
Terimakasih untuk semua readers yg masih setia dgn novel ini...Maaf karena kesibukan author didunia nyata yg menguras waktu dan tenaga membuat penulisan novel ini tersendat.. Jangan lelah untuk vote,Like dan Komen ya..Matur suwun...🌹🌹
☘️☘️☘️
Setelah pertengkarannya dengan sang Mama,Gio memutuskan untuk tinggal di Apartemen pribadinya dan lebih sering menghabiskan waktunya dikediaman Kian tentu hanya untuk bisa bersama sang Kekasih.
Disisi lain Icha merasa semakin bingung dan merasa bersalah karena dirinya sang Kekasih harus pergi dari rumah nya sendiri dan itu memperburuk hubungan sang kekasih dengan mamanya.
"Kakak pulang ya!Kasian orang tua kakak jika kakak tinggal di apartemen!"ucap Icha lembut saat duduk berdua ditepi kolam renang bersama Gio.
Gio menatap lekat wajah Icha yang baginya begitu teduh"Sebelum Mama mau menerimamu,Aku tidak akan pulang.Lagi pula Papa mendukung ku!"
Icha menghela nafasnya pelan"ini akan memperburuk keadaan kak,Dan mama Siska akan semakin membenciku.Icha mohon kak!"ujar gadis berusia 22 tahun itu dengan lembut.
Gio terseyum tipis sambil mengusap Surai rambut Icha perlahan"Aku akan pulang Sayang,tapi tidak sekarang.Aku masih ingin menikmati tinggal mandiri diapartement.Bagiku lebih tenang tinggal disana.Kau bisa mengerti kan?"
Icha tak tahu harus berkata apalagi untuk membujuk sang kekasih agar mau pulang kerumah.Tapi ia juga paham bagaimana perasaan Gio yang selalu bertengkar dengan sang mama jika berada dirumahnya.
"Sini pacar peluk dulu!"ujar manja Gio sambil mendekap tubuh Icha dari samping.
Icha terseyum dan hanya bisa menurut.Tak bisa ia pungkiri saat saat seperti inilah yang selalu ia inginkan.Icha merasa bahagia.Pelukan hangat Pria tampan nan gagah disampingnya itu selalu bisa membuatnya tenang dan nyaman.
Sementara tak jauh dari dua sejoli yang sedang berpelukan itu ada Gin yang menatap mereka dengan pandangan nanar.Keduanya benar benar tak menyadari jika ada Gin yang memperlihatkan mereka.Gin berusaha sekuat tenaga untuk menahan rasa sakit dan cemburunya lalu lebih memilih untuk segera pergi meninggalkan tempat itu.
Sementara itu dikediaman Baskara.
Kyra dengan perut yang sudah lumayan membuncit dengan setia menunggu sang suami yang sedang lembur bekerja pulang kerumah.
Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 malam tapi Sosok yang ia tunggu belum muncul juga membuat nya khawatir.
Kyra yang ingin menelpon Dika asisten suaminya, Terhenti saat mendengar suara mobil sang suami yang terdengar sudah memasuki halaman rumah.
Wanita yang terlihat semakin cantik dikehamilannya itu segera berdiri dan berjalan menuju pintu depan untuk menyambut sang suami.
"Sayang kau belum tidur,Ini sudah malam.Harusnya jangan menungguku!"ujar Marvin yang terkejut melihat Kyra muncul didepan pintu utama.
Marvin segera menghampiri sang istri yang mengenakan baby doll panjang itu.
Cup....satu kecupan dikening sang istri.
"Aku tidak bisa tidur tanpa memelukmu!"ujar Kyra dipelukan Marvin.
"Maaf tadi ada meeting dengan Clien penting dari Singapura.Lain kali jangan menungguku pulang ya....aku tidak ingin kau sakit.mengerti kan?!"ujar Marvin menatap lekat kedua bola mata Kyra.
__ADS_1
Kyra hanya tersenyum dan mengangguk.
