
Sesampainya diApartemen Erick segera menghubunginya Kian untuk membicarakan masalah Luky terhadap Kyra.
Dan diluar perkiraan Erick, Ternyata Kian dan Marvin sudah tahu tentang kegilaan Luky terhadap Kyra.Namun Erick yakin jika Marvin dan Kian bisa melindungi Kyra dengan baik.
Erick lalu memesan makanan lewat online dan mereka makan berdua dengan tenang tanpa ada yang menggangu lagi.
☘️☘️☘️
Malam harinya.
Gio dan Icha sudah berada didalam mobil menuju kediaman Dimitri.
Gio melihat Icha meremas Kedua tangannya dengan pandangan menunduk,Ia tahu sang kekasih begitu gugup dan takut saat ini.
Dengan tetap fokus mengendarai mobil,Gio mengusap kepala Icha sekilas"Tenang Sayang,,Hilangkan kegugupanmu itu,Ada aku yang akan selalu disisimu"
Icha menatap lekat Gio"Icha benar benar takut kak"
Gio terseyum lalu menepikan mobilnya.
Cup......
Satu kecupan dikening Icha untuk menenangkan sang kekasih.
"Tenanglah ada aku Sayang"
Icha seakan mematung dengan kecupan dan ucapan lembut Gio.
Gio lalu melajukan kembali mobil itu.
Tak lama Mobil memasuki gerbang sebuah rumah mewah dikawasan Elite.
Gio menatap Icha dalam"Tarik nafas dan buang perlahan Sayang"
Icha pun melakukan nya.
Gio lalu turun dan membukakan pintu untuk Icha.
"Kau sudah siapkan....??.Ingat pesanku apapun yang dikatakan Mama kau harus tetap tenang"ujar Gio saat sudah menggandeng tangan Icha yang masih terdiam memandang rumah mewah dihadapannya.
Icha menganguk pelan"Sudah Kak"
Keduanya lalu melangkah masuk kedalam rumah.
Hati Icha semakin berdebar,ini adalah saat yang paling menegangkan dihidupnya.
Gerald dan Siska yang duduk diruang tengah Menoleh melihat kedatangan mereka.
"Pa,Ma,Gio bawa pulang Icha"sapa Gio dengan senyumnya.
Icha mengeratkan genggaman tangannya pada Gio saat Kedua orang tua itu mengamatinya dari atas kebawah.Icha hanya bisa menunduk malu.
"Pa jangan melihat Icha seperti itu,dia akan takut"Ujar Gio membuat Gerald terseyum tipis.
Sementara Siska memandang sinis kearah Icha yang sudah terseyum kearahnya.
"Selamat malam Om,Tante. Saya Icha"Sapa lembut Icha.
Gerald mengusap kepala Icha Sekilas membuat Icha mematung.
"Akhirnya Om bisa melihat kamu Cha, wanita yang menjadi pilihan Gio...Ayo duduk"
Icha terseyum canggung lalu duduk bersama Gio.
Icha merasa takut dengan tatapan mama Gio padanya yang sedari tadi menatap nya sinis.
"Ow jadi kamu ya,Yang sudah membuat Gio menolak dijodohkan dengan Laura"Sarkas Siska yang membuat Gio geram,lagi lagi mamanya memancing keributan.
"Maaf Tante..."jawab Icha menunduk.
Siska tertawa reyah mendengar ucapan maaf dari Icha.
"Sudah jangan dengarkan ucapan Mama Gio,Cha.....Om dengar kamu termasuk karyawan berprestasi ya diKantor Marvin.."Ujar Gerald mencoba mendingankan suasana.
Icha hanya terseyum kecil sambil mengangguk kearah Gerald.
"Om bangga,Kamu masih sangat muda tapi sudah menjadi wakil manager..Kelak kau bisa membantu Gio mengurus Exel DM Group,Karena kau sudah berpengalaman"Ujar Papa Gerald yang membuat Icha bahagia dan Gio senang.Keduanya tak menyangka Gerald bisa memikirkan hal yang jauh kedepannya itu.
