Mencintai Sugar Dadyku

Mencintai Sugar Dadyku
SS2-17.. Dukungan.


__ADS_3

Hari berganti.


Pukul 8 pagi Gio sudah terlihat rapi dengan setelan jasnya berwarna Merah maroon.


Ia lalu menikmati sarapan pagi nya bersama Papa dan mamanya.


Wajah kesal sang Mama sudah Terlihat jelas oleh Gio sedari awal ia duduk.Sementara Papa Gerald lebih memilih untuk berpura pura tidak tahu.


Gio sudah bisa menduga apa yang membuat sang Mama kesal dan memilih untuk diam dan bersikap biasa.


"Mama tahu semalam kamu bertemu Laura,Tapi apa yang kamu katakan padanya Gio??Hingga membuatnya sedih,, Tadi pagi Tante Lisa telpon Mama dan dia khawatir dengan keadaan Laura"Ujar Mama Siska yang akhirnya membuka suara.


Gio yang sedang menguyah menghentikan gerakan tangannya lalu minum dan menatap sang mama.


"Jadi Tante Lisa mengadu pada Mama?"


"Iya,,Apa yang sebenarnya kamu katakan pada Laura, Gio?"Mama Siska Terlihat semakin kesal.


Gio mengehela nafasnya"Ma...Gio hanya ingin mengatakan yang sebenarnya pada Laura,Jika Gio tidak bisa melanjutkan perjodohan ini.Gio jujur pada Laura jika Gio sudah memiliki kekasih"


Mama Siska membulat kan matanya dan semakin geram pada sang putra.


"Keterlaluan kamu Gio.....Apa kamu tidak sadar jika Laura dari dulu menyukai mu!"Suara Mama Siska mulai meninggi.


"Gio tahu Ma,,Tapi Gio hanya menganggap Laura itu adik dan sahabat Ma,,Perasaan Cinta itu tidak bisa dipaksakan..Maaf, Gio tidak bisa membalas perasaan Laura..Dan semalam Laura bilang, ia sudah menerima semuanya Ma dan akan membujuk Tante Lisa untuk membatalkan perjodohan ini!"ujar tegas Gio yang membuat Sang Mama terkejut bukan main.


"Giooooo"Pekik Mama Siska yang begitu marah.


"Turunkan nada bicara Mama....Dan jangan merusak suasana makan ini Ma"Hardik Papa Gerald yang sudah tidak tahan dengan perkataan Istrinya.


"Papa selalu saja membela Gio....Sedari awal Papa memang tidak pernah mendukung Mama tentang perjodohan ini kan?"Kesal Mama Siska


Papa Gerard menghela nafasnya,Memang ia harus ekstra sabar menghadapi sikap istrinya yang terkadang begitu egois.


"Papa bukannya tidak mendukung Mama,Hanya Saja Papa sebagai orang tua tidak mau memaksakan kehendak pada anak Ma....Ingat Ma,Gio sudah dewasa.Papa percaya Gio bisa memilih yang terbaik untuk hidupnya.Papa juga akan percaya dengan penuh pilihan Gio jika itu bisa membuatnya bahagia.Kita sebagai orang tua harusnya mendukung nya Ma.... Tolong tepis keegoisan dan sikap memaksa Mama pada Gio"Ujar Papa Gerald yang lugas.


"Tapi Pa...Mama hanya ingin yang terbaik untuk Gio,Karena dia putra satu satu nya kita.Laura itu cantik, Dokter dan dari keluarga terpandang.Bukan seperti gadis pilihan Gio itu Pa."


Gio menahan amarahnya saat Sang Mama kembali menghina Icha.


"Itu menurut Mama....Tapi Menurut Papa,Bukan hanya soal materi dan status sosial Ma,Tapi cinta lebih membutuhkan kenyamanan hati.


Lagi pula Papa tidak pernah melihat calon menantu Papa dari segi materi atau status sosial,Cukup dia gadis yang berhati baik,Sopan dan bisa membahagiakan Gio.Soal pendidikan,Harta dan lainnya itu hanya bonus Ma."Ujar Papa Gerald yang begitu bijaksana.


Gio semakin kagum dengan sosok sang Papa yang begitu baik dan bijaksana dimatanya.


