
Hallo semua Readers.....jangan lelah buat selalu dukung author ya dgn Like,Komentar dan vote kalian ya...
Jangan lupa baca novel Author yg lain ya sambil nunggu Author Up novel ini...Matur swun....πππMaaf jika lama karena kesibukan Author didunia nyata.
βοΈβοΈβοΈβοΈ
Selepas kepulangan Sita dan Dio kePanti,Malam harinya Kyra menemui Gin yang sedang termenung dihalaman belakang.Kyra melihat tangan kanan kakaknya itu nampak melamun dan sedang memikirkan sesuatu.
Kyra mendekat dan ingin memberikan sesuatu untuk Pria dingin itu.
Ekhemmm....
Suara deheman Kyra mengejutkan Gin dan membuat pria atletis itu menoleh dan berdiri.
"Nona Kyra,sedang apa anda disini?"tanya Gin heran.
Kyra terseyum simpul kearah Gin sambil mendekat"Boleh aku duduk disini kak?"
"Tentu nona"Ujar Gin lalu duduk lagi.
"Apa ada sesuatu yang ingin Nona sampaikan?"
"Panggil saja Kyra jika kita sedang berdua kak,jangan sungkan padaku"
Kyra memang sosok yang rendah hati dan sudah menganggap Gin sebagai kakaknya sendiri.
Gin hanya mengangguk menatap Kyra.
Kyra lalu memberikan sebuah kotak dengan pita merah diatasnya kepada Gin.Kotak yang sedari tadi ia bawa.
Gin yang bingung menatap Kyra"Apa ini Kyra?"
Kyra terseyum"Ini dari Sita Untuk Kakak.Semalam Sita meminta tolong padaku untuk memberikan ini pada Kakak.Sita bilang ia tidak berani memberikannya secara langsung pada Kakak,jadi dia meminta bantuan ku.Tolong diterima ya kak"Ujar Kyra penuh harap.
Semalam setelah masuk kedalam kamar, Sita tiba tiba keluar lagi dengan membawa sebuah kotak dan ia meminta bantuan pada Kyra untuk memberikannya pada Gin.Sita benar benar takut jika harus berhadapan lagi dengan Gin.Ia takut menangis dihadapan Gin.
Gin menatap kotak berukuran sedang itu"Harusnya dia tidak perlu repot repot seperti ini!"
"Kak jangan bicara seperti itu,Kakak pasti paham apa dirasakan Sita saat ini.Maaf sebelumnya jika kehadiran Sita membuat Kak Gin risi atau merasa tidak enak.Sita masih sangat belia dalam menghadapi semua ini Kak dan ia sedang belajar untuk bersikap dewasa"ujar Kyra membuat Gin menatapnya lekat.
__ADS_1
Kyra menatap ke depan sambil menghela nafas dalam"Kami sudah tumbuh dari kecil bersama Kak,Dia sudah seperti adik kandung ku sendiri dan aku tahu betul bagaimana sifat Sita,Dia gadis yang baik,pintar dan berani.Dia tidak pernah berputus asa untuk mengejar sesuatu tapi kali ini beda kak,aku melihat keputusan asaan dimatanya.Mungkin bagi kakak ini terlalu terburu buru,Tapi kita tidak pernah tau kapan cinta itu datang.Seperti Sita yang sudah berani memiliki perasaan pada Kakak.Sejujurnya aku kasihan dan prihatin melihat kesedihannya Kak,tapi aku juga mengerti perasaan kakak saat ini.Cinta memang tidak bisa dipaksakan kan kak...Jadi aku hanya bisa berharap Sita bisa bersikap dewasa dan mungkin seiring jalannya waktu dia akan bisa melupakan kakak.Kyra mohon ya kak,jangan hindari dia lagi dan tolong pakai pemberian Sita ini"
Gin masih menatap lekat Kyra,Ia tak pernah menyangka adik bosnya itu berkata panjang lebar seperti itu.Dan jujur saja Gin sedikit tersentil dengan kata kata Kyra tentang waktu yang akan membuat Sita melupakannya.Gin seakan merasa ada yang aneh.
"Maaf Ki,bukan maksudku menghindari Sita tapi perasaan ku masih kacau dan kau tau penyebabnya"jawab Gin mengalihkan pandangannya.
Kyra mengusap bahu Gin lembut"Aku tahu Kak,Tapi hati yang terluka bisa sembuh jika ada penawarnya,dan aku harap Sita bisa menjadi penawar hati Kakak suatu hari nanti"
"Aku kekamar dulu ya kak,Ini sudah malam.Skali lagi aku mohon kak tolong pakai pemberian Sita ini."Sambung Kyra lalu beranjak pergi kembali kekamarnya.
