Mencintai Sugar Dadyku

Mencintai Sugar Dadyku
Nyonya Marvin


__ADS_3

Sinar mentari mulai menyinari bumi dan mulai merangsek masuk dibalik tirai jendela kamar sepasang pengantin baru itu.


Marvin yang sudah sedari tadi bangun lebih memilih diam memperhatikan wajah gadis yang sudah berubah menjadi wanita itu karena dirinya yang masih tertidur pulas karena kelelahan akibat ulahnya semalam.


Tak lama Kyra mulai menggeliat dan seketika ia merasa tubuhnya terasa pegal semua.


Matanya yang indah perlahan terbuka.


"Marvin.,.....", Ujar Kyra yang mendapati sang suami sudah bangun menatapnya lekat.


" Sudah bangun hmmmm???"


Kyra terseyum simpul menatap wajah tampan sang Suami..


"Aku sangat lelah Sayang."


Cup...satu kecupan dibibir Kyra dari Marvin.


"Kita mandi agar lelahmu berkurang" Ujar Marvin dengan seyum jailnya.


Melihat sikap nakal suaminya,Kyra menggeleng pelan.


"Aku tidak mau....Pasti bukan hanya mandi tapi kau meminta lagi"


Marvin terkekeh"Kauu pintar Sayang"


"Marvinnn aku sudah lelah,,Apa kau ingin menyiksaku???" protes Kyra.


"Rasanya akan berbeda Sayang,dan kau tidak akan merasa lelah.Percayalah..."


Kyra mendelik kearah Marvin Memang sulit baginya menolak keingginan sang suami.Karena Kyra juga ingin menjadi istri yang berbakti pada suaminya.


Melihat Kyra terdiam,Marvin yang juga masih polos menggendong tubuh Kyra menuju kamar mandi.


Marvin segera mengisi bath up dengan air hangat dan aroma terapi.


Keduanya pun menikmati acara mandi plus plus itu dengan perasaan bahagia.


Satu jam berlalu mereka baru selesai.


Marvin yang sudah membelit pinggangnya dengan handuk putih keluar kamar mandi dengan mengendong tubuh Kyra yang mengenakan kimono handuk..


Dengan telaten Marvin membantu Kyra mengenakan pakaiannya lalu mengeringkan rambut sang istri.


"Kau makan ya sekarang" Titah Marvin saat pesanan makanannya datang.


"Kau juga ya...." Ujar Kyra lalu dengan lembut menyuapi suaminya makan.


"Setelah ini pulang kemana Sayang?" Tanya Kyra sambil menyuapi sang suami.


"Terserah kau saja,Tapi mulai sekarang kau sudah harus tinggal dirumahku,urusan pakaian dan barang baraangmu sudah Kian urus"


Kyra mengangguk,"Yasudah kita langsung kerumahmu saja."


"Apa kau tidak ingin berbulan madu keluar negri Sayang?" Tanya Marvin.


Kyra berpikir sejenak."Emm ..aku hanya ingin pergi kepantai saja ..Keluar negrinya kapan kapan saja mungkin bisa ikut saat dirimu mengurus pekerjaan jadi kita bisa sekalian bulan madu."


Kyra memang sosok sederhana,disaat wanita lain suka pergi dan belanja diluar negri,Kyra lebih memilih pergi kesebuah pantai saja.


"Baiklah jika itu maumu" ujar Marvin melanjutkan makannya.


"Sayang aku ingin membeli kue ya nanti sebelum pulang" Pinta kyra.

__ADS_1


"Iya Sayang...kita ketoko Bakery yang ada didepartemen store ku"


Tak lama mereka sudah rapi dan bersiap meninggalkan kamar hotel itu menuju sebuah mall yang besar dan termasuk kedalam aset BR group.


Marvin segera memarkirkan mobil sportnya saat sudah sampai ditempat itu.


Marvin menggenggam tangan Kyra saat memesuki Mall mewah itu.


