
Hari berganti dengan cepat.
Persiapan pernikahan Kyra dengan Marvin yang kurang dari 3 minggu lagi sudah mencapai 70%.Semua berkat kerja keras Mamy Jia yang mengatur segalanya.
Saat ini Kyra sedang duduk bersama Mami Jia disebuah restoran untuk menemui sahabat mamy Jia yang merupakan pemilik WO yang akan mengurus acara pernikahan Kyra dan Marvin.Ini adalah pertemuan kedua mereka.
"Semua persiapannya sudah hampir selesa Jeng,Dari mulai tempat yang diinginkan dan konsep pernikahan impian yang diminta Nona Kyra juga Catering nya.Apa ada tambahan lagi?" Tanya wanita paruh baya yang bernama Lisa yang masih terlihat sangat cantik.
Jia menoleh menatap Kyra.
"Apa ada yang lain Sayang?seperti apa mau kamu,tinggal bilang saja pada tante Lisa ini"
Kyra terseyum pada dua orang wanita cantik didekatnya.
"Hmmm....Jangan lupa bunga mawar putih sebagai hiasan dekorasinya ya tante.Dan juga karena ini konsepnya garden party,Kyra ingin lebih berbaur dengan alam dan juga tamu tamu tanpa ada jarak.Soal souvenir nya biar Kyra dan Mamy yang mencarinya."
"Benar Lis,Soal MUA,Gaun,Cincin,Undangan dan Sovenir sudah aku urus sebagian Lis.Tugasmu hanya mengurus tempat dan yang lainnya"
Lisa mengangguk pelan.
"Lalu kau ingin hiburan apa Kyra saat acaramu nanti?"
Kyra nampak berfikir.
"Kyra ingin penyanyi ibu kota tante,Misal kalau wanita Tiara anandi,Raysa,Rossa dan kalau pria,Cakra khan,Ames,Tulus atau Afgan.Terserah tante yang mana,yang pnting sepasang.Gak papa kan My? Maaf jika ini berlebihan." Ujar Kyra lalu memandang Jia.
"Tidak apa apa Sayang,Ini kan acara bahagia kamu yang hanya sekali seumur hidup" Jawab Mamy Jia.
"Makasih ya My"
Jia mengangguk pelan.
"Kalau begitu tante akan menghubungi mereka,semoga saja diantara mereka ada yang kosong jadwalnya pas tanggal pernikahan kamu,tahu sendiri kan sayang mereka artis terkenal" ujar Lisa.
"Iya Tante.maaf sudah merepotkan dan terima kasih"
"Sama sama cantik,Itu sudah menjadi tugas tante.
" Yasudah kalau begitu,kita bertemu 2 minggu lagi ya Lis disini"Ujar Mamy Jia.
"Okey,nanti aku kabari Jeng"
Mereka pun saling berpelukan sebelum berpisah.
Sementara Pagi Ini Kian sedang berada di BR group bersama Gio dan asistennya Gin untuk Meeting membahas proyek raksasa yang sedang mereka kerjakan bersama Marvin juga.
Setelah ckup lama melakukan Meeting,mereka berpamitan pada Marvin untuk kembali kekantor mereka masing masing,setelah sebelumnya tadi Kian sempat berbicara sebentar dengan Marvin soal rencana mereka pada Abel.
Waktu menunjukkan jam makan siang.Saat Kian dan Gio keluar dari Lift saat itu juga Mita terlihat bersama Icha berjalan keluar menuju Loby kantor.
Dua wanita itu tidak menyadari ada dua pria yang menatap mereka dari belakang.
Dengan cepat Kian dan Gio mendahului langkah Mita dan Icha.
Kedua gadis itu sedikit terkejut dengan keberadaan dua CEO tampan yang sudah berada dihadapan mereka.
Jangan lupakan banyaknya karyawan BR group yang menatap mereka dengan rasa kekaguman juga rasa iri pada Mita dan Icha hingga mereka saling berbisik.
"Kak Kian,Kak Gio" Ujar Icha pelan,sementara Mita yang seketika merasa gugup hanya diam dan mencoba untuk tidak menatap kearah Kian.Dan itu bisa dilihat oleh Kian.