Selepas Kyra pergi,Gin Perlahan membuka kotak itu.
Gin menatap lekat isi kotak itu yang ternyata berupa sebuah jaket kulit berwarna hitam yg dibeli Sita dengan uang tabungan nya.Jaket yang sesuai dengan karakter Gin yang dingin.
Gin meraba jaket pemberian Sita hingga menemukan secarik kertas dibalik saku depan jaket itu.
**Untuk Kak Gin.
Maaf jika Kehadiran Sita membuat kakak tidak nyaman.Maaf karena sudah lancang memiliki perasaan terhadap Kakak.
Sita pergi dengan membawa perasaan yang sudah terlanjur dalam ini.
Dipakai ya Kak , Jaket nya...Anggap ini hadiah dari Sita untuk Kakak yang sudah berulang kali menyelamatkan Sita.Untuk Kakak,Orang yang paling spesial dihati Sita .
Sita tahu tugas Kakak sangat berat,semoga jaket ini bisa melindungi Kakak.
Jaga kesehatan dan jaga diri Kakak baik baik ya... Terima kasih untuk semuanya.
-Sita-
Gin menutup matanya sesaat,Ia tak pernah menyangka akan dicintai gadis belia seperti Sita.
Perasaan Gin seketika terasa sesak entah kenapa.Dia merasakan perhatian yang begitu besar dari Sita untuknya dan jujur ia semakin menyesal dengan Perkataannya yang kasar pada gadis belia itu.Gin hanya belum siap menerima cinta yang baru dihati nya.
"Maafkan aku Sita, Seharusnya kita tidak pernah bertemu"lirih Gin mengingat seyum Sita saat terakhir melihatnya.
Sementara dilain tempat.
Dipanti Asuhan Kasih Ibu.
__ADS_1
Sita terlihat duduk di teras sambil melihat bintang di langit yang indah.
Baru tadi pagi ia melihat Gin,tapi ia sudah sangat merindukan pria dingin itu.
Sakit memang Sita rasakan tapi itu tidak lebih besar dari rasa cintanya pada Gin.
Sita berharap Gin juga merasakan kerinduan sama seperti dirinya.
"Ibu lihat dari datang tadi kamu murung Sit,ada apa?cerita pada ibu!"ucap Bu Rani yang mengejutkan Sita.
"Tidak ada apa apa bu!"jawab Sita gugup.
BuRani terseyum simpul mengusap surah kepala Sita,ia sudah mengetahui semuanya dari Dio tadi.
Bu Rani menghela nafas pelan"Kau harus kuat dan teguh seperti Kak Kyra.Kejar cita citamu Sit dan kau harus yakin jika dia memang jodohmu maka Kalian akan bertemu lagi dan dia akan mendekat padamu tapi jika dia bukan jodohmu maka kau akan bertemu dengan orang yang lebih tepat.Ibu yakin kamu bisa mengahadapi situasi ini!"
Sita mendengar seksama nasehat dari ibu Rani.ia cukup terkejut karena buRani sudah tahu masalah pribadinya.
"Terimakasih ya Bu atas nasehatnya,Tapi apa Sita tidak boleh berharap seperti kak Kyra dulu Bu?"tanya Sita polos.
"Tentu boleh Nak,Bahkan melebihi Kyra juga boleh tapi ibu minta jangan sampai harapan ini melukai dirimu sendiri ya.Ibu tidak ingin sampai melihat mu terpuruk nak,Jadi ibu mohon jaga hatimu juga dan tetap fokus pada cita citamu"
Sita mengangguk menatap Bu Rani yang sudah berdiri.
"Tidur lah Sit,ini sudah malam"
"Baik Bu,ibu duluan saja,Sita masih ingin disini Sebentar"jawab Sita yang masih ingin menikmati udara malam.
"Yasudah,tapi kamu jangan lama lama disini ya!"
BuRani memilih masuk kembali kepanti.
Sita lagi lagi menatap langit malam yang cerah,Wajah tampan Gin selalu berputar diotaknya.Pria dingin itu benar benar sudah merebut hatinya.Sita berharap waktu bisa secepatnya berlalu.
"Selamat malam Kak Gin,selamat malam pria dinginku"lirih Sita sebelum masuk rumah.
πΊπΊπΊ
Duhhh aku kok mewek ya nulisnya...
__ADS_1
Author ngerasain cinta Sita yang begitu dalem buat Gin....