Mereka langsung menuju ketoko Bakery dilantai dua.CEO itu sengaja tidak memberitahu dulu tentang kedatangannya pada manager mall Namun siapa yang tak mengenalnya,Saat baru memasuki Mall saja para sekurity yang terkejut dengan kedatangannya langsung menghubungi pihak managemen Mall untuk mengabarkan kedatangan sang bos besar.


Alhasil manager dan jajarannya langsung menghampiri Marvin dan Kyra.


"Selamat siang,Tuan Marvin dan Nyonya,Suatu kehormatan anda sekalian berkunjung kesini!" Sapa hormat sang manager dengan beberapa bawahannya.


Kyra yang baru mengetahui jika Mall itu ternyata milik suaminya dan melihat manajer hotel menyambutnya merasa terkejut dan canggung.


"Aku hanya ingin membeli kue bersama Istriku disini,Bukan urusan pekerjaan.Kau bisa kembali kepekerjaanmu"Titah Marvin dengan suara dinginnya.


Marvin lalu kembali melangkah menuju sebuah toko bakery yang nampak ramai sementara sang manager mengawasi dari jauh.


Disaat memilih Kue,Marfin mendapat telepon penting.


" Sayang,,,ada telepon penting aku kesana dulu ya,Kau pilih kue nya dan tunggu aku"Ujar Marvin pada Kyra.


Kyra mengangguk"Hmm aku akan memilih dulu"


Marvin segera mencari tempat yang agak sepi sedangkan Kyra meneruskan memilih kue lagi.


Setelah puas memilih dan membawanya kekasir.Kyra melihat seorang karyawan Mall yang memarahi seorang anak yang mencuri sebuah kue hingga menangis.


Melihat anak laki laki berusia 7 tahun itu membuat Kyra tidak tega dan mendekat.


"Maaf ada apa ini?" tanya Kyra.


"Tenanglah Sayang,Jangan menangis okey....", Ujar lembut Kyra sambil mengusap pipi anak itu.


" Saya mohon jangan kasar padanya,kasihan dia masih kecil pak"Ujar Kyra.


",Dia sudah mencuri,Harusya saya sudah membawanya kepos keamanan tapi saya hanya memarahinya.Mbak tidak usah ikut campur...apa jangan jangan mbak mengenali anak ini??"ujar sang karyawan dengan nada Tinggi.


"Saya tidak mengenal anak ini,saya hanya kasihan karena bapak memerahinya,sekarang biiar saya yang membayar kue yang diambil anak ini!"


"Anda tidak perlu repot mengganti,saya hanya ingin memberi pelajaran pada anak ini agar tidak mencuri lagi jadi sebaiknya anda minggir saja" Usir karyawan itu pada Kyra.


"Tapi dia masih kecil pak,Saya mohon lepaskan dia,Kasihan dia sudah ketakutan", Ujar Kyra.


Karyawan itu terlihat semakin merasa geram pada Kyra karena tidak mau pergi juga.


", Saya bilang anda pergi saja...atau saya bisa mengusir anda dari mall ini" Pekik karyawan itu lalu menggenggam kuat lengan anak itu membuat sang anak meringis karena menahan sakit.


Kyra reflek menarik anak itu hingga dirunya jatuh tersungkur.


Keributan itu membuat mereka menjadi perhatian para pengunjung mall lain yang berada dilantai itu.


Manager yang baru menyadari jika yang jatuh itu adalah Kyra segera mendekat.


"Heyyy apa yang kau lakukan bodoh??", Teriak sang menager pada Karyawan itu.


Karyawan itu terkejut melihat managernya datang.


"mbak ini yang menganggu pak"


Mananger itu segera membantu Kyra untuk berdiri,Lalu mendekat kearah karyawannya itu.

__ADS_1


",Kau harus minta maaf padanya Doni...Kau tahu siapa dia....Haaaaaa dia istri dari pemilik Mall ini.dia adalah Nyonya Marfin."


