
Semua masih berada diRumah sakit milik Marvin untuk menungggu Clara yang masih dalam keadaan Kritis.
Semua juga masih menunggu kabar tentang pencarian lokasi Kyra dan Leo.
Pukul tiga dini hari.
Semua yang terlihat lelah dan duduk bersandar dikejutkan dengan kedatangan Pak Daniel.
Pengacara kondang itu baru saja turun dari pesawat setelah menempuh perjalanan lebih dari 12 jam.Ia langsung bergegas menuju Rumah sakit untuk menemui Marvin dan lainnya.
Gurat lelah tak ia hiraukan karena ia tau Marvin lebih lelah dari dirinya.
"Ahhh Tuan Daniel akhirnya anda pulang juga"Ujar Marvin yang merasa lega.
Marvin dan Pak Daniel memang sangat dekat,Karena Daniel sudah puluhan tahun menjadi pengacara BR group,Dan Daniel sangat menghormati bos besar BR Group itu.
"Maafkan kejahatan Putri saya tuan Marvin,,,,Apa kah sudah ada kabar?"ujar Daniel.
"Belum,Kami masih mencarinya....Saya begitu mengkhawatirkan Istri dan putra saya"
Daniel kagum dengan Marvin yang begitu menyayangi Leo yang merupakan putra Fabian.
"Apa anda tahu kira-kira dimana Nadine suka pergi!"ujar Kian yang mendekat.
Daniel merasa sungkan dengan Kian yang juga Seorang pengusaha hebat dan sekarang sang adik dalam bahaya karena putrinya.
"Ah Tuan Kian...Sekali lagi maaf karena putri saya,adik anda dalam bahaya,,, Seharusnya saya mengurung Nadine dari kemarin....Putri saya sudah lama mengalami depresi"
Semua seakan tertegun dengan ucapan Daniel.
"Maaf kan aku Paman yang membuat nadine kambuh lagi"Ujar Fabian yang mendekat.
Daniel hanya mengangguk lalu terlihat berfikir...
Seketika Daniel teringat sesuatu.
"Sepertinya saya tahu dimana Nadine bersembunyi..."
Marvin dan lainnya sontak terkejut .
"Dimana Tuan?"
"Dulu saat Kecil Nadine suka menyendiri diRumah peninggalan Oma Opa nya yang terletak di pinggiran kota.Saya rasa rumah itu masih kokoh berdiri, karena saya sendiri sudah sangat lama tidak kesana"ujar Daniel
"Kalau begitu kita langsung kesana"ujar Kian.
"Siapkan pengawal yang cukup dan senjata untuk berjaga Dika"ujar Marvin pada Dika.
"Kita harus berhati hati,Nadine bisa bertindak nekad....Sebaiknya kita mengendap ngendap."Ujar Kian.
"Kau benar Kian,Sebaiknya Pak Daniel menemui Nadine dulu untuk mengalihkan perhatiannya dan Kita bersembunyi dulu,Setelah waktunya tepat kita perlahan membebaskan Kyra dan Leo."Ujar Gio.
__ADS_1
Semua mengangguk dan segera bersiap, Hanya dalam waktu singkat Para pengawal anak buah Marvin dan Kian sudah berkumpul sekitar 30 orang dengan pakaian setelan jas hitam nya.
"Tolong Selamatkan Cucuku dan Nyonya Marvin, Daniel......."Ujar Calvin yang ternyata mengenal Daniel.
"Aku akan berusaha sebaik mungkin...Maaf juga karena putriku,Putrimu terluka"ujar Daniel penuh penyesalan.
Calvin mengangguk dengan senyum simpulnya.
"Papa tolong jaga Clara,aku akan ikut pergi menyelamatkan Putraku"ujar Fabian pamit pada papa mertua nya.
"Pergilah,Dan bawa cucuku pulang Fabian,,Hati hati"Calvin.
"Hati hati ya Kak,Kabari kami secepatnya jika sudah berhasil membebaskan mereka"Ujar Mita pada Kian .
Kian mengangguk dengan senyum tipisnya lalu pergi bersama yang lain.
Tentu Marvin berada diurutan paling depan dan ia sudah sangat siap untuk menghadapi kegilaan Nadine.Pakaiannya sudah rapi dengan senjata yang sudah ia selikapkan di pinggang belakang nya.
Rombongan yang lebih dari 10 mobil itu segera menuju rumah yang dimaksud Daniel.
Udara dingin dimalam itu tak mereka hiraukan.
Dengan kecepatan Tinggi,Sekitar 30 menit mereka sampai ditempat itu.
Suasana rumah yang jauh dari pemukiman warga terlihat sepi dan gelap apalagi dipenuhi dengan pohon pohon disekitarnya.
Nampak ada dua pengawal diRumah berhalaman luas itu.
Setelah menghela nafas,Daniel lebih dulu turun seorang diri dan yang lainnya mencoba bersembunyi.
Daniel mencoba tenang dan langsung menghadapi dua pengawal yang bersiaga untuk bisa menemui putrinya.
"Silahkan masuk Bos Daniel,,,nona dikamarnya"Ujar Seorang pengawal yang juga mengenali siapa Daniel.
Mereka tidak merasa curiga sedikitpun tentang kedatangan Daniel.
Daniel hanya mengangguk dan langsung masuk.
