Mencintai Sugar Dadyku

Mencintai Sugar Dadyku
SS2-55..Seberkas Rasa


__ADS_3

Terimakasih untuk semua dukungan dan saran para Readerss....Mohon maaf jika alurnya muter". Mohon dimaklumi ya karena tokohnya banyak dan Author ingin semua bahagia.Dan pasti semua butuh proses kan....Smg kalian gak bosen....Terima kasih banyak Ya karena kalian masih mencintai Kyra Marvin dan segenap tokoh yg lain ..❤️❤️🙏🙏


☘️☘️☘️


Menjelang Sore.


Kyra terlihat duduk diruang tengah bersama Mita.Akhir akhir ini Mita mudah lelah dan malas pergi kemana mana.


Sehingga membuat Kyra lebih memilih menemani Sang sahabat sekaligus kakak iparnya itu Dirumah.


Melihat kedatangan Sita dan Kiral dari kantor WIN group,keduanya terseyum.


Namun seyum Kyra sedikit memudar saat melihat ada yang aneh di wajah Sita.


Sita lebih memilih langsung kekamarnya sementara Kiral duduk disamping Mita.


"Apa terjadi sesuatu Ki saat dikantor tadi?"Tanya Kyra yang penasaran pada Kiral sambil melirik kepergian Sita.


"Sepertinya Kak Sita cemburu Aunty"Jawab Kiral cepat.


Kyra dan Mita mengerutkan keningnya"Cemburu?"


Kiral menggangguk"Tadi saat sampai dikantor,Kak Sita lihat Uncle Gin dekat dengan wanita!"Jelas Kiral yang membuat Kyra seketika paham.


"Aunty temui Kak Sita dulu ya!"Kyra merasa kasihan pada Sita lalu ia memutuskan untuk pergi menemui Sita dikamarnya.


Tok tok tok.


"Boleh kakak masuk Sit?"ijin Kyra di depan pintu kamar Sita.


Sita dengan cepat membukanya"iya Kak,silahkan!"


Keduanya duduk diranjang.


"Jangan pikirkan hal dikantor tadi Sit,Kiral sudah cerita pada Kakak!"


Sita terseyum kecut"Ternyata menjadi kakak sangat sulit ya,Aku tidak bisa kuat seperti kakak saat mengejar cinta Kak Marvin!"


Kyra terseyum mengusap lembut bahu Sita"Kakak yakin kau bisa kuat bahkan lebih kuat dari kakak.Kau hanya perlu yakin pada hatimu sendiri Sit.Jangan menyerah dan putus asa!"


Sita menggeleng pelan"Sita takut kak,Sita akan semakin merasa sakit.Lebih baik Sita menjauh dulu.!"


Kyra mengerutkan keningnya"Maksudmu?"


Sita menghela nafasnya dalam"Sita dan Dio memutuskan untuk pulang besok kak.Kami harus fokus ujian dulu!"


"Apa Kamu yakin?"Kyra begitu berat melepaskan Sita dan Dio yang harus kembali ke Panti.


Sita mengangguk mantap"Yakin Kak,Maaf kami tidak bisa menjaga kakak lagi.Jaga diri dan Kesehatan kakak baik baik ya!"


Mata Sita mulai berair menatap Kyra yang sudah meneteskan air mata.


Kyra lalu memeluk erat tubuh Sita."Kakak sangat berat melepas kalian tapi kalian masih memiliki tanggung jawab yang harus kalian selesai kan.Kak Kyra doakan kalian bisa lulus dengan nilai yang bagus.Kalian juga harus menjaga diri kalian baik baik.Jika ada apa apa langsung hubungi Kakak!"


Sita yang sudah menangis mengangguk pelan"Iya Kak, Terima kasih.Sita dan Dio sangat senang bisa tinggal disini"


"Kuharap alasanmu pergi bukan karena Kak Gin,Sit!"lirih Kyra membuat Sita semakin menangis terisak.


"Menangis lah jika kau ingin menangis Sit,Kakak tahu ini tidak mudah untukmu!"sambung Kyra.


"Sakit Kak...kenapa Mencintainya begitu sakit hiks hiks hiks"lirih Sita.


"Percayalah jika Kak Gin jodohmu dia akan mendekat meskipun kau pergi menjauh tapi jika dia bukan jodoh mu maka kakak Yakin kau akan menemui seseorang yang mau menerima mu apa adanya,Semangat ya Sit.Kau gadis cantik dan pintar.Beruntung pria yang bisa memiliki mu nanti!"


Perkataan dan dukungan Kyra benar benar menguatkan hati Sita.

__ADS_1


"Terimakasih banyak ya kak sekali lagi,Sita juga berdoa semoga kakak bahagia selalu"ujar Sita sambil menghapus air matanya.


