
Pagi ini Kyra sudah terlihat rapi dan sudah siap untuk berangkat kerja.Kotak bekal makanan hasil masakannya pun juga sudah siap.
Kening Kyra Mengerut saat sebuah mobil mewah warna hitam berhenti didepan rumahnya.Itu bukan mobil yang biasa dibawa Kean.
Kyra tak menyangka pagi ini bukan Kakaknya yang mengantarnya tapi justru Gio sahabat kakaknya.
"Pagi Kyra....",Sapa ramah Gio saat sudah didepan Kyra.
"Pagi Kak.Kok Kakak yang jemput Kyra,Kak Kean kemana?"Tanya Kyra penasaran.
" Pagi ini Kean harus menangani sebuah pekerjaan yang mendesak,Jadi dia menyuruhku untuk mengantarmu"Jelas Gio dengan seyum ramahnya.
"Oh begitu ya...jadi ngrepotin Kakak."
"Tidak apa apa Kyra.Ayo kita berangkat''
Kyra segera memanggil Icha untuk ikut berangkat bersama.
Icha yang melihat kedatangan Gio merasa terkejut.
Kedua tatapan mereka pun bertemu untuk sesaat.Ada rasa gugup dimata Icha,dan itu bisa dilihat Kyra.
" Pagi Icha"Sapa Gio.
"Pagi Kak Gio" Jawab Icha yang berusaha tenang.
"Sudah Siap?"
"Sudah Kak"
"Ayo...." Ajak Gio.
Ketiganya pun naik kemobil dan langsung melaju menuju Ke BR Group.
Kyra duduk didepan bersama Gio sedangkan Icha dibangku belakang.
Icha sesekali mencuri pandang kewajah Gio lewat kaca spion,dan saat Kyra memergokinya,Icha segera membuang pandangannya kearah luar jendela.
Kini Kyra semakin yakin Jika Icha memiliki perasaan pada Gio.Dan seketika Kyra memiliki niat untuk mendekatkan mereka.
"Ehmm Kak,Kyra boleh tanya sesuatu?" tanya Kyra ragu.
Gio menoleh sesaat.
"Ada apa Ky?"
"Aku hanya ingin tahu saja Kak,Tapi jangan berfikir macam macam ya,Emmm Kakak sudah memiliki kekasih?"
Gio terseyum simpul sambil masih fokus mengemudi.
"Aku belum memiliki kekasih Ky" Jawab Gio yang membuat hati Icha seketika merasa senang.
"Lalu seperti apa Wanita yang ingin kakak jadikan kekasih,?Kakak tuh sama seperti Kak Kean,Ganteng iya,Body oke,Pekerjaan mapan tapi kok kalian belum punya kekasih?" Ujar Kyra polos.
Gio terkekeh mendengar ucapan Kyra yang begitu apa adanya.
"Emmm seperti apa ya??Tentu yang baik,Lembut,Pengertian dan ceria seperti kamu!" Ujar Gio santai.
Kyra melirik kearah Gio,sedangkan Icha seketika merasa cemburu dengan Kyra tapi Icha segera menghilangkan perasaan itu.
"Tapi sayangnya Kyra udah punya kekasih Kak" Jawab Jujur Kyra.
Deg......Kini Hati Gio merasa sedikit kecewa.
Ia tak menyangka Kyra ternyata sudah memiliki kekasih.
"Siapa Pria itu Ky,Apa Kakak boleh tahu?" Tanya Gio.
__ADS_1
Kyra menggeleng pelan."Belum saatnya Kak Kean dan Kak Gio tahu...hehehe"jawab Kyra terkekeh.
" Ck....kok pake rahasia segala"gerutu Gio.
Icha hanya diam memperhatikan keduanya berbicara.
"Kak...."
"Emm,Seandainya ada yang menyanyangi Kakak tulus dan dia gadis yang baik dan lembut apa Kakak mau menerimanya?" Tanya Kyra Sambil melirik kearah belakang tempat Icha duduk.
Icha membulatkan matanya,Ia tak menyangka Kyra tahu perasaannya.
Gio nampak berfikir sesaat.
"Entahlah,Jika dia bisa membuat kakak nyaman dan bahagia kenapa tidak,Karena selama ini Banyak wanita yang mendekati kakak hanya demi uang kakak Ky,Jadi Kakak ingin mendapatkan wanita yang tulus mencintai Kakak"
Kyra terseyum lebar.
"Kyra yakin Kakak akan segera mendapatkan gadis yang kakak inginkan."
Gio menoleh kearah Kyra dengan wajah bingungnya."Maksud Kamu apa Ky?"
"Maksud Kyra.....Terkadang Kita tidak menyadari ketulusan seseorang yang berada didekat kita.Jadi mungkin saja Kakak belum menyadari jika ada seseorang yang tulus menyanyangi Kakak." Ujar Kyra ambigu.
Gio nampak mencerna ucapan Kyra.
"Udah Kak jangan terlalu dipikirkan...Jika sudah waktunya Kakak pasti tahu jika ada yang tulus pada Kakak."ujar Kyra yang semakin membuat Gio penasaran.
Sedangkan Icha yang merasa gugup hanya bisa diam meremas roknya.
Tak lama mobil sampai didepan loby kantor BR Group.Gio segera turun dan membukakan pintu mobil untuk Kyra dan Icha.
" Terima kasih ya Kak Gio."Ujar Kyra dengan seyum lebarnya.
