
Dikediaman Wiratama.
Mita terlihat sedang berkutat Didapur,ia sedang menyiapkan makan malam untuk keluarga kecilnya.
Mita terseyum saat tangan kekar Kian melilit tubuhnya"masak apa hmmm?"
"Kak lepasin,malu kalau dilihat Kak Icha"ujar Mita yang masih memasak.
Kian menciumi tengkuk Mita berulang membuat Mita semakin geli,setelah Menikah,Mita baru tahu jika Kian adalah sosok yang begitu romantis dan suka mengumbar kemesraan.
"Kak jika kakak terus begini,aku tidak bisa memasak,kasihan Kiral dia sudah lapar!"
"Memasak lah aku hanya ingin memelukmu"ujar Kian dengan jailnya sambil meremas kilas gundukan kenyal Mita.
"Kak"pekik Mita yang kaget.
Kian terkekeh puas.
"Aku akan melepaskan pelukanku asal nanti malam kau memberiku jatah 3 ronde... bagaimana?"
Mita mendengus kesal"Kau ingin membuatku lemas ya Kak...sudah ah....jangan bahas itu,Kakak lebih baik temani Kiral,dia sedang belajar dikamarnya."
"Bilang dulu iya....baru kulepas"
Percuma membantah suaminya,Mita akhirnya hanya bisa pasrah"Iya sayang"
Cup....satu kecupan dipipi Mita"Love you
my Wife"
Kian lalu melepas pelukannya dan segera menemui sang putra dikamarnya.Kian berusaha menjadi suami dan ayah yang baik untuk keluarga kecilnya.
☘️☘️
Icha yang baru saja keluar dari BR Group karena hari ini dia lembur tertegun saat melihat sosok Pria yang beberapa bulan ini mengisi hatinya sudah menunggunya sambil bersandar dikap mobil mewahnya.
"Kak Gio..."
Gio terseyum simpul"Aku menunggumu,Ayo kuantar pulang"
Icha tertegun mendengar ucapan Gio meski sebenarnya ia sangat senang.
Gio membuka kan pintu mobil untuk Icha dan gadis itu masuk perlahan.
"Kakak seharusnya tak perlu repot repot begini"ujar Icha yang masih merasa canggung.
"Kenapa?apa salah aku menjemputmu?Kita sama sama Single kan?"ujar Gio santai sambil memakai kaca matanya kembali.Bagi Icha itu membuat ketampanan Gio bertambah.
Icha merasa ambigu dengan ucapan pria tampan disampingnya itu.
Icha juga masih merasa gugup jika berdekatan dengan Gio.
Gio segera melajukan mobilnya menuju kediaman Kian.
"Cha..."
Icha yang sedari tadi memilih menatap keluar jendela menoleh"Iya Kak!"
"Bagaimana kalau kita jalani saja dulu"
Deg......Icha mematung mendengar ucapan Gio.ia Seakan tak percaya.
"Maksud Kakak apa?"
"Jujur aku nyaman didekatmu Cha,,aku ingin kita menjalin hubungan serius.Tapi untuk saat ini aku tidak bisa menjanjikan apapun padamu,Karena ada satu hal yang belum bisa aku ceritakan padamu.Tapi aku janji jika masalah itu sudah selesai,aku akan segera menikahimu"
ICha sangat terkejut ia tak menyangka Gio secara tak langsung menembak nya dan itu didalam mobil.
Meskipun Icha penasaran dengan masalah apa yang diucapkan Gio tapi Icha cukup bahagia mendengar pernyataan Gio.
Melihat Icha terdiam membuat Gio resah"Kau tidak mau ya Cha?"
Lamunan Icha buyar manakala Gio mengusap lengannya.
__ADS_1
"Maaf Kak......Apa kakak serius?"
Gio terseyum simpul"Apa aku kelihatan bercanda?Kau bisa menanyakan pada Kian tentang diriku,dari dulu aku jarang berhubungan dengan wanita"
"Icha hanya gadis yatim piatu Kak"
Gio mengusap lembut kepala Icha sambil mengemudi"Aku tak pernah melihat seorang gadis dari latar belakang nya Cha...Yang aku butuhkan kenyamanan dan itu bisa kudapatkan dari dirimu"
Icha terdiam merasakan belaian sayang Gio dikepalanya,juga sorot mata Gio yang nampak berbinar menunjukkan banyak cinta didalam nya.
