
5 Jam berlalu.
Operasi Leo sudah selesai dan berjalan dengan lancar, semua berkat kehandalan dan kehebatan para dokter yang sudah berusaha sekuat tenaga.
Leo sudah dipindah keruang perawatan klas VVIP.Kyra selalu setia menemani putra kesayangannya yang belum sadar itu ditemani sang suami dan yanglain.Kecuali Mamy Jia yang sudah pulang diantar Dika karena sudah lelah.
"Sayang apa kau ingin aku minum atau makan sesuatu,Aku ingin keluar sebentar?"Tanya Marvin yang duduk disamping Kyra.
Kyra hanya menggeleng lemah sambil tangannya terus menggenggam tangan mungil Leo dengan pandangan mata sayu kearah sang putra.
"Sayang Kau juga harus menjaga tubuhmu,jangan sampai kau sakit."Marvin.
"Iya Ky,Kau juga harus memperhatikan kesehatanmu.jika kau sakit bagaimana kau akan merawat putramu?Seru Kian menesahati sang adik yang sudah terlihat lelah.
Kyra menatap sang suami.
"Baiklah,Belikan aku susu hangat dan Kue saja ya Sayang"ujar Kyra.
Marvin mengangguk lalu mencium kening Kyra sekilas dan berjalan keluar ruangan diikuti Kian dan Gio.
"Kalian disini dulu temani Kyra,kami akan membelikan makanan dulu untuk kalian."Ujar Kian pada Mita,Icha dan Clara yang masih berada di ruangan itu.
Ketiga CEO itu berjalan menuju kantin Rumah sakit yang terlihat bersih,mewah dan rapi.Karena Rumah sakit milik Marvin ini termasuk dalam jajaran rumah sakit terbaik di kota itu.
Semua mata dokter,Perawat dan yang lainnya seakan tertuju pada tiga pria berkarisma itu.
"Apa maksudmu menyuruhku melakukan Tes DNA untuk Clara dan Leo?"Tanya Kian pada Marvin saat mereka sudah duduk dan memesan minuman dan beberapa camilan.
Gio mengerutkan keningnya pada dua orang yang sudah ia anggap keluarganya itu.
"Tes DNA???"
Marvin menyesap kopinya sekilas.
"Ck......apa Kau tidak merasa ada yang aneh pada Clara?"
"Maksudmu??"Ujar Kian bingung.
"Akhir akhir Clara Terlihat mendekati Leo dan aku lihat sikapnya terlalu berlebihan pada putraku.Awalnya aku merasa itu wajar,mungkin dia menyukai Leo tapi setelah aku tahu golongan darahnya sama dengan Leo,Aku merasa semakin curiga padanya!"Jelas Marvin.
"Curiga...??Maksudmu..Clara itu ibu kandungnya Leo??"Ujar Gio menerka.
"Apa Kau sudah Gila Marvin...mana mungkin itu"Ujar Kian yang tak percaya.
Marvin berdecak.
"Apa kau lupa dulu Clara sempat menghilang kan hampir 5 Tahun??Saat itu dia begitu menggilaimu Kian,tapi kenapa dia tiba tiba menghilang?"Jelas Marvin.
Kian menaikkan satu alisnya.
"Kenapa kau bisa tahu dulu dia begitu mengejar ngejarku??"
Marvin tergelak"Apa kau lupa,Aku dan Clara sudah bersahabat lama sejak kami di London...Dia selalu bercerita padaku apapun itu termasuk urusan percintaannya yang selalu kau tolak"
Kian menatap datar Marvin.
__ADS_1
"Lalu kenapa dulu dia tiba tiba menghilang?"
"Dia mengatakan jika itu perintah Papanya...Tapi terakhir aku bertemu dengannya aku melihat tubuhnya lebih berisi,Apa mungkin saat itu dia hamil??"Ujar Marvin mengira.
Kian menatap dingin Marvin.
"Hamil kau bilang....Lalu siapa ayahnya??Jangan jangan kalian.....??Ujar Kian menggantung membuat Marvin menatapnya tajam sambil memulul bahu Kian spontan.
"Kau menuduhku???Aku tidak Segila itu Kian ...Meski dulu aku sering bergonta-ganti wanita tapi aku tidak memiliki perasaan apapun pada Clara"Ujar Marvin serius.
"Bisa saja kau melakukannya saat kau mabuk??"Ujar Kian spontan.
Marvin membulatkan matanya.
"Jangan asal menuduh,Apa kau melihat ada kemiripan Leo denganku??Meski pun Leo tampan tapi dia tidak mirip sama sekali denganku....Jika kau tidak percaya padaku aku bisa melakukan tes DNA juga.....Jangan sampai dugaan mu ini membuat adikmu salah sangka padaku"Sarkas Marvin.
Gio menggeleng melihat keduanya"Sudah sudah,Kenapa kalian jadi berdebat.....Sekarang aku tanya,Jika benar Clara adalah Ibu kandung Leo?Lalu apa yang akan kau lakukan Marvin?''
"Aku akan memiinta Kejelasan pada Clara,Kenapa dia membuang putra nya sendiri?Aku masih bingung sebenarnya dia tahu tidak jika Leo itu putranya,Untuk langkah selanjutnya aku pikirkan nanti"Ucap Marvin.