"Terima kasih Kak,Maaf sudah merepotkan" Ujar Icha juga dengan seyum manisnya
Kyra yang merasa tidak enak dan melirik kearah Icha.
Gio segera masuk mobil dan pergi menuju Kantornya.
Tanpa mereka sadari,Marvin yang duduk didalam mobil tak jauh dari loby kantor sudah memperhatikan kedekatan mereka sedari tadi.
Tangan Marvin mengepal kuat,Rahangnya mengeras,Ia dengan jelas tahu siapa pria yang mengantar Kyra tadi.
Marvin menunggu Kyra bukan tanpa alasan,Kemarin Dika memberitahunya Jika Kyra sering berangkat kerja diantar Oleh Keano,Ceo Win group.Musuh lamanya.
Marvin yang tidak percaya ingin membuktikan dengan mata kepalanya sendiri.Tapi Marvin semakin dibuat terkejut pagi ini melihat Kyra diantar Oleh Gio yang merupakan CEO Exel group pesaing bisnisnya.Marvin tak menyangka jika Kyra bukan hanya dekat dengan Keano tapi juga Gio.
Seketika rasa cemburu dan prasangka buruk mengisi pikirannya.
**Ada hubungan apa kau rubah kecil dengan mereka berdua?Apa kau sengaja mendekati pria pria kaya seperti kami?**Gumam Marvin.
Marvin yang emosi langsung menuju ruangannya.
Dika yang melihat aura kemarahan diwajah bosnya nampak khawatir.
Jam makan siang tiba.
Kyra datang dengan seyum indahnya keruangan Marvin dengan membawa kotak bekal makanan seperti biasa.
Kyra melihat Marvin sedang fokus menatap sebuah berkas dihadapannya.
"Ekhemm"
Suara deheman Kyra membuat Marvin menoleh sesaat.
Kyra yang melihat kilatan kemarahan dimata Marvin merasa bingung dan takut.
__ADS_1
Kyra perlahan mendekati Marvin.
"Kau ini kenapa?" Tanya Kyra pelan sambil menyentuh lembut bahu Marvin yang seakan mengacuhkannya.
Marvin menatap tajam kearah Kyra dan langsung mengangkat tubuh Kyra menuju kamar pribadinya.
Marvin dengan kilat mencium bibir Kyra dengan kasar dan buas.
Kyra yang kaget berusaha melepaskan diri,Tapi tenaga Marvin sungguh besar.
Bahkan tanpa Kyra sadari Marvin sudah membuka semua kancing bajunya.Marvin dengan buas memberikan tanda merah yang banyak didada Kyra hingga gadis itu merasa perih.
"Marvin...hentikan....Kau ini kenapa?" Tanya Kyra sambil menahan perih karena Marvin terus menghisap kulit dadanya.
Marvin mendongak dan menatap tajam kearah Kyra.
"Sudah kukatakan aku tidak suka jika kau dekat dengan pria lain"
Kyra mengerutkan keningnya.
"Pria lain?"
"Apa hubunganmu dengan Keano dan Gio rubah kecil?Apa kau memang suka mendekati pria pria kaya hmmm???"
Seketika Kyra melebarkan matanya,Ia tak menyangka Marvin mengetahui kedekatannya dengan kakaknya dan Gio.
Kyra langsung merubah ekpresi wajahnya menatap wajah Marvin dengan seyum simpul.
Marvin bingung dengan ekspresi Kyra.
"Apa kau cemburu??" Goda Kyra.
"Jangan mengalihkan pembicaraan Rubah kecil,Apa niatmu?Apa kau sengaja mendekati aku,Kean dan Gio?Apa niatmu sebenarnya Ha....?" tanya Marvin dengan wajah dingin.
Kini Marvin duduk berhadapan dengan Kyra yang sudah merapikan bajunya kembali.
Ada sedikit rasa sakit saat Marvin menuduhnya memiliki niat buruk.
"Aku tidak ada niat apapun,Kau salah paham padaku.Apa kau meragukan Cintaku?" Ujar Kyra dengan tatapan lekatnya pada Marvin.
Marvin seakan mencari kebohongan dimata Kyra tapi ia justru menemukan tatapan hangat nan lembut yang seakan menusuk hatinya.Entah kenapa ia begitu luluh dan tak berdaya dengan tatapan itu.
Marvin bingung harus bagaimana.
"Aku tidak ada hubungan apapun dengan pria lain.Mereka hanya menyanyangi aku sebagai seorang adik saja" Ujar Kyra.
Kyra saat ini belum bisa jujur untuk mengakui jika Keano adalah Kakaknya.Kyra takut jika Marvin tahu,Pria itu akan menjauhinya.
"Sudah lah,sebaiknya kau pergi,Aku ingin menenangkan pikiranku dulu"Ujar Marvin lalu berdiri dan kembali duduk dikursi kebesarannya.
Kyra mengerti maksud dari ucapan Marvin.
Kyra berdiri lalu mendekati Marvin.
Cup.......Kyra mencium pipi Marvin kilat.
" Jangan pernah meragukan perasaanku padamu."ucap Lembut Kyra.
Marvin seakan tertegun dengan sikap Kyra.
Dengan berat hati Kyra pergi melangkah keluar dari ruangan Marvin.
Marvin mengusap wajahnya kasar.
Kini.hanya rasa cemburu yang menguasai dirinya meskipun juga ada rasa sedih melihat Kyra pergi.
"Kanapa aku begitu lemah dihadapanmu rubah kecil"
__ADS_1