
Pagi hari Dikediaman Wiratama.
Terlihat semua anggota keluarga sedang berkumpul dimeja makan termasuk Gin dan Icha yang nampak murung.
Sebagai kepala keluarga Kian bisa mengerti dan memahami perasaan Icha saat ini,ia tak mau bertanya macam macam dulu pada gadis itu dulu.
"Cha sebaiknya kau tidak usah masuk kerja dulu!"ujar Kian sambil memasukkan makanan ke mulutnya.
Icha mengangguk pelan"Iya Kak"
"Apa kak Icha Sakit?Wajah kakak terlihat pucat"ujar Mita yang mengamati wajah Icha yang sedikit pucat.
"aku tidak apa apa Mit,hanya kurang tidur saja"jawab Icha.
"Tenanglah Cha,semua akan baik baik saja.Jaga dirimu jangan sampai karena masalah ini kau menjadi sakit"Kian menasehati Icha sedang kan Gin lebih memiliki diam menikmati makanannya sambil sesekali melirik Icha.
Icha hanya mengangguk pelan kearah Kian yang sudah selesai makan.
"Son, tunggu dimobil ya,Dady ingin bicara dulu pada Uncle Gin"ujar Kian pada Kiral lalu berdiri menuju ruang kerjanya diikuti Gin dibelakang nya.
"Okey Dad,Aku tunggu tapi jangan lama lama,bisa bisa aku terlambat"ujar Kiral yang memang setiap hari diantar sekolah oleh sang papa.
Mita dibantu Icha membereskan meja makan sedangkan Kian sudah berada didalam ruang kerjanya bersama Gin.
Gin merasa heran kenapa sang bos mengajaknya keruangan kerja pagi pagi seperti ini.
Kian menatap lekat Gin yang berdiri dihadapannya.
"Apa ada masalah bos?"tanya Gin.
"Jangan panggil aku Bos jika kita sedang berdua Gin,Kau sudah seperti adikku sendiri... panggil aku kakak"
Gin mengangguk"baik Kak,Ada apa?"
Kian terseyum tipis"Aku sudah tahu perasaan mu pada Icha"Ujar Kian yang membuat Gin terkejut.
"Tidak perlu kau tutupi lagi Gin,Kau juga tidak perlu merasa tidak enak padaku.Aku hanya ingin bilang,bahwa aku tidak akan memihak salah satu diantara kalian,karena bagiku Kau dan Gio adalah sama sama orang yang berarti dihidupku.Aku hanya meminta bersaing lah secara sehat dan biarkan Icha yang memutuskan,dengan siapa dia akan menyerahkan hatinya.Dan jika nanti Icha lebih memilih Gio,Aku harap kau bisa berlapang dada Gin"ujar Bijak Kian.
Gin sangat menghormati Kian,Gin tahu jika Kian juga sangat menyayangi nya melebihi atasan dan bawahan.
"Baik Kak,Aku mengerti.Lagi pula aku juga tahu diri,aku tak sebanding dengan tuan Gio,,Apapun pilihan Icha nanti aku akan menerima nya,Aku hanya ingin dia bahagia"ujar Gin mantap.
Kian menepuk pelan bahu Gin"Jangan bilang seperti itu Gin,Cinta tidak mengenal harta dan status.Aku juga ingin kau bisa bahagia Gin,,"
"Terima kasih Kak"ujar Gin.
"Perjuangkan Cinta mu tanpa melukai hati orang lain,Kau tau kan apa maksud ucapanku?"ujar Kian yang membuat Gio. langsung mengangguk.
Kian terseyum tipis"Yasudah,ayo kita berangkat,Aku tidak mau mendengar ocehan putraku yang terlalu lama menunggu kita"Ujar Kian lalu beranjak keluar diikuti Gin yang tersenyum tipis jika mengingat Kian selalu tidak bisa berkutik jika mendengar Omelan Kiral.
Kian dan Kiral memang sering berdebat,Dan jika sudah sama sama keras kepala hanya Mita yang bisa memisahkan mereka.Sungguh dirumah itu hanya Kiral yang berani berdebat dengan seorang Kian yang notabene mantan anggota mafia yang kejam.