"Apa dia rewel hari ini?"tanya Marvin sambil mengelus perut Kyra yang membuncit.
"Lumayan...dia terus bergerak saat kau belum pulang tadi!"ujar Kyra cemberut.
Marvin mencium perut Kyra lembut"Maafkan Dady ya Sayang.besok Dady akan pulang lebih cepat"ujar Marvin yang membuat Kyra senang."Ayo kita kekamar!"ajak Pria bertatto itu.
"Mau aku Gendong Sayang?"tawar Marvin menggoda.
"Aku masih bisa jalan sendiri Sayang,Ayo...!"jawab Kyra menggandeng tangan Marvin mesra menuju kamar.
Sampai kamar Kyra membantu sang suami melepas jasnya.
Namun Kyra terhenyak saat melihat ada noda lipstik dikemeja sang suami bagian pundak belakang.Seketika hati Kyra terasa sakit namun ia berusaha untuk menahan dulu perasaannya dan mencoba berfikiran positif.
Sedangkan Marvin benar-benar tidak menyadari ada noda lipstik dikemejanya.
Marvin yang sudah melepas kemeja dan celana bahannya langsung menuju kamar mandi sedangkan Kyra yang memegang pakaian sang suami berusaha mengendus dan melihat seksama.
Perasaan Kyra semakin tak karuan saat mencium parfum khas milik perempuan yang menempel kuat dikemeja sang suami.
Seketika perasaan Kyra menjadi kacau,perasaan curiga dan cemburu menyelimuti hatinya,Hingga tak sadar air mata Kyra menetes begitu saja.Ingin rasanya Kyra langsung bertanya tapi ia tahu betul jika sang suami dalam keadaan lelah.Entah kenapa semenjak hamil Kyra menjadi sosok yang lebih cengeng dan sensitif.
"Ahhhh Auwwww..."ujar Lirih Kyra yang merasa kesakitan karena perutnya yang kram lagi.
Marvin berusaha sekuat tenaga agar sang istri tidak merasa stres atau tertekan karena itu akan memperburuk kesehatan dan kehamilan Kyra.
Namun kali ini Keteledoran Marvin yang tidak ia sengaja lakukan membuat Kyra begitu sedih.
Kyra yang merasa kesakitan segera merebahkan diri di atas ranjang membuat Marvin yang keluar dari kamar mandi terkejut.
"Sayang kau kenapa?"panik Marvin mendekati Kyra.
Kyra yang menahan sakit berusaha bersikap tenang dengan seyum lembut nya"Aku hanya merasa lelah saja,Boleh aku tidur dulu!"ujar Kyra pelan.Ia berusaha untuk berpikir positif dulu meski saat ini pikiran negatif terus membanyanginya.
Marvin sungguh merasa bersalah kali ini,ia lalu dengan sigap naik keatas ranjang lalu memeluk tubuh Kyra yang semakin berisi dengan erat."Tidurlah Sayang,,Maaf karena aku,kau kelelahan!"ujar Marvin sambil mengusap lembut punggung Kyra.
Kyra hanya mengangguk dalam pelukan Sang Suami.Dada bidang nan berotot disertai tatto itu selalu mampu membuat Kyra nyaman.Meskipun hati dan pikiran Kyra saat ini sedang kacau tapi ia masih memikirkan sang buah hati yang ada perutnya yang begitu membutuhkan kehangatan sang ayah.
Melihat Kyra sudah tertidur pulas,Marvin menatap wajah cantik itu dengan seksama.Marvin semakin merasa takut dan khawatir dengan kondisi Kyra.Wanita yang begitu ia cintai.
Tak lama Marvinpun ikut terlelap.
__ADS_1
Keesokan paginya,Marvin bangun lebih awal dan berangkat kekantor lebih pagi tanpa membangunkan Kyra lebih dulu karena ada meeting penting dikantornya pagi ini.Ia tak tega membangunkannya sang istri yang masih terlihat begitu lelap.
Cup.....satu kecupan di pelipis Kyra yang masih tertidur."Aku berangkat dulu sayang, Istirahat lah!"ujar Marvin lalu berangkat kerja.