Sudah hampir Seminggu Mita sengaja menghindari Kian,tepat setelah mereka bersama pergi kepanti waktu itu.
"Kalian mau kemana?" Tanya Gio.
"Kami mau makan Kak direstoran depan.Kakak habis selesai meeting ya?" Jawab Icha yang sebenarnya juga merasa gugup.
__ADS_1
"Iya Kami baru selesai meeting.Kebetulan kami juga akan makan,Kalian ikut kami saja" Ajak Gio.
Sementara Kian masih diam sambil melihat Mita yang seakan menghindari tatapannya.
"Ti...tidak usah Kak,Kami sudah janjian dengan teman yang lain", Tolak halus Mita yang berbohong sambil menatap penuh mohon pada Icha.
Icha nampak terkejut dengan Ucapan Mita.
Melihat ada yang tidak beres,Kian segera menatap Gio dan memberi kode.
Dengan cepat Kian menarik tangan Mita" Ikut Aku,,Biar Gio bersama Icha"Ucap Tegas Kian sambil melangkah lebar tanpa menunggu jawaban Mita dulu.
Gio yang mengerti itu segera mengajak Icha pergi juga ketempat lain.
Mata Mita membulat dan berusaha melepas cengkraman tangan kokoh Kian.Semua mata semakin terkejut dengan tindakan Kian.
"Kakk lepasin Mita....." Ujar Mita sambil terus memberontak.
Tanpa memperdulikan Mita,Kian terus menarik tangan Mita hingga didepan mobil Kian.
"Masuk..." Titah Kian tegas dengan wajah dinginnya.
Mita pun terpaksa menurutin kemauan Kian.
"Kita keRestoran A Gin" Perintah Kian pada Gin yang sedang menyetir.
Didalam mobil Mita semakin gugup dan takut.Keberaniannya selama ini menguap begitu saja.Pria yang berusaha ingin ia hindari kini justru ada didekatnya.
Tak lama mereka sampai,Kian segera menarik paksa tangan Mita menuju ruangan Privet direstoran itu.Sementara Gin lebih memilih menunggu diruangan biasa.
"Duduk" Titah Kian Lagi.
Kini keduanya duduk bersampingan.
Setelah memesan makanan,Kian menatap tajam kearah Mita yang hanya menunduk.
Jantung Mita Seakan berpacu lebih cepat.
"emm emm Mita gak menghindari kakak kok"Jawab Mita gugup.
Ujung bibir Kian tertarik keatas melihat ekspresi wajah Mita.
" Lalu kemana saja kamu akhir akhir ini.Kenapa pesan ku juga tidak kamu balas??"
Mita semakin gugup hingga meremas ujung roknya.
"Mita hanya merasa lelah Kak jadi sepulang kerja mita langsung istitahat.Dan soal pesan Kakak,Mita sudah membalasnya kok Kak,Apa mungkin nyangkut di nomer lain" Ujar mita yang jelas jelas berbohong.
Kian semakin kesal dengan sikap Mita.
Baru akan mambalas ucapan Mita,Pelayan datang membawa pesanan makanan Kian.
Kian melihat mita yang nampak tidak berselera.
Kian segera mengambil sesendok makanannya lalu menyodorkannya kemulut Mita."Buka mulut kamu!"
Mita terkejut dan menoleh"Hah......."
"Ayo buka mulut Kamu"
Perlahan gadis berusia 19 tahun itu membuka mulutnya menerima suapan Kian.
Mereka menikmati makanan itu dengan suasana hening tanpa ada obrolan.
Reflek Kian mengusap ujung bibir Mita yang masih terdapat sisa saos dengan ibu jarinya.Sontak itu membuat mata Mita membulat.
__ADS_1
"Kamu kalau ada masalah,Cerita sama aku Mit" Ujar Kian memecah keheningan setelah mereka selesai makan.
Mita menggeleng pelan.
"Mita baik baik saja Kak"
"Lalu kenapa kamu menghindari aku Mit?" Tanya Kian lagi.
"Mita tidak menghindari Kakak" Sangkal Mita.
