
Maaf ya jika alurnya begini,,tenang aja author bikin konfliknya cepat selesai karena memang author hanya berencana menulis season 2 ini hanya berapa puluh part saja.....
Terus dukung karya author ya .... Terimakasih...
🌹🌹🌹
Di kantor Exel DM group,Gio nampak sedang melamun duduk dikursi kebesarannya,ia semakin bingung harus bagaimana lagi membujuk sang Mama untuk menerima Icha.Apalagi setelah semalam ia mendengar pertengkaran kedua orang tuanya yang membahas tentang Icha dan Laura.
"Sedang memikirkan apa Gi?"Tanya Fabian yang baru datang dan melihat sahabatnya itu sedang duduk sambil melamun memainkan pena dijarinya.
Gio yang mendengar suara Fabian. mendongak"Kau Fab....sejak kapan disini?"
Fabian terseyum tipis"Baru saja,,Apa kau sedang memikirkan mamamu?"
Gio menghela nafasnya pelan"Mama ku masih bersikeras melanjutkan pertunanganku dengan Laura.Aku bingung harus dengan cara apa lagi aku membujuknya,bahkan mamaku mengancam ku Fab"
Fabian merasa kasihan melihat kegusaran diwajah Gio,masalah yang dihadapi sang sahabat memang cukup rumit."Aku ada saran Gi,Sebaiknya kau meminta bantuan pada Om Andre Wijaya,serta meminta maaf padanya karena sudah menolak perjodohan ini"
"Tapi papaku yang akan menemui Papa Laura,Fab"jawab Gio cepat.
"Sebaiknya kau sendiri saja, justru kau terlihat lebih gentle"
Gio memikirkan saran yang diberikan Fabian.
"Baiklah aku akan menemui om Andre sekarang"ujar Gio yang langsung berdiri.
"Perlu aku temani,,Disana nanti kau akan bertemu Dengan Luky,aku tak ingin kalian terlibat perkelahian."
Gio mengangguk cepat"Baiklah,tapi biarkan aku berbicara empat mata dengan Om Andre"
"Ok,aku akan menunggu diluar ruangannya"jawab Fabian cepat,lalu keduanya bergegas kekantor Andre Wijaya.
Tak lama mereka sampai dikantor Wijaya group.
Kedatangan kedua CEO tampan itu cukup mengejutkan pria paruh baya itu.
Sekretaris Andre langsung mempersilahkan keduanya untuk masuk kedalam ruangan sang bos.
"Selamat Pagi Paman Andre,Maaf jika kedatangan kami mengganggu paman"Sapa Gio sopan sambil mengulurkan tangannya.
Andre Wijaya yang sudah berdiri dari duduknya terseyum tipis membalas uluran tangan Gio.
"Selamat pagi dan selamat datang dikantor Paman,Nak Gio."
Andre bergantian mengalami Fabian yang terseyum ramah.
"Hallo Om Andre, Bagaimana kabar Om?"sapa Fabian.
"Kau lihat sendiri,Om sehat Fab.
Oh ya Bagaimana kabar papa mertuamu?Sudah lama aku tak berjumpa dengan kakak sepupuku itu"ujar Andre sambil mempersilahkan keduanya duduk disofa.
"Papa Calvin juga sehat Om,Jika Om ada waktu,Fabiane mengundang Om kerumah untuk bermain catur bersama Papa"jawab Fabian yang memang sudah mengenal baik Andre berkat sang istri Clara.
Andre mengangguk pelan"Hmm,, nanti weekeed Om kesana.Om juga rindu bermain catur dengan papamu itu..Sampaikan salam Om untuk nya ya Fab....Oh ya...apa ada hal penting yang ingin kalian bicarakan,hingga kalian menyempatkan datang kesini"ujar Andre menatap kedua pria muda dihadapannya.
"Gio ingin bicara soal perjodohan itu Paman."Ujar Gio yang membuat Andre terseyum karena sudah benar menduganya.
"Sebaiknya saya keluar dulu Om,Gio ingin bicara empat mata dengan Om"Ujar Fabian yang langsung berdiri dan keluar dari ruangan mewah itu dan menunggu disofa dekat sekretaris.
"Kedatangan Gio kesini untuk meminta maaf pada Paman secara langsung karena sudah mengecewakan Paman dan melukai hati Laura,Maaf Gio tidak bisa menerima perjodohan ini.Karena dari dulu Gio hanya menganggap Laura sebagai sahabat tidak lebih Paman"ujar Gio lugas tanpa ragu.
Andre menghela nafasnya pelan lalu menatap lekat Gio.
"Kau tidak perlu meminta maaf Nak.