Sementara Mama Siska menggelengkan kepala nya pelan,Ia tak habis pikir dengan jalan pikiran sang suami.


"Terserah Papa Saja,Tapi ingat Mama tidak akan merestui hubungan Gio dengan gadis kampung itu Pa"Ujar Mama Siska lalu pergi begitu saja.


Kedua pria itu hanya bisa menghela nafas melihat sikap keras Mama Siska.


"Makasih ya Pa atas kepercayaan dan dan dukungannya..Gio tidak tahu lagi harus bagaimana menghadapi Mama,,"


Papa Gerald mengangguk"Papa percaya pada pilihanmu Gio,Tapi kau juga harus bisa menjalankan tanggungjawab mu di Exell DM dengan baik,Kau mengertikan maksud Papa!"


Gio menganguk mantap"Iya Pa...Gio sudah berjanji untuk memajukan Exel Dm sekuat tenaga Gio,Papa tidak perlu khawatir"


Gerald terseyum simpul"Pergilah Son.....dan secepatnya bawa Dia kemari untuk menemui Papa..."Pinta Papa Gerald.

__ADS_1


"Secepatnya Gio akan bawa Icha kesini untuk menemui Papa,,Gio pergi dulu ya Pa...."Ujar Gio lalu memeluk sekilas sang Papa lalu pergi.


"Semoga kau selalu bahagia Nak...."Gumam Papa Gerald melihat sang putra menjauh pergi.


Gio merasa sedikit lega karena dukungan sang Papa meskipun ia masih bingung harus dengan cara apa lagi agar membuat sang mama mau menerima Icha.


☘️☘️☘️


Hoek Hoek Hoek....


Erick yang sedang bersiap untuk pergi keKantor menyerngitkan keningnya mendengar suara Cleo yang sedang berada dikamar mandi.


Pria bertubuh atletis itu segera melangkah cepat menuju arah suara yang membuatnya khawatir.


"Cleo buka pintunya"Ujar Keras Erick didepan pintu kamar mandi.


"Cleo..."Panggil pria itu lagi karena tidak ada jawaban.


Baru saja Erick ingin mendobrak pintu,Cleo membuka perlahan pintunya.


Erick melihat istrinya itu terlihat lemas.


"Kau muntah?"tanya Erick khawatir.


Dengan lemas Cleo mengangguk,Lalu sedetik kemudian dia masuk kembali untuk memuntahkan isi perutnya.


Erick segera ikut kedalam dan dengan sigap Erick memegang tengkuk Cleo dan mengusap punggungnya lembut agar Wanita itu lebih mudah untuk muntah.


Setelah beberapa saat Cleo membasuh bibirnya dengan air.


"Aku sudah lebih baik,Aku ingin tidur saja"Ujar Lirih Cleo menatap erick dari cermin.


"Kau tidak perlu menggendong ku"ujar Cleo saat Erick sudah meletakkan tubuhnya diatas ranjang.


"Aku tahu,Kau merasa lemas kan...Sekarang katakan padaku bagaimana rasanya,apa ada yang sakit atau kau perlu sesuatu?"


Cleo Menggeleng,dirinya sekarang duduk bersandar di ranjang."Ini wajar untuk wanita hamil sepertiku,Hanya lemas dan Mual saja"


Dengan wajah datar Erick mengusap perut Cleo lembut membuat wanita itu tertegun.


"Jangan menyusahkan Mamamu ya Sayang....Susahkan saja Papamu ini"Ujar Erick seakan seakan berbicara pada anaknya.


Cleo seketika merasa terharu dengan sikap dan perkataan Erick.


Cleo menatap Erick yang duduk ditepi ranjang,Jarak mereka cukup dekat.


"Mulai sekarang katakan apapun yang kamu rasakan saat hamil,,,,Aku ingin merasakan kesulitan yang kamu rasakan saat mengandung anakku...."ujar Erick yang masih mengusap perut Cleo.Wanita itu tak mengelak jika usapan Erick membuatnya merasa nyaman.


"Apa kau begitu khawatir padaku,,Jangan berlebihan,Aku bukan wanita lemah..."ujar Cleo yang masih dingin.


Erick terseyum simpul"Aku tahu kau wanita yang kuat...Tapi aku suamimu yang ingin mendukungmu disegala kondisi,Aku ingin kau membagi kesulitanmu dah kesakitanmu saat hamil,Katakan padaku jangan kau pendam sendiri....Kau mengerti"


"Iya aku mengerti"Jawab Ketus Cleo.


