
Terus dukung dengan Like dan Komen kalian ya...Jangan lupa baca Novel ku yang lain.
@Hati putri dan sang pengawal.
@Bukan Om tapi Kekasihku.
@**Terpesona Duda Keren
@Mencintai Hot Momy
@Cintamu seperti mimpi
Dan masih ada yang lain....
@@@
Hari berlalu**.
Entah kenapa Kyra merasa malam ini sulit untuk memejamkan matanya.Pikirannya juga selalu dipenuhi oleh Marvin.
Pukul.01.00.
Kyra yang baru saja memejamkan matanya dikejutkan dengan bunyi ketukan dijendela balkon kamarnya.
Dengan rasa takut Kyra segera turun dari ranjangnya dan membuka sedikit tirai jendelanya.
Mata Kyra membulat saat melihat Marvin memanjat balkon kamarnya.
Dengan cara licik,Marvin berhasil mengelabui para pejaga yang berada diluar dan Pantauan CCTv yang tersebar diluar rumah Kian.
Dengan cepat Kyra membuka pintu kaca balkon kamarnya.
Marvin langsung memeluk erat tubuh Kyra,Menyalurkan kerinduan nya yang sudah menggunung pada gadis yang dia cintai itu.
",Aku sangat merindukanmu Sayang"
Kyra membalas pelukan hangat Marvin.
"Aku juga sangat merindukanmu Tuan Marviino"
Marvin mengendus aroma tubuh Kyra yang sangat ia rindukan.Marvin juga mulai mencumbui tengkuk putih Kyra.
"Marfin....."
Pria tampan itu menghentikan aktivitas nakalnya lalu menatap lekat mata Kyra.
"Hmmm ada apa Sayang?"
"Bagaimana Kau bisa lolos dari para penjaga dan Camera CCTV diluar?"heran Kyra.
Marvin terseyum simpul.
" Itu hal yang tidak sulit untukku"
"Tapi aku takut Kak Kian tahu kau ada dikamarku.Dia akan sangat marah"
Marvin mengusap lembut pipi Kyra.
"Aku tidak takut Sayang,Jika dia marah aku akan menghadapinya" ucap Marvin lugas.
Marvin lalu mengangkat tubuh Kyra kearas ranjang lalu menindihnya.
Marvin menatap wajah cantik kekasihnya itu.
Cup......satu kecupan Dikening Kyra.
__ADS_1
"Aku mencintaimu Kyra" ucap Marvin mantap.
Seyum mengembang diwajah Kyra.Hatinya begitu bahagia mendengar secara dekat ungkapan cinta Marvin padanya.
"Aku juga sangat mencintaimu Tuan Kevin Marvino Baskara"
Marvin mulai mencium Bibir Kyra lembut.
"Apa aku harus menghamilimu dulu agar Kakakmu itu menyetujui hubungan kita," goda Marvin.
Kyra menggeleng cepat.
"Jangan......Aku ingin kita melakukan itu jika kita sudah resmi menikah"
Marvin kembali terseyum.
"Aku juga tidak akan merusakmu Sayang.Aku tahu kau bukan seperti wanita diluar sana"
"Kau harus bersabar dulu ya" goda Kyra.
"Tapi aku sudah tidak sabar dengan ini" ucap Marvin lalu dengan cepat ******* bibir Kyra.Ciuman marvin berubah menjadi panas dan Kyra berusaha mengimbanginya.
Tangan Marvin semakin nakal,Ia dengan cepat melepas baju atasan tidur Kyra lalu melepas pengait Bra Kyra.
Sungguh Marvin dibuat kagum dengan ukuran aset gunung kembar Kyra yang cukup besar menurutnya.
Kyra merasa malu melihat tatapan nakal Marvin pada asetnya itu.
Kyra menggigit bibirnya saat Marvin memberi begitu banyak kiss mark ditubuhnya.
Suara desahan Kyra lolos dari bibir mungilnya saat Marvin melahap ujung gunung kembarnya lalu memainkannya.
"Marvinnnnnn" Desah Kyra yang merasa melambung tinggi karena sentuhan dan buaian Marvin.
Mereka sama sama diliputi kabut gairah,Apalagi Marvin yang sudah lama tidak menjamah wanita.
"Apa sayang" Ucap Marvin parau karena birahinya yang sudah memuncak.
"Sudah ya........Aku takut kita hilang kendali.Kau harus bersabar ya...."
Marvin mengingat janjinya yang beberapa saat lalu ia ucapkan.
"Maaf Sayang"
Kyra mengusap lembut pipi Marvin.
"Kau sudah melihat tubuhku,Kau harus segera menikahiku!" Pinta Kyra.
"Tentu Sayang,Kau akan segera menjadi Nyonya Marfin baskara.Aku akan memberikan pernikahan mewah untukmu.Dan aku akan segera mencari bukti tentang kesalah pahaman yang terjadi diantara orang tua kita dulu"
Kyra mengangguk pelan lalu mencium tatto didada Marvin.
"Apa kau suka dengan tatto ku Sayang?"Tanya Marvin yang heran melihat Kyra yang suka menciumi tatto tattonya.