Gerald memang merasa Gio cocok didampingi Icha yang sudah berpengalaman dalam dunia bisnis dan Gerald menaruh harapan besar pada kedua nya.
__ADS_1
Mama Siska berdecih mendengar ucapan dan harapan sang suami yang terdengar berlebihan baginya."Jangan berfikiran terlalu jauh Pa ...Lebih pantas Laura yang bersanding dengan Gio,dia jelas jelas seorang dokter hebat yang akan bisa selalu menjaga dan merawat Gio nanti Pa"Ujar Mama Siska tanpa memperdulikan perasan Icha yang mulai tersakiti.
Gio menggenggam erat tangan Icha,mencoba menenangkan hati sang Kekasih.
Suara Bel mengalihkan perhatian mereka.
Dengan raut wajah senang Siska menyambut Seseorang yang sengaja ia undang untuk datang.
Laura muncul dengan seyumnya,Namun seketika ia tertegun saat matanya bertemu dengan Icha yang nampak kagum dengan sosok Laura yang terlihat begitu cantik dan menawan.Icha seketika merasa kalah dibanding Laura.
Gio dan Papa Gerald nampak terkejut melihat kedatangan Laura juga Icha yang tak mengira akan bertemu adik Luky itu.
"Selamat malam semuanya"Sapa ramah Laura.
Laura lalu mendekat.
"Gio apa ini kekasihmu?"Tanya Laura sekuat hati karena hati nya sendiri juga hancur.
Gio mengangguk mantab"Iya Ra, Kenal kan ini Icha,Dan Sayang,Ini Laura teman masa kecilku"
Icha nampak terseyum kaku kearah Laura sementara Laura sendiri mencoba untuk tetap tersenyum,Ia sungguh sakit mendengar Gio memanggil Sayang pada Icha dan mendengar Gio memperkenalkan dirinya hanya sebagai sahabat.
"Sudah sudah Ayo kita makan,Ayo Laura ikut tante"Ajak Siska yang menyela dan menarik tangan Laura menuju ruang makan.
Icha terseyum miris melihat kedekatan Mama Gio dengan Laura.Sedangkan Gio semakin kesal dengan sikap sang Mama.
Mereka pun makan bersama dimeja makan yang cukup besar.
"Ayo Laura Sayang,Calon menantu Tante,habiskan makanannya ya"Ujar manis Mama Siska pada Laura sambil mengambilkan Laura beberapa lauk keatas piringnya.
Siska benar benar tidak memperdulikan Keberadaan Icha dan ingin membuat Gadis itu tahu diri dengan posisinya.
Membuat Gio semakin geram dan papa Gerald menahan kesal.
"Ayo Icha, Laura,jangan sungkan diRumah ini"Ujar Gerald berusaha menyingkirkan ketegangan itu.
Gio lalu berinisiatif mengambilkan lauk untuk Icha yang masih terdiam.Gio tahu Icha pasti sangat terluka saat ini melihat perlakuan mamanya.
Mama Siska merasa geram melihat Gio melayani Icha.
"Dimakan ya Sayang,,Aku tidak ingin melihatmu sakit"Ujar Gio lembut sambil mengusap kepala Icha sekilas.
"Sama sama Sayang"jawab Gio dengan tatapan lembut dan seyum nya.
Interaksi keduanya tak luput dari perhatian semua orang.
Laura meremas bajunya,Hatinya semakin terasa sakit melihat perhatian dan kedekatan Gio dengan Icha.Dengan jelas Laura bisa melihat Cinta dimata Gio untuk Icha.
Sungguh seperti nya Laura sudah tidak memilik kesempatan lagi.
Ekhemmmmm......
Mama Siska yang muak berdehem"Jangan percaya diri dulu kamu,Karena Putra saya itu terlalu buta untuk memilih kamu"Sarkas Mama Siska pada Icha.
Kali ini ucapan Sang Mama sungguh keterlaluan,membuat Gio yang geram spontan berdiri dan papa Gerald menatap sang istri dengan tatapan tajam.
"Cukup Ma.......Gio sudah tidak tahan lagi dengan ucapan Mama"Ucap Gio dengan nada yang mulai meninggi.
