
Tiga hari setelah sadar dan lula Kyra benar benar pulih,Akhirnya hari ini Kyra diperbolehkan pulang.
Marvin masih dengan setia menemani dan merawat Kyra.
Nampak semua hadir untuk mengantar Kyra pulang.
Tapi ada yang aneh.Saat sudah siap untuk pulang Marvin tiba tiba berjongkok dihadapan Kyra disaksikan semuanya.Termasuk para dokter dan perawat yang diminta Marvin menjadi saksi momet berharga ini.
Kyra yang bingung hanya begong.
Marvin lalu mengeluarkan satu kotak bludru kecil berwarna merah dan membukanya.Sorot mata Marvin begitu lekat padanya.
"Mau kah kau menikah denganku???"
Kyra menutup bibirnya karena terkejut,Ternyata Marvin melamarnya dan yang uniknya saat ia masih berada dirumah sakit.
Setelah beberapa saat terdiam akhintnya Kyra mengangguk.cepat dengan seyuman indahnya"Aku mau menikah denganmu"
Semua merasa senang mendengar jawaban Kyra.
Marvin segera memasangkan cincin berlian itu ditangan Kyra lalu mencium jemarinya.
Pria tampan itu langsung memeluk hangat tubuh Kyra."Terima kasih Sayang.Kau menerima lamaran pria tua ini"
Kyra mengangguk pelan,Air matanya sudah menetes dipipinya.
Mamy Jia mendekat dan memeluk Kyra.
"Akhirnya kamu sudah resmi menjadi Calon menantu Mamy,Kyra.Mamy bahagia banget" ujar Jia sambil mengusap air mata Kyra.
"Terima kasih ya My,Karena Mamy udah baik banget sama Kyra.Doain Kyra dan Marvin ya My agar hubungan kami langgeng"
"Pasti Sayang."
Bu panti pun juga memeluk Kyra.
"Ibu Bahagia Kyra.Mimipimu selama ini akan menjadi kenyataan.. Bahagia ya nak.."
"Terima kasih bu...Berkat dukungan ibu Kyra bisa kuat selama ini"
Setelah pelukan terlepas.
Mita dan Icha juga mendekat dan memeluk.Kyra.
"Duh yang udah resmi jadi Calon istri Orang,Selamat ya ,,Aku ikut bahagia.Akhirnya penantian kamu dan perjuangan kamu selama ini berbuah manis" ujar Mita.
"Selamat ya Ky,Kakak salut sama kamu.Kamu bisa dapetin cinta sejati kamu.Kakak ikut bahagia" Kata Icha.
"Makasih ya Kak,Mit"
"Tapi ngomong ngomong Kapan nikahnya Pak?" Tanya spontan Mita pada Marvin.
",Sebulan lagi" Tanpa pikir panjang Marvin menjawab.Semua merasa terkejut apalagi Kyra.
"Apa tidak terlalu cepat?"
"Mamy juga setuju,Semakin cepat semakin baik kenapa harus menunggu lagu.Ingat Cantik,usia calon suami kamu ini sudah matang dan Mamy ingin cepat menggendong cucu dari kalian"
Jawaban Jia ini membuat Kyra tersipu malu.
"Cie Cie Cie....Yang mau jadi bini Orang....," Goda Mita.
Kyra terseyum lalu melihat Kian yang sedari tadi diam.
Kian yang tahu maksud pandangan adiknya mendekat.
"Kakak juga setuju Ky,Untuk apa lama lama menunda.Kamu sudah siapkan menjadi seorang istri?" Tanya Kian.
"Sudah Kak.Terima kasih untuk restu Kakak" ujar Kyra dengan mata yang nanar.
",Iya Sayang.Apapun asal kau bisa bahagia Kakak akan lakukan" ujar Mantap Kian.
__ADS_1
Setelah momen hangat itu,Mereka segera pulang.
Marvin tahu Kyra belum pulih benar dan masih sedikit merasa nyeri.
"Sayang mau pake kursi roda apa aku gengdong?"tanya Marvin.