☘️☘️
Siang hari Di Kantor AR Group.
Cleo sengaja datang kekantor Erick untuk mengantarkan bekal makanan yang sudah ia buat sendiri.Meskipun belum sepenuhnya menjadi istri Erick tapi Wanita tinggi itu mencoba untuk menjadi istri yang baik meski masih terlihat kaku dan cuek.
Roy yang terkejut melihat kemunculan Cleo dilantai itu segera mendekat.Pasalnya saat ini Erick sedang ada tamu dari luar negri.
"Kenapa nona tidak memberi tahu jika ingin kesini?"tanya Roy membuat Kening Cleo mengerut dan menghentikan langkahnya.
"Memang ada apa?apa aku menganggu?tanya Cleo datar.
"Saat ini Tuan sedang ada tamu dari Thailand Nona"jelas Roy.
"Tamu??apa perempuan?"tanya Cleo spontan.
Wajah Roy menjadi terlihat canggung,ia hanya tidak ingin istri dari bosnya ini salah paham.
Melihat gelagat Roy,Cleo sudah bisa menebak jika benar tamu Erick saat ini adalah seorang wanita.
"Aku hanya ingin mengantar ini Kak,setelah itu aku akan pulang.Apa tidak boleh?"tanya Cleo dengan nada rendah membuat Roy tidak tega.
Roy hanya bisa mengangguk dan membiarkan Cleo melangkah mendekati ruangan sang bos.
Ceklek....
Cleo melihat Erick sedang berbicara dengan seorang wanita yang begitu cantik dan seksi dengan posisi duduk dengan jarak yang begitu dekat bahkan tangan wanita itu menyentuh rahang Erick yang seakan tak menolak sentuhan itu.
Seketika hati Cleo terasa sakit melihat itu,bahkan ia bingung kenapa dadanya terasa begitu sesak seakan ingin menangis melihat pria yang sudah menjadi suaminya itu disentuh wanita lain.Cleo kini menyadari,Sang suami bukan hanya tampan dan Kaya tapi sang suami begitu menarik bagi banyak wanita.Suaminya itu bagai magnet yang bisa menarik wanita wanita untuk mendekat tanpa adanya paksaan.Tak bisa Cleo tepis, Pesona dan Karisma Erick begitu besar dan kuat.
Erick yang melihat Cleo muncul diambang pintu spontan langsung berdiri dan mendekat membuat wanita yang tertarik pada Erick itu mendengus kesal karena momen berduanya terganggu.
"Sayang kau datang, Kemarilah"Ujar Erick yang menarik lengan Cleo yang masih terdiam.
Pandangan kedua wanita itu sekilas beradu.
"Sayang, kenalkan dia Bayfren,teman ku dari Thailand,Dan Bayfrend ini Cleo istriku,Dia sedang hamil anakku"ujar Erick mengenalkan keduanya.
Keduanya bersalaman sekilas.
Bayfren yang sudah lama menaruh hati pada Erick nampak terkejut mengetahui jika Erick sudah menikah dan istrinya sedang hamil sekarang.Hancur sudah hatinya yang sudah lama begitu mendamba seorang Erick.
__ADS_1
"Kapan kau menikah Rick,kenapa tidak mengundang ku,bahkan tidak ada berita tentang mu?"ujar Bayfren.
"Maaf aku belum sempat cerita,, pernikahanku hanya dilakukan sederhana saja Bay dan itu atas permintaan istriku ini.Aku juga tidak mau mengekspos istriku demi keamanan nya."ujar Erick yang membuat Cleo menatapnya lekat.
"Own begitu rupanya...Selamat ya sebentar lagi kau akan menjadi dady,aku turut bahagia"
Erick terseyum mendengar ucapan temannya itu"Terima kasih.Kau tau bahkan Abel belum pernah bertemu dengan Istriku ini semenjak kami menikah"
Bayfren terkejut mendengar penuturan Erick"benarkah?"