Mama Siska tertawa reyah"Kau berani pada Mama Gio,Demi gadis kampung itu"tunjuk Mama Siska Emosi pada Icha.
"Icha bukan gadis kampung Ma,Dan Gio tidak terima jika Mama terus merendah kannya apalagi didepan Laura seperti ini.Apa maksud Mama melakukan ini?"
Siska menatap tajam Icha yang hanya manunduk.Icha merasa sangat bersalah karena dirinya,Gio dan sang Mama terlibat pertengkaran.
Laura juga merasa tidak enak berada dalam kondisi yang menegangkan ini.
"Puas kamu sudah membuat Putra saya berani melawan saya!,Saya tidak akan pernah merestui hubungan kalian!"ujar Mama Siska lugas.
"Ini bukan salah Icha Ma...ini karena keegoisan mama sendiri.Gio tidak akan berani melawan Mama jika saja Mama tidak memaksakan kehendak Mama"ujar Gio tegas.
"Mama hanya ingin yang terbaik untukmu Gio,Bukan dengan gadis kampung itu tapi Laura yang hanya pantas mendampingimu!"ujar Mama Siska yang membuat hati Icha semakin sakit.
"Cukup Ma....Hentikan kekonyolan Mama yang merusak nafsu makan Papa!"Hardik Papa Gerald yang sudah menahan kekesalan sedari tadi membuat Mama Siska bungkam seketika.
"Sebaiknya Kau antar Icha Pulang Gio,,,"Ujar Papa Gerald yang langsung diangguki Gio"Maafkan perkataan Mama nya Gio ya Cha...."Ujar Gerald pada Icha.
Icha yang masih terlihat kuat mengangguk tanpa berkata apapun.
Dengan cepat dan tanpa Berpamitan pada Sang Mama dan Laura,Gio membawa pergi Icha.
__ADS_1
Laura menatap sendu kepergian Gio yang menggenggam erat tangan Icha.
"Maaf kan Jika ini sudah melukai hatimu ya Laura..Om tidak bisa berbuat apa apa.Om yakin kalian sudah sama sama dewasa dan bisa mengerti kondisi ini."Ujar Papa Gerald yang secara tidak langsung meminta Laura untuk bisa menerima hubungan Gio dan Icha.
Laura dengan perasaan dan hati yang sudah hancur berusaha sekuat tenaga untuk mengangguk dan tersenyum kearah Gerald.
"Tidak bisa Pa,,Mama tetap akan menjadikan Laura sebagai menantu Mama Bukan gadis kampung itu!"sergah Mama Siska yang masih keras kepala.
"Ini peringatan untuk Mama,Jangan ganggu hubungan Gio dan Icha Ma....Gio bahagia dengan pilihannya,Dan Papa minta Mama bisa menerima itu.Selamat malam.Laura,Om pergi dulu" Ujar Tegas Gerald lalu pergi keruang kerjanya.
Laura yang sudah tidak bisa menahan tangisnya segera berpamitan pada Siska .
Siska mengantar Laura sampai kemobilnya.
Hati Siska masih geram mengingat sang Putra lebih memilih Icha dari pada Laura yang jelas jelas lebih sempurna.
Sementara disuatu tempat yang sepi dan sejuk,Gio mengajak Icha untuk menenangkan diri,Tepatnya ditepi sebuah danau buatan yang indah.
Gio yang mengerti kesedihan Sang Kekasih memeluk nya dari belakang, Menyandarkan dagu lancipnya kebahu Icha."Menangislah jika kau ingin menangis Sayang"Bisik Gio disamping telinga Icha.
Seketika luruh sudah Air mata yang sudah tertahan sedari tadi dipelupuk mata Icha.Gadis manis itu mengeluarkan semua laranya hingga tangisannya semakin terisak.
Gio memeluk erat tubuh langsing yang bergetar hebat itu lalu bertubi tubi menciumi kening Icha dan kepalanya"Maaf ....Maaf kan sikap Mama....Aku tahu kau pasti sangat terluka.Aku mohon kuatlah dan tetap bertahan lah disisiku"pinta Gio sepenuh hatinya.
