
Keesokan paginya.
Kyra perlahan membuka matanya.Tubuhnya yang ingin menggeliat tertahan dengan tangan kekar Marvin yang melilit diperutnya.
"Jadi dia tidur disini semalam?" Ujar Kyra sambil menatap wajah tampan Marvin didepannya.
"Marvin,,Bangun ini sudah pagi" Ujar Kyra sambil menepuk pipi Marvin pelan.
Tak lama Marvin membuka matanya.
"Pagi Sayang....Morning Kiss nya mana??"pinta Marvin manja.
"Ck....tidak ada morning Kiss,Cepat singkirkan tanganmu,aku ingin mandi" tolak Kyra.
"Yasudah aku tidak akan membiarkanmu pergi dari ranjang ini", Ujar Marvin dengan seringai liciknya.
Kyra membrekut kesal dan terpaksa mendekatkan wajahnya kearah wajah Marvin.
Cup.......Bukan hanya kecupan dipagi itu,tapi berubah menjadi ciuman yang bergairah karena Marvin langsung ******* bibir tipis Kyra,mengeksplor semua sudut bibir calon istrinya itu..
Kyra yang kehabisan nafas memukul dada bidang Marvin.
" Dasar Mesum,,,Aku kan belum sikat gigi Yank..."
"Ck aku tidak masalah,mau kau sikat gigi apa belum.Dan ingat setelah menikah nanti,kau harus memberiku morning Kiss setiap hari" pinta Marvin.
Kyra menyebikkan bibirnya.
"Ck.....menyebalkan.Ayo cepat bangun." Pinta Kyra.
Marvin segera bangun lalu menuju kamar mandi milik Kyra.
Kyra segera menyiapkan setelan jas untuk Marvin yang sengaja sudah ia siapkan jauh jauh hari.
Tak lama Marvin keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk putih yang melilit dipinggangnya.
Kyra membulatkan matanya.Baginya tubuh kekar berotot dan bertatto Marvin selalu menggodanya.
"Yank kau sengaja ingin menggodaku ya?"
Marvin terseyum tipis lalu mendekat kearah Kyra yang berdiri.
"Kenapa apa kau tergoda dengan tubuh bertatto ku?" Bisik Marvin didekat wajah Kyra.
"Ck.....jangan merayuku Yank,aku mandi dulu.Itu sudah aku siapkan stelan kerjamu"Ujar Kyra yang berusaha menghindar dan langsung pergi masuk kekamar mandi dengan wajah memerahnya karena malu.
Marvin terseyum puas setelah berhasil menggoda Kyra,Baginya Calon istrinya itu tetaplah gadis kecil yang polos.
30 menit kemudian,sepasang kekasih itu sudah turun dari tangga menuju ruang makan.
Terlihat Kian,Icha,Gin dan Dika sudah menunggu.
" Sudah baikan rupanya kalian?"Tanya Kian setelah Marvin dan Kyra duduk.
"Maafin Kyra ya Kak sudah berfikiran buruk pada Kakak"Kyra menatap lekat kakaknya.
__ADS_1
" Iya Sayang...Kakak ngerti kok.Ayo kita mulai sarapan."Titah Kian.
Semua mulai menikmati hidangan yang sudah tersaji dimeja.
"Lalu kapan kita bisa melaporkan tua bangka itu?" Tanya Marvin pada Kian.
"Pagi ini juga Gin akan kekantor polisi.Kita bisa langsung menyeretnya kejeruji besi."Ujar Kian.
" Siapakan team pengacara terbaik Gin,aku ingin tua bangka itu menerima hukuman yang setimpal"timpal Kian lagi.
",Baik bos"Gin
"Lalu dengan Abel dan Suryo?"Marvin.
"Untuk Abel,kita belum bisa menangkapnya karena bukti yang mengarah padanya belum kuat.Kita peringatkan saja dulu dia.Untuk Suryo kita akan tetap memasukkannya kepenjara tapi dengan tuntutan ringan saja"Kian.
Marvin mengangguk mengerti sambil menguyah makanannya.
"Dika Kau bisa datang kekantor polisi bersama Gin.Buat laporan penipuan atas namaku.Dan buat laporan kasus pembunuhan orang tua Kyra atas nama Kian.Jadi kita berdua yang akan menuntut Martin.Jangan lupa bawa bukti Chip rekaman semalam."Perintah Marvin pada Gin dan Dika.
"Baik Pak Marvin" Jawab Dika yang mengerti tugasnya.
"Aku akan berada dikantor Marvin dulu Gin,Kau bisa menyusulku ke BR group setelah selesai dari kantor polisi"Titah Kian.
Gin yang mengerti menganguk hormat." Baik Boz"
Tak lama mereka berangkat bersama kekantor Marvin sementara Gin dan Dika juga berangkat menuju kantor polisi.
Kian semobil dengan Icha,sedangkan Kyra dengan Marvin.
