Mencintai Sugar Dadyku

Mencintai Sugar Dadyku
SS2-25..Gio atau Gin


__ADS_3

Kantor Exel Dm Group.


Setelah mendapat telpon dari Marvin tadi, Pikiran Gio menjadi sangat kacau.Amarah dan kekesalan meliputi hatinya saat ini.


Dengan dibantu Tama sang asisten,Gio dengan cepat menyelesaikan pekerjaan nya.


Mobil melaju dengan cepat,Tama tahu saat ini sang Bos sudah tidak sabar untuk sampai rumah.


Setelah mobil mewah itu sampai diplataran rumah mewah kediaman Dimika.


Dengan langkah cepat dan wajah yang memerah,Gio masuk kedalam rumah.


"Mamaaa.....Mamaaaaa"


"Maa.......Mama..."


Teriak Gio dengan suara lantang memenuhi seisi rumah membuat para pelayan merasa terkejut dah penasaran.


Mereka jelas tahu jika saat ini Tuan muda mereka itu sedang marah besar.


Siska dan Gerald yang sedang bersantai di tepi Kolam renang terkejut mendengar teriakan Gio.


"Tuan besar dan Nyonya ada ditepi kolam,Tuan muda"ujar Seorang pelayan yang mendekat.


Tanpa menjawab Gio segera menuju kolam di belakang rumahnya.


"Ada apaa Son, kenapa kau berteriak ?"Tanya Papa Gerald yang melihat sang putra mendekat.


"Kali ini Mama sudah keterlaluan Pa,,Mama tadi siang menemui Icha"ujar Gio yang nampak sangat kesal.Sementara Papa Gerald terkejut mendengar itu,Ia tak menyangka sang Istri akan nekad.


"Oh jadi gadis kampung itu mengadu padamu Gi?"ujar Mama Siska sinis.


Gio menatap sang Mama tajam."Bukan Icha yang bilang Ma,Tapi Marvin yang melihat Mama setelah menemui Icha.Untung saja Marvin melihat,jika tidak mungkin sampai kapan pun Gio tidak akan pernah tahu tindakan konyol Mama ini"


"Tutup Mulutmu Gio...."Ujar Mama Siska yang sudah terlihat marah.


"Gio yakin Tujuan Mama menemui Icha hanya untuk menyakitinya kan?Kenapa Mama bisa Setega ini,,Icha hanya gadis biasa dan rapuh.Tidak seharusnya Mama Jahat padanya.Kapan Mama bisa membuang sikap egois Mama ini?"ujar Gio meledak ledak.


"Gio,,,Mama hanya ingin yang terbaik untukmu,,Dia tidak pantas untukmu,,Hanya Laura yang pantas bersanding denganmu..Mama Mohon Nak,Segera bertunangan lah dengan Laura"ujar Mama Siska sambil mencoba memegang tangan Gio namun segera dengan cepat ditepis oleh Gio.


Gio menggeleng pelan,Ia merasa tak percaya dengan permintaan koyol sang mama yang justru meminta nya untuk segera bertunangan dengan Laura.


"Sampai kapanpun Gio tidak akan bertunangan dengan Laura Ma...Dan dengarkan ucapan Gio Ma,Jangan pernah menemui atau mengganggu Icha lagi Ma.Jika Mama masih tetap melakukan itu maka jangan terkejut jika Gio bisa melakukan hal yang tidak pernah Mama pikirkan sebelumnya"Ujar Tegas Gio.


"Kamu mengancam Mama,Gio?''Pekik Mama Siska marah.


"Jika dengan mengancam Mama,Icha bisa tenang.Gio akan melakukan nya Ma.Karena Mama sudah sangat keterlaluan."


"Gio jangan kurang ajar kamu...!''teriak Mama Siska.


Gio lalu menatap kearah Papanya yang sedari tadi duduk tenang."Pa,Gio pamit dulu.Mulai sekarang Gio akan tinggal diApartemen Pa,Gio muak disini.Maaf kan Gio Pa..Gio pergi dulu"


Siska begitu terkejut dengan keputusan sang putra untuk tinggal diApartemen yang sudah lama tidak ditempati itu.


"Pergilah Son....sesekali pulanglah temui Papa"ujar Papa Gerald yang berdiri lalu menepuk bahu sang putra.


Gio menganguk lalu pergi begitu saja tanpa menatap sang Mama.


"Gio....Gio...tunggu...Jangan Kurang Ajar kamu....Apa ini balasan kamu pada Mama yang sudah membesarkanmu??"teriak Mama Siska yang tidak diperdulikan oleh Gio yang terus melangkah.