"Gendong aja"
"Dengan senang hati"
Marvin segera menggendong tubuh Kyra menuju parkiran.Tentu semua melihat keromantisan Sepasang kekasih ini.
Sampai Rumah Kian,Marvin menemani Kyra dikamarnya.
"Kau ingin sesuatu Sayang?"..
"Tidak,Aku hanya masih lemas dan mengantuk."
"Tidurlah,Apa mau aku temani?" goda Marvin.
Kyra hanya terseyum simpul pada Marvin,membuat pria bertatto itu segera ikut naik kearas ranjang lalu memeluk erat tubuh Kyra.
"Sepertinya aku sudah kecanduan dengan pelukan hangatmu ini.Aku tidak bisa tidur tanpa pelukanmu ini" Ujar Kyra pelan.
Marvin terseyum simpul.
"Sabar Ya,,Sebulan lagi.Setelah itu tubuhku ini hanya milikmu seorang.Dan Kau hanya jadi milikku saja.Sudah cepatlah tidur"
Tak lama nafas Kyra sudah teratur itu tandanya dia sudah terlelap.
Marvin mengecup Kepala kyra lalu mengusap lembut wajah cantik calon istrinya itu.
"Aku mencintaimu Calon Istriku,," ucapnya lirih lalu beranjak bangun dari ranjang itu.
Kian ternyata sudah menunggunya didepan pintu.
",Sekarang Adikku sudah resmi menjadi Calon istrimu.Aku harap kau bisa menjaganya dengan baik.Aku yakin berita ini akan langsung menyebar.Dan aku takut musuh kita akan melukai Kyra"
",Aku akan sebaik mungkin menjaga Kyra,Aku akan menempatkan beberapa pengawal untuknya.Kau tidak perlu terlaku khawatir Kian.Aku punya cara sendiri menjaga adikmu"
Kian memberi kepercayaan penuh pada Marvin untuk menjaga adiknya.
@@
Lima hari berlalu.
Dan benar saja rumor bahwa Kyra sudah resmi menjadi calon istri Marvin sudah menyebar luas.Membuat perusahaan perusahaan lain merasa tersaingi karena BR group dan WIN group akan semakin kuat jika bergabung.Karena itu Marvin merasa khawatir dan menempatkan dua bodyguard untuk menjaganya.
Sedangkan Kyra sudah pulih sepenuhnya dan luka bekas oprasi diperutnya juga sudah sembuh.
Kyra siang ini berencana membuat kejutan untuk Marvin dikantor dengan datang membawa bekal makanan.
Marvin memang sudah mulai masuk kantor lagi setelah Kyra pulang dari rumah sakit.
Sementara dikantor BR group,Marvin sedang berada diruang meeting.Wajahnya merah karena ia sedang memarahi para bawahannya yang tidak becus dalam bekerja.
Hawa mencekam sangat terasa diruangan itu,Marvin memang dikenal tegas dan keras jika menyangkut pekerjaan.
Kyra yang sudah sampai Diloby BR group menjadi pusat perhatian semua karyawan.Siapa yang tidak mengenalnya,Apalagi berita mengenai dirinya yang sudah menjadi calon istri Marvin dan merupakan adik dari CeO WIN gruop membuatnya semakin terkenal.
Selain Cantik dan anggun Kyra juga sangat ramah pada semua orang,Apalagi Kyra pernah bekerja disitu juga.
Kyra tak sengaja berpapasan dengan Bu Lina mantan atasannya.
"Selamat Siang Nona Kyra..Saya ikut bahagia mendengar kabar rencana pernikahan anda" Ujar Sopan BuLina.
Kyra terseyum lembut.
"Panggil saya Kyra saja bu.Jangan formal seperti itu.Saya masih Kyra yang dulu.Terima kasih ya bu,Kyra cuma minta doanya saja.Kalau begitu saya keatas dulu."
Bu Lina merasa kagum dengan sosok Kyra yang tidak berubah.Sosok.cantik itu sekarang banyak dikagumi oleh para Karyawan karena sikap baiknya.
__ADS_1
Kyra yang sudah tahu jika Marvin sedang marah diruang Meeting langsung membuka pintu ruangan itu.Ia sama sekalu tak takut jika Marvin marah padanya.
