
Masih diClub
Semakin malam suasana semakin ramai dengan dentuman musik yang memekakkan telinga setiap pengunjung Club' mewah itu.
Erick yang baru kembali dari toitet tak menyadarinya sesuatu yang ganjil dan mencurigakan dari rekan bisnis yang ia temui itu.
Hingga satu tengukan Wine mahal mengalirkan ditenggorokannya.Tak lama tubuh nya terasa berbeda.
Hawa panas menjalar di sekujur tubuhnya,rasanya sungguh berat dan membuat Erick seperti melayang dan hampir hilang kendali,ia juga ingin segera melepas bajunya.
Erick tahu betul perubahan gejolak tubuhnya ini karena apa..Tak ingin makin lama terjebak,Erick yang masih menahannya didepan rekan bisnisnya segera pamit pulang.
"Kurang ajar...dia ingin menjebak ku dan menghancurkan reputasi ku....awas saja kau Luky"umpat Erick saat menyusuri lorong lorong ruang VIp dan hendak turun kelantai bawah.
Langkahnya sangat berat dan tubuhnya hampir limbung jika ia tak berpengang pada dinding.sungguh malam ini Erick sangat Sial,niatnya ingin menemui Klien justru ia hampir dijebak dan parahnya saat ia datang sendiri tanpa Roy disampingnya.
Entah kebetulan atau apa,Cleo yang ingin pulang menyipitkan matanya saat melihat kearah parkiran.Cleo memang hanya sampai Pukul 12 bekerja diClub itu.
Matanya melebar saat melihat Pria angkuh yang sudah mengatainya gadis bar bar hampir limbung tak sadarkan diri.
Meskipun kesal dengan sosok itu tapi Hati nurani Cleo mendorong nya untuk membantu pria angkuh itu.
"Ehhhh Tuan,Apa yang terjadi denganmu?"Tanya Cleo yang sudah mendekat kearah Erick yang bersandar di mobilnya.
Meskipun dalam keadaan tidak baik,Erik bisa mengenali siapa gadis yang mendekatinya itu"Tolong aku gadis bar bar.....aku hampir dijebak"lirihnya dengan nafas memburu.Tubuhnya terasa sangat panas.
Cleo kesal,laki laki itu masih saja menyebutnya gadis Bar Bar "Katakan apa yang bisa kubantu tuan Arogant!"sungut Cleo.
"Antarkan aku pulang!"lirih Erick yang nafasnya tersengal.
Cleo mendesah pelan"Yasudah Ayo....kalau bukan karena kasihan,Aku tidak mau menolong mu!
Cleo.segera memapah tubuh kekar Erick memasuki mobilnya.
Selain pintar mengemudikan motor,Cleo juga handal mengemudikan kuda besi beroda 4.
"Dimana alamatku?"Cleo yang sudah duduk dikursi kemudi segera mengambil kunci mobil disaku Jas Erick.
"Apartemen Royal Casablanca no 30 lantai 25."jawab Erick yang sudah setengah sadar.
Cleo segera mengemudikan mobil mewah itu dengan kecepatan tinggi membelah jalanan yang sudah lenggang itu.
Setelah sampai Cleo segera memapah tubuh Pria tampan itu menuju lantainya.
Karena sudah malam,suasana terlihat sepi.
__ADS_1
Dengan akses sidik jari Erick,Cleo berhasil membuka apartemen mewah milik Erick itu.
Cleo mengedarkan pandangannya, sungguh Apartemen itu sangat mewah dan elit.
Cleo segera memapah tubuh Erick kekamarnya lalu menjatuhkan tubuh kekar itu diatas kasur empuknya.
Cleo yang merasa kasihan segera melepas sepatu dan jas Erick.
Merasa semua sudah beres,Cleo segera melangkah keluar.
Namun mata Cleo membulat saat tangan besar Erick menarik tangannya keras hingga tubuh sexi Cleo jatuh diatas tubuh Erick
Erick yang masih setengah sadar karena pengaruh obat perangsang itu tersenyum simpul.
"Maaf tapi aku sangat tersiksa dengan tubuhku...Tolong bantu aku!"
Cleo membulat dan mencoba bangun tapi sial,Tangan besar Erick menahan tubuhnya.
"Apa yang kau lakukan, Lepaskan aku..... Sadarlah tuan...."pekik Cleo yang sudah mulai panik.
"Diam dan ikuti permainanku"ujar Erick yang sudah diliputi gairah asmara yang memuncak.Ia butuh pelepasan saat ini.
Cleo terus memberontak.
"Maaf"ujar Lirih Erick.
Dengan kasar Erick mulai mencumbui tengkuk Cleo yang terus memberontak.
Satu tangan Erick menahan kedua tangan Cleo,sedangkan tangan satunya melepas pakaian dan celana Cleo.
Gairah Erick yang memuncak membuatnya dengan mudah melepas satu persatu kain yang melekat ditubuh Cleo hingga polos.
Air mata gadis cantik itu sudah mengalir deras,kini ia begitu takut.