"Iya,Kau tau sendiri kan,Adikku itu sangat sibuk sekarang., Karir nya sebagai model terus naik"
"Kau benar,Dia sudah jadi model terkenal....Yasudah aku pergi dulu.Kapan kapan aku mampir lagi,lagi pula aku masih sebulan disini,Projekku belum selesai"ujar Bayfren yang memang datang ke Indonesia karena ada projec dengan sebuah perusahaan.Bayfren adalah seorang desain interior yang cukup terkenal di negara gajah putih itu.
Erik terseyum "Okey,mampirlah jika kau senggang"
"Bye Cleo sampai jumpa lagi"pamit Bayfrend pada Cleo yang hanya dibalas dengan anggukan oleh wanita hamil itu.
Erick mengantar Bayfren sampai depan pintu ruangan nya.
Cleo yang masih merasa cemburu mencebik bibirnya dan melihat kearah lain saat Erick mendekat.
"Kau datang untuk mengantar makanan untukku?"tanya Erick.
"Kau pikir,aku datang untuk apa?"jawab ketus Cleo yang belum mau menatap Erick.
Melihat sikap Cleo,Erick terseyum tipis lalu dengan berani nya mengusap perut Cleo lembut"Mamamu kenapa Nak??"
ujar Erick seakan bertanya pada sang anak yang ada didalam perut.
"Ternyata Papa mu disini sedang enak enak"an bermesraan dengan temannya sayang,harusnya tadi kita tidak kesini"ujar Cleo spontan sambil mengusap perutnya.
Kini Erick tahu apa yang membuat sang Istri cemberut.
"Kau cemburu?"
Cleo seketika gelagapan bingung"Tidak,,siapa yang cemburu..Jangan terlalu percaya diri"ujar Cleo kesal.
Bukannya menjawab Erick lebih memilih menciumi perut sang Istri berulang kali membuat Cleo merasa geli."Hentikan...geliiii"
"Cemburu tapi tidak mau mengaku"ujar Erick menatap Cleo lekat.
"Aku tidak cemburu!"ujar Cleo tegas
"Baiklah besok aku akan makan siang dengan Bayfren,kau jangan marah!"pancing Erick.
Mata Cleo membulat menatap Erick yang sudah menaikkan kedua alisnya.Erick ingin melihat bagaimana reaksi Cleo."pergi saja...Aku tidak perduli.Kau memang menyukai nya kan?"Sarkas Cleo.
Cleo benar benar kesal,jujur ia ingin melarang Erick tapi mulutnya begitu sulit berucap.
Baru ingin memeluk Cleo,terdengar suara gaduh diluar.Erick langsung berdiri hendak ingin membuka pintu.
Bugh.......Erick terkapar dilantai karena Luky yang secara cepat menyerangnya.
Cleo yang kaget terpekik dan langsung berlari menolong Erick.Sedangkan tubuh Luky ditahan oleh Roy dan seorang pengawal.
Siang ini Luky datang ingin memberi Erick pelajaran,Karena Erick sudah merebut tander besar yang sudah berada ditangan Luky dengan cara halus.Cara yang digunakan Erick sangatlah cerdik hingga Luky tak menyadari jika ia sudah tidak memiliki wewenang lagi pada projek baru itu.
"Dasar Gila......"Umpat Erick yang sudah berdiri dibantu Cleo.Erick mengusapkan darah disudut bibirnya.Sedangkan Cleo yang takut melihat kemarahan Luky memegang erat lengan Erick.
"Kau yang Brengsek,,, Beraninya kau bermain curang.Kau sudah merebut Klienku....Aku tidak akan tinggal diam Erick,Kau harus mendapat balasannya!"Ujar Luky yang hendak ingin memukul Erick lagi tapi tubuhnya ditahan oleh Roy.
"Aku tidak merebut,Aku hanya bersaing secara sehat denganmu Luky..Kau harusnya lebih pintar dariku,, Pergilah...aku tidak ingin berdebat denganmu!"
Emosi Luky semakin menjadi Melihat Erick seakan merendahkan nya.Tapi Kali ini Luky sadar,ia tak bisa berbuat banyak.Mengingat ia berada dikantor Erick"Okey,,Kali ini kau bisa tenang,aku akan pergi,Tapi tunggu pembalasanku Erick,Aku tidak akan tidak akan tinggal diam."Ujar Luky sambil melirik Cleo yang terlihat takut menatap nya.