"Kamu jangan mengelak Mit,Sikap kamu juga berubah.Mau sampai kapan kamu begini?" Sorot mata Kian semakin tajam pada Mita.
Bukannya menjawab Mita justru hendak berdiri"Mita kembali kekantor sendiri aja Kak"Tapi dengan cepat Kian menarik tangan Mita lagi hingga tubuh gadis itu terduduk kasar dipangkuannya.Membuat pandangan mereka beradu dekat.
"Aku belum selesai berbicara Mita"
"Kak,Mita mohon jangan begini." Ujar Mita yang berusaha berdiri tapi tangan Kian menahan pinggangnya.
"Saya butuh jawaban Kamu Mit" ujar Kian yang mulai kesal..
"Mita gak mau jawab Kak,Tolong Kak jangan begini.Mau Kakak tuh apa sich?" Ujar Mita yang juga merasa kesal.
Kian menyeringai membuat Mita merasa takut.
"Kamu mau tahu apa mau aku Mit?" Goda Kian yang sudah mendekatkan wajahnya pada wajah Mita.
Reflek tangan Mita mendorong dada Kian agar menjauh.",Tolong jangan terlalu dekat seperti ini Kak"
",Kenapa Hmmm???Kamu takut?" goda Kian lagi.
"Kakkk.....cepat katakan mau kakak apa?Mita mau kembali kekantor" ucap Mita dengan suara yang lebih tinggi.
Kian suka melihat Mita yang mulai marah.
Kian tergelak lalu semakin mendekap tubuh Mita lalu mendekatkan bibirnya kedepan telinga Mita."Mau ku...Cium aku sekarang Mit",Bisik Kian menggoda.
Mita menelan lidahnya kasar lalu menggeleng cepat.
"Mit..mita gak ma......" Belum sempat mita menyesaikan ucapannya,Kian sudah menyambar bibir ranum Mita.
"Euemmmmm...Kak" Ucap Mita disela ciumam Kian yang semakin memabukkan Mita.
Hati dan tubuh Mita seakan bertolak belakang menerima ciuman Kian.
Hati keduanya berdesir kuat,Kian semakin menggila dengan ciumannya hingga keduanya tak sadar sudah berbaring dilantai beralaskan karpet tebal dengan posisi Kian diatas tubuh Mita.
Merasa sudah puas Kian melepas pagutannya,Menatap manik mata Mita lekat sambil mengusap bibir mita yang basah dengan jarinya dengan posisi yang belum berubah.
"Apa yang Kakak lakukan?" Ujar Mita parau.
Kian terseyum simpul",Itu hukumanmu karena beberapa hari ini sudah menghindari aku"
"Tolong Kak,Jangan membuat Mita semakin berharap pada Kakak" ujar Mita lalu mendorong tubuh Kian agar ia bisa duduk.
Kian mendekatkan wajahnya lagi.
"Kita jalani dulu, bagaimana?"bisik Kian.
Mita spontan terkejut dengan ucapan Kian dan hanya bisa terdiam.
" Dan mulai malam ini setiap aku pulang bekerja kau harus memijatku Mit"titah Kian.
"Apa?Kakak bercanda ya?" Protes Mita.
"Jangan membantah Mita...Ayo aku antar keBR group" Ujar Kian sambil menarik tangan Mita keluar dari ruangan itu.Kian seakan senang bisa membuat Mita selalu berada didekatnya.
__ADS_1
Mita dibuat membisu dengan ucapan Kian,Jujur dalam hatinya ia sangat bahagia tapi disisi lain mita juga merasa takut,Jika Kian mengetahui kekurangannya.Mita ragu Kian tidak bisa menerima keadaannya dan meninggalkannya.
"Aku harus tetap tidak boleh terlalu mengharapkanmu Kak,Agar saat itu tiba dan kau tahu semuanya.Aku tidak terlalu sakit..Untuk sekarang biarkan semua begini dulu karena aku belum siap mengakui kekuranganku padamu Kak.Maaf Jika aku menjadi egois.'',Gumam mita dalam hatinya saat melangkaMita bersama Kian.