Paman tahu,Perasaan memang tidak bisa dipaksakan.Apalagi kalian sudah sama sama dewasa,Apapun keputusan kalian,Paman akan menghormati nya.Paman akui ini akan sedikit berat untuk Laura,Tapi seiring jalannya waktu,Putri Paman pasti akan bisa Melupakan mu Gio"
Gio semakin merasa tidak enak karena ternyata Andre mengetahui betapa dalamnya perasaan Laura padanya.Tapi Gio juga merasa sedikit merasa lega karena Andre bisa berfikir bijak dan tidak marah.
"Sekali lagi Gio minta Maaf Paman"
Andre hanya tersenyum tipis, sesungguhnya ia juga kecewa dengan penolakan Gio ini,tapi ia juga menyadari jika menyangkut soal perasaan memang tidak bisa dipaksa.
"Gio juga ingin meminta tolong pada Paman"ujar Gio.
"Katakan Nak"jawab Andre.
__ADS_1
"Rencana perjodohan ini adalah kesepakatan antara Mama dan Istri Paman.Gio sedang berusaha keras untuk membujuk Mama,Dan Gio ingin meminta Paman agar membujuk istri paman juga.Gio hanya tidak ingin semakin melukai Laura, Paman.Jika Mama terus bersikeras"
"Paman paham maksud mu Nak,, Paman sebenarnya juga sudah memberi peringatan pada Istri Paman.Tapi sepertinya Mamamu yang terus menghubungi istri Paman.Sepertinya Gerald harus lebih tegas pada Siska"ujar Andre.
Gio mengangguk pelan"Gio mengerti Paman.Terima kasih untuk kebijaksanaan paman yang mau berbesar hati memaafkan Gio,dan juga atas bantuan Paman.Kalau begitu Gio pamit dulu,Paman."Gio pun menyalami Andre dan beranjak dari tempat duduknya.
Diluar ruangan Fabian juga berpamitan pada Andre.
Namun baru ingin melangkah,Luky muncul dan menghadang mereka.
Tatapan Luky begitu tajam pada Gio, mereka berdiri berhadapan dengan jarak yang cukup dekat.
Luky terseyum sinis"Berani kau datang kemari Gio,,Belum puas kau menginjak nginjak harga diri keluargaku"
"Aku datang dengan niat baik Luky,Dan aku tidak pernah merasa menginjak nginjak harga diri keluarga mu.Maaf jika aku sudah membuat mu Marah dan kesal tapi aku hanya tidak ingin semua ini semakin rumit"jawab Gio.
"Aku tidak butuh maafmu Gio,, Sebaiknya kau meminta maaf pada adikku.tapi perlu kau tahu,Aku tidak akan membiarkan adikku mengemis cinta padamu.Adikku tidak pantas mendapatkan pria seperti dirimu"Ucap Luky yang semakin mendekati Gio.
Kini jarak wajah keduanya hanya tinggal sejengkal.
"Aku pasti akan meminta maaf pada Laura tanpa kau minta.Sepertinya aku tidak ada urusan lagi denganmu,jadi maaf aku harus pergi"ujar Gio yang masih bisa bersikap sopan.
Bukannya membiarkan Gio pergi,Luky justru menarik kuat kerah jas Gio membuat Fabian dan Andre yang masih berdiri disitu terkejut.
"Ingat Gio,Sekali lagi kau membuat hati Adikku terluka,maka aku akan membuat perhitungan dengan mu.Aku juga tidak takut dengan mu atau sahabat sahabat mu itu"Sarkas Luky.
"Jaga sikapku Luky....biarkan Gio pergi"Ujar Andre keras membuat Luky menoleh.
"Kami datang dengan baik baik Luky, jadi ku mohon jaga emosimu"Ujar Fabian yang mencoba tenang.
Luky pun melepas genggaman tangan nya.
Gio dengan cepat merapikan jasnya lalu menoleh kearah Andre"Kami pamit Paman"ujar Gio lalu mulai melangkah.
"Fabian pamit Om"Pamit Fabian
Andre hanya mengangguk pada keduanya.
"Tunggu"Teriak Luky.
Fabian dan Gio menghentikan langkahnya tanpa menoleh.
Gio yang kesal menatap nya tajam"Jangan pernah mengganggu Kyra,Dia sedang hamil Luky"
"Apa urusanmu,Dengan siapa aku akan mendekati,Kau tidak bisa melarang"jawab Luky.
Fabian dan Gio benar benar tidak tahu bagaimana jalan pikiran Luky yang terlihat menggilai Kyra.
"Ingat Luky,jika kau tetap mengganggu Kyra kau akan berhadapan dengan kami.Kau seperti nya sudah tahu bagaimana sikap Marvin dan Kian jika mereka diganggu"ujar Fabian lalu menarik lengan Gio untuk segera meninggalkan tempat itu.
Sementara Andre hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah gila sang putra.
"Kyra seperti nya dalam bahaya,Aku melihat Luky begitu terobsesi padanya.Kian harus tahu ini"ujar Gio didalam mobil bersama Fabian.