"Sekarang katakan padaku,Apa ada sesuatu yang kau inginkan?"tawar Erick yang mengerti jika Cleo sedang mengalami masa ngidam.


Cleo menggeleng"Saat ini tidak ada,,,Mungkin nanti..."


"Hubungi aku jika kau menginginkan sesuatu"

__ADS_1


"Tidak,Biar aku beli sendiri atau menyuruh pengawal diluar"sanggah Cleo yang tak mau bergantung pada Erick.


"Hubungi Aku....jangan membantah.Aku sendiri yang akan mencarikan apapun yang diinginkan anakku"ujar Tegas Erick membuat Cleo merasa heran dan kaget .


"Kau kan sibuk"Sela Cleo.


"Sesibuk apapun diriku,Jika kau dan anakkku membutuhkanku,aku akan datang"ujar Erick lugas membuat Cleo tanpa sadar semakin mengangumi pria didepannya itu.


Cleo merasa apa yang Kyra ucapkan malam itu memang benar.Perlahan lahan Cleo bisa melihat dan merasakan kebaikan dan Kelembutan pria yang sudah resmi menjadi suaminya itu.


"Pergilah...Kau akan terlambat nanti...Aku ingin tidur"ujar Cleo datar.


"Kau mengusirku?...ingat aku pemilik perusahaan,Jadi aku bebas datang kapan saja"


Cleo berdecak,Ia paling kesal jika Erick sudah mulai angkuh dan sombong.


Cleo lebih memilih membaringkan tubuhnya dan menutup matanya karena Erick tak kunjung pergi.


Erick terseyum tipis melihat sikap Cleo yang terkadang baginya lucu.


Cup.......


Erick mengecup Kening Cleo cukup lama membuat wanita itu terdiam terpaku.Merasakan sentuhan lembut dan wangi parfum tubuh Erick yang begitu dekat dengannya.


"Baik baik diRumah,,,Aku pergi dulu"Ujarnya lalu berdiri pergi dari kamar mewah itu.


"Tunggu......"


Erick yang berada diambang pintu berhenti dan menoleh menunggu Cleo berbicara.


"Hati hati dan cepat pulang"ujar Cleo tanpa sadar,Ia sendiri bingung kenapa bisa berkata seperti itu.


Erick yang gemas kembali mendekat dan duduk lagi ditepi ranjang.


"Apa kau mau ikut aku kekantor,,Hmmm.....?"Goda Erick menatap lekat Cleo.


Cleo menjadi gugup dan merasa canggung.


"Tidak perlu.....Untuk apa aku kekantormu.....Aku akan mengganggumu saja"


"Tentu untuk menemaniku.... Kadang aku memerlukan dukungan Istriku ini untuk menyelesaikan tugas ku yang begitu menumpuk..."Ujar Erick jujur,Ia kadang merasa kesepian saat dikantor.


Cleo melihat dengan jelas raut wajah Erick yang berubah.Seketika Cleo merasa kasihan.


"Jangan protes nya jika dikantor nanti aku akan menyusahkan mu"ujar Cleo yang membuat Erick senang karena Cleo mau ikut kekantor.


"Justru Kau yang tidak boleh protes,Jika aku akan sering mengusap perutmu...Karena aku senang melakukan itu dah kau tidak boleh menolak"


Cleo berdecak kesal"Percuma saja jika aku mencoba menolak"


Erick terseyum"Good....sekarang gantiilah pakaianmu.Aku tunggu diluar"


Erick seketika sadar jika Cleo masih lemas .


"Mau kubantu untuk mengganti bajumu"Tawar Erick.


Sontak membuat Cleo melotot"Jangan coba macam macam ya....aku bisa sendiri"


Erick tergelak tawa melihat sikap Cleo lalu ia mengacak gemas rambut istrinya itu."Kenapa harus malu,Bukannya kita sudah saling melihat....Yasudah aku tunggu diluar."

__ADS_1


Entah kenapa Cleo sekarang merasa malu jika didekat pria itu.Pria,yang sekarang lebih sering memperlihatkan kehangatan dan kelembutan nya.


__ADS_2