Melihat Daniel sudah masuk kedalam,anak buah Marvin segera melumpuhkan secara halus dua penjaga yang berdiri didepan pintu itu.
Daniel yang ingin mencari putrinya dikamar atas justru terkejut melihat sang putri tidak tidur dan malah terlihat mengerikan.Nadine terlihat sedang duduk di kursi goyang berada di kegelapan sambil memainkan Pisau lipat ditangannya.
Daniel sungguh tak menyangka ternyata putrinya yang ia anggap sudah sembuh ternyata masih memiliki gangguan kejiwaan dan ini justru lebih parah.
Setelah melihat kesekeliling dan menemukan satu kamar dilantai atas dengan tiga orang penjaga didepan pintu,Daniel yakin itu Tempat dimana Nadine menyekap Kyra dan Leo.
Lalu perlahan ia mendekat"Putriku....."Panggil Daniel pelan.
Nadine menoleh dengan senyum smrik nya lalu berdiri mendekati sang Papa.Daniel merasa yang sedang berada dihadapannya bukanlah seperti putrinya.
"Hallo Papaku Sayang........kenapa Papa sudah pulang?"Tanya Nadine dengan wajah datarnya.
__ADS_1
"Papa pulang karena ingin cepat menemuimu Nak...."Ujar Daniel mencoba memeluk sang putri tapi Nadine terlihat menghindar.
Nadine tergelak...."Hahhhh.....Jangan berusaha membodohi ku Papa ....kau pulang karena ingin menyelamatkan mereka kan.........aku tak akan membiarkannya pa.....Aku ingin mereka mati.....apalagi anak kecil itu,,anak itu yang sudah membuat Fabian meninggalkanku"
"Sadarlah Nak...mungkin Fabian bukan jodohmu.....Lepaskan mereka.,..Papa tak ingin kau terkena masalah besar nak"
Nadine tertawa sangat keras Hingga terdengar sampai luar dimana Marvin dan yang lainnya sedang bersiaga.
"Apa....Melepas mereka Pa....hahaha ..itu hanya mimpi ....Jika aku tidak bisa bahagia bersama Fabian,Fabian juga tidak boleh bahagia...."
Nadine lalu memberi kode pada anak buahnya untuk membawa Kyra dan Leo turun.
Kyra yang terbangun karena suara tawa Nadine seketika terkejut saat tiga pengawal menarik paksa lengannya hingga membuat Leo terkejut dan bangun lalu menangis.
Daniel melihat kondisi Kyra dan Leo yang sudah terlihat lemas.
Leo nampak sangat ketakutan dipelukan Kyra.Mereka dihempaskan hingga tersungkur dilantai membuat tangis Leo semakin kencang.
"Diammmmmmm anak sialan"pekik Nadine yang muak mendengar tangisan Leo.
Dengan siku yang terluka dan tubuh yang sudah terasa lemas,Kyra mencoba mengusap punggung Leo"Tenang Sayang jangan menangis ya..."
Pandangan Kyra dan Pak Daniel bertemu,Pria paruh baya itu seakan memberi kode pada Kyra untuk tenang lewat kedipan matanya.
Kyra merasa sedikit ada pertolongan untuknya.
Merasa ada yang mencurigakan,Nadine yang masih memegang pisau lipat ditangan kanannya mendekat dan berjongkok didepan Kyra dan Leo.
Melihat Sang putri yang bermain-main dengan pisau lipatnya didepan wajah Kyra membuat Daniel ketakutan."Hentikan Nadine .....Papa mohon.....Papa tidak ingin kamu menyesal.....Kasiahilah mereka Nadine ...."
Lagi lagi Nadine tertawa keras,Ia sungguh merasa lucu dengan ucapan sang Papa.
"Sretttttttttt,......."Wanita gila itu dengan tega menyayat lengan Kyra lagi membuat darah mengalir begitu saja.
"Akhhhhrrr......."Pekik Kyra yang merasa kan sangat Sakit.
Leo menangis sejadi-jadinya melihat Sang Momy terluka.
"Hentikan Wanita gila.....aku akan membunuhmu......."Pekik.Marvin yang langsung masuk setelah melihat kegilaan Nadine barusan..
"Dady........Leo takut"Teriak Leo spontan saat melihat kemunculan Marvin.
Nadine tergelak...."Sudah kuduga.....Papa datang bersama mereka kan ......Kenapa Papa tega menghianati putri papa sendiri ha........"Teriak Nadine lalu menangis sambil tertawa.
"Papa Mohon Nadine sadarlah .....sebelum terlambat nak..."pinta Daniel dengan wajah sedihnya.
Bukannya mendengar Nadine semakin. menggila,Ia menarik tangan Leo hingga bocah itu kesakitan.
"Lihatlah Tuan tuan ......kalian pilih mana yang harus aku bunuh dulu....Jika disuruh memilih aku akan membunuhmu anak ini dulu hahaha.."Ujar Nadine sambil meletakkan Pisau lipatnya didepan leher Leo,membuat anak itu bergetar hebat karena takut.
Saat Nadine sedikit Lengah,Dengan sisa tenaganya Kyra dengan kilat menendang tubuh Nadine hingga tersungkur dan Leo segera ditarik Oleh Kyra hingga masuk kedalam dekapannya.
__ADS_1
Doorrrrrrrrr.........