
Kyra tadi sudah turun kesupermarket sendiri untuk membeli bahan makanan,sementara Marvin hanya memberi kartu kreditnya dan lebih memilih untuk menunggu dimobil saja karena sudah lelah.
Tak lama mereka sampai dikediaman Baskara,Tentu Mamy Jiia sangat senang calon menantu kesayangannya datang.
"Hallo mamy...Kyra rindu...." Sapa Kyra yang sudah memeluk Jia.
"Mamy juga rindu kamu cantik"
Sementara Marvin yang sudah lelah langsung menuju kamarnya untuk segera mandi.
"My aku udah beli bahan makanan,Aku ingin masak Capcay,Balado ayam dan sayur sop,untuk makan malam nanti"
"Oke Mamy bantu ya" tawar Jia.
"Okey My"
Keduanyapun segera mulai memasak didapur tanpa bantuan maid karena Kyra lebih senang memasak sendiri.
"My Sebenarnya ada yang ingin aku ceritakan" Ujar Lirih Kyra sambil mulai menyiapkan bahan bahannya.
"Apa Sayang?" Tanya Jia penasaran.
"Hmm My ternyata aku masih punya Kakak laki laki,Dan selama ini dia sudah mencariku kemana mana,Tadi dia menemuiku dikantor sambil membawa hasil tes DNA ku dengan nya.Dia juga menceritakan semua tentang kecelakaan yang Kyra alami dulu My."
Jia nampak terkejut dengan pernyataan Kyra.
"Jadi kamu masih punya Kakak Sungguh ini berita baik dan mengejutkan Mamy.Lalu siapa namanya?"
"Iya My,Dia sudah mencari aku selama 8 tahun.Namanya Keano Sultan Wiratama dan yang membuat Kyra terkejut itu dia adalah CEO Win group My."
"Apa???? Jadi Kamu putri dari Kendra Wiratama?" Ujar Jia yang sangat terkejut.
"Mamy mengenal orang tuaku?" Tanya Kyra yang juga terkejut.
"Dulu papa kamu,Kendra sama papa Marvin,Mario itu sahabat tapi karena ada kesalah pahaman mereka jadi bermusuhan"
"Apa?Bermusuhan My?"
Mereka tidak menyadari jika sebenarnya kematian Papa Marvin dan Papa Kyra terjadi dihari yang sama.
Jika Mario Baskara meninggal karena serangan jantung,maka Kendra Wiratama dan istrinya meninggal karena kecelakaan yang disengaja.
"My sebenarnya ada yang aku takutkan" Ujar Kyra lirih takut jika ada yang mendengar pembicaraan mereka apalagi Marvin.
"Apa Sayang?"
"Kata Kak Icha,Pak Marvin dan Kak Kean itu rival bisnis My,Mereka sudah lama bermusuhan.Kyra takut jika Kak Kean tahu,Pak Marvin itu kekasih Kyra dia pasti akan sangat marah My.Kyra harus gimana My,Apalagi Kak Kean menyuruh Kyra berhenti bekerja dari BR Group My"
Jia sungguh tak menyangka hubungan Putranya dengan Kyra akan serumit ini,Jia merasa akan ada penghalang yang cukup kuat untuk memisahkan keduanya.Jia nampak berfikir keras,Dia harus membantu Kyra.
"Kau harus tetap bertahan DiBR Group sayang,Dan berikan pengertian pada Kakakmu secara perlahan.Kau juga harus memberitahu Marvin soal kakakmu.Kau juga yang harus mencegah dan menghalangi permusuhan diantara mereka dengan cara apapun.Mamy harap semoga dengan kehadiranmu bisa membuat mereka akur."
..
"Tapi itu sepertinya akan sulit My" Ujar Kyra yang terlihat putus asa.
"Jangan bilang begitu ,Mamy yakin dengan kelembutan hati kamu bisa membuat hati mereka terbuka,Mamy akan selalu mendukung dan mendoakan kamu"
Kyra terseyum lembut sambil memeluk Jia yang sudah seperti ibu kandungnya sendiri.
"Maksih ya My,Kyra akan berusaha membuat mereka akur"
__ADS_1
Mereka pun melanjutkan kegiatan memasak mereka.
Satu jam berlalu masakan pun sudah siap terhidang dimeja.
Marvin yang sudah terlihat segar setelah mandi turun dan duduk dimeja makan bersama Kyra dan Jia.
Kyra dengan sigap Mengambilkan makanan kepiring Marvin.
Jia terseyum melihat perhatian Kyra pada Putranya.Jia semakin mantap sudah memilih Kyra untuk menjadi menantunya setelah tahu jika Kyra adalah putri dari sahabat mendiang suaminya dulu dan ternyata Kyra juga bukan gadia biasa.Jia berharap Kyra akan menjadi sosok lembut yang bisa meluluhkan dua hati yang sedang bermusuhan.
"Semoga Kehadiran Kyra bisa menghapus segala kesalahpahaman dimasa lalu dan permusuhan diantara BR group dan Win Group''Guman Jia dalam hatinya dengan harapan yang begitu besar.
Suasana Makan terlihat tenang,kyra merasa Marvin masih marah padanya. Mamy Jia juga merasa putranya terlihat aneh.
" Enak Marvin?"tanya Jia.
"Hmmm" Jawab Marvin singkat.
Setelah selesai makan Marvin segera kembali kekamarnya.
"Marvin capek My,Marvin kekamar dulu"
Jia segera memberi Kode pada Kyra untuk mengikuti Marvin kekamarnya.
