Mencintai Sugar Dadyku

Mencintai Sugar Dadyku
Dilewati bersama


__ADS_3

Setelah pembicaraan kemarin malam diruang kerjanya bersama Clara dan yang lain,Marvin terlihat lebih banyak diam.Ia begitu pusing memikirkan jalan keluar yang terbaik tanpa harus menyakiti siapapun,Sungguh ini pilihan yang sulit untuk Marvin apalagi Kian.


Melihat Suaminya yang banyak terdiam membuat Kyra semakin curiga.


Kyra perlahan mendekati Sang Suami yang sedang berdiri di balkon sambil menyesap rokoknya.


Perlahan Kyra memeluk tubuh kekar berotot itu dari belakang membuat lamunan Marvin seketika buyar dan segera mematikan rokoknya.


"Sayang...Kau menyembunyikan sesuatu dariku kan?"Ujar lembut Kyra.


Marvin mengusap lembut tangan Kyra yang melilit didadanya tanpa menoleh"Tidak ada Sayang"


Kyra secepat Kilat membalikkan tubuh Suaminya agar menghadap padanya.


Cup..,..Ciuman kilat dibibir Marvin membuat pria bertato itu terseyum tipis.


"Lihat mataku......Kau tidak bisa berbohong dariku,Aku juga tidak suka jika kau menutupi sesuatu dariku...Bukankan kita suami istri yang harus saling terbuka"ujarKyra.


Cup.,..Marvin mencium kening Kyra lembut lalu menatap dalam Kyra melilitkan tangan kekarnya dipanggang sang istri agar jaraknya semakin dekat.


"Aku tidak ingin kau terluka Sayang jika kau mendengar yang sesungguhnya"


Kyra terseyum lembut"Katakan...Aku sudah siap mendengarnya....Lebih baik sakit sekarang dan mendengarnya langsung dari suamiku sendiri kan ??"


Marvin menghela nafasnya dalam"Janji ya...Apapun yang aku katakan ..Kau jangan bersedih,dan juga tidak boleh cemburu atau berprasangka buruk."


,


Kyra mengangguk cepat.


"Aku Janji"


Marvin mencoba menata kata untuk mengatakan semuanya pada Kyra.


"Kau ingat saat Clara mendonorkan darahnya pada Leo?"


Kyra mengangguk.


"Aku melakukan tes DNA pada nya dan Leo,Karena aku merasa curiga dengan sikap Clara yang berlebihan pada Leo.Dan kau tahu hasilnya 99%,Leo putra kandung Clara..."


Deg........Kyra bagai disambar petir,ia yang sangat terkejut reflek menutup bibirnya


"Leo putra kandung Clara???..Kak Clara pernah melahirkan?Kau bilang dia tidak pernah menikah?Lalu kenapa bisa Leo ditemukan dipanti?"Tanya Kyra berurutan.


Marvin menghela nafasnya lagi"Ceritanya panjang Sayang...intinya adalah dulu Clara melakukan cinta satu malam dan membuatnya hamil,Lalu ia diasingkan papanya hingga melahirkan.Setelah melahirkan,Clara mengetahui jika anaknya sudah meninggal dari sang Papa tanpa bisa melihat nya dulu.Lalu Clara dibawa keJerman"


"Jadi Kak Clara tidak tahu jika putranya masih hidup...?Lalu dimana ayah kandung Leo?"


"Clara juga terkejut mendengar fakta ini dan ia tidak tau dimana sekarang keberadaan ayah kandung Leo"


"Jadi ini alasan Kak Clara menghilang dulu.....Lalu apa yang akan Kak Claraa lakukan saat mengetahui Leo adalah putra kandungnya?"tanya Kyra.


""Clara akan membawa Leo pergi dari sini Sayang,Dia bilang ingin hidup tenang dengan putra kandungnya tanpa gangguan dari papa nya...."


Kyra terkejut"Apa,,,Leo akan dibawa pergi...apa tidak ada jalan keluar lain?"


"Ada"


"Apa iitu?"Balas Kyra cepat.


"Clara membutuhkan tameng pelindung yang kuat agar bIsa terhindar dari gangguan Papanya.Dia meminta salah saatu diantara aku dan Kian harus menikahinya"


Lagi lagi kyra dibuat tercengang..Ia tidak menyangka Clara bisa mengajukan syarat itu.


