
Seminggu berlalu.
Kyra begitu bahagia menjalani pernikahannya bersama Marfin.
Selama semingu pula Kyra sudah tinggal dikediaman Baskara menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai seorang istri dan menantu dengan baik,Mamy Jia juga sangat menyanyangi menantunya itu.Kyra masih belum kembali bekerja diWIN group sementara Marvin tiga hari setelah hari pernikahan sudah harus kembali kekantor.
Sore hari Kyra terlihat sedang berdiri dibalkon kamarnya sendirian sambil menunggu sang suami pulang dari kantor.
"Sayang kau sedang memikirkan apa hmmm???"Marvin yang baru saja pulang sudah memeluk erat tubuh Kyra dari belakang.
" Kau sudah pulang rupanya,,Capek ya...??"Kyra melihat kesamping dimana wajah Marvin dibahunya.
"Lumayan....Nanti juga hilang kalau udah main sama kamu" Bisik Marvin menggoda.
"Sayang ....masih sore udah mesum,Mandi gih.....biar seger trus nanti abis itu aku pijitin"Kyra mengusap kembut wajah Marvin tanpa menoleh.
" Mandiiin Yank"Pinta manja Marvin.
"Aku udah mandi Sayang ,,"
Marvin berdecak"Harusnya kamu mandinya nunggu in aku pulang kerja"
",,Kelamaan Sayang...kok suamiku manja banget...Ahhhh Sayang hentikan...geli"
Kyra merasa geli karena Marvin mulai mencumbui tengkuk lehernya.
"Sayang ....."
"Hmmm...." Marvin masih mencumbui leher putih mulus Kyra.
"Kapan kita kepanti,Jemput Leo..Kamu tidak lupa rencana kita dulu kan?" Tanya pelan Kyra lalu barbalik badan menghadap sang suami.yang masih mengenakan jas lengkap.
Kyra perlahan membuka dasi lalu jas sang suami.
"Aku tidak lupa Sayang....hmm Lusa saja kita kesana"
Kyra berbinar"Bener Lusa ya...emm tapi Mamy gimana?Kita harus bilang dulu soal Leo."
Kyra dengan lembut membuka kancing kemeja Marvin.
"Nanti kita bilang sama Mamy saat makan malam"
"Tapi.Sayang,kamu benar tulus nerima Leo kan?" Tanya Kyra yang mencoba memastikan keputusan sang suami untuk.mengadopsi Leo.
Cup.....Marvin mencium kilat bibir Kyra.
"Aku juga suka anak itu ,Sayang....."
Kyra terseyum menatap penuh cinta untuk sang suami.
"Sayang besok aku kedatangan investor kebetulan dia teman kuliahku dulu dan dia baru kembali dari Jerman.Dia juga teman Kian" Jelas Marvin.
Kyra mengerutkan keningnya"Cewek ya??"
Marvin mengangguk membuat Kyra mengerucutkan bibirnya.
"Namanya Clara,Jangan cemburu gitu..makanya besok kamu datang kekantor sama Kian,.Aku akan mengenalkan kamu sebagai istriku padanya."ujar Marvin sambil mengusap pipi Kyra.
"Tetep aja aku gak suka Kamu dekat dekat sama wanita"protes Kyra.
Marvin yang gemas mencubit ujung hidung kyra.
" Auww Sakit..."
__ADS_1
"Kamu denger ya Sayang,dari dulu Clara tuh suka sama Kian"
Kyra nampak terkejut."Ha....??"
"Makanya jangan asal cemburu....udah ah ayo mandiin aku,Lagi pula kau sudah menggodaku"Ujar Marvin lalu dengan cepat menggendong tubuh Kyra.
" Sayang.....aku udah mandi,Aku tidak mau basah lagi....."Protes Kyra yang tak menghentikan langkah Marvin.
Pria itu tetap menggendong Kyra kekamar mandi.
Kyra pun hanya bisa pasrah memunuhi hasrat sang suami.
Keesokan harinya Di BR group.
Marvin kedatangan sosok wanita cantik yang bernama Clara.Wanita itu adalah teman Marvin kuliah dulu dan merupakan putri dari rekan bisnis Marvin.Ia datang untuk menjalin kerja sama bisnis dengan BR dan WIN group.
Clara lama tinggal diJerman dan baru kembali keIndonesia.
Wanita cantik dengan tubuh bak model itu sudah lama menyukai sosok Kian dan juga mengenal Gio.
"Jadi kau sudah menikah?dan istrimu adiknya Kian?Wahhhh mengejutkan" Ujar Clara sambil terkekeh.
"Hemm Aku juga tak menyangka Cla Kau tau bukan dari dulu aku paling anti yang namanya Pernikahan.tapi Entahlah karena sosok Istri kecilku itu mampu membuatku yakin menjalani sebuah ikatan seumur hidup.."
Clara terseyum heran mendengar ucapan teman lamanya itu.
"Wow....aku jadi penasaran seperti apa Istri kecilmu itu hingga bisa menakhlukkan seorang pria bres..k.sepertimu Marvin"
Marvin tegelak...
"Tunggu dia akan kemari"
Dan benar saja tak lama Kyra datang bersama Kian.
"Sayang ayo kemari"
Kian mencoba mengundari tatapan berbinar Clara dan duduk agak menjauh.
Lalu Clara mengamati sosok Kyra.Wanita itu tak menyangka istri Marvin masih sangat belia dan cantik.
