
Sore hari,,
Perjalanan tiga mobil mewah itu menuju panti Kasih Ibu memakan waktu 3 jam.
Pikiran Kian semakin tidak tenang dan menyuruh Gin untuk mampercelat laju mobilnya.
Sementara Dipanti Mita terlihat begitu senang sedang menikmati waktunya memandikan sikecil Leo yang tampan dikamarnya.
Bu Rani terseyum melihat mereka bisa langsung dekat satu sama lain.
Tiga mobil masuk kearea halaman panti yang luas,mengejutkan Bu Rani yang baru saja keluar dari kamar Leo menuju depan.
Kyra turun dari mobil dengan seyum mengembangnya diikuti sang suami dan yang lain.
"Maaf Kyra baru datang bu",, Ujar Kyra sesaat setelah memeluk bu Rani.
"Tidak apa apa Ky...Ibu tahu kamu sangat sibuk" Bu Rani.
"Kyra kesini sekalian mau jemput Leo Bu..."
BuRani nampak kaget"Kamu benar serius mau mengadopsi Leo?"
Kyra mengangguk mantap"Iya bu,Suami dan Mertua Kyra juga setuju"
Bu Rani terseyum lalu menyuruh semuanya masuk dan duduk.
"Dimana Mita Bu,Saya perlu bicara dengannya" Tanya Kian yang berdiri mendekati Bu Rani.
"Dia sedang memandikan Leo dikamarnya Tuan Kian,Anda bisa langsung kesana" Ujar Bu Panti.
"Terima kasih Bu" kian segera melangkah.
"Kamarnya dilantai dua Kak dipojokan" ujar Kyra pada sang Kakak yang bibalas anggukan tanpa menoleh.
Kian sudah tidak sabar ingin menemui Mita.
Sedangkan Mita yang belum tahu kedatangan Kian terlihat sedang memakaikan baju Leo.
"Kau sekarang lebih tampan Leo...Kak Mita semakin gemas sama kamu" Ujar Mita sambil.mencubit pipi gembul Leo.
"Kakak baik banget kayak Kak Kyra,Leo sayang deh sama Kakak" celoteh anak tampan itu.
"Kakak juga sayang banget sama Leo..." Mita memeluk erat tubuh anak mungil itu.
Mereka tak menyadari jika Kian sedari tadi sudah berdiri diambang pintu.
Kian lalu perlahan mendekat membuat Leo menoleh''Kakak Tampan...."
Mita yang menoleh seketika terkejut melihat Kian sudah ada didepan matanya.
"Hallo Boy...kita berjumpa lagi..bagaimana kabarmu?"Kian mengusap lembut kepala Leo.
" Baik Kak,Apa kakak belsama Kak Kila?"Cadel Leo.
"Iya Kak Kyra juga datang" Ujar Kian.
"Holeeee,Leo kesana dulu ya Kak"girang Leo lalu berlari keluar kamar meninggalkan Mita dan Kian begitu saja.
Mita yang sangat gugup melirik Kian pelan" Kok Kak Kian disini??"
Kian menatap lekat Mita"Menurutmu Aku jauh jauh datang kesini mau apa??"ujar dingin Kian.
Mita menelan saliva nya kasar.
"Kenapa kamu pergi tidak pamit padaku..kamu marah atau cemburu hmmmm...??" Tanya Kian langsung.
Mita semakin gugup.
"Mak mak sud kakak apa??Mita kesini karena merindukan adek adek panti Kak"
"Masih mau mengelak hmmm..???Clara itu sahabatku Mit,Kami tidak ada hubungan apa apa" jelas Kian
Mita yang merasa gugup hendak menghindar dan akan pergi, tapi dengan cepat kian menarik tangan mita hingga tatapan keduanya beradu.
"Mau menghindar lagi Mit??" tanya Kian dengan tatapan intimidasinya.
"Ma..maf Kak...bukan maksud Mita mau menghindari Kakak..Mita hanya ingin menenangkan diri saja" Jelas Mita.
"Apa kau merasa ragu lagi setelah melihat kedekatan ku dengan Clara?"
__ADS_1
Melihat Mita yang hanya terdiam saja dan Tak berani menatapnya membuat Kian merasa benar dengan tebakannya.
Kian mencium lembut kening Mita cukup lama membuat wanita itu mematung.Mita begitu merasakan kasih sayang Kian yang sangat tulus padanya.
"Buang jauh pikiran burukmu Dan jangan pernah merasa rendah diri.Kau juga harus yakin dengan perasaanku" ujar Kian menatap lekat mita.