Kyra mengangguk"Sama sama Sit,Besok pagi biar anak buah Kak kian yang mengantar kalian kePanti ya.Salam buat Bu Rani!"


"Iya kak, Terima kasih"


"Yasudah Kakak keluar dulu ya,Kak Marvin sebentar lagi pulang!"ujar Kyra lalu berdiri dan keluar kamar.


Sita terdiam menatap keluar jendela kamar,ia sudah mantap untuk kembali ke Panti besok pagi.


Sementara Kyra merasa begitu sedih,Ia sangat memahami apa yang dirasakan Sita.Diusinya belianya,Sita harus menerima kekecewaan yang dalam.Tapi Kyra bersyukur,Sita bisa bersikap dewasa menghadapi semuanya.


"Ada apa Sayang?"Tanya Marvin yang baru saja tiba dan melihat Kyra berjalan sambil melamun.


Saat itu Marvin pulang bersama Kian dan Gin juga.


"Sita dan Dio akan kembali kePanti besok!Ujar Kyra yang membuat Gin terkejut.


Kyra bersikap seolah ia tak tahu tentang kisah Sita dan Gin.Ia hanya ingin Gin tahu jika Sita akan pergi.


Marvin bisa mengerti perasaan sang Istri yang begitu dekat dengan kedua adiknya itu.Begitu pula dengan Kian yang juga sudah menganggap Keduanya sebagai adiknya sendiri.


"Kau harus bisa melepas mereka kembali Sayang, Mereka harus menyelesaikan sekolah mereka dulu!"Ujar Marvin menasehati.


"Betul Ki,Biarkan mereka selesai sekolah dulu"Sambung Kian.


"Tolong siapkan driver untuk mereka ya kak!"Pinta Kyra pada Kian.


Kian melirik sekilas Gin yang terdiam"Tentu,Biar anak buah Kakak yang mengantar mereka!"


Mereka pun kembali kekamar masing masing.


Dikamar Gin merasa tak tenang,Ia bingung harus berbuat apa.Ia juga merasa bersalah dan menebak kepergian Sita besok karena dirinya.


Malam hari.


Ia tak pernah menyangka kedatangan nya keKota untuk menjenguk Kakaknya,Kyra.Justru membuat ia merasakan cinta yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.Meski didesa ada banyak teman pria yang mengejar nya tapi hanya Gin yang mampu menarik hatinya.


Malam terakhir ini ia ingin menikmati nya dengan tenang.


Namun ketenangan nya terusik saat tiba tiba muncul sosok Gin didekatnya.Membuat Sita sangat terkejut dan spontan berdiri dan entah bagaimana Sita begitu saja tercebur ke kolam.


Gin yang sudah lama berfikir akhirnya memutuskan untuk meminta maaf pada Sita tapi justru kehadiran nya mengejutkan gadis 17 tahun itu hingga tercebur ke kolam renang.


Gin yang mengira Sita bisa berenang hanya terdiam melihat tapi lama kelamaan Gin menyadari Jika Sita tidak bisa berenang dan meminta bantuan.


Dengan kilat Gin menceburkan diri dan menolong Sita.


Gin begitu takut dan khawatir melihat Sita yang hampir tak sadarkan diri.


Gin menarik tubuh Sita kesamping lalu mengangkat nya kepinggir kolam.


Sita yang terbatuk batuk merasa lemas dan sesak di dadanya. Membuat Gin takut dan cemas."Sit Sita kamu baik baik saja kan?"Gin terus menepuk pipi putih Sita.


Setelah terbatuk batuk perlahan Sita benar benar tersadar,hingga membuat pandangan mata mereka bertemu.


Gin bisa dengan jelas melihat manik mata Sita yang indah dan juga wajah putih Sita yang cantik meski tanpa make up.Gin baru menyadari jika Sita sangat menawan diusia belianya.


Begitu pula dengan Sita, Dengan jelas ia bisa melihat manik mata Gin yang coklat dan wajah tampan Gin yang masih basah kuyup.Tatapan keduanya seakan terkunci.


Setelah beberapa saat mereka tersadar dan Gin segera mengambil handuk untuk Sita yang kedinginan.


"Kenapa kau selalu ceroboh?"ujar Gin tak habis pikir dengan sikap ceroboh Sita yang selalu terulang.


Sita hanya diam menunduk merasakan dingin,malu dan gugup.

__ADS_1


"Kau tidak apa apa kan Sit?"tanya Gin yang khawatir.


Sita mengangguk pelan lalu perlahan bangkit berdiri"Terima kasih kak sudah menolong ku,Aku kekamar dulu kak!"Ujar Sita menatap Gin sekilas lalu hendak pergi.


Lagi lagi Gin merasa Sita mencoba menghindari nya.