Dengan Isyarat mata dari Erick,Roy melepas Luky,ia lalu merapikan jasnya dan segera melangkah pergi dari tempat itu
"Apa perlu saya panggilkan dokter, tuan?tanya Roy pada Erick.
"Tidak perlu,aku ingin pulang saja,Kau handle sisa pekerjaan ku Roy"ujar Erick yang diangguki Roy.
Pria itu lalu menggandeng tangan Cleo pergi menuju Apartemen nya.
Cleo yang merasa khawatir hanya bisa dia menurut.
Keduanya sampai diApartemen.
Dengan sigap Cleo mengambil air hangat dan obat untuk merawat luka Erick.
Saat ini Erick yang sudah melepas Sepatu dan Jas nya duduk bersandar diranjang.Cleo dengan perlahan mengobati luka diwajah sang suami.
Sesekali Erick meringis menahan perih saat Tangan Cleo menyentuh lukanya.
"Sakit?"tanya Cleo yang terlihat Khawatir.Membuat Erick merasa senang.
"Tidak Sayang,Ini hanya luka kecil"
"Kenapa dia begitu membencimu,Apa dulu kalian punya masalah?"tanya Cleo yang penasaran.
Erick menggelang pelan"Tidak...Aku juga bingung kenapa Luky begitu membenciku....Mulai besok aku akan mengetatkan keamananmu,Aku takut Luky akan menyakiti mu dan anak kita..Jika kau ingin pergi kemana pun kau harus lapor padaku dulu"
Hati Cleo menghangat melihat Erick yang begitu mengkhawatirkannya.
__ADS_1
Spontan Cleo mengangguk lalu berdiri mengembalikan baskom berisi air hangat kedapur.
"Sini,,,Temani aku tidur siang.Aku lelah"pinta Erick yang seakan tak bisa Cleo tolak.
Dengan ragu Cleo menyusul Erick merebahkan Tubuhnya diatas ranjang king size itu.
Tanpa ragu Erick memeluk Cleo dari belakang sambil mengusap perut Cleo lembut.
"Maaf jika membuatmu kesal dan cemburu..Bayfren itu hanya teman ku,Jadi jangan berpikiran macam macam"Bisik Erick tepat disamping telinga Cleo.
Hati Cleo berdesir saat hembusan nafas Erick mengenai pipinya dan aroma tubuh Erick begitu tercium dihidungnya.Cleo juga merasa hangat dan nyaman dengan pelukan Erick.
Namun tetap saja Cleo bukanlah wanita yang mau dengan mudah mengakui perasaannya,ia masih malu dan canggung.
"Aku tidak cemburu"jawab Lirih Cleo.
"Dasar keras kepala....Sudah jelas dari matamu kau kesal melihat dia,Kau juga sangat khawatir padaku!"ujar Erick yang menatap wajah Cleo dari samping.
"Sudah ah....aku ngantuk"sangkal Cleo yang sudah gugup.
"Sayang....."Panggil Erick yang membuat Cleo menegang dan menatapnya dari jarak yang begitu dekat.
Seakan menunggu ucapan apa yang akan Erick lontarkan lagi,Cleo hanya diam menatap kedua manik mata Erick yang seakan membiusnya,Hingga ia tak sadar Bibir Erick sudah menempel di bibirnya.Ciuman mesra nan lembut itu terjadi begitu saja tanpa bisa Cleo tolak.Kini Bibir manis Cleo seakan menjadi candu untuk Erick.
"boleh aku melakukan nya?"ujar pelan Erick meminta ijin.
Cleo yang gugup bingung harus menjawab apa...
"Kau tidak mencintaikukan,?Aku ingin melakukan nya saat kita sudah saling jatuh cinta"ujar Lirih Cleo tanpa berani menatap Erick.
Erick terseyum simpul"Jika aku bilang,aku sudah mulai mencintaimu mu dan tidak bisa jauh darimu.Apa kau percaya"ujAr Erick membuat Cleo menatapnya lekat.