.
Icha semakin menangis,Ia begitu mencintai Gio dan begitu takut jika harus berpisah dengan pria pujaannya itu.
"Aku mencintaimu Cha....sangat mencintaimu....Apapun yang terjadi jangan tinggalkan aku"ujar Gio yang sudah membalikkan tubuh Icha.Keduanya saling menatap.
Gio dengan lembut Mengusap air mata yang terus mengalir Dimata Icha.
Icha seakan terbius oleh tatapan lekat Sang Kekasih.
Perlahan Gio mengecup air mata dipipi Icha lalu bibirnya bergerak mencium Bibir Icha dengan penuh kelembutan.
Ini adalah Ciuman pertama untuk mereka setelah sekian lama menjalin hubungan.Sosok Icha yang terlalu pemalu membuat Gio segan untuk menyentuh dan mencium bibir Icha.
Namun Saat ini Gio tidak bisa menahan nya lagi,Ia ingin memberikan kenyamanan dan ketenangan untuk sang kekasih lewat sentuhan bibirnya.
Perlahan dengan lembut Gio ******* dan menghisap Bibir perawan itu.Gio terseyum disela ciumannya karena Icha tidak menolak sentuhannya.
Ciuman itu bagaikan candu untuk keduanya,Icha hanya bisa pasrah saat Gio menguasai setiap sudut rongga mulutnya dengan tangan Gio yang semakin memeluk nya erat.sesaat Icha terbuai oleh gelora asmara yang sedang membakar mereka dan melupakan kejadian menyakitkan tadi.Suasana sekitar mereka pun semakin membuat gelora mereka memanas.
Merasa nafas keduanya mulai tersengal, Gio melepas pagutannya lalu menempelkan kening nya dengan kening Icha membuat wajah mereka beradu sangat dekat.
"Aku mencintaimu Anggunnia Maricha"bisik Gio dengan nafas masih tersengal.
"Aku juga sangat mencintaimu Giofan Arsya Dimika"jawab Mantap Icha sambil memejamkan matanya.
Gio mendekap tubuh sang kekasih erat ia seakan tak ingin berpisah.
Cukup lama mereka berada dalam posisi itu sambil menikmati suasana danau yang indah.
Icha begitu nyaman dan bahagia berada dipelukan Sang Kekasih yang terasa sangat hangat.Aroma maskulin tubuh Gio begitu ia suka dan memabukkan nya.
Gio tak henti menciumi pucuk kepala Icha membuat gadis itu kembali bisa terseyum.
"Sudah baikan kan...Kita pulang ya Sayang....hapus air matamu...Kau tidak mau kan pacarmu yang tampan ini dihajar Oleh Kian karena dia tahu kau menangis karena aku!"ujar Gio menatap lekat mata Icha yang sembab.
Icha menganguk dengab seyum indahnya.
"Nah Gitu dong.....Seyum Mu Indah Sayang....Maaf ya sudah lancang menciummu"
Lagi lagi Icha hanya mengangguk membuat Gio gemas"Aku jadi ingin menciummu Lagi...boleh minta lagi ya Sayang...?goda Gio membuat Icha reflek mencubit perut kotak kotak nya.
"Ayo pulang Kakkk...."Ujar Icha dengan pipi yang sudah merona.
"Cium sini dulu dong Sayang"ujar Gio sambil menunjuk Pipinya.
Tanpa ragu Icha berjinjit dan mencium pipi sang kekasih mesra.
Gio terseyum lebar lalu memeluk lagi tubuh Icha dengan erat.
"Ayo kita pulang....Jangan bersedih lagi ya Sayang"Ujar Gio lalu menarik tangan Icha masuk kemobil karena sedari tadi mereka berdiri di depan kap mobil.
Icha bisa sedikit mengurai rasa kesedihannya berkat dukungan dari sang kekasih.Sepanjang perjalanan Gio terus menggenggam erat tangan sang Kekasih dengan senyum yang tak pernah hilang dari wajah tampannya.
Membuat Icha beruntung memiliki kekasih seperti Gio yang begitu menyanyanginya.
__ADS_1
.