Kian mengangguk"Kita bicara baik baik dulu padanya..Dan ingat Kyra tidak boleh tahu dulu soal ini.Aku tidak mau adikku terluka karena ini..Apalagi jika sampai Clara berniat membawa pergi Leo,Aku Tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada adikku itu"Ujar Kian yang merasa khawatir.
"Kau benar Istriku memiliki perasaan yang lembut,jika ia mendengar kenyataan yang sesungguhnya itu akan membuatnya terluka.Aku pastikan Leo tidak akan kemana mana"ujar Marvin yakin.
"Aku penasaran lalu siapa ayah Leo??"ujar Gio lalu menyesap teh madunya.
"Entahlah...Dulu yang aku tahu banyak pria yang mendekati Clara,tapi dia hanya menyukai Kian."Ujar Marvin sambil memakan cemilannya
"Hasil DNA nya keluar besok tapi aku minta Kita bicara pada Clara nanti saja setelah Leo pulang"Pinta Kian.
Mereka pun segera kembali keruang inap Leo setelah membeli makanan dan minuman untuk para wanira.
Sementara diRuang Leo,,Kyra masih terduduk lemas sambil mengusap lembut kepala Leo yang dibalut perban.
"Berbaringlah dulu Ky,Apa kau tidak lelah dari tadi kau duduk terus!,"Ujar Icha yang merasa khawatir dengan Kyra.
"Aku tidak apa apa Kak......Aku ingin menunggu Leo Sadar"lirih Kyra.
"Tenanglah Ky sebentar lagi dia pasti akan sadar"Ujar Clara.
Marvin masuk bersama Kian dan Gio dengan membawa banyak makanan dan minuman.
"Sayang ini susu dan Kue nya,,Kau makan dulu ya?"Titah Marvin.
Kyra mengangguk laku mengambil sebotol susu dari tangan Sang Suami.
"Kalian juga makan.....",Ujar Kian lalu duduk disamping Mita.
Kian membukakan minuman untuk Mita dan wanita itu menerimanya.Clara sempat melirik interaksi keduanya.
"Kakak juga harus makan"Ujar Mita pada Kian.
"Aku sudah tadi bersama Marvin dan Gio,,",Jawab Kian dengan senyum lembutnya.
Clara merasa seperti patung saja melihat semuanya berpasangan.Ia hanya bisa terseyum kecut menahan kegetirannya.
__ADS_1
"Clara Kau juga harus makan..."Ujar Gio mendekati Clara lalu memberikan minuman dan sepotong kue.
"Terima kasih Gi."
Tak lama Leo mulai mengerjakan matanya pelan.
"Momy...."Lirihnya
Kyra yang berada paling dekat langsung mendengarnya.
"Sayang kau sudah sadar......"Ujar Kyra yang membuat semua ikut mendekat pada Leo.
"Momy Kepala Leo Pusing"Ujar Leo lirih
"Sabar ya Sayang..nanti juga sembuh. Leo ingin apa,,?Tawar Kyra.
"Momy Leo ingin tidur dipeluk Momy"Pinta Leo.
"Naiklah Sayang....Kau bisa tidur dengan Leo"Titah Marvin.
Tanpa menunggu Kyra naik keatas ranjang Leo dan merebahkan tubuhnya memeluk tubuh mungil Leo sambil mengusap bahunya lembut.
Semua bisa melihat jelas begitu sayangnya Kyra pada Leo.
Melihat Leo sudah sadar membuat semua merasa lega dan bergegas untuk berpamitan pergi dari ruangan itu termasuk Clara.
Clara,Mita dan Icha mencium kening Leo dulu bergantian sebelum pamit pulang.
"Jika ada apa apa hubungi aku Marvin"Ujar Kian sebelum ikut keluar.
"Marvin tolong sering beri aku kabar tentang perkembangan Leo"Ujar Clara.
"Okey....aku akan memberitahukan perkembangan Leo pada kalian"
Tinggal menyisakan Marvin dan Kyra.
"Sayang..."Panggil lirih Kyra
"Hmmm"
"Naiklah...aku tahu kau juga lelah."ujar Kyra.
Dengan senang hati Marvin ikut naik keatas ranjang Leo yang cukup besar lalu berbaring miring disisi kanan Leo yang berada dipelukan Kyra.
Cup ..satu kecupan Marvin dikenang Kyra lalu memeluk keduannya dengan erat.
"Tidurlah Sayang.....biar aku yang berjaga"
Kyra segera memejamkan matanya karena merasa sudah sangat lelah.
Leo juga ikut tertidur kembali dengan pelukan hangat dari kedua orangtuanya.
Marvin menatap lekat wajah sang istri yang terpejam.
*Bagaimana Jika sampai Clara benar benar ibu Kandung Leo dan dia berniat membawa Leo pergi jauh...Aku takut kau akan terluka sayang...*gumam Marvin dalam hati sambil mengusap lembut pipi Kyra lembut.
__ADS_1
udah Yakinkan kalau Leo itu bukan anak nya Marvin atau Kian??.....