"Kau lihat kan,Karena ulah dan keegoisan Mama,Putra kita keluar dari rumah ini..Kali ini Mama benar benar keterlaluan dengan terlalu dalam mencampuri urusan pribadi putra Kita.Mau sampai kapan Mama akan tetap keras kepala seperti Ini??Papa hanya bisa mengingatkan Ma,,Jangan Sampai putra kita benar benar membenci dan meninggalkan Mama"Ujar Papa Gerald lalu pergi meninggalkan Mana Siska yang terdiam dengan menahan amarahnya.


Mama Siska tak pernah mengira Cinta putranya ternyata begitu kuat pada gadis kampung yang ia benci itu hingga putranya itu lebih memilih untuk keluar dari rumahnya sendiri.


Sementara Dengan perasaan Kacau Gio segera menuju kediaman Kian.


Gio ingin segera menemui Icha.

__ADS_1


Tama masih setia menemani sang Bos,ia tak mungkin membiarkan atasannya itu sendiri dalam pikiran yang sedang kacau itu.


Setelah sampai dikediaman Wiratama,Gio segera melangkah cepat memasuki rumah itu.


Kian yang sedang bersantai dengan Mita dan Kiral diruang tengah terseyum tipis melihat kedatangan sang sahabat dengan wajah kalut nya.


"Mau menemui Icha?"Tanya Kian santai.


Gio mengangguk"Kau pasti sudah tau apa masalahku!"


Kian menghela nafasnya,"Seperti nya kau harus lebih berhati hati pada Mamamu Gi"


Gio mengangguk lagi"Aku memutuskan untuk keluar dari rumah dan tinggal di Apartemen,Aku muak dengan sikap mamaku yang justru memintaku untuk segera bertunangan dengan Laura"


Kian merasa terkejut dengan sikap egois tante Siska,Ia juga prihatin dengan kondisi sang sahabat saai ini hingga harus tinggal sendirian diApartemen nya.


"Kupikir itu keputusan yang tepat"


"Icha dimana Mit?Tanya Gio pada Mita.


"Dari tadi siang Kak Icha mengurung diri dikamar Kak"jawab Mita yang duduk disamping Kian.


"Aku kekamar nya dulu,,"Ujar Gio tanpa meminta persetujuan dari Kian.


Kian yang melihatnya hanya menggeleng gelengkan kepalanya.


Disudut ruangan Gin menatap Gio yang menuju kamar Icha dengan tatapan yang tak bisa diartikan,ingin rasanya ia berada diposisi Gio yang kapan saja bisa menemui Icha.


Kian mengerutkan keningnya saat tak sengaja menoleh menatap Gin yang sedang melihat kearah Gio.


Disaat Gin menyadari jika Kian menatap nya,Gin buru buru pergi dari tempat itu.Ia merasa tidak enak jika Kian sampai tau perasaan nya.


Tok tok.tok...


"Buka Cha...ini aku Gio"ujar keras Gio yang mengetuk pintu kamar Icha.


Gio menghela nafas beratnya,ia sadar kondisi Icha saat ini memang tidak baik.Dan mungkin ini belum waktu yang tepat untuk menemuinya.


"Okey,,Aku tahu saat ini mungkin kau butuh waktu untuk sendiri...tapi aku mohon jangan siksa dirimu Cha...Aku begitu mengkhawatirkanmu..Yasudah aku pulang dulu,jaga dirimu baik baik ya Sayang.Jika sudah tenang hubungi aku!"Ujar Gio lalu melangkah pergi yang semakin membuat Icha semakin sedih.


Kening Kian mengerut melihat Gio kembali.


"Apa dia tidak mau menemuimu?"


"Hmm,,Dia butuh waktu sendiri dulu.Aku pergi dulu"ujar Gio lesu.


"Jaga kesehatan mu juga Gi"ujar Kian yang diangguki Gio.


"Seperti nya kita butuh Bantuan Mamy Jia Kak"ujar Mita.


"Aku pikir begitu,,Mamy Jia orang yang cukup dekat dengan Tante Siska"Jawab Kian.


Malam harinya pukul 23.00


Icha yang merasa bosan dikamar akhirnya memilih keluar untuk mencari udara segar.Ia merasa semua mungkin. sudah tertidur karena sudah cukup malam.


Icha memilih duduk ditepi kolam dengan memandang langit malam yang bertabur bintang.


Hatinya saat ini sungguh kacau dan ia begitu sulit mengendalikannya.Suasana malam yang sepi dan udara yang segar tak cukup mampu menepis kesedihan dihatinya.


Dan air matanya masih menetes tanpa sadar dari sudut matanya


Hingga sebuah tangan besar mengulurkan sapu tangan berada tepat dihadapan nya, membuat gadis itu mendongak dan terkejut.


"Hapus air matamu dengan ini Cha"Ujar Gin yang kebetulan belum tidur dan sedang berpatroli disekeliling rumah mewah Kian mengecek kerja para Bodyguard penjaga yang bertugas.


Perlahan Icha mengambil Sapu tangan itu dari tangan besar Gin dan mengusap air matanya.

