
Pukul 7 malam Kyra yang sudah nampak cantik dengan mengenakan dres selurut dan switer lengan panjang sudah berdiri didepan loby kantor yang sudah nampak sepi menunggu kedatangan Marvin.
Sementara Marvin justru terlihat sedang asyik berdua dengan teman kencannya disebuah cafe.
Hampir Tiga jam berlalu hingga hujan turun,Kyra masih dengan setia menunggu kedatangan Marvin.
Marvin yang sedang berada diCafe seketika mengingat Kyra.
Dengan cepat pria itu mengambil kunci mobilnya dan pergi begitu saja meninggalkan teman wanitanya.
Hujan semakin deras,Kyra sudah duduk bersandar dinding kaca dengan memeluk kedua kakinya yang melipat.Hawa dingin begitu sangat ia rasakan,Bajunya pun sudah basah sebagian.Rasanya Kyra ingin menyerah saja.
Sebuah mobil berhenti tepat dihadapannya.Marvin turun dengan membawa payung,Dilihatnya Kyra duduk sendirian menahan rasa dingin ditubuhnya.
Marvin segera mendekati Kyra yang sudah berdiri menatapnya dengan seyum manisnya.
"Dasar Rubah kecil kenapa masih disini?"
"Aku menunggumu" jawab Kyra cepat dengan seyum simpulnya.
"Ayo masuk mobil" Perintah Marvin lalu merangkul pundak Kyra dan membawanya masuk kedalam mobilnya.
Untuk sesaat Keduanya terdiam,Marvin yang melihat Kyra kedinginnan segera melepas jacetnya lalu memasangkannya ketubuh Kyra.Kyra nampak terseyum mendapat perhatian dari Marvin.
"Kau sudah makan malam?" Tanya Marvin yang bisa menebak jika Kyra memang belum makan.
Kyra menggeleng pelan tanpa bersuara.
Marvin segera melajukan mobilnya menuju restoran privet.
Keduanya pun makan direstoran mewah itu sesuai keinginnan Marvin.
Kyra nampak lebih banyak diam dan hanya sesekali menatap Marvin.
"Ada apa,Apa makanannya tidak enak?"Tanya Marvin yang melihat sikap aneh Kyra.
"Ini sangat enak"
"Lalu kenapa kau banyak diam,Biasanya kau sangat cerewet"Ujar Marvin.
"Aku hanya ingin menikmati saat saat bersamamu saja" Ucap Kyra dengan tenang.
Memang benar Kyra sangat menikmati momen momen kebersaama nya ini dengan Marvin.Tak pernah ia bayangkan sebelumnya bisa makan malam bersama Marvin.
Marvin tertawa reyah mendengar ucapan Kyra yang terlihat naif.
Setelah kedua selesai makan,Marvin segera ingin mengantar Kyra pulang.
__ADS_1
Namun baru sesaat duduk dimobil,Kyra sudah tertidur pulas,mungkin karena terlalu lelah menunggu Marvin tadi.
Marvin merasa tidak tega untuk membangunkannya,Ia pun akhirnya membawa Kyra keapartemennya.
Setelah sampai diLobi apartemen,Dengan sigap Marvin menggendong tubuh Kyra yang masih terlelap.
Sampai dikamarnya,Marvin meletakkan pelan tubuh Kyra diatas ranjang King Size nya lalu segera Marvin masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Marvin yang sudah berganti pakaian segera ikut membaringkan tubuhnya disamping Kyra.
Dari jarak yang begitu dekat Marvin bisa dengan jelas mengamati wajah cantik Kyra yang nampak tenang dan teduh saat tidur.
Marvin seketika terkejut saat mendapati tubuh Kyra menggigil kedinginan.
Dengan cepat Marvin mematikan Ac kamarnya lalu menarik selimut.
untuk menutupi tubuhnya,tapi tubuh Kyra terus bergetar.
Marvin dengan cepat mendekap tubuh Kyra dalam pelukannya.Marvin mengusap lembut kepala Kyra sambil memandang wajah Kyra lekat.Lama kelamaan tubuh Kyra sudah tenang dan itu membuat Marvin merasa lega.
"Sebegitu tergila gilanya kah dirimu padaku Rubah Kecil,Sampai sampai pelukanku bisa langsung menenangkanmu" ucap Lirih Marvin.
Dengan jelas Marvin bisa mencium harum wangi tubuh Kyra,Dia juga bisa jelas melihat bibir merah ranum Kyra yang begitu menggoda.
Hasratnya sebagai pria normal pun seketika bangkit.
