
Marvin masih berada diruangan Kian sampai jam makan siang tiba.
"Sebaiknya kita makan siang bersama,Tapi aku ingin menemui calon istriku dulu" Ujar Marvin yang sudah berdiri.
"Ck.......Pergilah temui dia"
"Tapi tunggu,,Kau tidak memberi adikkmu itu banyak perkerjaan kan??Kau tahu bukan jika calon istriku baru sembuh dan aku tidak mau dia sampai kelelahan" Ujar Marvin datar pada Kian yang masih duduk.
"Iya kau tenang saja.Mana mungkin aku ingin membuat adikku kelelahan" Sanggah Kian.
Marvin segera melangkah menuju ruangan Kyra meninggalkan Dika bersama Kian dan Gin,Karena masih ada yang akan dibicarakan.
Tanpa mengetuk pintu Marvin masuk keruangan Kyra dengan membawa bunga dan coklat yang ia beli tadi.
Dilihatnya Kyra sedang fokus membaca dan mempelajari berkas yang ada dihadapannya dengan Dela yang berdiri disampingnya.
Mereka tidak merasa jika sudah ada seorang Pria yang melihat dengan seyum simpulnya.
"Ekhemmm"
Suara deheman Marvin membuat Kyra dan Della menoleh.
"Marvin....."pekik Kyra yang terkejut dengan kedatangan kekasihnya itu.
Seketika seyum lebar terlukis diwajah cantik Kyra.Dengan cepat gadis putih itu berdiri menghampiri Kekasihnya.
Tanpa menyadari jika masih ada Dela,Kyra langsung memeluk Marvin erat.
"Kejutan Sayang.....ini untukmu" Ujar Marvin sambil memberikan bunga dan Coklat pada Kyra.
Kyra terseyum menerima pemberian Marvin.
"Tumben...."..
" Ini kan hari pertama kau masuk kerja dan menjadi seorang direktur Keuangan.Semoga bunga dan coklat ini membuatmu lebih bersemangat lagi"ujar Marvin sambil mengusap lembut kepala Kyra.
"Makasih ya....."Cup.......satu kecupan Dipipi Marvin.
" Sama sama Sayang"
Della yang melihat adegan romantis itu merasa canggung.
Marvin melihat penampilan Kyra yang terlihat lebih dewasa dan Anggun.
"Sayang kalau berpakaian seperti ini kau terlihat lebih dewasa dan cantik" Puji Marvin.
"Ck.....Gombal..." Kyra memukul lengan Marvin."Eh kenalin dia Della asisten aku"ujar Kyra mengenalkan Della pada Marvin.
Marvin menoleh kearah Dela.
"Hallo Dela,Tolong bantu dan jaga calon istriku ini ya"Pinta Marvin.
Della yang sudah mengetahui siapa itu Marvin,Menganguk cepat.'" Baik Tuan Marvin.Saya akan melakukan tugas saya dengan baik"jawab Lugas Della.
"Yasudah ayo kita makan siang bersama Sayang.Aku mengajak Kian,Dika dan Gin juga.Kau ajaklah Dela juga"
"Okey....Ayo Dela ikut kami" Ajak Kyra pada Abel.
Mereka pun segera berangkat menuju restoran khas Jepang yang tidak jauh dari Perusahaan WIN group.
Mereka masuk keruangan VVIP yang sudah dipesan Marvin.
Kyra duduk dekat dengan Marvin.disebelah Kyra ada Dela.sedangkan Kian,Gin dan Dika duduk dihadapan mereka.
Marvin dan Kyra terus saja mempertontonkan adegan romantis dihadapan banyak orang mulai dari saling menyuapi,mengelap sisa makanan diwajah sampai mengusap lembut kepala dengan seyum yang tak pernah lepas dari wajah mereka berdua.Membuat Kian merasa malas melihatnya sedangkan yang lain merasa canggung.
"Ekhemmm ingat ini tempat umum,Apa kalian sengaja ingin pamer kemesraan didepan kami" Sindir Kian.
Kyra terseyum lebar sambil mencolek dagu Kakaknya itu."Ah kalau iri bilang aja Kak"goda Kyra.
"Siapa juga yang iri.Aku hanya malas melihat kelebay an kalian" sarkas Kian.
Kyra terkikik geli membuat yang lain ikut terseyum.