Kedua mata Mita sudah berkaca kaca.
"Maafin Mita Kak.....Mita yang terlalu bodoh,Mita terlalu Minder bisa bersanding dengan Kakak."
Kian terseyum lalu memeluk erat Mita.
"Sudah....jangan dibahas lagi.Ayo kita keluar" Ajak Kian setelah melepas pelukannya.
Kian menggenggam tangan Mita menuju kelantai bawah.
"Mitta aku lega kau baik baik saja" pekik Kyra sambil menggendong Leo mendekati Mita.
"Maaf ya Ky,juga semuanya karena sudah membuat kalian khawatir" ujar Mita pada semuanya.
"Sudah Mit,Jangan merasa tidak enak.Kami kesini karena kami menyanyangi dan perduli padamu.Jadi jangan pernah lagi menganggap rendah dirimu.Ujar Icha yang juga mendekat.
Mita memeluk Kyra dan Icha bergantian" Terima kasih,Kalian sudah begitu baik padaku"
Kyra dan Icha mengangguk pelan dengan seyum indah.
Kian mendekati Mita lalu mengambil kotak kecil dari saku jaketnya.
Sebuah Cincin indah langsung Kian pakaian pada jari manis Mita tanpa meminta ijin lebih dulu dari sang pemilik.
Mita membulatkan matanya melihat apa yang dilakukan Kian.
"Dengan Cincin ini aku mengikatmu Mit,Kau tidak boleh pergi kemana mana lagi tanpa seijinku mulai sekarang" ujar Kian tegas.
Kyra terseyum senang melihat inisiatif Kakaknya itu.
"Dan satu lagi,Pernikahan Kita akan diadakan Sebulan lagi" Ujar lantang Kian membuat Mita menegang.
Semua merasa senang dengan pernyataan Kian termasuk buRani yang seakan memberi isyarat pada Mita untuk yakin pada Kian.
"Wah rupanya kau sudah tidak sabar ya Ki untuk menikah" Ledek Gio.
Marvin tertawa reyah mendengar ucapan kakak iparnya itu.
"Bilang saja kau iri pada ku dan Kyra"
Para orang dewasa ini sampai tidak sadar jika ada anak kecil yang memperhatikan pembicaraan mereka.
"Jadi Kak mita mau nikah sama Kak tampan ya..???" Celoteh Leo.
Kyra terseyum lalu mengusap lembut Kepala Leo."Kau benar sayang....Ehmmm kakak mau tanya,apa Leo mau ikut kakak pulang dan tinggal bersama Kak Kyra dan Kak Marvin?"
Mata Leo berbinar senang.
"Leo mau Kak.."
Kyra terseyum.
"Okey,jadi Leo akan menjadi putra Kakak mulai sekarang,Leo harus memanggil Kak Kyra dengan panggillan Momy ya dan Kak Marvin dengan panggilan Dady Marvin." Jelas Kyra.
"Okey Momy Kyra" Ujar Leo cepat dengan girang.
"Dan juga Mulai sekarang panggil Kak tampan itu Uncle Kian dan Kak Mita dengan Aunty Mita...Juga Panggil Unty Icha dan Uncle Gio.Leo paham?"
Leo mengangguk cepat"Iya Momy,Leo paham"
"Good anak pintar" Puji Marvin sambil mengusap kepala Leo.
Setelah berbincang cukup lama,Rombongan Kyra pun berpamitan untuk kembali pulang.
Ada kesediihan dihati BuRani melepas Leo pergi tapi demi masa depan Leo bu Rani harus iklhas.
"Jangan nakal ya Leo dan nurut sama mamy dan Dadymu" Ujar BuRani saat Leo memeluknya.
"Okey bu Panti,Leo gak akan nakal dan akan nurut sama Momy dady" Jawab Leo.
BuRani terseyum lalu mencium pipi gembul Leo.
"Jaga dan Sayangi Leo sepenuh hati kamu ya Ky,Ibu percayakan Leo sama Kamu", Nasehat bu Rani pada Kyra.
__ADS_1
" Iya Bu,Kyra berjanji akan menjaga dan menyanyangi Leo sepenuh hati Kyra bu seperti anak kandung Kyra sendiri"Ujar
Kyra lalu memeluk bu Rani.
"Kami pulang dulu ya Bu"Pamit Kyra dan yang lainnya.
Setelah semua berpamitan,,mobil mobil mewah itu mulai pergi dari panti.
" Sayang Sini biar aku saja yang memangku Leo,Nanti kamu capek"Ujar Marvin didalam mobil.
"Tidak apa apa Sayang,Aku kuat kok" Kyra.