Tak lama Kyra yang terbangun bingung tak menemukan sosok pria yang dicintainya tak ada dikamar.Rasa sedih,curiga dan cemburu kembali menyelimuti hatinya.
Kyra menangis sambil mengusap lembut perutnya"Apa Dadymu sudah tidak menyanyangi kita nak?"lirih Kyra.
Kyra pun segera turun dan mandi.Lalu turun untuk menemui sang mertua.
"Kyra kau sudah bangun nak!"ujar Mamy Jia yang sudah menyiapkan sarapan untuk menantu kesayangan nya.
Kyra berusaha bersikap biasa dan tetap tersenyum didepan mertua yang sudah ia anggap sebagai ibu kandung nya itu.
"Maaf My,Kyra bangun kesiangan!"ujar Kyra yang duduk didekat dapur.
Mamy Jia terseyum"Tidak apa apa,Marvin bilang semalam kau kelelahan karena menunggu nya,lain kali tidak usah Menunggu suamimu ya,kasihan janinmu sayang!"
Kyra mengangguk pelan.
"Oh ya tadi Marvin nitip pesan,Dia berangkat pagi sekali karena ada meeting penting yang harus ia pimpin dikantor,tadi dia tidak tega membangunkanmu sayang!"ujar Mamy Jia menjelaskan.
"Kyra paham Ma!"ujar Kyra lesu,mencoba untuk percaya dengan sang suami.
Mamy Jia melihat ada sesuatu yang disembunyikan sang menantu.
"Ada apa Sayang?apa ada yang mengganggu pikiranmu?"tanya Mamy Jia yang duduk disamping Kyra.
Mamy Jia memang sudah tau betul sifat Kyra yang tidak pandai berbohong.Kyra adalah sosok yang ceria dan terbuka jika ia murung sedikit saja,Many Jia akan merasakan ada sesuatu yang tidak beres.
"Tidak ada apa apa My,Kyra hanya rindu Marvin My.Akhir akhir ini dia begitu sibuk dan selalu pulang larut!"ujar Kyra yang sedikit berbohong,mana mungkin ia berkata jika semalam ia menemukan bekas lipstik dan aroma parfum wanita dikemeja sang suami.
Mamy Jia mengusap lembut punggung Kyra,Ia tahu betul sang menantu merasa kesepian akhir akhir ini."Mamy tahu kau merasa kesepian,Sabar ya sayang mungkin saat ini Marvin memang sedang banyak perkerjaan.tapi sesibuk apapun dia,dia selalu khawatir dengan keadaan mu sayang jadi kau juga harus bisa menjaga dirimu sendiri dengan baik ya!"jelas Mamy Jia pada Kyra.
lagi lagi Kyra hanya mengangguk.
"My apa sekarang Kyra tidak cantik lagi?apa Marvin sudah bosan karena tubuh Kyra sudah tidak langsing lagi?"Pertanyaan Kyra ini membuat Mamy Jia terkejut sekaligus terseyum tipis.Ternyata ia tahu jika sang menantu memeliki ketakutan dan kekhawatiran yang biasa dimiliki oleh ibu hamil jika suami berada diluar.
"Sayang kau masih terlihat cantik.Bahkan kehamilan mu ini membuatmu semakin terlihat mempesona.Mamy sangat paham akan kekhawatiran mu sayang tapi mamy mohon percayalah pada Marvin,Karena ia sungguh sangat mencintai mu!"ujar Mamy Jia mencoba menenangkan Kyra.
"Iya My,Mksh ya My.Mamy selalu bisa membuat Kyra tenang!"ujar Kyra memeluk sang mertua.
"Iya sama sama,Ayo sekarang kita sarapan!"ajak Mamy Jia.
__ADS_1
Merekapun mulai untuk sarapan bersama.
Kyra merasa lebih tenang setelah mendengar ucapan sang mertua.Meski bekas lipstik dan aroma parfum itu terus membayangi pikirannya.