakitan sedangkan Kyra dan Mita terseyum senang.
Clara dengan jelas tahu apa maksud ucapan Kian,pantas saja dari tadi Go terlihat dekat dengan gadis itu.
__ADS_1
Mereka pun berbincang-bincang sampai larut malam.Clara begitu senang bisa berada ditengah tengah keluarga itu.Perasaan hangat begitu ia rasakan.