Sementara Kyra yang melihat Clara merasa kagum karena teman suaminya itu selain cantik dia juga bertubuh indah seperti Model tak beda jauh dengan Abel tapi wajah Clara lebih terlihat bule.
",Sayang Ini teman lamaku,Clara...Dan Cla ini istriku yang sangat aku cintai namanya Kyra"
Kian berdecak mendengar kelebaian Marvin.
"Hallo Kyra ,Aku teman lama Marvin saat berkuliah dulu.Aku tak menyangka Marvin bisa mendapatkan gadis semuda dan secantik kamu apalagi ternyata kau.adikknya Kian" Ujar Clara ramah dengan melirik sekilas kearah Kian.
"Hai juga Kak Clara senang bisa bertemu denganmu dan terima kasih atas pujiannmu."
Kyra terseyum ramah pada wanita itu.
Tiba tiba Clara beranjak dan mendekati Kian.
"Hay Ki,Bagaimana kabar kamu?
Keduanya mengulurkan tangannya.
"Aku baik baik saja,Kau.sendiri Cla?jawab Kian datar.
Clara terseyum simpul melihat sikap Kian yang tidak berubah padanya.
" Aku baik Ki...Kau memang belum berubah...aku ikut bahagia kau bisa bertemu adikmu kembali dan bisa menjadi keluarga dengan Marvin."
__ADS_1
Kyra mengamatai interaksi keduanya,Kyra bisa melihat masih ada rasa suka Clara pada sang kakak dilihat dari tatapannya.
Kian tertawa reyah"Terima kasih dan kau sendiri bagaimana apa sudah menikah?"
Clara terseyum dengan pertanyaan Kian."Belum ,,Apa kau mau menihaiku??"goda Clara.
Kian tergelak,ia sudah jelas tahu dan hafal betul sikap Clara yang dari dulu yang terlihat suka padanya.Clara juga memang orang yang suka becanda dan apa adanya.
Clara yang merasa kesal dengan berani memukul lalu merangkul lengan Kekar Kian membuat Kyra terkejut pasalnya sang Kakak juga diam saja.
"Jangan meledekku Kian jika kau tidak mau menikahiku,Setidaknya biarkan aku menjadi sahabatku.itu sudah lebih dari cukup"ujar Clara menatap Kian.
Clara memang masih memendam rasa pada Kian tapi dia lebih menghargai hubungan persahabatannya dengan Kian.
" Okey okey...ingat hanya sahabat...Clara.."
Kian juga menatap Clara lekat.
"Terima kasih"Clara.
Kyra kini tahu kenapa abangnya tidak bisa bersikap kasar pada Clara yang dengan berani merayunya karena Kakaknya menghormati hubungan yang sudah mereka sepakati yaitu sebuah hubungan persahabatan.
"Sudah sudah Kita mulai meetingnya...." Sela Marvin yang jengah dengan percakapan keduanya.
Tak lama Meeting Selesai.
"Ayo kita makan bersama diluar sudah lama kita melakukan itu,Aku yang traktir" Ajak Clara.
"Okey ayo aku.juga sudah lapar" Ucap Marvin.
"Ayo..." ujar Kian.
Melihat Kyra masih diam membuat Marvin segera menggenggam tangan sang istri",Ayo Sayang"
"Iya Kyra,Anggap saja ini hadiahku untuk pernikahan kalian" Ujar Clara ramah.
"Terima kasih Kak" Kyra.
Keempatnya mulai keluar dari ruangan Marvin dan turun ke Loby.
Sudah hal biasa bagi Clara merangkul lengan Kian saat berjalan dan Kian tidak keberatan.
Saat sampai diloby,Mereka tidak menyadari dari belakang ada Mita yang sedang berjalan dengan Icha juga beberapa karyawan wanita yang juga akan makan diluar.
Mita tertegun dan tiba tiba berhenti melihat pemandangan didepannya,Membuat Icha mengikuti arah pandang Mita.
Icha melihat tatapan Mita berubah menjadi sendu.Icha yakin Mita sedang cemburu atau sakit melihat kedekatan Kian dengan seorang wanita.
**Eh lihat tuh Pak Kian mesra banget sama wanita cantikk itu,,bukanny Mita itu kekasihnya Pak kian ya ?kok mesra sama wanita lain**
**Eh aku dengar dia itu infestor baru,Anak dari pemilik perusahaan Brilian Group...dia cantik banget ya cocok sama Pak Kian.**
**Iya Cantik,Kaya,Seksi lagi...Semua pria pasti suka**
Itulah beberapa bisikan yang terdengar ditelinga Mita dan Icha.
Icha menggenggam tangan Mita erat.
",Jangan dengerin ucapan mereka ya Mit.Kamu harus percaya sama Kak Kian.Aku denger mereka cuma sahabatan kok" Ujar Icha menenangkan Mita.
Mita mengangguk dengan seyum simpulnya,ia mencoba menahan kesedihannya untuk tetap tenang.
"Kak mita gak jadi laper...Kakak keluar sendiri ya...Mita balik keruangan aja,Ada yang belum Mita Selesain Kak" alasan Mita lalu pergi meninggalkan Mita yang terdiam.
__ADS_1
Icha akan memberi waktu untuk Mita sendiri menenangkan diri dulu.
Icha tahu Jika Mita masih meragukan hubungannya dengan Kian.Icha juga sangat tahu jika Mita lah yang selalu merasa tidak pantas untuk Kian.