"Leo Sekarang sudah menjadi anak Momy dan Dady,Jadi Leo harus patuh pada momy dan Dady,Gak boleh nakal dan harus selalu jujur pada Momy Dady"Ujar Kyra sambil memangku Leo.
"Iya Momy Leo janji,Apa nanti Leo akan tinggal dilumah yang besal?''tanya Leo cedal.
" Iya Sayang rumah kita sangat besar dan disana juga ada Oma Jia,Jadi Leo juga harus sayang,patuh dan hormat padanya"
"Iya Momy"
"Dady mau Leo selalu nurut sama Momy dan Dady dan harus jadi anak yang kuat dan gak boleh cengeng,"Ujar Marvin.
" Okey Dady,Leo gak cengeng Kok..."
Marvin dan Kyra terseyum mendengar ucapan Leo.
"Good,Itu baru putra Dady Marfin." Puji Marfin.
"Sekarang Leo bobok ya,,Karena perjalanannya masih jauh" Ujar Kyra memeluk Leo.
Leo mengangguk dan mulai memejamkan matanya...
"Terima kasih ya Sayang kau mau menerima Leo seperti anak kandungmu sendiri..." ujar Kyra menatap lekat Marvin.
Marvin mencium kening Kyra.
"Iya Sayang,Asal kau bahagia aku akan selalu mendukungmu...Tapi ingat ya kau tidak boleh terlalu lelah mengurusnya...aku akan menyiapkan satu pengasuh untuk membantumu.Dan satu lagi,kehadiran Leo tidak boleh mengganggu momen berdua kita...aku tidak mau kau jadi tidak punya waktu untukku"
Kyra terkekeh"Kau cemburu dengan Leo sayang??"
"Bukan Cemburu tapi Aku takut kau terlalu sibuk dengannya" Dengus Marvin.
Kyra mencium pipi Marvin cepat"Iya Sayang....Aku mengerti maksudmu"
"Yasudah tidurlah" Marvin mendekap erat tubuh Kyra yang memangku Leo yang sudah terlelap.
"Memang Dada seksimu ini adalah tempat ternyamanku untuk tidur Sayang" Ujar jujur Kyra sambil medusel kedada Marvin membuat Marvin terseyum.
Sementara Dimobil lain,Kian memeluk erat tubuh Mita,meletakkan kepala wanita itu didada bidangnya dan kali ini Mita tidak menolaknya.
"Besok aku akan mempertemukanmu dengan Clara agar kau semakin yakin jika kami memang tidak ada hubungan apa apa" Ujar Kian.
Mita mendongak menatap wajah Kian.
"Itu tidak perlu Kak,Mita percaya sama Kakak"
"Tapi aku ingin kalian saling mengenal,Clara juga ingin bertemu denganmu...Tenanglah besok kita berkumpul dirumah Marvin saja agar kau tidak terlalu gugup bertemu Clara" Ujar Kian yang bisa menebak jika Mita tidak mau menemui Clara karena merasa tidak nyaman.
Mita hanya bisa mengangguk patuh pada Kian.
Sedangkan dimobil satunya.
Gio dan Icha duduk dengan jarak beberapa jengkal.
"Makasih ya Kak,Kakak mau ikut kePanti Lagi''Ujar Icha.
Gio terseyum" Sama sama Cha,Aku juga senang bisa berkunjung lagi kepanti..Emmm Ngomong ngomong,Aku ikut bahagia Cha akhirnya Kian sahabatku itu sudah menemukan wanita yang akan ia jadikan pendamping hidup"
Icha terseyum"Iya Kak,aku juga ikut bahagia.Aku juga merasa kagum pada mereka Kak, karena mereka bisa menerima keburukan masing masing dimasa lalu"
Gio menatap Icha lekat membuat gadis itu menjadi gugup dan membuang pandang kearah lain.
"Kau sendiri apa juga tidak ingin menikah Cha?" Tanya Gio ambigu.
Icha seketika menoleh lalu sedetik kemudian dia terseyum lembut.
"Semua wanita pasti ingin menikah Kak termasuk Icha..Icha ingin menikah jika sudah ada pria yang tepat yang mau menerima semua kekurangan Icha dan tulus menyanyangi Icha apa adanya Kak,''
Gio terseyum Simpul mendengar jawaban Gadis sederhana itu.
__ADS_1
Sejujurnya Gio tak bisa menampik jika sudah ada perasaan yang tumbuh dihatinya untuk icha,Tapi karena ada beberapa alasan,membuat Gio seakan menahan perasaannya.