"Kita bicarakan nanti malam saat bertemu mereka"jawab Fabian.
Gio mengangguk lalu menghidupkan mesin mobilnya.
☘️☘️☘️
Sementara sorenya disebuah restoran.
Erick sedang memanjakan sang Istri.
Awalnya Cleo menolak untuk makan ditempat mahal seperti itu,ia lebih suka makan dipinggir jalan tapi Erick lebih ingin menjaga kebersihan dan kenyamanan untuk sang buah hati yang sedang berkembang itu.
"Kenapa cemberut?"tanya Erick melihat Cleo mengerucutkan bibirnya.
"Aku tidak berselera makan disini"ujar Cleo dingin.
"Biasakanlah..ini untuk kebaikan anak kita juga..Aku ingin dia menerima gizi dan vitamin yang cukup."ujar Erick yang duduk disebelah Cleo,tangannya terus mengusap perut Cleo yang masih rata.
"Mau makan apa,,hmmmm?"tanya Erick.
"Terserah,,Yang penting enak"
Erick terseyum tipis mendengar jawaban sang istri.
__ADS_1
Tak lama pesanan Erick sudah tersaji dimeja bulat itu.
"Aku suapin ya!"ujar Erick yang memotong daging.
"Malu....aku makan sendiri saja"Jawab Cleo.
"Tidak akan ada yang berani menghina kita.Sekarang buka mulutmu!"titah Erick yang tak bisa ditolak Cleo.
Cleo perlahan menikmati makanan lezat itu dengan disuapi Erick.
"Aku juga ingin menyuapimu!"
"Dengan senang hati Sayang"jawab Erick yang merasa senang.
Begitu pula Cleo yang merasa malu dengan panggilan Erick padanya.
Dengan perlahan Cleo membersihkan sisa makanan disudut bibir Erick setelah selesai makan,membuat tatapan keduanya terpaku satu sama lain.
Hati keduanya berdesir seakan merasakan cinta yang sedang tumbuh.
"Terima kasih Istri ku....Ayo kita pulang.Aku tidak ingin kau merasa lelah."ujar Erick lalu berdiri mengulur kan tangannya.
"Terima kasih juga karena sudah mengajakku kesini"jawab Cleo.
"Aku akan lebih banyak meluangkan waktu untuk mu.Aku akan mengantar kemanapun kau ingin pergi."ujar Erick yang membuat hati Cleo berbunga.
Cleo hanya terseyum memandang Erick.
"Bukankah ini mengasyikkan?Kita pacaran setelah menikah"
"Kau benar,,Sungguh tak pernah kubayangkan"jawab Cleo sambil menggenggam tangan Erick.
Namun langkah mereka terhenti saat tak sengaja melihat Luky sedang berada juga direstoran itu dengan seorang wanita dari tempat yang tidak terlalu jauh.
Untungnya Luky tidak mengetahui ada Erick dan Cleo yang sedang mengamatinya.
"Sebaiknya kita tidak usah berurusan dengan nya,Ayo Sayang!"Ajak Erick yang kembali melangkah.
"Siapa wanita itu?"tanya Cleo yang penasaran.Karena melihat Luky terlihat sedang bercanda dengan wanita yang wajahnya sangat jelas dilihat oleh keduanya.Dan ternyata wanita itu adalah Keyla.
"Aku tidak mengenalnya,mungkin kekasihnya"ujar Erick .
Dalam hati Cleo merasa lega jika itu benar kekasih Luky,itu artinya Luky tidak akan mengejar ngejar Kyra lagi.
Begitu pula dengan Erick,dia juga berharap seperti itu.
🌺🌺🌺🌺
**Buat yang lupa ya.....
@Kyra &Marvin (BR Group)asisten Dika.
Orang tua Marvin(mami Jia&Papa Mario)
@Mita &Kian(WIN GRoup)Asisten Gin.
Orang tua Kian dan Kyra(Kendra dan Kirana)
@Icha &Gio(Exel DM Group)Asisten Tama.
Orang tua Gin(Gerald dan Siska)
@Clara&Fabian(Diamond Group)Asisten Beny
orang tua Clara (Calvin dan Raya)
@Cleo dan Erick(AR group) Asisten Roy.
Orang tua Erick (Martin Artama)Serta memiliki adik yang bernama Abel yang dulu jahat pada Kyra.
☘️Nadine putri pengacara Daniel yang gila Krn tergila gila dengan Fabian.
☘️Rio yang merupakan mantan Mita punya adik yang gila karena Kian bernama Dila.
☘️Jack yang dipenjarakan Kian karena menembak Kyra dulu memiliki adik angkat yaitu Keyla yang begitu menyukai Marvin.
☘️Andre Wijaya merupakan adik sepupu Calvin sanjaya,papa dari Clara.
__ADS_1
Andre memiliki Anak yaitu Luky dan Laura yang merupakan wanita yang dijodohkan dengan Gio.