Kyra yang masih tidur tidak memberontak karena ia merasa ini hanya Mimpi untuknya.
Kyra yang masih menutup matanya,melengguh pelan merasakan sentuhan yang belum pernah ia rasakan.
Kyra masih mengira ini mimpi untuknya,Matanya seakan sulit terbuka.Hanya Suara leguhan dan desahan dari bibir mungilnya.
Marvin yang masih melakukan aksinya itu seketika tersadar saat pikiran sehatnya kembali.
"Shitttttt Apa yang aku lakukan terhadap rubah kecil ini." Umpat Marvin lalu segera beranjak dari tubuh Kyra yang berada dibawahnya.
Marvin segera merapikan kembali Dres Kyra lalu segera masuk kedalam kamar mandi untuk menghilangkan hasratnya yang tidak tersalurkan.
Setelah tubuhnya bersih Marvin kembali berbaring disamping Kyra tanpa memeluk gadis itu.
"Jangan tinggalkan aku"Ucap Lirih Kyra yang masih menutup matanya rapat.
Marvin terseyum simpul.
" Bahkan dalam mimpi pun kau masih memikirkanku Rubah kecil." Ujar Marvin.
Kelamaan Marvin pun ikut larut kedalam mimpi.
__ADS_1
Keesokan harinya Kyra yang terbangun lebih dulu nampak bingung.Ia seketika membulatkan kedua matanya saat melihat Marvin tidur disampingnya.
"Ini dimana,Kenapa dia ada disini?" Ucap Lirih Kyra.
"Kau ada diapartemenku rubah kecil." jawab Marvin yang sebenarnya sudah terbangun sedari tadi.
Kyra semakin terkejut dan hanya bisa terdiam.Ada rasa bahagia terselip dihatinya karena ia bisa berada diapartemen pria yang sangat ia cintai.
Melihat Kyra diam saja,Marvin merasa heran.
"Apa yang kau pikirkan.Kau menyesal tidur disini?" Tanya Marvin yang sudah duduk.
Kyra seketika terseyum manis.
"Tidak Pak Justru Kyra merasa sangat senang bisa berada diapartemen bapak"
"Mulai sekarang jangan panggil aku Bapak,panggil aku Tuan saja.Dan sekarang lebih baik kau mandi.Aku sudah menyiapkan pakaianmu didalam kamar mandi karena Kita berangkat kekantor bersama", Perintah Marvin.
Kyra pun segera masuk kedalam kamar mandi,Namun alangkah terkejutkan Kyra saat akan membuka dresnya dan berkaca.
Kyra membulatkan kedua matanya saat melihat dari pantulan cermin bahwa leher dan dadanya dipenuhi tanda merah.
Kyra bukan lah Gadis bodoh.Dia tahu itu tanda apa,Dan ia kembali mengingat hal semalam." Ternyata semalam aku tidak bermimipi,ini kenyataan.Awas kau Marvin."geramnya.
Kyra segera menghampiri Marvin yang sudah bertelanjang dada duduk dibalkon sambil menikmati kopinya.
"Kau bilang Aku bukan tipemu,Tapi ini apa,,,Haa....Kenapa kau sangat mesoom?" Pekik Kyra dihadapan Marvel sambil memperlihatkan tanda merah dilehernya.
Seketika Marvin menjadi gelagapan."Itu hal yang biasa untukku"Jawab Marvin dengan entengnya.
"Biasa Kau bilang.Walau aku memiliki perasaan padamu tapi bukan berarti kau bebas menjamah tubuhku yang masih murni ini" sarkas Kyra marah.
Marvin terkejut dengan ucapan Kyra,Murni itu artinya Kyra masih Virgin.Dan Marvin semalam hampir menodai gadis itu.Tapi Marvin tetaplah Pria arogant.bukannya merasa bersalah Marvin justru mendekat kearah Kyra yang melotot padanya.
Kyra tertegun melihat banyaknya Tatto ditubuh Marvin.
"Baru begitu saja kau sudah protes Rubah kecill,Itu resikonya jika kau tidur denganku" bisik Marvin tepat disamping telinga Kyra.
Rona merah langsung muncul dipipi Kyra.Ia begitu gugup dan merasa canggung.Kyra pun memutuskan untuk kembali kekamar mandi.Karena sudah tidak bisa menahan rasa malunya.
Marvin tertawa reyah melihat sikap Kyra yang menjadi salah tingkah.
@@
**Harap bijak dalam berkomentar ya....ini hanya sekedar novel untuk menghibur....
Jangan lupa beri Like ,Vote dan komen positif ya.......Dan tolong hargai karya orang lain**....
__ADS_1