Kyra mengusap lembut pipi Marvin.


"Terima kasih kau sudah jujur padaku,Terima kasih juga kau begitu mengkhawatirkan perasaanku Sayang....Tapi Aku tak ingin kau menikahi Clara apalagi Kak Kian.Aku tidak ingin Mita terluka juga karena aku....Kita hadapi bersama masalah ini...Kita pikirkan jalan keluar yang terbaik"


Marvin merasa lega dengan ucapan sang Istri yang terlihat tenang menerima menghadapi masalah ini.

__ADS_1


Marvin memeluk erat tubuh Kyra.


"ingat ya aku tidak ingin berbagi suami sampai kapanpun..Aku yakin Kita pasti bisa mencari jalan keluar untuk Leo."Ujar tegas Kyra dipelukan Marvin.


Pria bertato itu terseyum simpul.


"Iya kita akan pikirkan itu dan aku sangat ingat....Tidak ada sedikitpun niat ku menduakan mu Sayang sampai kapanpun dan apapun yang terjadi"


Kyra terseyum lega"Ayo tidur,Aku sudah mengantuk"


Marvin dengan sigap mengangkat tubuh Kyra keranjang."Sayang apa malam ini tidak ada jatah untukku?"bisik Marvin saat keduanya sudah merebahkan diri sambil saling berpelukan.


Kyra terseyum melihat Marvin yang sudah terbakar gairah jika berada didekatnya."Lakukankah Sayang.."ujar Kyra lembut.


Marvin berbinar senang tentu dengan cepat ia menyambar bibir sang Istri memberi kan ciuman yang penuh gairah sambil melucuti pakaian tidur sang Istri hingga polos.


Baginya tidak akan ada rasa bosan menikmati tubuh sang Istri dan Marvin hanya tertarik dengan tubuh Kyra yang sudah menjadi candunya.


Terjadilah Pergulatan panas di ranjang yang dipenuhi dengan suara desahan dan erangan.Kyra berusaha mengimbangi dan melayani sang suami dengan baik,apalagi sang suami sedang memiliki banyak beban yang ia pikirkan.


Mungkin dengan cara menyenangkannya di atas ranjang bisa mengurangi sedikit beban pikirannya.


"Sayang....Lakukan semaumu..asal itu bisa membuatmu bahagia dan mengurangi beban pikiranmu"bisik Kyra.


Marvin yang sudah bermain diarea buah cery didada Kyra mendongak menatap Kyra.


"Kau yakin.......??bagaimana jika besok kau sulit berjalan jika aku menggempurmu sampai pagi hmmmm??"


Kyra terseyum lembut"Jika itu bisa membuatmu bahagia aku tidak keberatan"


Tentu Marvin tidak akan menyiakan kesempatan ini.


Marvin dengan gairah dan staminanya yang kuat benar benar menggempur Kyra dengan Keperkasaannya.


Kyra dibuat mengerang sepanjang malam dibawah kungkungannya.


Meskiipun sedang berada dalam masalah yang cukup rumit,tapi mereka berusaha untuk terus menjaga kehangatan rumah tangga mereka.


Pagi hari,Kyra benar benar kesulitan untuk berjalan.


"Sudah istirahatlah dulu,Biar Leo diurus Mama..."Ujar Marvin yang sudah bangun .


"Aku ingin mandi saja,Tubuhku lengket"Kyra


"yasudah ayo"Marvin segera menggendong tubuh Kyra kekamar mandi.


Siang hari,Terlihat Mita dan Icha yang sedang makan siang di kantin BR Group.


"Jadi kau akan menyerah Mit.....Ingat sudah banyak yang kalian lalui"Ujar Icha setelah Mita menceritakan semuanya.


Icha sempat terkejut dengan fakta jika Leo anak Clara,Apalagi soal Clara yang meminta Marvin atau Kian menikahinya.


Mita menghela nafasnya dalam."Dari awal aku merasa tidak pantas Kak bersanding dengan Kak Kian,,Dan Kak Clara terlihat begitu sempurna dan lebih pantas bersama Kak Kian....Mana mungkin aku membiarkan Pak Marvin menduakan Kyra..."