"Tunggu,Apa besok kau akan kembali kepanti?"tanya Gin yang menghentikan langkah Sita tanpa membalikan badannya.


"Iya Kak,Kami harus fokus untuk ujian!"jawab Sita yang tidak berani menatap Gin.


"Jaga dirimu baik baik dan Maaf untuk perkataanku tempo hari jika itu melukai hatimu!"ujar Gin penuh penyesalan.


Hati Sita terasa menghangat mendengar perkataan Gin.


Spontan Sita menoleh sambil tersenyum tipis"Iya Kak.Jaga juga diri kakak baik baik.Selamat malam"ujar Sita lalu berjalan kembali kekamarnya.


Senyuman Sita terasa menyentil hati Gin kali ini.Gin merasa bersalah mendengar kepulangan Sita.


Sedangkan Sita tak sanggup jika harus berlama lama dekat dengan Gin.


Keesokkan harinya.


pukul 7.00,Dio dan Sita sudah siap untuk kembali kePanti.Sedari tadi Kiral terus membuntuti kedua nya,anak itu tak rela jika Dio dan Sita kembali kepanti karena sudah terlanjur dekat dengan mereka.


Kiral terus merengek meminta keduanya untuk tetap tinggal tapi itu hal yang tidak mungkin.


Sebenarnya Dio dan Sita begitu berat meninggalkan kediaman Wiratama tapi bagaimana lagi mereka masih punya tanggung jawab.


Tinggal bersama keluarga Kyra hampir dua Minggu mengajari mereka banyak hal dan pelajaran.Waktu yang hampir dua Minggu itu terasa begitu cepat bagi mereka.


Kyra tak bisa menyembunyikan kesedihannya,tapi tetap harus bisa melepas kedua adiknya demi masa depan mereka.


"Jaga diri mu baik baik ya Di,Kakak titip panti.Kalian adalah yang terbesar dipanti,jadi kalian harus membantu bu Rani.Jika ada apa apa hubungi kakak!"ujar Kyra yang memeluk Dio .


"Pasti Kak,Itu sudah menjadi tugasku.Jaga diri kakak juga baik baik ya.Dan doakan kami agar kami lulus dengan nilai yang bagus"jawab Dio.


Kyra lalu beralih memeluk Sita"Jangan bersedih ya Sit, Semangattt.Kakak yakin kamu bisa.Ingat pesan kakak semalam!"


Sita yang menangis hanya mengangguk dipelukan Kyra.


Keduanya lalu bergantian berpamitan pada Kian,Mita,Marvin,Mamy Jia dan Kiral. Sementara Gin lebih memikih berdiri diluar,ia sendiri juga bingung harus bagaimana.


Hingga saat Dio dan Sita hendak masuk kedalam mobil yang sudah disiapkan oleh Kian,Tatapan keduanya bertemu.


Sita menatap lekat Gin dengan seyum tipisnya, sementara Gin hanya menunduk sekilas sekilas seakan menjawab tatapan Sita yang ingin berpamitan padanya.


Lagi lagi hati Gin merasa tersentil bahkan ada sesuatu yang aneh melihat tatapan Sita itu.


"Ayo Sit kita masuk"ajak Dio yang tak ingin Sita lama lama menatap Gin.


Sita pun menurut dan masuk kedalam mobil mewah itu.


Sita dan Dio sempat membuka jendela mobil dan melambaikan tangan kearah Kyra dan yang lain.Sita juga sempat menatap Gin yang masih menatapnya lekat.Ingin rasanya Sita berlari dan memeluk Gin erat tapi itu tidak mungkin,Sita masih punya harga diri.


Mobil itu pun berlalu meninggalkan seberkas rasa Sita pada Gin.


Perasaan cinta yang membuat Hati seorang Gin Kini merasa aneh.


Gin masih terus menatap mobil itu hingga hilang dari pandangan.Dan itu menjadi perhatian khusus bagi Kian.


Kian merasa Gin sudah mulai tertarik pada sosok Sita.Dan Kian berharap itu benar.


Sementara didalam mobil,Air mata Sita tak mampu lagi ia bendung.Perpisahan ini begitu berat untuknya.


Dio hanya bisa mengusap pelan bahu Sita,mencoba menenangkan saudaranya itu."Percayalah waktu akan mempertemukan kalian lagi Sit"ujar Gio yang hanya diangguki Sita.

__ADS_1


Sita berharap waktu cepat berlalu dan ia cepat bertemu Gin lagi.Sita tak bisa membayangkan bagaimana rasanya jika harus berjauhan dengan Gin.Apa sita mampu menahan Rindu untuk seorang Gin.Pria tampan nan dingin yang sudah mengoyak hatinya.


__ADS_2