"Makanya cepetan tembak Mita Kak.Biar Kakak bisa ngrasain punya pacar.Kak Gin ,Kak Dika dan Della juga buruan punya pacar ya..." Ujar Kyra dengan santainya sambil melihat mereka bergantian...
Uhuk uhuk uhuk.........
__ADS_1
Gin,Dika dan Della tersedak bersamaan,membuat Kyra Kian dan Marvin segera menyodorkan minuman..
Entah kenapa perkataan Kyra menohok hati mereka.
"Sayang kau membuat mereka tersedak"Ujar Marvin terkekeh.
" Maaf Ya Kak Gin,Kak Dika dan Della.Aku tidak bermaksud membuat Kalian jadi seperti ini"Sesal Kyra.
"Tidak apa apa Nona" ujar Gin.
"Iya Nona tidak apa apa" Timpal Dika.
Marvin melihat rasa bersalah diwajah Kyra.
"Sudah,Ayo makan lagi"Marvin segera menyupit makanan lalu ia sodorkan kemulut Kyra.
Makan siang itu pun berlanjut dengan obrolan ringan.Tentu seorang Kyra dengan sifat cerianya mampu membuat susananya menjadi hangat.
Cup......satu kecupan kilat dikening Kyra dari Marvin saat mereka hendak berpisah.
" Aku kembali kekantor dulu ya Sayang.Nanti malam aku akan kerumahmu.Jaga dirimu.."
Kyra terseyum lembut.
"Okey calon suamiku.Kau juga harus menjaga dirimu ya.Bye......"
Kyra segera pergi satu mobil dengan Kian,Gin dan Dela.Sedangkan Marvin kembali kekantor bersama Dika.
@@Tiga hari berlalu.
Dika sudah membuat janji temu dengan Suryo.
Marvin sudah datang bersama Dika dengan membawa Sekoper Uang tunai yang nilainya fantastis.
Kian juga datang bersama Gin.
Mereka memasuki sebuah ruang VVIP disebuah Restoran mewah.
Seorang pria paruh baya terkejut melihat kedatangan Marvin bersama Kian.
Marvin terseyum Smrik pada Suryo dan.Kian menatap dengan sorot mata tajam kearah Suryo.
"Kenapa apa kau terkejut dengan kedatangan kami Pak Suryo?''Tanya Sinis Marvin.
"Iya apa kau terkejut karena aku ikut datang bersama Marvin?" Timpal Kian.
Kedua CEO itu melihat kegugupan dan rasa ketakutan.diwajah Suryo yang membuat mereka semakin yakin jika Suryo tahu sesuatu tentang masa lalu orang tua mereka.
Suryo mencoba bersikap tenang.
"Apa yang ingin anda sekalian bicarakan pada Saya?"
Marvin memberi kode pada Dika,Dika yang mengerti itu langsung meletakkan koper yang sedari tadi ia bawa keatas meja lalu membukanya.
Kedua mata Suryo membulat saat melihat begitu banyak uang didalam koper itu.
"Mak maksud anda apa Tuan Marvin." Ujar Suryo yang mulai gugup.
"Ini jumlahnya Dua Milyar,Uang ini bisa menjadi milikmu." Ujar Marvin ambigu.
Suryo merasa bingung."milik.saya?"
Marvin menatap tajam kearah pria bertubuh tambun itu.
"iya,Ambil Uang Ini dan katakan apa yang yang kau ketahui tentang masalah yang menimpa perusahaan papaku dan Papa Kian dulu."
Deg......Suryo begitu terkejut,Kebusukan yang selama ini ia simpan kini mulai tercium.
Ia semakin gugup dan takut.
Melihat Suryo masih diam saja membuat Kian geram.
",Cepat katakan...Atau aku akan menculik putrimu dan memperkosanya" Gertak Kian yang membuat Marvin melirikknya.
Kian tahu semua tentang Suryo setelah menyuruh Gin untuk menyelidikinya.
",Ja Jangan sentuh putriku....", Pinta Suryo takut.
__ADS_1
"Kalau begitu katakan,Aku akan menjamin dirimu dan keluargamu aman jika kau mau berkata jujur pada kami.Jadi kau bisa menikmati uang ini dihari tua mu" ujar Marvin tegas.
Suryo dengan terpaksa mengakui semua kesalahannya.
"Ini semua karena suruhan Pak Martin.Aku hanya boneka nya saja''
Marvin apalagi Kian sangat terkejut mendengarnya.