"Kenapa kau selalu berfikir seperti itu Mit.Bukankah kalian sudah saling menerima keburukan masing masing....Dan menurut Kakak ini Tetap bukan jalan keluar yang terbaik Mit,,Kakak yakin pasti ada jalan keluar lain.Pasti Pak Marvin dan Kak Kian sedang memikirkannya...Kau harus yakin itu!"


Mita terdiam,Perasaannya kini tak bisa diungkapkan dengan kata kata.Bercampur jadi satu.


Terdengar bunyi Pesan diponsel Mita dari Kyra.


*Aku sudah tahu semuanya Mit,Aku harap keputusanmu untuk menikah tidak goyah...Percayalah Mit pasti ada jalan keluar yang terbaik...Kau harus yakin pada Kak Kian...**


Ada perasaan lega dihati Mita setelah membacanya.


Mita lalu memperlihatkan pesan Kyra pada Icha.


"Aku lega Kyra baik baik saja setelah mengetahui semuanya Mit ....Dan sekarang yang harus kau lakukan,adalah yakin dan percayakan semua pada Pak Marvin dan Kak Kian.."


Mita mengangguk pelan"Iya Kak,Mita kini merasa bersalah pada Kak Kian."

__ADS_1


Icha terseyum"Temuilah dia dikantor Mit,nanti aku ijinkan pada Bu Lina"


Tanpa banyak kata,Mita segera menuju.


Kantor WIN Group.


Tak lama Mita sudah sampai.


Gin yang melihat kedatangan Mita dikantor merasa terkejut.


"Kak Kian ada Kak?"Tanya Mita pada Gin.


"Bos dari pagi urung uringan Mit..Dia jadi tidak fokus bekerja dan lebih memilih menyesap rokok."


Ada rasa bersalah dibenak Mita.


"Mita masuk dulu ya Kak.."


Gin mengangguk dan segera kembali keruangannya.


Mita masuk perlahan,Ia melihat Kian sedang menyenderkan kepalanya dibahu Kursi kebesarannya sambil memejamkan matanya.


Mita berjalan menghampiri menuju arah belakang Kian,Dengan lembut Mita memijit bahu Kian dari belakang.


Spontan Kian yang terkejut mencekal tangan Mita dan menoleh kebelakang.


"Mita.,..kamu disini?"tanya Kian yang terkejut.


Mita terseyum lembut dan melanjutkan memijit bahu Kian.


"Capek ya Kak...Mita kesini mau minta maaf...."lirih Mita.


Kening Kian mengerut dan memutar kursinya menghadap Mita yang berdiri.


"Kau sudah tahu kesalahanmu dimana?"tanya Kian datar.


Mita mengangguk dan tertunduk"Maaf Kak,Tidak seharusnya Mita menyuruh Kakak menikahi Kak Clara."


Kian yang senang mendengarnya terseyum tipis"Bagus jika kau tahu dimana salahmu....Jangan diulangi lagi Mit,Jangan pernah kau menyuruhku lagi memilih wanita lain.Kau harus yakin padaku"


Mita hanya mengangguk pelan.


Kian segera merangkul pinggang Mita tanpa berdiri,Pria tampan itu menelungsupkan wajahnya ke perut Mita seakan mencari kenyamanan.


"Aku lelah Mit....."


Mita yang masih berdiri reflek mengusap lembut rambut hitam nan lebat Kian.


"Sudah makan Kak?"


"Belum"jawab Kian lirih dan masih mendusel diperut Mita,mengendus aroma tubuh calon istrinya itu.


"Makan Kak...Mita suapin"ujar Mita .


Kian seketika mendongak"Makan kamu aja gimana??"


Reflek kedua mata Mita membulat"Kak....."


Kian terkekeh..


"Iya iya Maaf.....Ayo kita makan diluar"ajak Kian.


"Tapi Mita udah makan Kak,Mita suapi Kakak aja"


"Okey...ayow"Ajak Kian semangat sambil menggandeng tangan Mita keluar ruangan.Senyum sudah muncul diwajahnya yang terlihat kalut sedari pagi.


Ini pertama kalinya Mita datang KeWIN Group,Jadi tidak heran banyak.pasang mata karyawan yang memandang heran sekaligus penasaran dengan sosok Mita yang digandeng oleh Bos besar mereka.


Gin bisa bernafas lega melihat sang bos yang sudah bisa terseyum kembali meski hanya dengan Mita.

__ADS_1


__ADS_2