"Dan kau juga sudah mulai mencintaikukan?jangan membohongi perasaanmu sendiri sayang"ujar Erick lagi yang semakin membuat Cleo tak berkutik.
"Aku hanya nyaman saja berada di dekatmu"sanggah Cleo.
"Rasa Cinta berawal dari rasa Nyaman Sayang .....Apa kau rela aku dekat dengan bayfren?tidak kan....Jadi itu tandanya kau juga mulai mencintaiku"
Cleo kini tak bisa menjawab lagi,semua yang dikatakan Erick memang benar adanya.Kebersamaannya selama hampir tiga bulan ini bersama pria tampan itu tanpa sadar sudah menumbuhkan benih benih cinta dihatinya dan Cleo sudah mulai takut jika kehilangan Erick.
Melihat Cleo hanya terdiam menatapnya, Erick terseyum simpul.
Posisinya sekarang Cleo tidur terlentang dan Erick setengah duduk menghadap Cleo.
"Jadi...boleh aku memintanya?"pinta Erick lagi.
"Ini masih siang!"jawab Cleo malu.
"Siang atau malam sama saja Sayang"ujar Erick tanpa ragu.
Cleo semakin gugup dan menggigit bibirnya."Jangan kau gigit bibirmu Sayang,biar aku saja yang menghisapnya!"goda Erick
"Erickkkk ...."kesal Cleo.
Erick senang karena ini pertama kalinya Cleo memanggil namanya"Apa Sayang?Boleh ya???"
"Tapi kau harus janji padaku!"ujar Cleo yang masih berkelit.
"Jangan pernah tinggalkan aku,, Dimana pun kau berada kau harus memberi tahuku!"pinta Cleo.Tentu Erick sangat senang dengan permintaan Cleo itu.
"Pasti Sayang dan aku Janji kita akan membesarkan anak kita bersama sama"jawab Erick mantap.
"Sudah siap?"tanya Erick memastikan.
Cleo menganguk pelan"Lakukan dengan pelan"
Erick terseyum"Aku mencintaimu Cleora Gamilla"
Cup......Erick mulai menciumi bibir dan seluruh wajah Cleo sebelum memulai hubungan intim yang sudah tertunda selama hampir tiga bulan.
Dan terjadilah apa yang seharusnya terjadi diantara mereka.Semakin menguatkan perasaan yang mulai tumbuh dihati mereka masing masing.
Kini Cleo sudah seutuhnya menjadi milik Erick.
Cleo yang selalu menuruti perkataan Kyra kini dengan sepenuh jiwa raga menyerahkan hidupnya untuk Erick dan Cleo sudah yakin dengan keputusan nya.Begitu pula dengan Erick yang begitu bahagia mendapatkan Cleo seutuhnya sekarang.Kini hanya Cleo dan Anaknya yang menjadi prioritas hidupnya sekaligus penyemangat Erick
Peluh sudah membasahi keduanya dan Erick mengakhiri aksinya saat melihat wajah Cleo yang sudah terlihat lelah.
"Maaf Jika membuatmu lelah Sayang...sekarang tidurlah... Terimakasih Sayang,sudah mau menerima pria bejad seperti ku!"
Cleo mengangguk dalam dekapan Erick"Terima kasih juga karena sudah sabar menghadapi ku dan mau menerima gadis bar bar seperti ku"
Cup.....Erick mencium pucuk kepala Cleo lembut."Love You Sayang"
Cleo terseyum lalu memejamkan matanya karena sudah merasa sangat lelah.
Keduanya pun terlelap sambil berpelukan dibalik udara yang terlihat mendung diluar.
🌹🌹🌹
**ahhhh akhirnya Goal juga Bang Erick......Gak sia sia puasa tiga bulannya....hihihi.....
Hayyyy Readers inget ya ini puasa jadi banyak yang Author skip.....
__ADS_1
Terima kasih untuk yang masih nunggu Novel Author...Maaf jika Lama Up nya...maklum karena Author terlalu banyak kegiatan Didunia nyata**.....