__ADS_1


"boleh aku duduk disampingmu?"tanya Gin yang lagi lagi membuat Icha terpaku.


Icha tanpa sadar mengangguk dan membiarkan tubuh kekar itu duduk disampingnya dengan jarak dekat.


Gin lalu menepuk nepuk Bahu kiri nya"Aku siap meminjamkan bahuku untukmu Cha, menangis lah disini"ujar Gin yang semakin membuat Icha terdiam.Memang benar saat ini Icha butuh sandaran yang membuatnya nyaman.


Icha menatap Gin dengan pandangan bingungnya.


"Sudah jangan malu malu,,Aku tahu kau butuh sandaran saat ini"Ujar Gin yang dengan berani nya menyenderkan kepala Icha dibahunya.


Icha sungguh tak bisa menolak itu,Memang ada perasaan tenang saat ada seseorang yang menemaninya disaat terpuruk seperti ini.


Tak lama Icha sudah menangis sesenggukan membuat hati Gin semakin terluka.


"Aku tahu semua terasa berat untukmu Cha,Tapi yakinlah Cinta akan membawamu kedalam kebahagiaan.Jangan siksa dirimu sendiri dan percayakah semua pada takdirNya!"ujar Gin yang membuat Hati Icha sedikit tenang.


Icha yang masih bersandar mengangguk pelan"Terima kasih Kak,,"lirihnya lalu kembali duduk tegak.


Gin mengangguk"Kapanpun kau butuh sandaran,aku siap menemanimu Cha.. Semangat ya dan aku tak ingin kau bersedih lagi.Sekarang sebaiknya kau masuk kamar, tidurlah ini sudah larut malam..."ucap Gin menatap manik mata Icha dalam membuat Icha merasa gugup dan mengalihkan pandangannya.


"iya Kak,Icha kekamar dulu.Selamat malam Kak Gin"ujar Icha.


"Malam juga Cha"


Gin menghela nafasnya dalam memandang Icha yang perlahan menjauh."Andai aku yang kau cintai Cha,Aku pasti akan selalu membahagiakanmu"lirih Gin lalu menunduk dalam.


Sekuat tenaga ia menepis perasaan dihatinya namun semakin hari semakin sulit.Ia sungguh tak ingin menjadi orang ketiga diantara hubungan Gio dan Icha.Namun ia juga tak bisa munafik untuk terus menutupi perasaannya.


Tanpa mereka sadari,Ada mata elang yang sedari tadi mengamati mereka.


Kian yang baru keluar dari ruang kerjanya, merasa terkejut dengan pandangan yang ia dapati.Kini dugaannya sepertinya benar Jika tangan kanannya itu memiliki perasaan pada Icha.


Kian pun kembali kekamarnya.Mita yang belum tidur merasa heran melihat ekspresi wajah sang suami.


"Apa ada masalah Kak?"


Kian perlahan duduk bersandar diranjang menyusul sang Istri"Apa kau tahu Jika Gin memiliki perasaan pada Icha"


Mita yang mengetahui itu sudah lama menganguk pelan.


Kian tentu terkejut"Sejak kapan kau tahu?Kenapa tidak bilang padaku?"


Mita Terseyum sambil menyandarkan kepalanya dibahu kekar Kian"Untuk apa cerita Kak,Itu urusan pribadi Kak Gin.Lagi pula kita tidak bisa melarangnya nya.Biarkan Kak Icha yang memilih kemana hatinya harus berlabuh"


"Sungguh ini mengejutkanku,Aku tidak akan membela satu diantara mereka.Bagiku Gin dan Gio adalah dua orang yang sangat berharga dihidupku Mit,Aku harap semoga tidak ada yang terluka"


Mita duduk tegap lalu mengusap lembut pipi Kian"Mereka sudah dewasa Kak,Biarkan mereka menjalani semua nya dan Mita Yakin mereka bisa saling bersaing dengan sehat dan akan menerima kekalahan dengan lapang dada"


Kian mengangguk"Kau benar,Gio atau Gin sudah sama sama dewasa.Kita lihat saja bagaimana kisah mereka."


Mita terseyum"Sudah jangan mengkhawatirkan mereka Kak,Ayo kita tidur"Ujar Mita lalu merebahkan tubuhnya.


Kian terseyum"Tidak ingin olah raga malam dulu sayang?"


"Tadi sore sudah Kak,Aku lelah"ujar Mita memelas.


Kian tertawa reyah lalu memeluk tubuh Mita erat dari belakang.


"Yasudah tidurlah...Selamat malam Sayang ku"


"Malam juga Suamiku sayang"


Cup....Kian mencium pipi Mita dari belakang lalu kembali memeluk tubuh mungil itu.Keduanya pun terlelap tidur tanpa melakukan aktivitas panas yang biasa mereka lakukan.


🌺🌺🌺


Ini Visual Ginoah Harisya alias Gin ya

__ADS_1



__ADS_2