"Kau mau kan Cha?"Tanya Gio lagi memastikan.
Icha berfikir dan terdiam sesaat"Tapi janji kakak akan selalu terbuka pada Icha"
Gio terseyum"Iya Aku janji,tapi untuk satu masalah itu,belum saatnya aku bercerita padamu,Kau paham maksudku?"
Icha menganguk pelan membuat Gio terseyum lebar"Makasih ya Cha kamu mau memberiku kesempatan.Kita jalani dulu seperti air mengalir saja tapi ingat mulai sekarang jangan dekat dekat dengan pria lain"
Icha tersenyum"Kakak juga tidak boleh berdekatan dengan Wanita lain diluar sana.Icha tahu pasti banyak wanita yang menaruh hati pada Kakak tapi Icha akan percaya sepenuhnya pada Kakak"
Gio yang gemas mencubit pipi Cuby Icha"Iya....pacar.....aku tidak akan dekat dekat dengan wanita lain...kamu kok makin lama gemesin banget sich...jadi pengen gigit"
"Auww sakit Kak......baru sehari pacaran udah KDP"
Kening Gio mengerut"Apa itu KDP?"
"Kekerasan dalam pacaran"
Gelak tawa Gio spontan mengisi ruang mobil,ia begitu terhibur dengan ucapan ICha.
Gio lalu mengusap lembut pipi Icha yang ia cubit tadi"Maaf ya Pacar....habis kamu lucu banget"
Icha mengerucutkan bibirnya melihat Gio yang masih tersenyum lebar.
"Fokus nyetir Kak,jangan seyum terus"
Gio menoleh sesaat"Iya Pacar,Siapppp"
Icha mengulum senyumnya melihat kearah Luar,Ia baru tahu ternyata Gio mudah sekali tertawa sedangkan Gio sedikit terkejut ternyata Icha memiliki selera humor yang tinggi.
☘️☘️
"Sayang bangun...."Ujar Kyra yang menggoyangkan tubuh Marvin yang tertidur pulas.
Marvin yang masih sangat mengantuk perlahan membuka matanya"Apa Sayang?"
"Dede Pengen makan Sate,ayo kita beli"
Marvin membulatkan matanya,Pasalnya ini sudah pukul sebelas malam,dimana warung sate yang masih buka.
Memang semenjak Hamil,Kyra mulai merasakan ngidam dimalam hari dan itu membuat Marvin pusing.
"Sayang ini sudah malam,besok saja ya"
Kyra membrekut kesal"nanti Dede nya ngiler lo"
Mendengar kata iler,Marvin segera bangun dan mengambil jaketnya dan jaket sang istrinya.
Mana mungkin anak seorang Marvin akan ileran.
Kyra terseyum lebar melihat kesigapan sang suami yang terlihat lucu jika mendengar kata iler.
"Ayo Sayang,Kita naik mobil saja,aku tidak mau kau kena angin malam jika naik motor"
Setelah memastikan sang Istri memakai baju hangat,Marvin segera menuntun menuju garasi lalu masuk kesalahan satu mobil koleksinya.
Setelah berputar putar akhirnya mereka menemukan warung Sate yang masih buka.
"Pak pesan satu porsi ya"ujar Marvin. yang sudah duduk dengan Kyra.
"Oh Maaf Pak,Sudah habis,ini tinggal pesanan non itu"ujar tukang Sate yang sedang mengibas kipasnya sambil menunjuk seorang gadis yang duduk diatas motornya.
"Apa tidak ada lagi Pak,Istri saya sedang ngidam,Kasihan dia"ujar Marvin memohon"
__ADS_1
Gadis yang mendengar itu merasa kasihan dan melihat wajah Kyra yang nampak kecewa.
"Sudah pak,berikan saja sate pesanan saya pada nona itu"
Kyra berbinar"mbak serius?"
"Iya...Kau sedang hamil kan....?"