Ceklek........
Seyum indah Kyra membuat amarah Marvin seketika menguap entah kemana.Dan para direksi dan manager langsung merasa lega,,Mereka tahu kehadiran Kyra akan merubah mood atasan mereka itu dan mereka tidak terkena semprotan lagi.
"Sayang........." ujar Marvin yang sedikit terkejut.Pasalnya ini pertama kali Kyra datang kekantor setelah resmi menjadi Calon istrinya.
"Aku mengganggunya?.Ayo istirahat dulu" Ajak Kyra lembut.
"Meetingg kita lanjutkan besok." Perintah tegas Marvin lalu berdiri menghampiri Kyra dan mengandeng tangan Kyra menuju ruangannya.
"Jangan marah marah,Cepat Tua lho..." Goda Kyra saat masih berjalan.
"Aku harus tegas dalam urusan pekerjaan Sayang"
"Ck.....iya tapi gak usah pake marah marah gitu juga.Cukup dengan menggertak saja" Saran Kyra yang membuat Marvin terseyum simpul.
"Iya Sayang ku..."
Sampai ruangan Kyra segera membuka bekal makanan lalu menyuapi Marvin.
"Apa benar sudah tidak sakit?" Marvin masih merasa khawatir dengan luka Kyra.
"Udah Enggak kok.hanya tinggal bekasnya aja"
"Syukurlah..Emmm Sayang Pernikahan Kita akan diurus oleh Mamy.Kau tinggal memilih undangan,Soufenir dan Gaun pernikahan saja.Selebihnya itu menjadi urusan Mamy.Kau ingin konsep pernikahan seperti apa?" tanya Marvin sambil mengunyah makanannya.
Kyra berfikir sebentar.
"Emmm..Aku ingin konsep pernikahan Outdoor,Kayak konsep garden gitu...Tidak perlu yang mewah yang penting suasana hangat dan sakral."
Marvin mengangguk setuju.
"Apapun itu asal Calon istriku ini bahagia aku setuju"
"Terima kasih ayaang ku"ujar Kyra lalu memeluk tubuh Marvin.
" Sama sama Sayang"
"Tapi.sebelum menikah,Aku ingin pulang kePanti dulu boleh?Aku sangat merindukan adek adek ku disana.Aku juga ingin membelikan mereka keperluan sekolah"
"Tentu boleh Sayang,Kau bisa melakukan apapun yang kau mau asal itu positif.Aku akan menemanimu kesana.Lagi pula Aku sudah lama tidak kepanti."
"Kita ajak Kak Kian,Kak Gio,Mita dan Kak Icha juga ya.Mereka juga ingin kesana"
"Terserah kau saja Sayang" jawab Marvin sambil mengusap lembut kepala Kyra.
Cup.....Satu kecupan dipipi Marvin.
"Aku hanya bisa berterima kasih padamu dan Aku begitu bahagia bersamamu"Ujar Kyra pelan.
Marvin terseyum lebar lalu memeluk erat tubuh Kyra." Aku semakin mencintaimu"bisiknya pelan.
Kyra yang bersemu merah semakin menyembunyikan wajahnya didada kekar Marvin.
@@
DiSisi lain disebuah gedung pencakar langit.Nampak abel menghempaskan gelas kedinding ruang kerja ayahnya.
Abel sangat geram mendengar Marvin sudah melamar Kyra.
"Marvin hanya milikku.....Aku akan merebut apa yang seharusnya menjadi milikku"Geram Abel.
"Kau harus membuat hubungan mereka retak Abel"Ujar Papanya.
Abel menyeringai.
" Papa tenang saja,Masih ada waktu sebulan.Aku akan memakai cara yang halus untuk mendekati Marvin lagi"Ucap Abel penuh percaya diri.
Sementara Ayah dan anak itu sedang berfikir untuk menganggu hubungan Marvin dan Kyra,Dika asisten Marvin sudah berhasil menemukan titik terang mengenai kasus 13 tahun yang lalu.
__ADS_1
Dan Dika siap untuk melaporkannya pada Marvin dan Kian.