Pria yang bernama Doni itu seketika tercekat,Tubuhnya mulai lemas.Ia sungguh tak menyangka seorang gadis muda yang penampilannya sederhana adalah istri dari bos besarnya.


Marvin telah selesai menerima telepon merasa geram melihat istrinya jatuh karena ulah karyawannya langsung mendekat.


"Kau tidak.apa apa Sayang?" Ujar Marvin yang sudah mendekati Kyra dan mengamati tubuh Istrinya.


Sang Manager mulai gugup sementara Doni sudah mulai ketakutan melihat kedatangan pria tampan tinggi tegap dengan aura wibawa dan terlihat begitu dingin dan tegas.


"Aku tidak apa apa Sayang" ujar Kyra yang sudah melihat kemarahan dimata sang suami.


"Kau mau dipecat haaaaa????" Teriak Marvin membuat semua karyawan takut.


Doni segera berjongkok" saya Pak Marvin saya tidak bermaksud melukai istri anda"Ujar gugup Doni.


"Apa kau tidak becusss mengurus kartawanmu?" Sarkas Marvin pada sang Manager yang sudah takut setengah mati.


"Maaf Tuan Marvin atas kelancangan karyawan saya...Saya berjanji ini tidak akan terulang kembali" Ujar Manager itu.


"Kau pecat dia sekarang...Atau kau yang aku pecat???Sinis Marvin dengan tatapan tajamnya.


Kyra segera memeluk lengan berotot sang suami" Sayang...ini hanya kesalahpahaman...aku mohon jangan pecat mereka..Plissss aku mohon....",Ujar Kyra dengan wajah memelasnya.


Marvin menghela nafasnya,Ia begitu kagum dengan sosok Kyra yang pemaaf.


"Kalian dengar.......Berterimakasih lah pada Istriku,karena aku tidak memecat kalian.Tapi aku akan tetap memberi kalian sangsi,Tunggu saja Asisten ku akan mengurus ini"


"Terima kasih Nyonya,Saya menyesal dan mohon Maaf yang sebesar besarnya" Ujar Doni menunduk.


"Saya juga meminta maaf atas kejadian ini Nona,dan terima kasih untuk kebaikan anda" timpal sang manager.


Kyra terseyum dan mengangguk.


Lalu berjongkok dan memberikan sebagian kue nya pada anak kecil itu.


"Ini untukmu Sayang,Sekarang pulanglah dan jangan mencuri lagi ya" Ujar lembut Kyra.


"Iya Kak,Terima kasih" Anak itu segera berlari pergi dari tempat itu.


Semua merasa tertegun melihat kebaikan dan kelembutan seorang istri dari bos besar mereka.


"Ayo Sayang kita pergi dari sini", Ajak Marvin dengan merengkuh Pinggang Kyra.


Kyra mengangguk.


"Sekali lagi saya meminta maaf atas ketidaknyamanan ini Tuan dan Nyonya." ujar Manager.


Marvin yang masih kesal pergi begitu saja dengan Kyra.


Seketika manager dan semua bawahannya merasa lega melihat bos besarnya itu sudah pergi.


"Apa ada yang sakit Sayang?" Tanya Marvin saat sudah didalam mobil.


Kyra menggeleng lalu mengusap lembut pipi Marvin.


"Aku tidak apa apa,,Jangan kesal lagi ya...."


"Harusnya aku tidak mengampuni mereka tadi" ujar Marvin dengan rasa kesalnya.


Cup....satu kecupan dipipi Marvin berharap bisa menghikangkan kekesalan suaminya itu.


"Sudah...lupakan okey suamiku yang tampan....ayo kita pulang" Ujar lembut Kyra dengan tatapan sayangnya.

__ADS_1


Marvin seketika luluh dan terseyum simpul,Istri kecilnya itu memang selalu bisa menguasai hatinya.ia pun segera melajukan mobilnya menuju kediamannya.


__ADS_2