Dua jam kemudian,Dika dan Gin sudah kembali keBR Group.
"Bagimana perkembangannya Gin?" Tanya Kian pada tangan kanannya itu.
"Semua berjalan lancar Boz dan sekarang polisi sedang bergerak"Gin.
" Bagus....aku sudah tidak sabar melihat kehancuran tua bangka itu.ini adalah balasan yang setimpal untuknya "Kian..
"Aku juga tidak sabar melihat Abel mengamuk kesini" Ujar Marvin spontan.
Kyra langsung melirik tajam Marvin.
"Tenang sayang,jangan salah paham lagi ya" Ujar Marvin lembut pada Kyra.
Kyra pun hanya diam mendengar ucapan Marvin.
@@
Sementara diPerusahannya,Pria tua yang bernama Martin dikejutkan dengan kedatangan segerombol polisi berseragam lengkap.
Abel yang juga berada dikantor papanya itu juga merasa ikut terkejut.
"Selamat pagi,apa anda yang bernama Tuan Martin?" Tanya seorang polisi yang menjadi ketuanya.
"Iya benar saya Martin,ada apa Ya tuan tuan?" Tanya sopan Martin.
__ADS_1
"Anda,kami tahan saat ini juga atas laporan kasus penipuan atas perusahaan WIN group dan kasus pembunuhan Tuan Kendra dan Istrinya.Ini surat penangkapan anda"
Martin dan Abel merasa terkejut dengan ucapan polisi itu.
"Maaf sepertinya ini ada kesalahpahaman" Selak Martin.
"Anda bisa jelaskan dikantor Tuan,Dan kami punya bukti yang kuat untuk menahan anda" ujar Polisi berseragam coklat itu.
"Bukti.....memang siapa yang berani melaporkan Papaku??" Tanya Abel yang mulai panic.
"Laporan ini atas permintaan Tuan Kian dan Tuan Marvin"
Abel seketika merasa geram,ia merasa ditipu oleh Marvin.
"Maaf kami tidak bisa menunggu lagi,cepat kalian bawa dia" Ujar polisi pada bawahannya.
"Tunggu Pak...ini fitnah,Saya tidak melakukan kejahan apapun." Ujar Martin sambil terus berontak.
Tapi tetap saja tenaganya kalah dengan dua orang polisi yang terus menyeretnya.
"TunggunTunggu Pak polisi jangan bawa Papa saya"Rengek Abel...
"Abel....cepat hubungi pengacara Kita" Teriak Martin sebelum ia menghilang.
Abel pun dengan cepat menghubungi pengacara pribadinya.
Lalu dengan langkah cepat Abel berencana menuju kantor Marvin.
Brak.........pintu ruangan Marvin dibuka kasar oleh Abel..Gin dan Dika yang berdiri diluar membiarkan saja atas perintah bos bosnya.
Abel menatap tajam kearah Kian,Marvin dan Kyra dengan amarah yang memuncak.
"Ohh jadi kalian sedang berkumpul rupanya...kalian pasti senang sekali kan bisa memasukkan papaku kepenjara...dasar kalian semua breg...k" Umpat Abel sambil menunjuk kedepan.
Kian menyeringai"Bukankah itu balasan yang setimpal untuk papamu Abel,karena sudah membunuh orang tuaku."
"Cih.....aku tidak terima ini..Dan kamu Marvin kau pria yang pling Breg....k yang pernah aku kenal,kau sengaja menipuku demi gadis sialan ini"
"Jaga mulutmu Abel....Kau yang jalang..kami bisa saja membuatmu menyusul papamu tapi kami masih melepaskanmu...Tapi Jika kau berani mengganggu hidup kami lagi,maka aku akan menghancurkanmu!"Peringatan Marvin terlihat sangat tegas.
Kian lalu memberi tanda pada Gin dan Dika yang berada diluar untuk segera membawa Abel pergi dari ruangan itu dengan paksa.
" Sebaiknya kau pergi Abel, Dan jangan berulah lagi.Jika kau masih menganggu kami maka aku akan mengakuisisi perusahaan papamu."Ancam Kian.
"Aku akan membalas ini semua,,Aku sangat membenci kalian...tunggu saja pembalasankuuu"Teriak Abel yang tubuhnya sudah diseret oleh Gin dan Dika.
" Sebaiknya kita harus terus mengawasinya" Kian.
"Kau benar,Aku akan menempatkan orang untuk selalu mengikuti dan mengawasinya" Marvin.
",Dan Kau Kyra,kau harus lebih berhati hati dimanapun kau berada.Dan Kakak akan mengawasi perusahaan papanya Abel"
"Kalian juga harus hati hati ya,Abel terlihat sangat mengerikan.Aku takut dia membuat rencana yang lebih licik lagi"
"Tenang lah Sayang,Semua akan baik baik saja" Ujar Marvin lembut sambil mengusap bahu Kyra pelan.
__ADS_1