" Iya aku sangat menyukainya,Kau terlihat lebih sexi dengan tatto ini"Ujar Kyra jujur.
Marvin terseyum lebar mendengar ucapan Kyra.
"Apa alasanmu bisa begitu mencintaiku?Apa kau tidak menyesal mencintai pria setua diriku?" tanya Marvin penasaran.
Kyra mencium lembut pipi Marvin.
"Suatu saat nanti kau akan tahu apa alasanku bisa sangat mencintaimu ..dan Aku tidak akan pernah menyesal mencintai dirimu.Karena bagiku umur tidak lah penting dalam soal percintaan dan Kau bagiku kau selalu terlihat tampan serta mempesona."
Marvin merasa bahagia dengan ucapan Kyra.Meskipun ada rasa penasaran dalam dirinya karena Kyra masih sedikit tertutup padanya.
__ADS_1
Marvin semakin mengeratkan pelukannya ditubuh polos atas Kyra.
"Tidurlah,Aku akan menemanimu"Ucap Marvin sambil mengusap pelan kepala Kyra.
"Lalu kau akan pergi kapan?".
" Nanti pukul 4 aku harus sudah keluar dari kamarmu...."
Kyra mencebikkan bibirnya,Ia serasa tidak rela jika harus berpisah dengan Marvin lagi.
Marfin juga merasa begitu,Ingin hatinya menculik Kyra lalu membawanya pergi tapi pikiran Marvin masih waras dia masih menghargai Kian.
"Aku juga berat meninggalkanmu Sayang,Tapi aku berjanji akan menemuimu lagi,apapun caranya"
Kyra yang bersandar didada bidang Marvin terseyum simpul."Janjinya diluar sana tetap jaga hatimu ya,jangan dekat dekat lagi dengan wanita manapun.ingat aku adalah calon istrimu!"Tegas Kyra.
Marvin memcubit gemas pipi Kyra."Iya Sayang aku janji.Aku sudah tidak tertarik dengan tubuh wanita manapun kecuali tubuh sexi calon istriku ini,Paham??"
Kyra mencium pipi Marvin sangat lama"Terimakasih ya Cintaku...Aku sangat bahagia sekarang.Jangan pernah tinggalkan aku,karena kau adalah hidupku"
Marvin balas mengecup kening Kyra lama
"Sama sama Sayang.Aku akan terus disisimu membuatmu menjadi wanita terbahagia"
Tak lama Kyra yang sudah mengenakan pakaiannya kembali terlelap tidur dipelukan hangat Marvin.
Pukul 4 pagi,Marvin hendak turun dari kamar Kyra Namun suara gedoran pintu kamar Kyra mengagetkannya dan Kyra yang langsung terbangun.
"Kyra......buka pintunya.Kakak tahu si breng....k itu ada didalam kamarmu kan?" Teriak Kian yang baru saja mengetahui para pengawalnya pingsan diluar.
Kyra menggenggam tangan Marvin erat.
"Pergilah....biar aku yang menghadapi Kak Kian"
"Tidak,kita hadapi bersama" Ujar Marvin.
Icha dan Mita yang mendengar keributan ikut terbangun dan mendekati Kian yang terus berteriak.
Akhirnya Kyra membuka pintunya.
Bukk.......
Kian yang geram langsung memukul wajah Marvin hingga Marvin tersungkur.
"Marviinnnnn" Pekik Kyra dan langsung menolong Marvin.
Suasana menjadi sangat mencekam.Icha dan Mita merasa sangat takut dengan kilatan amarah Kian.
"Dasar pria Breng....k,,beraninya kau masuk kekamar adikku hahhhh.Apa kau pikir adikku wanita murahan yang selama ini kau tiduri???" Teriak.Kian....
"Cukup Kak jangan berkelahi.Kami hanya melepas rindu Kak tidak lebih,bahkan sampai sekarang Marvin masih menjaga kesucian Kyra Kak" Bela Kyra yang masih berjongkok disisi marVin.
"Apa yang sudah Kau lakukan Haaa hingga adikku berani melawanku...Apa kau tidak takut ancamanku kemarin.Baiklah sekarang aku akan membunuhmu..."
Kian yang sudah emosi mendekati Marvin dan hendak melayangkan pukulannya lagi sebelum sempat Marvin berdiri,Tapi naas Mita yang bermaksud mencegah Kian justru terkena pukulan Kian yang begitu kuat.
Buggg........
"Mitaa......" Pekik Kyra yang melihat Myra jatuh kelantai lalu pingsan.
Kian membulat menyadari.kesalahannya dan langsung menghampiri Mita yang berdarah diujung keningnya.
"Mita.....bangun......" pekik Kian.
"Kita harus membawanya kerumah sakit" Ujar Kyra.
__ADS_1
Segera Kian mengangkat tubuh Mita kemobil dan dengan berani Marvin yang mengendarai mobil itu,Kyra dan Icha juga ikut masuk kedalam.
Suasana menjadi sangat tegang,Kian seakan lupa keberadaan Marvin didekatnya karena rasa khawatirnya pada Mita.