"Tolong jangan lakukan itu Tuan..."ujar Cleo yang masih terus berontak.
"Lepaskan aku breng...k....aku bukan wanita jalang yang biasa kau tiduri..."umpat Cleo sekuat tenaga saat pria itu semakin menggila diatas tubuhnya.
Tanpa memperdulikan tangisan dan umpatan Cleo,Erick yang sudah tak bisa lagi menahan,terus mencumbui area dada Cleo hingga Sebuah hentakan keras membuat Cleo memekik begitu keras dengan dada yang membusung kedepannya dengan tangannya mengepal kuat.
"Ahhhhh Sakittttttt......."pekik.Cleo.
Sungguh terasa sangat sakit daerah intimnya yang mendadak dimasuki benda asing,bukan hanya itu,Hatinya juga sangat sakit.Mahkota yang sudah ia jaga selama ini harus hilang begitu saja oleh pria angkuh yang baru tiga kali ia temui.
"Hiks hiks hiks,,,Apa yang sudah kau lakukan breng...k......Kau sudah memperkosaku......"lirih Cleo ditengah tangisannya.
__ADS_1
Namun dibawah kesadarannya,Erick terus memacu tubuhnya dengan cepat diatas tubuh Cleo yang bergetar hebat.Meskipun dalam keadaan setengah sadar tapi Eric bisa merasakan kenikmatan itu.Sungguh ini diluar kendalinya.Tapi jujur tubuh Cleo begitu nikmat untuknya.Hingga ia pun bisa melakukan pelepasan.
Cleo yang menangis menutup matanya saat merasakan semburan hangat dirahimnya,ia semakin hancur.Apa artinya dirinya sekarang...hanya wanita kotor.
"Maaf"Lirih Erick lalu jatuh dipelukan Cleo tak sadarkan diri.
Cleo yang masih menangis mematung beberapa saat.Ia masih belum mempercayai apa yang terjadi barusan.
Ia benci dengan pria arogan yang selalu bilang maaf ini..
Dengan sisa tenaga,Cleo Menyingkirkan tubuh Erick dan segera bangkit.
Sungguh Ini begitu perih dan sakit.
Dengan langkah beratnya,ia menuju toilet dan segera membersihkan tubuhnya.Cleo mematung melihat pantulan tubuhnya didepan cermin.Cleo semakin menangis melihat ada banyak nya tanda merah keunguan disekitar Leher dan dadanya.Dengan kasar ia mencoba menghilangkan itu tapi sial tanda itu itu justru terasa perih.
Cleo lalu menyiram tubuhnya dibawah guyuran air shower.Ia menangis sejadi jadinya,meratapi kemalangan hidupnya yang sudah hancur.
Setelah puas,Cleo segera mengambil handuk dan segera keluar mencari pakaian Erick dilemari besar itu,karena pakaiannya sudah sobek karena ulah Erick.
Cleo segera memakai kemeja Erick yang kebesaran ditubuhnya lalu celana dan jaketnya sendiri.
Sebelum melangkah pergi,Cleo sempat memandang kearah Erick yang tertidur pulas,Ia begitu benci dengan pria itu.
Cleo tidak akan lagi mau bertemu Pria breng..k itu lagi...
Dengan langkah cepat Cleo meninggalkan apartemen itu lalu mencari taxi kembali kerumah kontrakk'annya.
Sampai rumah pun Cleo masih menangis pilu,Hidupnya benar benar hancur,sudah tidak ada lagi yang ia akan bangga kan untuk suaminya kelak.."Aku benci pria brengsek itu...."pekik Cleo yang memukul mukul kepalanya dengan jetitan menyanyat hati hingga ia tertidur karena kelelahan.
Esok harinya.
Erick mulai terbangun.Ia mencoba mengingat apa yang terjadi semalam.
Matanya membulat seketika setelah mengingat kejadian semalam.Apalagi Erick semakin terkejut melihat bercak darah disprei nya juga baju wanita yang sobek.ia sangat betul siapa wanita yang menghangatkan ranjangnya semalam.
Erick meremas kepala nya"Sial apa yang sudah aku lakukan pada gadis bar bar itu...Ternyata aku salah menilainya,dia masih perawan.dia gadis baik baik dan Aku sudah mengambil sesuatu yang berharga dari diri nya.....Akkkkkkrrrrrr....kenapa aku bisa sebejad ini......"Teriak Erick frustasi.
Erick segera mengambil ponselnya untuk menghubungi Roy.
"Cari tahu semua hal tentang wanita yang bekerja sebagai bartender diClub Blue Ocean,yang menabrak ku tempo hari Roy....Satu lagi,siapkan rencana untuk menghancurkan Luky....dia ingin. menjebak ku semalam."
Roy yang berada diujung panggilan merasa terkejut sekaligus heran dengan permintaan sang bos.
Sementara Erick segera membersihkan tubuhnya dan berniat menuju kantor entah Artama Corp.
__ADS_1