Kyra mengedipkan satu matanya pada Jia sebagai tanda jika ia tahu maksud Jia.
Sampai kamar Marvin langsung membaringkan tubuh atletisnya diatas ranjang king sizenya.
"Kenapa kau ikut kesini?" Tanya Marvin dingin saat tahu Kyra duduk disamping ranjangnya.
"Masih marah ya?"
"Gak...." .
"Udah kau pergi saja,Aku mau istirahat"
Kyra tidak merasa kecewa dengan ucapan Marvin,justru Kyra semakin mendekat.
"Aku pijitin ya!" Tawar Kyra.
Karena Marvin hanya diam.Kyra pun berinisiatif untuk perlahan memijat bahu,lengan dan tangan Marvin.
Marvin tidak menolaknya dan terlihat menikmati pijatan Kyra.
"Pindah kesini!" Perintah Marvin menunjuk tengkuknya.
"Kalau kau terlentang begitu bagaimana bisa aku memijitmu?Protes Kyra.
Tanpa bicara Marvin memiringkan posisi tubuhnya membelakangi Kyra.
Kyra pun mulai memijat tengkuk dan kepala Marvin.Pria bertatto itu begitu nyaman dengan sentuhan tangan Kyra.
"Enak kan,Makanya jangan marah lagi"
"Pijit saja jangan bawel" Jawab Marvin masih memunggungi Kyra.
Kyra mengerucutkan bibirnya sambil terus memijat bahu Marvin.
Lalu tiba tiba Marvin membalikkan tubuhnya dan menatap lekat Kyra.
"Kau benar tidak punya hubungan apapun dengan pria yang bersamamu tadi?" Tanya Marvin yang masih penasaran.
__ADS_1
Sebenarnya Kyra ingin menceritakan yang sejujurnya tapi melihat Marvin yang sudah lelah.Kyra mengurungkan niatnya dulu.
Kyra terseyum Lembut.
"Kau masih tidak percaya padaku,Apa perhatian dan kasih sayangku kurang cukup membuktikan padamu jika dihatiku hanya ada dirimu" Ujar Mantap Kyra.
Marvin masih diam memandang Kyra lekat membuat gadis itu menjadi gemas dan langsung mengecup bibir Marvin kilat.
Marvin hanya diam sambil membulatkan matanya..
"Apa yang kau pikirkan hmm?" Jika kau masih diam begini sebaiknya Aku keluar kamar saja"
Kyra yang hendak beranjak dari ranjang seketika limbung karena Marvin menarik pinggangnya kuat hingga tubuhnya jatuh keatas pelukan Marvin.
"Ada apa la......
Belum selesai bicara,Marvin segera ******* Bibir ranum Kyra dan dengan sekali gerak kini tubuhnya sudah menindih tubuh Kyra yang ada dibawahnya.
Ciuman Marvin kali ini sekidit kasar dan rakus,Tapi kelamaan ciuman itu melembut dan semakin dalam.
Lagi lagi Kyra menggigit bibir bawahnya saat Marvin memberi stempel merah dileher dan dadanya dan tangan Marvin semakin nakal bergerak diarea dada Kyra.
Kyra memukul mukul dada bidang Marvin saat nafasnya mulai habis.
" Ck...Katanya marah tapi main cium gitu aja"Gerutu Kyra yang dibalas seyuman oleh Marvin.
"Malam ini temani aku tidur lagi,tidak usah pulang." perintah Marvin.
"Dengan senang hati,Tapi janji ya gak boleh macam macam"
"Iya,Pling cuma satu macam.Meluk kamu...." ujarr Marvin dengan santainya.
"Aku mandi dulu,Gak enak tidur tapi belum mandi"ujar Kyra .
" gak usah mandi"jawab Marvin cepat.
"Ihh mandi lah......kan biar wangi deket kamu" ujar Kyra yang langsung beranjak menuju kamar mandi.
Marvin menandang tubuh Kyra menghilang dengan tatapan lekat.
Hari ini hati Marvin seakan merasa begitu resah dan marah.Sosok Kyra sudah mampu mengaduk aduk hati dan perasaannya.
Marvin semakin Frustasi dengan dirinya sendiri sekarang yang seakan tak bisa jauh dari Kyra...
Tak lama Kyra sudah keluar dari kamar mandi sudah mengenakan setelan piyama yang sudah disiapkan oleh mamy Jia.
Perlahan Kyra naik keatas ranjang dan Marvin langsung memeluknya.
"Jangan macam macam ya"
"Iya,Aku tidak akan merusak kamu"ucap Marvin.
"Bener ya harus kuat nahan....awas ya kalau berani nekat."
"Iya,Cuma minta peluk saja,Udah kita tidur" perintah Marvin lalu ia menurunkan tubuhnya dan meletakkan kepalanya dibahu Kyra.Jika biasanya kepala Kyra yang ada dibahunya kini terbalik.
Kyra yang mengerti itu langsung memposisikan tubuhnya agar Marvin lebih nyaman.Kyra juga mengusap lembut kepala Marvin yang ada dibahunya.Dan saat Kyra memiringkan tubuhnya Wajah Marvin tepat berada didepan dadanya....
Tak butuh waktu lama Marvin sudah terlelap dalam belaian lembut Kyra.
Gadis itu terseyum sambil sedikit menunduk memandangi wajah tampan Marvin.
__ADS_1
"Semoga kita bisa selalu bersama Marvin" gumamnya lirih,Dibalik perkataannya ada rasa kekhawatiran yang tersirat