"Martin Papanya Abel?" Lirih Kian dengan kening mengerut.
"Maksudmu apa Tua bangka?" Sarkas Marvin yang mulai emosi.
"Saat itu aku adalah orang kepercayaan Pak Mario.Sedangkan Pak Kendra papanya tuan Kian adalah sahabat pak Mario.Tuan Martin tidak suka melihat kedekatan antara Tuan Mario dan Tuan Kendra Apalagi dengan kerjasama keduanya yang semakin membuat posisi perusahaan Tuan Martin tersudut.
Lalu Tuan Martin mengancamku dan menyuruhku untuk memalsukan tanda tangan Tuan Mario dan dokumen kerja samanya dengan Tuan Kendra.Dengan Tanda tangan dan dokumen palsu itu aku membatalkan kerjasama dan menarik semua saham Tuan Mario diperusahaan Tuan Kendra.Dan itu sontak membuat tuan Kendra marah besar pada Tuan Mario.Lalu karena Tuan Martin takut jika Tuan Mario menjelaskan pada Tuan Kendra,dengan caranya Tuan Martin mencoba mencelakai tuan Kendra." Jelas Suryo panjang lebar.
Tangan Kian dan Marvin mengepal Kuat dengan rahang mengeras.
Kian langsung memarik kuat kerah baju pria paruh baya itu.
",Breng...k ternyata Kalian yang sudah membunuh orang tuaku????Dan membuat perusahaan papaku hampir bangkrut!Awas saja...aku akan membuat hidup kalian menderita."Sarkas Kian penuh amarah.
"Jadi karenamu Juga,Papaku terkena serangan jantung karena ia tidak kuat bertengkar dan dibenci sahabatnya sendiri" Timpal Marvin dengan suara meninggi.
"Ma....af....Aku juga tidak punya pilihan waktu itu.Aku sangat takut dengan ancaman Martin." ujar Suryo gugup.
"Maafmu tidak bisa membuat orang tua kami bangun lagi brengs..k" Umpat Marvin.
"Tolong jangan sakiti aku dan keluargaku.Apapun akan aku lakukan untuk menebus kesalahanku"Ucap Surto penuh penekanan.
Marvin terseyum devil lalu mendekat kewajah Suryo.
" Kalau begitu turuti semua perintah kami dan jadilah patner kami"Ujar Marvin dengan wajah dinginnya.
"Ba baik Tuan" jawab Suryo.
"Cari dan kumpulkan bukti atas keterlibatan Martin dalam kasus kecelakaan orang tuaku juga kasus penipuan perusahaan yang melibatkan perusahaanku dan Marvin" ujar Kian tegas.
"Dan ingat tetaplah bersikap biasa didepan Martin.Jangan coba coba menghianati kami karena orangku akan selalu mengawasimu.Kau mengerti??" Ucap Marvin dengan lugas dan sorot mata tajam.
Suryo mengangguk pelan"Baik Tuan Kian dan Tuan Marvin,Saya akan melakukannya"
"Bagus........" Ujar Marvin.
Mereka berdua pun langsung pergi meninggalkan pria paruh baya itu.
"Terus awasi Orang itu" Perintah Marvin pada Dika.
"Baik tuan" Jawab Dika.
Tanpa diketahui orang lain,sebenarnya Marvin sudah memasukan anak buahnya dikantor Martin.Banyak Orang Orang Marvin yang menyamar sebagai karyawan biasa dikantor Martin.
Marvin yang masih emosi.dikejutkan dengan bunyi notif pesan dari ponselnya.
Seketika ia mangambil ponsel disaku jasnya. lalu membaca pesan yang ternyata dari Kyra.
@Cintaku...
"Kamu lagi dimana?Nanti pulang kerja aku pulang kerumahmuya...Aku merindukanmu Calon suamiku..Bye...Love You..."
Semburat seyum simpul muncul diwajahnya yang sedari tadi marah.
Kian melirik merasa heran.
"Pasti Dari Kyra?"
"Siapa lagi.....Adikmu itu selalu membuaku bahagia"jawab Marvin dengan seyumnya.
Kian memutar bola matannya malas.
" Dasar bucin......"
Kian lalu melanhkah pergi bersama Gin.
"Jangan meledekku,,Suatu saat nanti kau juga akan merasakannya" Teriak Marvin yang masih bisa didengar Kian.
Merekapun kembali kekantor mereka masing masing.
__ADS_1