Kyra mengangguk cepat lalu mendekat"Terima kasih ya..Kau begitu baik.perkenalkan aku Kyra dan ini suamiku Marvin.
"Aku Cleo,tidak usah sungkan.Kalau begitu aku pergi dulu."Ujar gadis itu yang ternyata adalah Cleo yang kemarin hampir ditabrak oleh mobil Erick.
Cleo yang baru pulang dari Club' merasa ingin makan sate dan justru malah bertemu Kyra dan Marvin.
"Hati hati ya Cleo..."pekik Kyra yang melihat Cleo sudah menunggangi motor besarnya.
Cleo terseyum dibalik helmnya sambil mengangguk lalu pergi dengan motor sportnya.
"Wah dia keren sekali....Cantik tapi lihai mengendarai motor besar"gumam Kyra.
"Ayo sayang kau makan satenya"titah Marvin yang melihat satu porsi sate sudah ada dihadapan sang Istri.
Kyra terseyum lalu segera menikmati sate itu"Kau mau Sayang?"tawarnya.
Marvin menggeleng"Kau saja,Aku tidak ingin anakku ileran"
Kyra terseyum senang"Asal Dady selalu menuruti Dede pasti Dede gak ileran kok"
Marvin terseyum melihat Kyra yang lahap memakan sate itu hingga tandas tak bersisa.
"Ayo pulang,Dede udah kenyang"ajak Kyra.
Marvin mencubit pipi sang Istri Gemas"Dasar...BumiL....Semakin hari samakin bikin Dady cinta.."
Setelah membayar mereka segera pulang.
Sampai rumah mereka kembali merebahkan tubuh mereka,Marvin yang sebenarnya merasa sangat lelah berusaha tetap menuruti semua kemauan sang Istri.
Marvin mencium perut Kyra yang masih datar lalu mengusap nya lembut"Tidur ya Dede....jangan Buat Dady bangun lagi."
"makasih suamiku"Ujar Kyra yang langsung memeluk tubuh kekar berotot Marvin yang menjadi candunya.
"Tidur ya Sayang......Cup....."Satu kecupan dikening Kyra lembut.lalu keduanya terlelap.
Keesokan harinya Kyra yang bangun tidak mendapati sang suami disisinya.
Kyra bangun perlahan lalu menuju Balkon untuk menghirup udara segar yang sangat baik untuknya.
Ia tersenyum ternyata sang Suami sudah menikmati secangkir Kopi ditempat itu.
Cup.....morning Sayang"Ujar Kyra sambil mengecup pipi Marvin.
"Kau sudah bangun?"Marvin menarik tubuh Kyra untuk duduk dipangkuannya.
"Kenapa tidak membangunkan aku?"tanya Kyra dengan tatapan lekatnya.
"Kau tidur sangat nyenyak Sayang...Kau tidak perlu menyiapkan sarapan,Aku tidak ingin kau merasa lelah,karena malam kau sering terbangun sekarang"ujar Marvin yang khawatir dengan jam tidur Kyra.
Kyra mengusap lembut pipi Marvin"Aku tidak apa apa kok....."
Marvin mendusel dan menciumi perut Kyra pelan"Aku sudah tidak sabar melihat dia tumbuh diperutmu"
Kyra terseyum sambil mengusap kepala Marvin yang berada diperutnya"Aku tahu kau sangat lelah tapi kau selalu menuruti semua keinginanku....Maafkan aku ya karena sudah menyusahkanmu"lirih Kyra.
Cup satu kecupan dibibir Kyra"Jangan bilang begitu,Aku akan menjadi suami yang siaga setiap saat untuk membahagiakan mu dan dia"ujar Marvin sambil mengusap perut Kyra.
Mata Kyra sudah berkaca kaca, hormon kehamilan membuatnya menjadi cengeng."makasih Dady Marfin"
"Sama sama Momy Kyra"jawab Marvin sambil memeluk tubuh sang Istri erat.
Suasana pagi itu terasa lebih hangat untuk sepasang calon orang tua itu.
🌺🌺 Author kasih Visual Marvin ya yang lagi sedang menikmati kopinya dibalkon..
__ADS_1